image
Login / Sign Up

Ganjil Genap, Dikeluhkan Pelaku UMKM, Dipuja Pekerja Kantoran

Yohanes Antonius

Image

Sejumlah kendaraan melintas di Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (7/8/2019). Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan resmi memperluas pemberlakuan sistem ganjil genap, penerapan resmi akan dilakukan pada 9 September setelah uji coba yang dimulai 12 Agustus dan berakhir 6 September. Ruas jalan yang terkena perluasan sistem ganjil genap yaitu Jalan Pintu Besar Selatan, Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Majapahit, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Panglima Polim, Jalan RS Fatmawati, Jalan Suryopranoto, Jalan Balikpapan, Jalan Kyai Caringin, Jalan Tomang Raya, Jalan Pramuka, Jalan Salemba Raya, Jalan Kramat Raya, Jalan Senen Raya dan Jalan Gunung Sahari. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang melakukan Uji Coba perluasan ganjil di 26 ruas jalan di Janan di Ibu Kota. Perluasan Ganjil Genap merupakan upaya pemerintah membatasi kendaraan bermotor di jalanan Ibu Kota demi memperbaiki kualitas udara Jakarta yang anjlok terpapar polusi.

Banyak warga mengeluhkan aturan ini namun tak sedikit juga yang sepaham dengan Pemprov DKI Jakarta.

Ario Damar salah satu warga Jakarta Pusat menyebut dirinya sedikit kewalahan dengan penerapan aturan itu. Sebagai pengusaha kecil-kecilan pembatasan kendaraan bermotor di jalan ibu kota kata dia hanya mempersempit ruang geraknya.

baca juga:

Damar adalah pedagang berbagai kebutuhan rumah tangga. Dia membuka kios di kediamannya di kawasan Kebon Sirih Jakarta Pusat. Setiap tiga hari sekali suplier barang dagangannya selalu mengantarkan berbagai kebutuhan ke rumahnya. Dia Kahwatir aturan malah menghambat bisnisnya pengantaran barang jadi terhambat dan ditunda - tunda.

"Takutnya hanya gara - gara Ganjil Genap suplayer engggak bisa ngantar barang ke sini, kalau udah kaya gitu jatuh ngehambat usaha kita," ujarnya saat ditemui di kawasan Kebon Sirih Jakarta Pusat Rabu (14/8/2019).

Selain menunggu suplier di kediamannya, Damar juga tak jarang, keluar rumah mencari barang - barang murah di berbagai pasar di Jakarta. Dia mengatakan kebijakan ini memberatkan karena terlampau banyak ruas jalan yang terimbas kebijakan ini.

Barang belanjaan lanjut Damar tak bisa dibawa menggunakan sepeda motor, Damar juga merasa mustahil bila barang-barang belanjaannya dibawa menggunakan angkutan massal.

"Ya enggak mungkin dong kalau aku belanja di pasar Pramuka terus bawa kesini pakai motor, jalan satu - satunya nyewa angkot tapi harganya lebih mahal tapi engak tahu juga deh angkot kena Ganjil Genap juga atau enggak," ucapnya.

Meski kebijakan Ganjil Genap ini sangat berefek kepada pengusaha rumahan seprrti Damar namun aturan ini tak membawa dampak pada orang-orang kantoran seperi Pondra.

Pondra Warga Bintaro Jakarta Selatan, setiap hari dia berangakat ke kantornya di Kawasan Jakarta pusat menggunakan mobil pribadinya.

Pemuda 28 tahun itu setuju dengan Pemprov DKI mengenai aturan ini karana selain diyakini bisa mengentaskan masalah polusi udara, kebijakan ini juga berdampak siginifikan pada jumlah kendaraan di jalanan. Imbasnya kemacetan yang sudah menjadi momok bagi warga Jakarta juga berlahan mulai terurai.

"Gue tiap hari pake mobil buat ke kantor. Enggak masalah sih malah bagus jalan jadi enggak macet - macet amat," kata dia.

Bila dia tak bisa mengunakan mobilnya karana sedang terkena kebijakan Ganjil Genap, Pondra mengaku, dirinya secara sukarela berpindah ke angkutan umum.

"Kalau kena Ganjil Genap Gue pake kendaraan umum," ujarnya.

Meski begitu menurut Pondra sejauh ini sosialisi kebijakan ini masih belum masif di lakukan sehingga masih banyak masyarakat yang belum mengetahui prihal perluasan Ganjil Genap ini.

"Menurut gue sosialisasinya masih kurang, kadang bikin bingung terutama deket pintu keluar sama masuk tol," tuntasnya.[]

Editor: Ridwansyah Rakhman

berita terkait

Image

News

Wakapolri Ancam Copot Kapolsek dan Kapolda Jika Lelah Sosialisasikan Protokol Kesehatan

Image

Ekonomi

Wabah Corona

3 Fase Untuk Rangsang Pemulihan Ekonomi Bagi UMKM

Image

News

Ganjil Genap Gagal Dongkrak Penumpang MRT

Image

News

1.062 Pengendara Kena Tilang Ganjil Genap Jakarta

Image

News

1062 Pengendara Kena Tilang Aturan Ganjil Genap 

Image

News

Dishub DKI Blak-blakan Akui Kegagalan Sistem Ganjil Genap di Masa Pandemi

Image

News

Kadishub DKI Bilang Ganjil Genap Belum Bisa Dievaluasi

Image

News

Tetap Ditilang, Polisi Tidak Terima Alasan Klasik Pelanggar Ganjil Genap

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Enggan Jadi Relawan Vaksin COVID-19, Erick Thohir: Rakyat Dulu, Menteri Disuntiknya Belakangan!

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Berapa Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Magetan? Berikut ini Datanya

Seorang perempuan.

Image
News
DPR RI

Terima Masukan Serikat Pekerja Terkait RUU Cipta Kerja, DPR: Ini Upaya Pulihkan Ekonomi Nasional

Image
News

PSBB Transisi Diperpanjang, Anies Tiadakan CFD dan Kegiatan 17 Agustusan

"Seluruh aktivitas sosial bersama yang menyebabkan kerumunan itu akan ditunda," kata Anies.

Image
News

Wacana Sekolah Dibuka Berdasar Zonasi Penyebaran, Awas Riskan!

Protokol kesehatan harus diterapkan.

Image
News
Wabah Corona

Siswa yang Bersekolah Tatap Muka Diminta Tak Lewati Zona Merah Saat Perjalanan

Menurut Jumeri imbauan ini perlu digencarkan.

Image
News

Gara-gara Kecup Bagian Perut Anak Gadis,  BA Diamankan Polisi

BA bermain ke rumah temannya.

Image
News

Polres Barelang Enggan Berpolemik Terkait Dugaan Tahanan Narkoba Tewas

Dugaan dianiaya polisi.

Image
News

Ahli Asuransi Sebut Direksi Punya Hak Diskresi Ubah Strategi Investasi Perusahaan

Langkah ini dapat dilakukan guna menyelamatkan perusahaan agar tidak semakin terpuruk.

Image
News

Duh! Penggali Makam Covid-19 Jakarta Kehilangan Semangat

Penggali makam jenazah Covid-19 menantikan dana insentifnya.

Image
News

Masyarakat Mabar Dukung Pemerintah Percepat Pembangunan di Labuan Bajo

10 sikap masyarakat Manggarai Barat dalam mendukung pemerintah, diantaranya mendukung pembangunan sarana-prasarana penunjang pariwisata

terpopuler

  1. Viral Muslim Bantu Prosesi Pemakaman Tetangga Beda Agama, Warganet: Ini Indonesia

  2. Politikus PKS Beri Kritikan 'Pedas' ke Anies Baswedan

  3. Video Jerinx di Tahanan Viral, Kenakan Celana Pendek dan Tangan Terborgol

  4. Efek Dahsyat Berbakti Kepada Orang Tua

  5. Ahli Waris Gugat Dik Doank Rp5,5 Miliar Atas Kepemilikan 'Kandank Jurank Doank'

  6. Anggaran Pilkada Rp20 T, Rizal Ramli: Sebaiknya Dibelikan 30 Juta HP untuk Anak-anak Kurang Mampu

  7. Mengenal Pulau Kundur, Penghasil Durian Kelas Wahid yang Ditetapkan Zona Merah COVID-19

  8. Gaduh Beasiswa Veronica Koman, Stafsus Sri Mulyani: Penuhi Saja, Tanpa Perlu Playing Victim

  9. Hamil Barengan, 5 Potret Kompak Kakak Beradik Citra Kirana dan Erica Putri

  10. Pernah Jadi Tempat Nginap Barack Obama, Hotel Shangri-La Jakarta Mau Disegel Ada Apa?

Akurat Solusi-1

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Tarian Sufistik Mengalun di Antara Agama

Image
Dr. Made Saihu

Dakwah sebagai Jalan Hidup

Image
DR. ABDUL MUID N., MA

Menimbang Qiraa’ah Mubadalah untuk Kesetaraan Gender

Image
Achsanul Qosasi

Gerakan ABCD untuk Pemulihan Ekonomi

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Garuda PHK Karyawan Besar-besaran Karena Bisnis Limbung?

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Protokol Kesehatan Mutlak di Garuda Demi Keselamatan Penumpang

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Bukan Orang Airlines, Ternyata Begini Perasaan Irfan Setiaputra Selama Memimpin Garuda

Sosok

Image
Iptek

Lebih Dekat dengan Addison Rae Easterling, Dancer TikTok Paling Tajir Sejagad

Image
News

Usaha tak Khianati Hasil, Kisah Fredy Napitupulu, Pengusaha Muda Sukses Pemilik Stanbrain

Image
Ekonomi

6 Fakta Menarik Sumber Kekayaan Jerinx SID, Bisnis Clothing hingga Brand Ambassador Berbagai Produk