image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

Tuntaskan e-KTP, KPK Bakal Seret Paulus Tannos ke Indonesia

Bayu Primanda

Image

Wakil ketua KPK Saut Situmorang dalam konferensi pers di kantornya pada Selasa (13/8/2019) | AKURAT.CO/Bayu Primanda

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menyeret Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra Paulus Tannos ke hadapan penyidik. Diketahui, pengusaha penggarap proyek e-KTP itu saat ini bermukim di Singapura, sehingga perlu upaya hukum lebih lanjut untuk bisa membawanya ke Indonesia.

"Penyidik pasti bekerja sama dengan otoritas setempat (Singapura) bagaimana bisa menghadirkan yang bersangkutan atau seperti apa cara untuk memberikan keterangan, penyidik sudah punya rencana untuk itu," tegas Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam jumpa persnya di gedung KPK, Jakarta, Selasa (13/8/2019) malam.

Adapun peran Tannos dalam perkara ini diketahui cukup signifikan, mengingat dirinya terlibat dalam sejumlah pertemuan terkait pembahasan fee dalam proyek e-KTP.

"Sebelum proyek e-KTP dimulai pada 2011, tersangka PLS (Paulus Tannos) diduga telah melakukan beberapa pertemuan dengan pihak-pihak vendor termasuk dengan tersangka HSF (Husni Fahmi) dan ISE (Isnu Edhi Wijaya) di sebuah ruko di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan. Padahal HSF dalam hal ini adalah Ketua Tim Teknis dan juga panitia lelang," ujar Saut.

Pertemuan-pertemuan tersebut berlangsung sekitar 10 bulan dan menghasilkan beberapa output, di antaranya adalah Standard Operating Procedure (SOP) pelaksanaan kerja, struktur organisasi pelaksana kerja, dan spesifikasi teknis yang kemudian dijadikan dasar untuk penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) pada 11 Februari 2011 yang ditetapkan oleh Sugiharto selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemendagri.

"Tersangka PLS juga diduga melakukan pertemuan dengan Andi Agustinus, Johannes Marliem dan tersangka ISE untuk membahas pemenangan konsorsium PNRI dan menyepakati fee sebesar 5 persen, sekaligus skema pembagian beban fee yang akan diberikan kepada beberapa anggota DPR RI dan pejabat pada Kemendagri," ujar Saut pula.

Pembagiannya, PT Sandipala Artha Putra bertanggung jawab memberikan fee kepada Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi melalui adiknya Asmin Aulia sebesar 5 persen dari nilai pekerjaan yang diperoleh.

Kemudian, PT Quadra Solution bertanggung jawab memberikan fee kepada Setya Novanto sebesar 5 persen dari jumlah pekerjaan yang diperoleh; sementara Perum PNRI bertanggung jawab memberikan fee kepada Irman dan stafnya sebesar 5 persen dari jumlah pekerjaan yang diperoleh, dan keuntungan bersih masing-masing anggota konsorsium setelah dipotong pemberian 'fee' tersebut adalah sebesar 10 persen.

Setelah pembagian jatah selesai, Setnov dan Chairuman Harahap menagih komitmen fee sebagaimana yang telah dijanjikan yakni sebesar 5 persen dari nilai proyek. Atas penagihan tersebut, Andi Agustinus dan Paulus Tannos berjanji untuk segera memenuhinya setelah mendapatkan uang muka pekerjaan dari Kemendagri.

Namun, karena Kemendagri tidak memberikan modal kerja, maka Paulus, Andi Agustinus, dan Johannes Marliem selaku penyedia sistem AFIS L-1. bertemu dengan Setnov dan Setnov pun memperkenalkan orang dekatnya yakni Made Oka Masagung yang akan membantu permodalannya. Sebagai kompensasinya dalam kesempatan itu, juga disepakati "fee" yang akan diberikan kepada Setnov melalui Made Oka.

"Sebagaimana telah muncul di fakta persidangan dan pertimbangan hakim dalam perkara dengan terdakwa Setya Novanto, PT Sandipala Arthaputra diduga diperkaya Rp145,85 miliar terkait proyek e-KTP ini," kata Saut.

Tannos sendiri merupakan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP yang merugikan negara hingga 2,3 triliuh rupiah. Selain Tannos terdapat tiga orang lain yang juga ditingkatkan statusnya sebagai tersangka.

Ketiganya terdiri dari mantan anggota DPR dari Fraksi Partai Hanura Miriam S Hariani, Direktur Utama Perum Percetakan Negara RI (PNRI) dan Ketua Konsorsium PNRI Isnu Edhi Wijaya, Ketua Tim Teknis Teknologi Informasi Penerapan KTP-el sekaligus PNS Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Husni Fahmi.

Paulus Tannos diketahui berada di Singapura sejak 2012 lalu, dan sudah berstatus "permanent residence" di negara kota itu. Paulus tinggal di Singapura bersama dengan keluarganya termasuk anaknya Catherine Tannos yang juga punya peran dalam pengadaan KTP-el.

Ia mengaku bersembunyi di Singapura karena dilaporkan ke Mabes Polri atas tuduhan menggelapkan dana chip Surat Izin Mengemudi (SIM), sehingga ia dan Catherine Tannos masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Interpol sejak April 2012.

Namun, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK pernah "menghadirkan" kesaksian Paulus di pengadilan pada 18 Mei 2017 dalam sidang KTP-el untuk terdakwa Irman dan Sugiharto melalui fasilitas "teleconference".[]

baca juga:

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

PT Bumigas Energi Laporkan Pimpinan KPK ke Dewan Pengawas

Image

News

Setelah Keberatannya Ditolak KPK, Kompol Rossa Banding ke Presiden

Image

News

Arief Dikonfirmasi Adanya Permintaan Wahyu Setiawan Bahas PAW Harun Masiku

Image

News

KPK Tidak Temukan DPO Nurhadi Cs Saat Geledah Kantor di Jaksel

Image

News

Usai Diperiksa KPK, Dirut Jakpro: No Comment

Image

News

Direktur Operasi Jakarta Propertindo Diperiksa KPK

Image

News

Ketua KPU Penuhi Panggilan Penyidik KPK

Image

News

Hari ini KPK Periksa Ketua KPU Arief Budiman Terkait Kasus PAW DPR

Image

News

KPK Dalami Aliran Dana Kasus Sukamiskin

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Antara Takut dan Berharap kepada Allah, Mana yang Lebih Didahulukan?

Dalam kehidupan ini, kita pasti pernah mengalami rasa takut (khauf) dan rasa penuh harap (raja')

Image
News

Kemenkes Sebut Belum Ada Kasus Virus Corona di Indonesia

Total kasus yang spesimennya dikirim ke laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan sebanyak 136 kasus.

Image
News

Supir Truk Dikroyok Hingga Tewas, Bupati Dogiyai Minta Maaf

Pemkab Dogiyai atas nama para pelaku pengeroyokan dan pembunuhan serta seluruh masyarakat menyampaikan turut berduka dan permohonan maaf

Image
News

DPR Berharap Arab Saudi Dapat Selesaikan Virus Corona Sebelum Ibadah Haji

Kita berharap Arab Saudi betul-betul bisa mengantisipasi (virus corona) ini

Image
News

Dampak Penangguhan, Kemenag Larang Agen Umroh Tarik Biaya Tambahan

itu sudah ada kesepakatan dengan asosiasi penyelenggara umrah

Image
News

Soal Potensi Gempa Megathrust di Sukabumi, Ini Penjelasan BMKG

fakta dari kajian tersebut bukan merupakan prediksi waktu kapan akan terjadi gempa

Image
News

PT Bumigas Energi Laporkan Pimpinan KPK ke Dewan Pengawas

Boyamin menegaskan, KPK seharusnya tidak mengeluarkan surat rekomendasi tersebut lantaran kasus tersebut bukanlah perkara korupsi

Image
News

Setelah Keberatannya Ditolak KPK, Kompol Rossa Banding ke Presiden

Kompol Rossa melakukan upaya banding ke Presiden Jokowi setelah pimpinan KPK menolak keberatannya perihal pengembaliannya ke Mabes Polri

Image
News

Arief Dikonfirmasi Adanya Permintaan Wahyu Setiawan Bahas PAW Harun Masiku

membahas penetapan caleg PDIP Harun Masiku sebagai calon anggota DPR 2019-2024 melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW)

Image
News

Mendagri Sebut Jangan Langsung Hukum Kades dalam Kelola Dana Desa

penyelesaiannya harus dengan pembinaan bukan dengan tindakan hukum

terpopuler

  1. Harta Tak Habis hingga Jaminan Surga, Ini 5 Keutamaan Orang Dermawan Menurut Islam

  2. Pakistan Diserang Hama Belalang, China Kirim Bantuan 100 Ribu Ekor Pasukan Bebek

  3. Sempat Tak Mendapat Restu hingga 21 Tahun Menikah, 5 Fakta Tak Terduga Asmara Kajol dan Ajay Devgan

  4. Tidak Mau Tinggalkan Buah Hati, 7 Artis Ini Ajak Anak Ikut Umrah

  5. Sindir Fahira Idris: Kadang Gak Cuma Tugas Polisi, Tugas Satpol PP Juga Diambil Alih

  6. Penabrak Ibu Hamil di Palmerah Berikan Tali Asih kepada Keluarga Korban

  7. Tak Menunggu Lama, 5 Artis Ini Hamil Setelah Menikah, Tokcer Banget!

  8. Presiden PKS: Umat Islam di India Harus Dihormati secara Layak

  9. Ombudsman Bakal Periksa Gubernur DKI Terkait Dugaan Maladministrasi Revitalisasi Monas

  10. Sekda DKI Harap Warga Nikmati Banjir, Abdillah Toha: Apa Tidak Kacau Negeri Ini Kalau Banyak Pejabat Seperti Ini

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Ujang Komarudin

Banjir Jakarta: Menenggelamkan atau Menaikkan Popularitas Anies?

Image
Zainul A. Sukrin

Membaca Hambatan Anies di 2024

Image
Achsanul Qosasi

Memimpin Tanpa Menyalahkan

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Banjir Jakarta Menghanyutkan Elektabilitas Anies Baswedan?

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kepala Perpusnas: Budaya Baca Bangsa Indonesia Tidak Rendah

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakornas Perpusnas, Penguatan Budaya Literasi Wajib untuk SDM Indonesia Unggul

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting Agus Maftuh Abegebriel, Dosen UIN Sunan Kalijaga yang Jadi Dubes RI untuk Arab Saudi

Image
News

6 Potret Danpaspampres Maruli Simanjuntak Bareng Putrinya, Kompak di Berbagai Kesempatan

Image
News

Santap Menu Angkringan hingga Nikmati Es Teh Plastikan, 10 Aksi Gibran Rakabuming Kulineran di Pinggir Jalan