image
Login / Sign Up

Interview Keira Shabrina: Buat yang Nikmati Human Trafficking, yang Paling Tepat Ya Hukuman Mati

Maidian Reviani

Menjual Orang

Image

Yayasan Putra Nasional Indonesia memberikan gelar Duta Anti Human Trafficking kepada artis Keira Shabrina di Kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Selasa (9/7/2019) | AKURAT.CO/Maidian Reviani

AKURAT.CO, Jumlah kasus perdagangan manusia di negeri ini yang terdeteksi saja mencapai ribuan. Tiap tahun jumlah korbannya meningkat.

Menurut Kementerian Sosial pada November 2015 lalu, pendapatan kotor dari aktivitas perdagangan orang mencapai lebih dari Rp63 triliun dalam setahun. Omsetnya lebih besar ketimbang pendapatan dari narkotika yang mencapai Rp53 triliun setahun.

Saking menggiurkan, pemerintah menjadi tak mudah memberantas mafia perdagangan orang, apalagi ada keterlibatan oknum pejabat pemerintah.

baca juga:

Membutuhkan kerjasama dan keseriusan semua tingkatan masyarakat untuk memberantas praktik perdagangan orang.

Selasa 9 Juli 2019 lalu, Yayasan Putra Nasional Indonesia memberikan gelar Duta Anti Human Trafficking kepada artis Keira Shabrina di kantor Komisi Perlindungan Anak, Jakarta Pusat.

“Penganugerahan ini merupakan suatu kehormatan dan tantangan baru bagi saya, terutama dalam menjaga amanah yang diberikan," kata Keira usai dinobatkan menjadi Duta Anti Human Trafficking oleh Menteri Pemeberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yambise.

Keira akan bertugas mengedukasi masyarakat Indonesia tentang bahaya perdagangan manusia yang korbannya didominasi perempuan dan anak-anak.  Yohana Yambise memiliki harapan besar kepada Duta Anti Human Trafficking.

“Itu adalah duta-duta milenial dan kita harus mempersiapkan mereka ini yang akan melanjutkan, kita yang didepan ini masih produktif, kalau sudah tidak produktif yang akan melanjutkan duta-duta tadi,” ujarnya.

Untuk menggali kenapa dia tertarik dengan isu ini dan apa saja yang akan dikerjakan dengan tugas barunya, saya mewawancarai Keira usai dinobatkan menjadi Duta Anti Human Trafficking hari itu.

Berikut petikan wawancara bersama Keira:

Keira Shabrina. AKURAT.CO/Maidian Reviani

Kenapa anda tertarik dengan kasus human trafficking?

Sebenarnya kalau aku sendiri sangat tertarik untuk isu sosial, pendidikan kesehatan. Sebelum saya terlibat menjadi duta, saya mencari tahu gimana caranya orang kok bisa menjual masyarakat dan saya kemudian ikut dalam satu organisasi atau komunitas tertentu yang bisa melakukan suatu hal, entah ilmu atau apa yang bermanfaat untuk masyarakat, apa nih yang harus saya lakukan.

Mungkin dengan tittle saya dan juga saya sebagai public figure (artis). Saya sempat juga ikut komunitas Taufan, komunitas Revenge Jakarta untuk langsung ajari anak jalanan. Juga ikut Ways Foundation untuk inspairing women di Bali pada saat itu. Jadi kenapa tertarik karena memang ini adalah isu yang besar, yang menjadi apa ya ibaratnya, yang menjadi fokus kita ke semua masyarakat Indonesia gitu.

Apa kasus human trafficking yang sekarang ini menjadi perhatian anda?

Kasus pastinya banyak ya dan saya baru dengar tadi, bahwa sekarang ada iming-iming pendidikan beasiswa. Yang di mana saya sendiri masih ingin untuk mencari beasiswa atau menjejak pendidikan untuk double master saya ataupun S3, entah itu di Indonesia atau di luar negeri. Dan saya mendengar ada lembaga-lembaga tertentu yang mungkin ilegal dengan iming-iming tersebut, itu mungkin yang menjadi salah satu konsen saya yang lumayan bikin saya terperangah.

Menurut anda, kalangan mana yang biasanya mudah jadi korban human trafficking?

Kalau kalangan tentunya mereka yang berada di wilayah-wilayah kurang edukasi juga wawasan tentang human trafficking sendiri. Dan biasanya selain yang tadi disampaikan oleh para narasumber juga masalah isu kemiskinan, pendidikan juga menjadi masalah. Maka di sini, saya benar-benar konsen sekali kepada untuk mengedukasi ya, mengedukasi masyarakat agar lebih memahami apa sih human trafficking.

Kenapa sampai saat ini masih banyak kasus human trafficking, padahal pemerintah terus menerus melakukan sosialiasi?

Ibu menteri kan tadi juga sudah bilang kalau ini adalah mafia yang sangat besar, yang sampai sekarang masih terus menjadi konsen kita semua. Kalau sampai sekarang masih terjadi ya karena tentunya ada pihak-pihak yang bukan hanya sebagai korban, tapi dia juga enjoy menikmati pekerjaan tersebut.

Karena mungkin di Indonesia, di mana lagi nih bisa dapat pekerjaan dengan gaji yang besar, dengan gaji yang fantastis, dengan mengingat pendidikan mereka juga mungkin kurang atau tingkat pendidikannya juga rendah, ya mungkin salah satu caranya dengan bekerja di luar negeri.

Saya kemarin sempat berkunjung ke Brunei (sebelum jadi duta human trafficking), lalu banyak sekali masyarakat (Indonesia) kita di sana, ada sekitar 11 sampai 13 ribu masyarakat Indonesia yang bekerja di Brunei. Dan kita nggak tahu tuh semua apakah tersalurkan dengan baik atau nggak.

Tapi alhamdulillah saya temui beberapa dan menjadi teman saya itu udah 11-12 tahun jadi menager segala macem. Jadi memang ada yang tersalurkan dengan baik, mereka sangat nyaman.

Tapi bagaimana nih dengan yang melalui proses ilegal, mungkin awalnya diiming-imingi, bukan hanya iming-iming tapi memang sempat seperti dikasih gaji seperti yang dijanjikan, dengan itu mereka akan terus jadi bertahan, seperti itu.

Dari sisi penegak hukum di Indonesia, apa anda melihat sudah kuat dalam menangani kasus ini?

Kalau sudah kuat apa belum, sebenernya saya nggak bisa berbicara itu sudah kuat atau belum. Tapi saya yakin semua penegak hukum juga berusaha sih. Mungkin kita juga harus lebih konsen ke dalam intinya aja, lebih kepada mungkin kita bisa bicara kepada duta besar-duta besar.

Saya sempat baca juga salah satu berita, ada duta besar, bukan hanya duta besar itu sendiri, tapi kayak mungkin perwakilannya. Itu di Suriah, ada yang minta tolong untuk dipulangkan ke tanah air, tapi malah dicaci maki, itu yang saya baca dari salah satu media. Padahal itu salah satu tempat menurut saya di luar negeri, tempat mereka mengadu, tapi kenapa malah responnya seperti itu. Saya nggak bisa membayangkan itu terjadi kan.

Ketika membaca kasus itu, tindakan apa yang anda lakukan sebagai duta?

Saya hanya membacanya di media sih, dan dia juga sudah kembali ke Tanah Air, cuma harus melalui proses yang panjang. Dari Suriah dipekerjakan di Irak karena tidak mendapatkan tanggapan yang baik di Suriah, dari perwakilan duta besar. Dia malah diterbangkan ke Irak, dan di Irak terjadilah sesuatu yang tidak diinginkan, menjadi korban prostitusi dan sebagainya sampai hamil.

Jadi korban tersebut sampai detik ini masih menyalahkan duta besar yang ada di Suriah, karena memang responnya tidak baik pada saat itu, tidak menolong. Jadi ya aku sangat sayangkan sekali dan saya harap itu lebih bisa diminimalis dan ditiadakan. Hal-hal seperti itu jangan sampai terulang kembali.

Sepengetahuan anda, daerah mana di Indonesia yang sering menjadi sasaran empuk human trafficking?

Ada salah satu senior saya yang bilang bahwa di Kalimantan Barat itu, di daerah Singkawang jadi fokus utama, jadi tempat TPPO yang cukup tinggi. Karena memang ya itu dia, mungkin minimnya wawasan dan teknologi disana, juga faktor kemiskinan itu sendiri. Kalau saya tidak salah dengar di daerah Kalimantan Barat.

Maka saya sih berharap bisa ke sana, apalagi kita akan berkunjung ke Brunei, nggak salah kalau kita berkunjung, kan dekat juga.

Brunei menjadi salah satu list yang akan didatangi?

Iya, karena banyak sekali pekerja asal Indonesia di sana. Saya di sana ketemu sama mereka, semuanya orang Indonesia, orang Jawa. Itu saya lagi beli makanan, terus tiba-tiba orang itu langsung mbake, orang Jawa itu banyak sekali di sana. Orang Indonesia, Filipina, masih banyak lagi itu kerja di sana. Itu yang menjadi konsen saya untuk Brunei menjadi salah satunya.

Konsen dalam hal apa? Misal untuk dipulangkan?

Dipulangkan sih tidak, karena mereka di sana dipekerjakan dengan layak ya, alhamdulillah. Mungkin kita akan mencari tahu ya siapa tahu akan ada sindikat-sindikat lain yang harus kita tangani.

Apakah kasus ini tidak bisa diberantas?

Ya tadi seperti saya bilang, bahwa ada yang mereka enjoy menjalaninya. Jadi kita tidak bisa bilang itu human trafficking. Mungkin itu memang human trafficking saat kita melihat kasus itu memang suatu hal yang negatif. Tapi dari pribadinya masing-masing bahwa mereka menikmatinya, toh dia digaji dengan besar atau mungkin iya itu dia menikmati pekerjaan tersebut gitu. Jadi ya menurut saya akan tetap ada, tapi ya kita semua di sini juga berusaha untuk meminimalir semuanya ya.

Hukuman apa yang cocok buat pelaku human trafficking?

Yang terberat saya tahu itu seumur hidup penjara, dengan denda 5 miliar. Dan seperti tadi ada yang sampaikan juga beberapa narasumber segala macam, menurut saya memang yang paling tepat ya hukuman mati.

Kalau dari kasus narkoba saja bisa ada yang namanya hukuman mati, kenapa hal yang namanya bener-bener merenggut hak asasi manusia ini tidak diberi hukuman yang setimpal dan seberat-beratnya.

Jadi, campaign apa yang akan dilakukan sebagai duta human trafficking?

Campaignnya sih mengedukasi masyarakat itu yang paling penting, karena banyak juga yang mereka nggak tahu apa sih human trafficking itu. Dan campaign bagaimana terhindar dari hal tersebut. Selain dari pada yang kita tahu bahwa yang memang menjadi faktor utama yaitu perekonomian, juga ada beberapa orang yang berpikir bahwa minimnya lapangan kerja, hingga mereka harus mencari pekerjaan di luar.

Melalui hal-hal apa sih yang kita akan infokan ke mereka? Kita akan memberikan penyuluhan kepada mereka bahwa tanpa harus bekerja di luar, kita bisa tetap seperti ini, seperti ini, mungkin akan fokus pada hal tersebut. Makanya kita bekerjasama dengan orang-orang Kementerian Pariwisata dan juga dari KPAI, dan semuanya untuk bekerjasama biar semua bisa berjalan dengan baik dan lancar.

Apa pesan anda agar anak-anak muda terhindar dari human trafficking?

Untuk mengindari yang pastinya menambah pengetahuan kita sendiri tentang apa sih human trafficking itu sendiri, dan tahu apa bahayanya kedepan. Banyak sekali tadi poin-poinnya yang sangat merugikan, bukan hanya merugikan individu, tetapi masyarakat juga. Jadi memang itu kembali ke masing-masing individu, namun ini menjadi konsen kita, jadi mungkin lebih menambah wawasan kita tentang human trafficking. []

Baca juga:

Tulisan 1: Kami di Sana Bukan Dijadikan Istri, Tapi Diperbudak dan Disiksa: Kisah Korban Pengantin Pesanan

Tulisan 2: Banyak Korban Pengantin Pesanan di Cina Tak Bisa Berbuat Apa-apa, Selain Menunggu Bantuan

Tulisan 3: Mak Comblang Untung Besar dari Membodohi Orang Buat Dijadikan Pengantin Pesanan

Tulisan 4: Modus-modus Menjual Manusia, Waspadalah! Pengantin Pesanan Sedang Hangat-hangatnya

Tulisan 5: Pelaku Human Trafficking Harus Didenda Selangit Biar Kapok

Tulisan 6: Sampai Pertengahan Tahun Ini, 4.906 Orang Indonesia Jadi Korban Mafia Perdagangan Manusia

Tulisan 7: Yohana: Jika Menteri Susi Tenggelamkan Kapal, Saya Juga Ingin Tenggelamkan Mafia Penjual Manusia

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

News

Menjual Orang

Yohana: Jika Menteri Susi Tenggelamkan Kapal, Saya Juga Ingin Tenggelamkan Mafia Penjual Manusia

Image

News

Menjual Orang

Sampai Pertengahan Tahun Ini, 4.906 Orang Indonesia Jadi Korban Mafia Perdagangan Manusia

Image

News

Menjual Orang

Pelaku Human Trafficking Harus Didenda Selangit Biar Kapok: Mereka Tega Manfaatkan Kepolosan Korban

Image

News

Menjual Orang

Modus-modus Menjual Manusia, Waspadalah! Pengantin Pesanan Sedang Hangat-hangatnya

Image

News

Menjual Orang

Mak Comblang Untung Besar dari Membodohi Orang Buat Dijadikan Pengantin Pesanan

Image

News

Menjual Orang

Banyak Korban Pengantin Pesanan di Cina Tak Bisa Berbuat Apa-apa, Selain Menunggu Bantuan

Image

News

Menjual Orang

Kami di Sana Bukan Dijadikan Istri, Tapi Diperbudak dan Disiksa: Kisah Korban Pengantin Pesanan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Untuk Pertamakali, Pasangan Non Muhrim Dihukum Cambuk di Luar Masjid

"Dua pasangan ditangkap di dua hotel terpisah dan sepasang lagi ditangkap di sebuah warung," kata Muhammad.

Image
News

Usai Ziarahi Makam Bung Karno dan Gus Dur, Panglima TNI ke Makam Soeharto dan Tien

Setelah tiba di kompleks makam, mereka transit di Wisma Lerem.

Image
News

Warga Korban Asap Kebakaran Lahan: Pernah Juga Kayak Gini Tahun-tahun Lalu, Kenapa Terulang?

Adi khawatir, kabut asap semakin pekat dan berdampak pada kesehatan.

Image
News

Antisipasi Dampak Asap, Puskesmas Tapanuli Tengah Bagikan Dua Ribu Masker

"Kalau kabut asapnya masih ada, ya kegiatan ini akan terus kita lakukan," katanya.

Image
News

Kabut Asap dan Pesawat Gagal Mendarat di Bandara Silangit

Di wilayah Sumatera Utara, terdeteksi ada enam titik panas (hotspot).

Image
News

Pagar Depan Lokasi Pencari Suaka Disegel

Spanduk penyegelan tersebut berasal dari orang tidak bertanggungjawab yang memasang tanpa izin

Image
News

Kuliah Terganggu Akibat Sengketa, Gedung STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Disegel Mahasiswa

Perkuliahan terganggu sebagai buntut persoalan gedung baru STAIN yang berstatus sengketa.

Image
News

Selvi Hamil Lagi, Gibran: Cowok atau Ceweknya Rahasia, Nanti Juga Tahu

"Alhamdulillah sehat semua, sudah jalan tujuh bulan lebih," ujarnya.

Image
News

KLHK Desak Perusahaan Siapkan Brigdalkarhutla

Selain itu, perusahaan juga wajib melakukan patroli rutin di area usaha mereka

Image
News

Menkominfo Sebut Kebocoran Data Lion Air Group Bukti Urgensi RUU PDP

Meski UU PDP belum ketok palu, bukan berarti pemerintah tidak merespons isu kebocoran data Lion Air Group

trending topics

terpopuler

  1. Imam Nahrawi Jadi Tersangka, Rocky Gerung: Bong, Hidung Kalian Pasti Makin Panjang

  2. Tsamara: Pengen Marah dan Nangis Rasanya Baca Kayak Gini

  3. 5 Meme Kocak Di Maria yang Bikin Madridista Meringis

  4. 5 Pekerjaan dari Ajang Pencarian Bakat Ini Kian Hilang dari Dunia Hiburan Tanah Air

  5. Syamsuddin: Pengesahan Revisi UU MD3 dan KPK Benar-benar Bikin Negeri Ini Mundur 20 Tahun

  6. Pangdam XVIII/Kasuari: Saya Tidak Butuh Rekomendasi

  7. Imam Nahrawi TSK, Musni: Publik Apresiasi, Tapi Amat Prihatin Revisi UU Diduga Keras Buat Lemahkan KPK

  8. Bikin Madrid Loyo, 5 Meme Zidane Ini Malah Nambah Kasihan

  9. Cukur Real Madrid, PSG Pimpin Klasemen Grup A

  10. Soal Menteri Kabinet Kerja Periode Kedua, Tanri Abeng Yakin Jokowi Pilih Orang Terbaik

fokus

Abortus
BJ Habibie Tutup Usia
Lindungi Perempuan

kolom

Image
Ujang Komarudin

Gigitan Terakhir KPK

Image
Damai Mendrofa

Menangani Penyu, Sampai Tak Ada yang Ganggu

Image
Achmad Fachrudin

Dinamika Politik Jakarta Paska Pemindahan Ibukota

Image
Abdul Aziz SR

Perempuan dan Jabatan Publik

Wawancara

Image
Hiburan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jadikan JILF Sebagai Pemantik Imajinasi

Image
Ekonomi

Eksklusif Mochamad Soebakir: Sebagai 'Jembatan' Konsultan Pajak Fungsinya Vital

Image
Olahraga

Bianca Andreescu

"Memenangi AS Terbuka Sebenarnya Terasa Aneh"

Sosok

Image
Ekonomi

5 Sumber Kekayaan 'Crazy Rich Medan' Sukanto Tanoto, Minyak hingga Serat Tekstil

Image
News

Dari Presiden hingga Ulama, 5 Tokoh Tanah Air yang Masuk Daftar Muslim Paling Berpengaruh di Dunia

Image
News

Tanahnya Dipakai Jadi Ibu Kota Baru Indonesia, Ini 5 Rekam Jejak Sukanto Tanoto