Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Menristekdikti Targetkan Regulasi Perekrutan Rektor Asing Selesai Tahun Ini

Muslimin

Menristekdikti Targetkan Regulasi Perekrutan Rektor Asing Selesai Tahun Ini

Menristekdikti Mohamad Nasir di saat diwawancara wartawan di Kantor Kemenristekdikti, Jakarta Pusat, Jumat (2/8/2019). | AKURAT.CO/Muslimin

AKURAT.CO, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan perlu ada perbaikan regulasi terkait kuasa pengguna anggaran di perguruan tinggi sehingga rektor asing dapat memainkan peran dalam memimpin universitas di Indonesia.

Menurut dia, dalam Undang-Undang Nomor 12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi menyebutkan bahwa perekrutan rektor asing belum diatur secara detail.

"Yang penting adalah regulasi yang ada di Indonesia sendiri, di mana regulasi yang ada di Indonesia sesuai Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 perguruan tinggi asing kan tidak boleh masuk ke Indonesia kecuali bekerja sama dengan Indonesia, bisa kerja sama di bidang riset, pembelajaran dan bidang lainnya. Nah sekarang kalau itu mendatangkan rektor asing, itu belum diatur secara detail," kata Menteri Nasir kepada wartawan di Gedung Ristekdikti, Jakarta Pusat, Jumat (2/8/2019).

baca juga:

Saat ini, kata dia, payung hukum di Indonesia tidak memungkinkan untuk perekrutan rektor dari luar negeri pada tahun 2019 ini. Untuk itu, dia menargetkan untuk memperbaiki regulasi pada 2019, sehingga dapat memulai perekrutan rektor asing melalui penawaran global pada 2020.

"'Problem-nya (masalahnya) karena diatur oleh undang-undang keuangan negara semua perguruan tinggi karena menggunakan anggaran negara, pimpinan perguruan tinggi harus sebagai kuasa pengguna anggaran. Kalau kuasa pengguna anggaran berarti itu kan harus PNS. Ini masalah kalau kita ingin mendorong rektor dari asing itu. Oleh karena itu harus kita perbaiki," ujarnya.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014, Nasir mengatakan tidak mensyaratkan rektor dari asing tapi Warga Negara Indonesia. Untuk itu, perlu ada perbaikan dalam peraturan tersebut. "Ini kan berarti tidak bisa memberikan kesempatan rektor asing bisa masuk," ujarnya.

Dia menuturkan perlu ada harmonisasi peraturan perundang-undangan termasuk yang mengatur pengelola keuangan dan perguruan tinggi. Terkait pendanaan untuk biaya memperkerjakan rektor asing, akan dibicarakan dengan Menteri Keuangan.

"Terkait dengan keuangan kami harus bicara dengan Menteri Keuangan bagaimana nanti sistem remunerasi akan dibangun supaya dosen yang ada dalam negeri pun punya kesempatan yang sama seperti dari asing itu sendiri. Jadi sama-sama ter-'challenge' (tertantang)," tuturnya.

Selain memperbaiki regulasi, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi juga akan memetakan perguruan tinggi di Indonesia yang siap untuk dipimpin rektor asing. "Ini akan kami petakan dulu, bisa dimungkinkan dari perguruan tinggi badan hukum, bisa mungkin dari perguruan tinggi badan layanan umum, dari satker," ujarnya.

Dia menargetkan pada 2024, ada 2-5 perguruan tinggi di Indonesia yang akan dipimpin oleh rektor asing. "Tidak semua perguruan tinggi, kan ada 4.700 perguruan tinggi di Indonesia, kalau hanya ambil 2 atau 5 perguruan tinggi kita hadapkan pada dunia bagaimana apakah kita bisa atau tidak?," pungkasnya.[]

Editor: Dedi Ermansyah

berita terkait

Image

Ekonomi

MenkopUKM Ajak Perguruan Tinggi Rancang Disain Pengembangan Start Up

Image

Ekonomi

LPDP Juga Buka Beasiswa Perguruan Tinggi Dunia, Simak Persyaratannya!

Image

News

Dibuka 6 Oktober Mendatang, Simak Tata Cara Pendaftaran Beasiswa LPDP 2020

Image

News

Sekjen Kemendikbud Lantik Pejabat Perguruan Tinggi dan Pejabat Fungsional

Image

News

Begini Cara Cek Nama Peserta Lolos SBMPTN 2020

Image

News

Kemendikbud Tidak Larang SMK dan Perguruan Tinggi di Zona Merah Lakukan Praktik

Image

News

Apa Itu KKN Tematik Covid-19 dan Bagaimana Pelaksanaannya?

Image

Iptek

Gandeng Kemendikbud RI, Telkomsel Hadirkan Kuota Terjangkau untuk Perguruan Tinggi

Image

News

Kemiskinan di Indonesia dan Peran PTAI

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Serukan Boikot Produk Perancis, IKADI: Kami Tuntut Macron Minta Maaf

Ikatan Da'i Indonesia (IKADI) menyerukan umat Islam Indonesia memboikot segala produk Perancis.

Image
News

Survei: Popularitas Machfud Arifin Lebih Unggul Ketimbang Eri Cahyadi

Lembaga survei independen Populi Center menyebutkan popularitas Machfud mengungguli Eri Cahyadi dalam Pilkada Surabaya 2020.

Image
News

Pertama Kali, Tentara Lesbian Ikut Pernikahan Massal Militer Taiwan

Pertama kalinya pasangan sesama jenis ikut serta dalam pernikahan massal yang diadakan oleh militer Taiwan

Image
News
MPR RI

Syarief Hasan Kecam Keras Sikap Presiden Prancis Emanuel Macron

Ia menegaskan agar Presiden Prancis segera menghentikan pemantik masalah yang semakin meluas ini.

Image
News

Survei Populi Center: Mayoritas Warga Surabaya Ingin Penerus Risma Berlatar Belakang Birokrat

Elektabilitas pasangan calon (paslon) Eri Cahyadi-Armuji kembali unggul dari rivalnya di Pilkada Surabaya, Mahfud Arifin-Mujiaman.

Image
News

MUI Minta Khatib Jumat Sampaikan Pesan Boikot Produk Perancis

Bak saling sahut menyahut, seruan boikot produk Perancis terus menggema.

Image
News

Libur Panjang, 30 Ribu Warga Tinggalkan Jakarta Gunakan Kereta Api

Sebanyak 30.470 orang tercatat meninggalkan Jakarta sejak Rabu hingga Jumat (30/10/2020) menggunakan kereta api jarak jauh.

Image
News

Tiga Kali Unggul di Survei, Elektabilitas Calon Wali Kota Surabaya Eri-Armuji Ungguli Machfud-Mujiaman

Eri kalah populer dengan Machfud.

Image
News

Kecamannya pada Prancis Dihapus Twitter, ini Klarifikasi Mahathir Mohamad

Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengklarifikasi twitnya yang dianggap membenarkan serangan di Prancis

Image
News

Unik, Masjid Akbar Kemayoran Berasitektur Timur Tengah dan Demak

Masjid Akbar Kemayoran berlokasi di Blok A, Kemayoran, Jakarta Pusat.

terpopuler

  1. Tengku Zul: Jika 1,9 Milyar Umat Memboikot Produk Prancis, Maka Berhasil Menjungkirkan Macron!

  2. Polemik Kartun Nabi Muhammad: Iran Terbitkan Koran Bergambar 'Iblis Macron'

  3. 5 Tempat Makan Langganan Presiden Jokowi di Solo, Dijamin Bikin Ngiler!

  4. Denny Siregar: Umat Kristen Kutuk Kontroversi Macron Pasti Tumbuh Di Lingkungan Islam

  5. Desak Macron Minta Maaf, Mustofa: Beruntung Negeri Kami Tak Menerapkan Hukum Islam

  6. 7 Potret Keromantisan Verrel Bramasta dan Ranty Maria, Bikin Baper Warganet

  7. Kisah Malaikat Malik Menahan Matahari dengan Sayapnya Demi Sayyidina Ali

  8. Ngefans Berat, Baim Wong Pertemukan Paula Verhoeven dengan Mak Beti

  9. Bahaya! Jangan Cas Smartphone Saat Tidur Malam

  10. Hillary Brigitta Harap Pernyataan Megawati Soal 'Milenial Jangan Dimanja' Jadi Cambuk

tokopedia

fokus

Lawan Covid-19
Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT

kolom

Image
Dr. Akhmad Shunhaji, M.A.

Respon Quranik terhadap Pola Pembelajaran di Masa Pandemi

Image
UJANG KOMARUDIN

Degradasi Legitimasi Jokowi

Image
Achsanul Qosasi

Berkoperasi dalam Pandemi

Image
Egy Massadiah

Menyapa Pohon, Menjaga Alam

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

Sosok AKP Agung, Ikut Tangani Kasus Penistaan Agama Ahok

Image
Ekonomi

Biar Berkah, Pelajari Kiat Jadi Pedagang Cemerlang Sesuai Tuntunan Nabi Muhammad SAW

Image
News

5 Potret Terbaru Ganjar Pranowo, Makin Gagah dengan Kumis dan Brewok