Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Rektor IPB: Tidak Mudah Rektor Asing Beradaptasi Dengan Perguruan Tinggi Indonesia

Kosim Rahman

Rektor IPB: Tidak Mudah Rektor Asing Beradaptasi Dengan Perguruan Tinggi Indonesia

Kampus IPB | ISTIMEWA

AKURAT.CO, Tidak mudah bagi rektor asing memimpin perguruan tinggi di Indonesia dengan ekosistem yang belum ideal.

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr Arif Satria mengatakan di antaranya dari sisi kultur birokrasi kampus, serta kematangan akademik yang belum sempurna; sehingga tidak mudah bagi rektor asing untuk beradaptasi.

"Mungkin butuh waktu lebih lama bagi rektor asing untuk mempelajari sistem dan beradaptasi," kata dia saat dihubungi dari Jakarta, Jumat (2/8/2019).

baca juga:

Ia berkata, dalam kancah global, kehadiran dosen dan rektor berkebangsaan asing di suatu negara bukanlah hal yang aneh lagi karena banyak perguruan tinggi kelas dunia menerapkan hal itu.

Akan tetapi, lanjut dia, untuk konteks Indonesia hal itu menjadi menarik untuk dicermati.

Menurut dia, ekosistem yang berbeda terjadi Indonesia sehingga proses rekrutmen rektor asing akan lebih mudah untuk perguruan tinggi baru yang sedang dalam proses membangun sistem.

"Atau, bisa juga untuk perguruan tinggi yang sudah sangat matang institusinya," kata dia yang terpilih sebagai ketua Forum Rektor Indonesia periode 2020-2021.

Walaupun wacana ini menarik untuk dicermati, dia mengingatkan biasanya rektor asing tidak akan datang sendirian. Mereka akan bawa gerbong juga untuk memperkuat tim kerja nya.

"Kondisi ini hanya mungkin dilakukan di perguruan tinggi yang sudah sangat matang institusinya atau perguruan tinggi yang sama sekali baru," kata Satria.

Terkait target Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi agar perguruan tinggi negeri mampu masuk dalam 100 besar dunia, menurut dia, saat ini IPB telah masuk ke dalam Top 100 Perguruan Tinggi dunia versi QS WUR By Subject on Agriculture and Forestry.

"Dengan posisi saat ini di peringkat 74 dunia lebih tinggi dibandingkan dengan UPM-Malaysia," kata dia.

Menurut dia peringkat ini merupakan lompatan besar yang dilakukan IPB, karena sejak 2017 berada di peringkat 750-800. Pada 2018 ada di peringkat 701-750, dan 2019 di peringkat 601-650.

"Kenaikan 2018-2019 hampir 100 peringkat. Itu satu lompatan yang cukup besar," katanya.

Ia menambahkan peningkatan bisa dilakukan dengan pengembangan atmosfir akademik yang kondusif (didukung fasiltas riset, sumberdaya dan regulasi) yang dapat memperkuat dan meningkatkan jejaring dan mobilitas 'international researchers'.

Sebelumnya Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mewacanakan mengimpor rektor asing dalam rangka menaikkan peringkat perguruan tinggi Indonesia masuk dalam 100 besar dunia.

Bahkan Nasir mengaku telah mengantongi izin dari Presiden Joko Widodo soal rencana pemerintah yang akan mendatangkan rektor asing.

"Sudah saya sampaikan secara lisan, Bapak Presiden setuju," katanya usai menghadiri pengambilan sumpah dokter baru Universitas Diponegoro di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (1/8/2019).

Selanjutnya, kata dia, rencana itu akan disampaikan dalam rapat kabinet agar dapat direspons. Tahapan berikutnya, menurut dia, akan dilakukan perbaikan terhadap tata kelola serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Anggaran, sistem akan ditata. Undang-undang harus diperbaiki," katanya.

Penerapan wacana rektor asing yang akan dimulai pada 2020 itu, diawali dengan pemetaan perguruan tinggi yang akan melaksanakannya.

Editor: Ainurrahman

Sumber: ANTARA

berita terkait

Image

Ekonomi

Rustam Ibrahim Celoteh Alasan Civil Society Kritis Terhadap Pemerintahan Jokowi

Image

Ekonomi

Pengurangan Kemiskinan Jokowi Paling Lemot, Rizal Ramli: Kelihatan Siapa Hanya Modal Retorika Pro-rakyat!

Image

News

7 Tersangka Kebakaran Kejagung Tidak Ditahan, Andi Arief Sindir Jokowi

Image

News

Aparat Tindak Aksi Rusak Fasilitas Publik, PDIP Tegaskan Rezim Jokowi Tak Otoriter

Image

News

Kunjungi Dapil, Misbakhun Jelaskan Maksud Baik Jokowi Soal Cipta Kerja

Image

Ekonomi

Jokowi: Industri Keuangan Syariah Bagai Raksasa yang Sedang Tidur

Image

Ekonomi

Jokowi: RI Harus Bisa Tangkap Peluang Ekonomi dan Keuangan Syariah

Image

News

Sumpah Pemuda! Presiden: Mari Membangun Indonesia Sentris, Membangun dari Desa

Image

News

Sumpah Pemuda! Begini Pesan Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Serukan Boikot Produk Perancis, IKADI: Kami Tuntut Macron Minta Maaf

Ikatan Da'i Indonesia (IKADI) menyerukan umat Islam Indonesia memboikot segala produk Perancis.

Image
News

Survei: Popularitas Machfud Arifin Lebih Unggul Ketimbang Eri Cahyadi

Lembaga survei independen Populi Center menyebutkan popularitas Machfud mengungguli Eri Cahyadi dalam Pilkada Surabaya 2020.

Image
News

Pertama Kali, Tentara Lesbian Ikut Pernikahan Massal Militer Taiwan

Pertama kalinya pasangan sesama jenis ikut serta dalam pernikahan massal yang diadakan oleh militer Taiwan

Image
News
MPR RI

Syarief Hasan Kecam Keras Sikap Presiden Prancis Emanuel Macron

Ia menegaskan agar Presiden Prancis segera menghentikan pemantik masalah yang semakin meluas ini.

Image
News

Survei Populi Center: Mayoritas Warga Surabaya Ingin Penerus Risma Berlatar Belakang Birokrat

Elektabilitas pasangan calon (paslon) Eri Cahyadi-Armuji kembali unggul dari rivalnya di Pilkada Surabaya, Mahfud Arifin-Mujiaman.

Image
News

MUI Minta Khatib Jumat Sampaikan Pesan Boikot Produk Perancis

Bak saling sahut menyahut, seruan boikot produk Perancis terus menggema.

Image
News

Libur Panjang, 30 Ribu Warga Tinggalkan Jakarta Gunakan Kereta Api

Sebanyak 30.470 orang tercatat meninggalkan Jakarta sejak Rabu hingga Jumat (30/10/2020) menggunakan kereta api jarak jauh.

Image
News

Tiga Kali Unggul di Survei, Elektabilitas Calon Wali Kota Surabaya Eri-Armuji Ungguli Machfud-Mujiaman

Eri kalah populer dengan Machfud.

Image
News

Kecamannya pada Prancis Dihapus Twitter, ini Klarifikasi Mahathir Mohamad

Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengklarifikasi twitnya yang dianggap membenarkan serangan di Prancis

Image
News

Unik, Masjid Akbar Kemayoran Berasitektur Timur Tengah dan Demak

Masjid Akbar Kemayoran berlokasi di Blok A, Kemayoran, Jakarta Pusat.

terpopuler

  1. Tengku Zul: Jika 1,9 Milyar Umat Memboikot Produk Prancis, Maka Berhasil Menjungkirkan Macron!

  2. 5 Tempat Makan Langganan Presiden Jokowi di Solo, Dijamin Bikin Ngiler!

  3. Polemik Kartun Nabi Muhammad: Iran Terbitkan Koran Bergambar 'Iblis Macron'

  4. Denny Siregar: Umat Kristen Kutuk Kontroversi Macron Pasti Tumbuh Di Lingkungan Islam

  5. Desak Macron Minta Maaf, Mustofa: Beruntung Negeri Kami Tak Menerapkan Hukum Islam

  6. 7 Potret Keromantisan Verrel Bramasta dan Ranty Maria, Bikin Baper Warganet

  7. Kisah Malaikat Malik Menahan Matahari dengan Sayapnya Demi Sayyidina Ali

  8. Ngefans Berat, Baim Wong Pertemukan Paula Verhoeven dengan Mak Beti

  9. Bahaya! Jangan Cas Smartphone Saat Tidur Malam

  10. Hillary Brigitta Harap Pernyataan Megawati Soal 'Milenial Jangan Dimanja' Jadi Cambuk

tokopedia

fokus

Lawan Covid-19
Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT

kolom

Image
Dr. Akhmad Shunhaji, M.A.

Respon Quranik terhadap Pola Pembelajaran di Masa Pandemi

Image
UJANG KOMARUDIN

Degradasi Legitimasi Jokowi

Image
Achsanul Qosasi

Berkoperasi dalam Pandemi

Image
Egy Massadiah

Menyapa Pohon, Menjaga Alam

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

Sosok AKP Agung, Ikut Tangani Kasus Penistaan Agama Ahok

Image
Ekonomi

Biar Berkah, Pelajari Kiat Jadi Pedagang Cemerlang Sesuai Tuntunan Nabi Muhammad SAW

Image
News

5 Potret Terbaru Ganjar Pranowo, Makin Gagah dengan Kumis dan Brewok