Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Peristiwa-peristiwa Besar yang Terjadi pada Kemarau Panjang Masa Lalu: Interview Periset Sejarah

Maidian Reviani

Kemarau Dahsyat

Peristiwa-peristiwa Besar yang Terjadi pada Kemarau Panjang Masa Lalu: Interview Periset Sejarah

Seorang anak bermain di Bendungan Katulampa yang mengering di kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/6/2019). Debit air Sungai Ciliwung di Bendungan Katulampa berada pada titik nol pada musim kemarau ini. | ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya

AKURAT.CO  Tahun 2019, musim kemarau diprediksi berlangsung lebih lama dari biasa, dari Juli hingga awal Oktober dengan puncaknya pada bulan Agustus.

Dampak kekeringan panjang sudah dirasakan masyarakat, khususnya petani, di berbagai wilayah.

Lebih dari 48 juta warga terpapar kekeringan. Lahan seluas 11.774.437 hektar lahan di 28 provinsi juga terdampak kemarau. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika juga menyebutkan dampak kekeringan tahun ini lebih parah jika dibandingkan 2018.

baca juga:

Di masa lalu juga pernah terjadi kekeringan yang dampaknya tak kalah hebat dari sekarang, baik secara politik maupun ekonomi.

Peneliti sejarah Aryono menemukan sejumlah catatan menarik yang diceritakan kepada saya tentang kemarau panjang yang melanda Jawa pada 1844 memicu kekacauan pola musim. Hujan tak turun pada bulan-bulan basah.

“Persawahan pun kering sehingga petani gagal panen. Tahun-tahun setelahnya lebih buruk. Puncaknya, pada 1848-1849, menjadi tahun terkering sejak 1827,” kata Aryono.

Para raja ketika itu tidak tinggal diam menyaksikanya rakyatnya menderita. Salah satu solusi yang dilakukan ketika itu – misalnya zaman Majapahit – dibangunlah waduk.

“Waduk-waduk yang ada di situs Trowulan dikelompokkan menjadi dua, yaitu kelompok barat laut dan kelompok timur. Nah, Waduk-waduk yang ada di kelompok timur mempunyai fungsi sebagai penyeimbang debit air, sehingga pada musim hujan tidak terjadi banjir, dan pada musim kemarau tidak terjadi kekeringan,” kata penulis di situs sejarah Historia itu.

Nah, bagaimana cerita lebih lengkapnya. Berikut ini hasil wawancara dengan alumnus Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, angkatan 2009 itu melalui sambungan telepon:

Periset sejarah Aryono. Dokumentasi

Kemarau sekarang diprediksi lebih panjang dari tahun-tahun sebelumnya (Juli – awal Oktober). Bahkan, ada isu liar yang berkembang tentang prediksi kemarau panjang tahun 2019 hingga 2022, bahkan ada juga yang bicara tanda-tanda kiamat segera tiba. Dari catatan sejarah yang ada, kapan kemarau/kekeringan terlama yang pernah ada?

Kalau pada abad 20, di Indonesia ya, kemarau yang cukup hebat ada di tahun 1963, 1967, 1972, 1976.

Menurut catatan sejarah, dampak kemarau/kekeringan yang paling parah dialami masyarakat terjadi kapan?

Kalau dampak kemarau bagi daerah agraris ya gagal panen. Misalnya, kemarau panjang yang melanda Jawa pada 1844. Tahun itu pola musim kacau. Hujan tak turun pada bulan-bulan basah, Oktober-Maret.

Persawahan pun kering sehingga petani gagal panen. Tahun-tahun setelahnya lebih buruk. Puncaknya, pada 1848-1849, menjadi tahun terkering sejak 1827.

Namun juga perlu diingat. Bagi kota besar seperti Batavia, dampak dari musim kemarau adalah polusi udara berupa bau sampah yang menyengat. Pada 1630, tumpukan sampah di jalan dan kanal Batavia menjadi masalah.

Apa yang dilakukan para raja di masa lalu dalam mengantisipasi kekeringan dan menangani dampaknya?

Kerajaan terdahulu, seperti Majapahit misalnya, belajar bagaimana mereka bertahan dalam musim hujan dan kemarau. Berdasarkan klasifikasi iklim, daerah Trowulan termasuk daerah yang mempunyai musim kemarau yang panjang.

Nah untuk bertahan dari kemarau panjang ini, mereka membangun waduk. Waduk-waduk yang ada di situs Trowulan dikelompokkan menjadi dua, yaitu kelompok barat laut dan kelompok timur. Nah,

Waduk-waduk yang ada di kelompok timur mempunyai fungsi sebagai penyeimbang debit air, sehingga pada musim hujan tidak terjadi banjir, dan pada musim kemarau tidak terjadi kekeringan.

Ada peristiwa politik apa saja yang terjadi pada musim kemarau pada masa lalu?

Tahun 1962/1963 terjadi kemarau panjang disertai kegagalan panen padi, hama tikus yang merusak dan menimbulkan kelaparan di Pulau Jawa.

Makanan pokok, bensin, dan minyak sering menghilang dari pasar. Sebenarnya kemarau ini tak berkaitan langsung dengan peristiwa 1965. Namun memang sejak 1962-1963 itu sudah terjadi musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya.

Selain peristiwa politik, ada kejadian besar apalagi pada musim kemarau zaman dulu?

Tahun 1972 produksi beras adalah lebih rendah dari pada tahun 1971. Penurunan produksi itu terutama disebabkan oleh karena musim kemarau yang sangat kering dan untuk berbagai daerah juga sangat panjang.

Musim kemarau yang luar biasa itu sangat mempengaruhi produksi padi di Jawa bagian Tengah, Sulawesi bagian Selatan, Sumatera bagian Selatan, Nusa Tenggara bagian Timur dan beberapa daerah lainnya.

Usaha pemerintah Orde Baru saat itu ya penambahan impor beras untuk tahun 1972/73 yang diusahakan melalui pemanfaatan bantuan dari beberapa negara.

Nah, ada cerita dari tapol saat musim kering 1972 ini. Para tapol yang ada di kamp Moncongloe, Sulawesi Selatan, yang sudah kurang asupan, menjadi semakin kekurangan saat kemarau panjang. Sayuran, yang biasanya bisa untuk tambahan lauk, tak bisa mereka temukan lagi.

Jejak kesulitan air bersih buat kebutuhan air minum akibat kemarau panjang ditemukan dimana saja pada masa lalu?

Mungkin bisa dicek lagi, PDAM di Mojokerto, Surabaya, dan Sidoarjo mulai kekurangan air baku untuk keperluan air minum bagi masyarakat. Jika diperiksa kembali, daerah-daerah tersebut adalah wilayah yang dilewati sungai Brantas.

Di masa kuno, era Mpu Sindok di kerajaan Mataram Hindu, tersua dalam prasasti Kamalagyan 1.037 M disebutkan bahwa dibangun sebuah waduk untuk membendung air ketika musim hujan dan dialirkan untuk pengairan pada musim kemarau.

Ini berarti, kawasan di sekitar Sungai Brantas ini memang rawan kekeringan. Penguasa setempat sudah melihat masalah ini. Jadi, jika abad 11, Mpu Sindok memuat waduk, pada masa kini, PDAM membuat cadangan pasokan air.

Bagaimana penduduk pada zaman dulu mencukupi kebutuhan pengairan sawah dan air minum?

Bagaimanapun air adalah sumber kehidupan dan harus dijaga kelestariannya. Sebagai sumber kehidupan, maka banyak yang memaknai sumber air itu suci. Penguasa setempat juga membuat semacam penanda bahwa sebuah sumber air itu suci.

Hayam Wuruk memutuskan untuk membangun stupa, di Sumberawan pada 1359. Kini disebut candi Sumberawan. Jika sekarang masyarakat ramai-ramai pasang pralon dari sumber air, dulu aliran air ini dibuat dari batu yang disebut jaladwara.

Apakah pernah terjadi gara-gara kekeringan menimbulkan peperangan di masa lalu?

Kalau di kerajaan-kerajaan di Jawa, sepertinya kekurangan air itu jarang. Majapahit misalnya, memiliki wilayah dengan sumber air melimpah. Hayam Wuruk bahkan pernah melakukan perjalanan ke seantero sumber-sumber di wilayah Majapahit. Para penguasa tersebut lebih cenderung melakukan upaya konservasi sumber air yang ada. Bukan melakukan aneksasi wilayah.

Adakah yang membedakan kebijakan pemerintah zaman Orla, Orba, dan Orde Reformasi terhadap masalah kekeringan?

Saya kira kok sama ya. Sejarah berulang soal kebijakan menghadapi kekeringan. Ya caranya dengan membangun waduk atau bendungan. Era pemerintahan sekarang bahkan lebih ekspansif soal pembangunan bendungan bahkan embung di desa-desa. Mungkin, memang ditengah musim yang tak menentu ini, keberadaan ruang untuk menyimpan cadangan air memang diperlukan. []

Baca juga:

Tulisan 1: Kisah Petani Jadi Kuli Bangunan hingga Salat Minta Hujan: Cobaan Apalagi yang Ingin Diuji kepada Kita

Tulisan 2: Kemarau 2019 Lebih Dahsyat Ketimbang 2018: Ada yang Untung, Ada yang Buntung

Tulisan 3: Rekayasa Cuaca Datangkan Air dari Langit: Kalau Musim Kemarau Kita Nggak Bisa Panen Hujan

Tulisan 4: Reaksi Jokowi Begitu Tahu Penderitaan Masyarakat Akibat Kemarau Panjang

Tulisan 5: Masukan Buat Pemerintah Agar Tak Asal-asalan Tangani Kekeringan

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

News

Kemarau Dahsyat

Masukan Buat Pemerintah Agar Tak Asal-asalan Tangani Kekeringan

Image

News

Kemarau Dahsyat

Reaksi Jokowi Begitu Tahu Penderitaan Masyarakat Akibat Kemarau Panjang

Image

News

Kemarau Dahsyat

Rekayasa Cuaca Datangkan Air dari Langit: Kalau Musim Kemarau Kita Nggak Bisa Panen Hujan

Image

News

Kemarau Dahsyat

Kemarau 2019 Lebih Dahsyat Ketimbang 2018: Ada yang Untung, Ada yang Buntung

Image

News

Kemarau Dahsyat

Kisah Petani Jadi Kuli Bangunan hingga Salat Minta Hujan: Cobaan Apalagi yang Ingin Diuji kepada Kita

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Klaster Pesantren, 13 Santriwati di Bintan Positif Covid-19

Jumlah pasien COVID-19 di Bintan mencapai 132 orang, sebanyak 65 orang sudah sembuh dan tiga orang meninggal dunia.

Image
News
Wabah Corona

Perparah Pandemi COVID-19, Seoul Tuntut Gereja Sarang Jeil Bayar Rp58,3 Miliar

Pihak gereja belum memberikan komentarnya

Image
News

Perkantoran di DKI Ramai-ramai Langgar PSBB Anies Baswedan

Andri tak bersedia membeberkan nama-nama perusahaan yang telah ditutup pihaknya. Yang jelas 23 perusahaan itu tersebar di Jakarta

Image
News

5 Barang Lelang Unik yang Ditawar Mahal di Dunia, Ada Celana Dalam Bekas Rp200 Juta

Celana dalam kotor milik Elvis Presley yang berusia lebih dari empat dekade ditawar dengan harga USD 16 ribu (Rp235 juta).

Image
News
Wabah Corona

Isolasi Mandiri, Ketua KPU Arief Budiman Positif Covid-19

Arief mengaku kini tengah menjalani isolasi mandiri.

Image
News

Pangi Syarwi Chaniago: Maju Pilkada Kalau Uang Pas-Pasan Mending Nggak Usah

Yang merusak kualitas demokrasi kita adalah, duit pas-pasan maju menjadi calon kepala daerah, lalu cari sponsor

Image
News

Hampir 15 Persen Perkantoran Masih Tidak Mewajibkan Pakai Masker dan Cuci Tangan

Maknanya, kalau ada orang yang abai, yang tidak abai pun akan tertular.

Image
News

Babe Haikal: Kita Semua Harus Terima Kasih kepada Pak Ahok

Banyak warganet yang mengomentari pernyataan Haikal.

Image
News

Melihat Praktik Politik Uang saat Pilkada, Segera Lapor ke KPK

Untuk melapor, masyarakat juga harus punya keberanian, untuk itu pihaknya menyediakan Nomor pusat layanan yakni 198

Image
News

Video Penyelundupan Pengungsi Al-Hol Suriah di Tanki Truk, Anak-anak Sampai Pingsan

Rekaman penyelundupan adalah video baru dan sudah beredar secara online pada 11 September lalu


terpopuler

  1. Kabareskrim: Gedung Kejagung Sengaja Dibakar

  2. Pasca Bebas, Vicky Prasetyo Langsung Kebut Cari Nafkah untuk Keluarga

  3. Baru Diungkap, Angel Lelga Tidak Pakai Hijab Saat Digerebek Vicky Prasetyo

  4. Heboh Sumur Tua di Riau Permukaan Airnya Lebih Tinggi dari Tanah, Warganet Heran

  5. Hanura: Omongan Ahok Soal Lobi-lobi Direksi BUMN Bisa Dipidana

  6. Agar Segala Hajat Dikabulkan Allah, ini Bacaan Doanya

  7. 5 Artis ini Berbeda Agama dengan Orang Tua, Ada yang Sempat Pelajari Dua Keyakinan

  8. 5 Selebriti Tanah Air Ini Punya Bisnis Emas, Ada yang Produknya Dipakai Bintang Hollywood

  9. Ini Doa untuk Orang Tua yang Sudah Wafat

  10. Punya Sifat Pekerja Keras, 5 Zodiak Ini Diramal Kaya di Usia Muda

fokus

Akurat Solusi : Roadmap IHT
Webinar Akurat: Resesi Ekonomi
Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan

kolom

Image
Ilham Bintang

Catatan Ringan tentang Dubes RI untuk Singapura

Image
Achsanul Qosasih

Ragam Soal Dalam Staf Ahli Direksi BUMN

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan dalam Al-Quran

Image
UJANG KOMARUDIN

Pilkada di Tengah Corona

Wawancara

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Image
Video

VIDEO Garuda Pastikan Penerbangan Aman Dengan Protokol Kesehatan

Sosok

Image
Ekonomi

5 Pebisnis Wanita Paling Berpengaruh di Asia, Dua dari Indonesia!

Image
News

Warganet Beberkan Foto Masa Muda Presiden Jokowi dan Iriana, Manglingi

Image
News

5 Fakta Karier Alwi Shahab, Wartawan dan Sejarawan yang Kini Tutup Usia