image
Login / Sign Up

Mak Comblang Untung Besar dari Membodohi Orang Buat Dijadikan Pengantin Pesanan

Herry Supriyatna

Menjual Orang

Image

Ilustrasi - Cokelat dan Cinta Valentine | AKURAT.CO/Candra Nawa

AKURAT.CO * Hariyanto menekankan Cina merupakan negara yang mendominasi kasus pengantin pesanan.
* Hasrat pria Cina itu kemudian menjadi ladang bisnis menggiurkan bagi para mak comblang di Indonesia.
* Setiap menggarap satu perempuan untuk dijadikan korban, biasanya melibatkan enam pelaku yang perannya mereka bagi-bagi.

***

Keinginan sebagian pria asal Negeri Tirai Bambu menjelajah ke Indonesia untuk mencari istri lewat agen dan mak comblang, antara lain untuk mendapatkan anak.

baca juga:

Perburuan perempuan semakin menjadi-jadi setelah pemerintah Cina memberlakukan kebijakan untuk warganya agar hanya memiliki satu anak saja setiap satu keluarga.

Menurut Ketua Umum Serikat Buruh Migran Indonesia Hariyanto dampaknya jumlah penduduk berjenis kelamin laki-laki di sana lebih banyak dibandingkan jumlah perempuan sehingga kaum lelaki mencari perempuan sampai ke negeri lain, seperti Vietnam, Kamboja, Ukraina, sampai Indonesia.

Bukan itu saja, alasan mereka mencari istri di luar Cina karena mereka tidak mampu mengeluarkan miliaran rupiah untuk mendapatkan pasangan di negeri sendiri.

“Ketika menikah orang-orang Tiongkok yang tidak mampu itu harus mengeluarkan biaya sekitar dua miliar, menurut data-data dari kementerian dan sebagainya,” kata Hariyanto.

Tapi Hariyanto tidak yakin pria Tiongkok itu benar-benar memiliki niat mempersunting perempuan Indonesia. Dari kesaksian perempuan yang mengadu ke SBMI, terjadi rekayasa dokumen ketika calon istri hendak dibawa ke Cina, kemudian tidak ada perkawinan yang resmi, ditambah lagi korban dianiaya sedemikian rupa.

Ilustrasi. AKURAT.CO/Candra Nawa

"Pemerintah Tiongkok dikelabui dengan adanya pesta penyerahan mas kawin, ada pesta kecil-kecilan, kemudian dianggap sah padahal ngga ada satu dokumen pun yang menyatakan mereka nikah resmi. Tapi ada juga yang bisa menunjukkan baku dokumen pernikahan, tapi dipalsukan, tidak tercatat dan sebagainya," kata dia.

Hariyanto menekankan, Cina merupakan negara yang mendominasi kasus pengantin pesanan.

"Selama ini yang masih ditemukan kegiatan eksploitasi itu baru di Tiongkok saja, ada juga negara lain tapi tidak ada kekerasan. Sementara di Tiongkok ini ada kekerasan dan segala macam," kata Hariyanto.

Setidaknya ada beberapa faktor kenapa pria Tiongkok mengincar perempuan asal Jawa Barat (Purwakarta serta Sukabumi) dan Kalimantan Barat untuk “dipersunting.” Salah satunya karena wajah mereka mirip perempuan di tempat asal pria-pria itu.

"Kemudian kita juga berhasil mengidentifikasi ternyata korban-korban ini banyak juga yang berasal dari Jakarta, Jawa Timur, dan Sulawesi,” kata Hariyanto.

***

Hasrat pria Cina itu kemudian menjadi ladang bisnis menggiurkan bagi para mak comblang di Indonesia.

Mereka mendapatkan benefit yang besar setiap kali berhasil menjerat perempuan dan menyerahkannya ke pria Cina.

Bayangkan, setiap orang Tiongkok ingin cari pasangan bisa mengeluarkan uang dari Rp400 juta sampai Rp700 juta. Uang yang diserahkan ke korban biasanya belasan juta rupiah hingga maksimum Rp20 juta saja, sisanya tentu saja dikentit mak comblang dan agen perantara.

"Ini adalah bisnis besar. Sisanya itu kan masih banyak dibagi-bagi sama agen dan sebagainya. Makanya mereka semakin masif mencari korban-korban yang lain dengan ada keuntungan yang melimpah di situ," kata Hariyanto.

Itu sebabnya kenapa banyak orang tergiur jadi mak comblang dan aktivitas seperti ini sulit dihilangkan, bahkan turun temurun: dari kakek, anak, hingga cucu.

Setiap menggarap satu perempuan, biasanya melibatkan enam pelaku yang perannya mereka bagi-bagi.

Pertama, mak comblang perekrut perempuan di desa-desa. Kedua, mak comblang yang berada di Jakarta bertugas mengurus semua dokumen perjalanan korban. Mak comblang yang berlokasi di daerah korban berperan menangani pria asal Cina yang akan dikawinkan.

Mak comblang yang mencari korban tahu betul sasarannya. Mereka mengincar perempuan-perempuan yang berada pada posisi rentan, seperti mengalami masalah ekonomi, korban kekerasan yang dilakukan pasangan, dan kesulitan mendapatkan pekerjaan.

12 modus yang digunakan pelaku dalam kasus TPPO. Dok: KPAI

"Mereka sangat tahu cara memengaruhi perempuan-perempuan yang ada di Kalimantan Barat ini sehingga mereka (korban) memutuskan untuk pergi ke Tiongkok," katanya.

Dengan adanya faktor-faktor itu, kata Sekretaris Jenderal SBMI Boby Anwar Ma'arif, mereka menjadi mudah dipengaruhi mak comblang.

Mak comblang memengaruhi dengan mengatakan bahwa calon suami mereka memiliki pekerjaan yang baik, arsitek misalnya. Kemudian calon suami berdarah orang kaya, dan mereka bisa menjamin kehidupan istri.

Dan yang lebih menggiurkan lagi adalah, korban akan mendapatkan mahar uang sebesar Rp15 juta hingga Rp20 juta.

Mak comblang juga berkata kepada setiap calon korban bahwa setelah menjadi istri dan dibawa ke Cina, satu bulan atau dua bulan kemudian bisa pulang ke Indonesia.

“Situasi itu yang membuat mereka masuk ke dalam situasi perdagangan orang di Tiongkok," kata Boby.

Untuk melancarkan usaha perdagangan orang, mak comblang akan mengurus semua tetek bengek dokumen, tentu saja mereka tak segan-segan membuat pemalsuan-pemalsuan data, seperti umur, agama, bahkan nama korban.

Sampai di situ, korban sama sekali tidak menyadari sedang masuk ke rahang buaya.

***

April 2018, M asal Subang didatangi Cici. Cici yang tak lain mak comblang itu menawarkan kepada M untuk nikah kontrak dengan pria Tiongkok.

Cici mengatakan kepada M dengan nikah kontrak, ekonomi bisa berubah hidup lebih terjamin, perbulan keluarga yang di kampung bisa dapat duit Rp4-6 juta, jika sampai punya anak maka akan diberikan rumah dan mobil. “Pokoknya hidup akan terjamin,” kata Cici sebagaimana diceritakan ulang dalam situs SBMI.

Iming-iming itu rupanya membikin M yang sedang kesulitan ekonomi tak berdaya menolak. Keesokan harinya, M – ternyata ada tiga perempuan muda lainnya -- dijemput dan selanjutnya dibawa ke Jakarta untuk dikumpulkan sebuah apartemen di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Untuk melancarkan aksi, Cici merekayasa dokumen-dokumen korban, seperti KTP, paspor, dan surat cerai dan lain sebagainya.

Di apartemen itu, Cici dikenalkan dengan para laki-laki Tionghoa yang datang ke Indonesia dengan niat cari pasangan. Selama di apartemen, para korban dilarang untuk ke luar apartemen, bahkan ijin untuk menjenguk anak yang sedang sakitpun tidak boleh.

Tanggal 8 Juni 2018, M diberangkatkan ke Cina bersama pria yang akan menjadi suaminya. Setelah sampai di negara tujuan, M langsung dibawa ke rumah pria itu.

Sekitar satu bulan, M dipaksa untuk melakukan hubungan intim, tetapi menolak karena merasa belum menikah secara sah.

Ilustrasi. AKURAT.CO/Candra Nawa

Pada saat M berontak, pria Cina itu mengancam dengan menaru pisau di bawah bantal. Setelah itu, M tidak pernah tidur di kamar karena takut mengetahui ada pisau di bawah bantal. 

M pernah dibentak-bentak dan dipukul sampai pahanya memar. Selama 24 hari, keluarga pria itu selalu mengawasi gerak-gerik M, termasuk ke kamar mandi sekalipun.

Merasa tidak nyaman, hampir setiap hari M bertengkar dengan pria Cina tadi. M pernah diminta untuk memperpanjang visa, kalau tidak mau, dia tidak akan dikasih makan.

Selama di rumah itu, M membeli sendiri makanannya dengan meminjam uang dari seorang teman yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga. []

Baca juga:

Tulisan 1: Kami di Sana Bukan Dijadikan Istri, Tapi Diperbudak dan Disiksa: Kisah Korban Pengantin Pesanan

Tulisan 2: Banyak Korban Pengantin Pesanan di Cina Tak Bisa Berbuat Apa-apa, Selain Menunggu Bantuan

Tulisan 4: Modus-modus Menjual Manusia, Waspadalah! Pengantin Pesanan Sedang Hangat-hangatnya

Tulisan 5: Pelaku Human Trafficking Harus Didenda Selangit Biar Kapok

Tulisan 6: Sampai Pertengahan Tahun Ini, 4.906 Orang Indonesia Jadi Korban Mafia Perdagangan Manusia

Tulisan 7: Yohana: Jika Menteri Susi Tenggelamkan Kapal, Saya Juga Ingin Tenggelamkan Mafia Penjual Manusia

Tulisan 8: Interview Keira Shabrina: Buat yang Nikmati Human Trafficking, yang Paling Tepat Ya Hukuman Mati

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

News

Menjual Orang

Interview Keira Shabrina: Buat yang Nikmati Human Trafficking, yang Paling Tepat Ya Hukuman Mati

Image

News

Menjual Orang

Yohana: Jika Menteri Susi Tenggelamkan Kapal, Saya Juga Ingin Tenggelamkan Mafia Penjual Manusia

Image

News

Menjual Orang

Sampai Pertengahan Tahun Ini, 4.906 Orang Indonesia Jadi Korban Mafia Perdagangan Manusia

Image

News

Menjual Orang

Pelaku Human Trafficking Harus Didenda Selangit Biar Kapok: Mereka Tega Manfaatkan Kepolosan Korban

Image

News

Menjual Orang

Modus-modus Menjual Manusia, Waspadalah! Pengantin Pesanan Sedang Hangat-hangatnya

Image

News

Menjual Orang

Banyak Korban Pengantin Pesanan di Cina Tak Bisa Berbuat Apa-apa, Selain Menunggu Bantuan

Image

News

Menjual Orang

Kami di Sana Bukan Dijadikan Istri, Tapi Diperbudak dan Disiksa: Kisah Korban Pengantin Pesanan

komentar

Image

2 komentar

Image
Gethya SN

Duhh ada-ada aja deh ahh

Image
Hera Wati

yaampun sadis bgttt..

terkini

Image
News

Dinkes Sebut Kualitas Udara di Batam Tidak Sehat, ISPU Sudah 170

Ia menjelaskan, kadar udara dikatakan sehat bila ISPU di bawah 100, 100-199 dalam kategori tidak sehat, 200-299 kategori sangat tidak sehat

Image
News

Ajak Teman Kencan Threesome dengan Anjing, Pria ini Dibekuk Polisi

Pelapori juga menyebutkan bahwa pria Tennessee ini telah melakukan hubungan seksual serta kekerasan kepada anjingnya secara berkali-kali.

Image
News

Dua Lahan Kebun Sawit di Kalimantan Barat Disegel

Polisi akan periksa penanggungjawab perusahaan GMU selaku pemilik lahan yang terbakar.

Image
News

Data Pribadi Jutaan Pelanggan Bobol, ini Keterangan CEO Malindo Air

Data itu disebarkan lewat layanan penyimpanan cloud publik milik Amazon, situs hosting file seperti Mega.nz dan OpenLoad.cc, serta Telegram.

Image
News

Media Asing Sebut Tak Semua Warga Setempat Antusias Soal Pemindahan Ibu Kota

"Saya keberatan dengan gagasan pemindahan ibu kota ke sini karena saya suka keadaan kota yang seperti ini," tutur Bambang Sutrisno (46)

Image
News

Tak Semua Masalah Kebakaran Hutan Diserahkan ke Pusat, Jika Kepala Daerah Beri Contoh, di Bawahnya Pasti Ikut

"Hal ini yang menjadi contoh, untuk aparat terkait dan masyarakat mau ikut berperan aktif memadamkan api," kata Doni.

Image
News

Kebakaran di Distrik Agats, Tiga Orang Luka

Kasus kebakaran tersebut saat ini telah ditangani Porles Asmat.

Image
News

Burhanuddin: yang Bilang KPK Gagal Turunkan Tingkat Korupsi Itu Kufur Nikmat

Burhanuddin menunjukkan grafik yang menunjukkan IPK positif tersebut dalam timeline Twitternya.

Image
News

Anies Ingin Warga Jakarta Ikut KB

Ia berterimakasih kepada semua pihak yang mendukung sosialisasi program KB.

Image
News

Buat yang Protes Film The Santri, Nadirsyah: Hidup Mereka Hampa, Tidak Bisa Hargai Karya Seni

"Gak usah dihajar pakai ayat dan hadits, serta kondisi “ideal” santri yang seolah gak realistis itu," katanya.

Banner Mandiri

trending topics

terpopuler

  1. Rustam: Jokowi Datang Meninjau untuk Atasi Bencana Asap, Malah Mau Didemo, Ajaib Nggak Tuh!

  2. Ruhut: Kalau Benar Sampulnya Gambar Pak Jokowi dengan Hidung Pinokio, Aku Menyesalkan, Tolong Dicabut

  3. Tak Bisa Tangkap Pembakar Hutan, Kapolri: Mau Kapolda, Mau Kapolres, Kapolsek Out!

  4. Anang Hermansyah Sarankan Orang-orang Tidak Usah Ikut Audisi Indonesian Idol, Jika...

  5. Pemulangan Mahasiswa Papua Diduga Didalangi KNPB

  6. Kebakaran Hutan, Paranormal ke Jokowi: Pihak yang Bandel Butuh Dibina Langsung Pak, Maksudnya Dibinasakan

  7. 5 Foto Manis Rosalia, Penyanyi Katalan Pengisi Lagu Game FIFA 20

  8. Rustam: Mengapa Jokowi Pilih Pertama Tinjau Kabut Asap di Pekanbaru, Mungkin karena Kalah di Riau

  9. Tsamara: Herannya untuk RKUHP Bisa Buru-buru, Tapi RUU PKS Lama Sekali, Padahal Sangat Urgent

  10. Jenguk Kivlan Zen, Fadli Zon: Semoga Pengadilan Memberi Kebebasan

fokus

Abortus
BJ Habibie Tutup Usia
Lindungi Perempuan

kolom

Image
Damai Mendrofa

Menangani Penyu, Sampai Tak Ada yang Ganggu

Image
Achmad Fachrudin

Dinamika Politik Jakarta Paska Pemindahan Ibukota

Image
Abdul Aziz SR

Perempuan dan Jabatan Publik

Image
Mujamin Jassin

Bamsoet dan Agenda Modernisasi Golkar

Wawancara

Image
Hiburan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jadikan JILF Sebagai Pemantik Imajinasi

Image
Ekonomi

Eksklusif Mochamad Soebakir: Sebagai 'Jembatan' Konsultan Pajak Fungsinya Vital

Image
Olahraga

Bianca Andreescu

"Memenangi AS Terbuka Sebenarnya Terasa Aneh"

Sosok

Image
News

10 Pesona Muhammad Rafid, Cucu Keponakan BJ Habibie yang Geluti Sepak Bola

Image
Ekonomi

Mela Gunawan, Srikandi di Pusat Industri Kebugaran Indonesia

Image
Ekonomi

6 Fakta Menarik Andrew Darwis, Pendiri Kaskus yang Terseret Kasus Pemalsuan Dokumen