image
Login / Sign Up

Nasib Pencari Suaka, Interview UNHCR: Kami Tahu Mereka Frustrasi, Sudah Melalui Banyak Hal untuk Sampai di Sini

Herry Supriyatna

Menuju Negara Ketiga

Image

Ratusan pencari suaka saat mengantri untuk masuk kedalam bus transjakarta untuk dipindahkan dari trotoar depan kantor UNHCR, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (11/7/2019). Pemerintah DKI Jakarta memindahkan para pencari suaka yang berasal dari beberapa negara yang sedang konflik perang ini ke lahan bekas Markas Komando Distrik Militer (Makodim) Kalideres, Jakarta Barat. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO Keberadaan pencari suaka di Indonesia kembali mengemuka dalam beberapa pekan terakhir, setelah ratusan orang yang sebelumnya tinggal di rumah detensi imigrasi melakukan aksi dengan bermalam di trotoar samping kantor UNHCR, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Aksi yang dilakukan di kawasan ring satu tersebut rupanya langsung memicu reaksi pemerintah Jakarta. Setelah berkoordinasi dengan instansi terkait, pemerintah daerah merelokasi para pencari suaka ke bekas gedung Kodim di Kalideres, Jakarta Barat, pada Kamis 11 Juli 2019.

Di Indonesia, jumlah pengungsi tahun 2019 secara kumulatif sekitar 14 ribu orang atau bertambah dibandingkan data 2017 yang berjumlah 13.840 orang (data UNHCR). Mereka berasal dari berbagai negara, di antaranya Afghanistan, Somalia, Iraq, Suriah, Sudan, Myanmar, dan Sri Lanka.

baca juga:

Dari jumlah itu, 1.200 sampai 1.400 pengungsi sekarang ditampung di bekas gedung Kodim. Mereka menggantungkan harapan kepada lembaga seperti UNHCR untuk segera menempatkan ke negara ketiga sehingga dapat memulai kehidupan yang baru.

UNHCR Indonesia melakukan segala upaya yang bisa mereka lakukan untuk membantu pengungsi. Tetapi memang, menyelesaikan masalah ini tidak mudah.

“Saya yakin anda semua tahu kalau kejadian ini mencerminkan apa yang sedang terjadi di dunia sekarang. Kita melihat sebuah krisis pencari suaka global yang sebelumnya belum pernah dialami oleh kami sejak kantor UNHCR pertama didirikan. Ada lebih dari 70 juta pencari suaka yang dipindahkan secara paksa di seluruh dunia sekarang. Ini adalah sebuah krisis, dan sampai krisis itu dibahas atau ditangani, kita melakukan semua yang kami bisa untuk membantu para pencari suaka sebanyak yang kami bisa,” kata Kepala Perwakilan UNHCR Indonesia Thomas Vargas.

Thomas Vargas. AKURAT.CO/Herry Supriyatna

Reporter AKURAT.CO Herry Supriyatna mewawancarai Thomas Vargas di kantornya, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, untuk mendapatkan penjelasan mengenai bagaimana sikap UNHCR Indonesia terhadap nasib pencari suaka, apa saja yang dilakukan, dan yang akan dilakukan untuk pencari suaka.

Berikut petikan wawancara dengan Thomas Vargas:

Apa tanggapan UNHCR terkait pencari suaka yang sekarang terdampar di Jakarta?

Saya ingin mengatakan kalau saya sangat prihatin, kami sangat peduli kepada semua pencari suaka, mereka yang berdiri di depan gedung kami, para pencari suaka yang ada di seluruh Indonesia, kami sangat prihatin dan kami tahu mereka frustrasi, kami tahu mereka takut akan masa depan, dan mereka sudah melalui banyak hal untuk sampai di sini.

Bagaimana UNHCR merespon permintaan pemerintah Indonesia mengenai pencari suaka di sini?

Kami melakukan segala yang kami bisa untuk membantu mereka, saya yakin anda semua tahu kalau kejadian ini mencerminkan apa yang sedang terjadi di dunia sekarang. Kita melihat sebuah krisis pencari suaka global yang sebelumnya belum pernah dialami oleh kami sejak kantor UNHCR pertama didirikan. Ada lebih dari 70 juta pencari suaka yang dipindahkan secara paksa di seluruh dunia sekarang. Ini adalah sebuah krisis, dan sampai krisis itu dibahas atau ditangani, kita melakukan semua yang kami bisa untuk membantu para pencari suaka sebanyak yang kami bisa.

Sebenarnya, siapa yang mestinya bertanggungjawab terhadap mereka?

Kami sangat bersyukur pemerintah yang menyediakan fasilitas, memang itu kewenangan dan kebijakan pemerintah tiap negara. Tapi kami mendorong semua pemerintah termasuk Indonesia untuk memberi kesempatan bagi pengungsi karena itu perlindungan yang penting bagi pengungsi. Khususnya di krisis global yang kita liat langsung, ketika ada lebih dari 70 juta orang di dunia yang terpaksa mengungsi.

Apa yang sudah UNHCR lakukan sejauh ini mengingat 14 ribu pencari suaka (sekitar 1.400 di Jakarta) sebagian sudah menunggu bertahun-tahun untuk akhirnya ditempatkan di negara ketiga?

UNHCR melakukan segala yang kami bisa untuk membantu para pencari suaka, kami punya dana yang terbatas. Dengan dana kita yang terbatas, kita hanya bisa membantu 300 atau 400 pencari suaka saja, terutama mereka yang paling rentan, mereka yang paling membutuhkan.

Tapi kita sadar bahwa kebutuhan mereka melebihi dana atau yang kami miliki. Dan itulah mengapa kami bekerjasama dengan berbagai pihak, terutama pemerintah, dan juga pihak lain seperti Dompet Dhuafa, Tzu Chi Foundation, PMI, dan IoM, berbagai pihak yang juga memberikan bantuan semampu mereka sehingga kita bisa membantu sebanyak mungkin pencari suaka, terutama yang paling membutuhkan.

Apa solusi buat para pencari suaka itu nanti? Apakah akan dikembalikan ke negaranya?

Kita bekerjasama dengan pemerintah dan Indonesia untuk mencari berbagai solusi untuk pencari suaka, secara jangka pendek maupun jangka panjang. Ada berbagai solusi, tergantung dari kesempatan yang pemerintah di seluruh dunia sediakan, dan kita bersyukur kepada pemerintah Indonesia yang membolehkan para pencari suaka untuk tinggal di sini dengan aman sampai kita bisa mendapatkan solusi untuk mereka.

Mungkin ada beberapa solusi di mana negara-negara mau menyediakan tempat untuk para pencari suaka, tapi juga selama mereka di sini, penting bagi mereka untuk memiliki cara untuk bisa mengurus diri mereka sendiri sehingga mereka tidak perlu bergantung pada sedekah.

Target mengembalikan pengungsi ke negara asal?

Kita tidak bisa membahas target, kalau bicara solusi. Banyak pengungsi ingin pulang kalau mereka bisa. Tapi situasi di negaranya tidak aman. Pengungsi adalah mereka yang terpaksa melarikan diri dari negaranya karena perang, kekerasan hak asasi manusia yang masif, mereka tidak aman.

Akan sampai berapa lama mereka mendapatkan kepastian mendapatkan negara yang mau menerima mereka?

Pertama, sampai situasi kondusif dan orang-orang memutuskan aman untuk pulang. Kita akan membantu mereka mencari tempat yang aman untuk tinggal. Dan kedua, punya kelengkapan untuk mengurus dirinya sendiri sampai solusi lain mungkin dilakukan.

Negara tujuan pencari suaka yaitu seperti Amerika Serikat, New Zealand, Australia, tapi kenapa mereka bertahan di Indonesia dalam waktu yang cukup lama?

Ya, negara-negara yang anda sebut itu tergantung dari mereka, dari pemerintah mereka, untuk menentukan kebijakan yang mereka miliki. Kami selalu menganjurkan negara-negara untuk memberikan kesempatan kepada pencari suaka yang membutuhkan, terutama mereka yang memiliki masalah keselamatan. Sampai para pemerintah itu memberikan tempat tambahan, saat ini kami sangat bersyukur dengan tempat yang sudah mereka berikan, dan berharap mereka akan terus menyediakan tempat.

Namun, untuk saat ini sangat penting bagi para pencari suaka memiliki kemampuan untuk mengurus diri mereka sendiri, di mana pun mereka saat ini untuk sementara, sehingga mereka tidak bergantung pada sedekah.

Sementara itu, saya ingin menekankan betapa pentingnya bagi kita untuk juga bekerjasama dengan pemerintah guna mencari cara agar pencari suaka bisa diberikan kemampuan agar mereka bisa mengurus diri mereka sendiri. Agar para pencari suaka memiliki ‘alat’ atau cara untuk mengurus diri mereka sendiri sehingga mereka tidak perlu bergantung pada sedekah dari orang lain.

Sekarang mereka mengeluhkan tidak memiliki pekerjaan, sedikit uang, mengharap bantuan dari pihak lain, apa yang akan dilakukan UNHCR?

Pengungsi sama kayak orang lain. Mereka butuh punya kemampuan atau skill untuk mengurus dirinya sendiri. Mereka punya bakat, talenta, pengetahuan yang bisa dibagi dengan warga sekitar, pemerintah, dan organisasi lain.

Kami bekerjasama dengan pemerintah dan organisasi untuk bisa mengizinkan pengungsi berbagi apa yang mereka punya, bahkan bisa mengembangkan ekonomi di sekitar penampungan.

Satu proyek yang kami sedang terlibat adalah UN Agency International Labor Organization. Kami terhubung dengan pengusaha muda, pebisnis muda yang memiliki ide keren untuk bangun start up dan terhubung dengan pengungsi yang memiliki bakat dan kemampuan spesial.

Dengan pengungsi terlibat dalam projek itu, pengungsi bisa mengembangkan diri dan sukses, serta menghasilkan uang. Tapi kami butuh dana tambahan untuk mengembangkan projek ini. Karena ini terlihat seperti situasi yang 'win-win' bagi pengembangan ekonomi, juga bagi pengungsi yang butuh bantuan.

Warga sekitar komplek Daan Mogot Baru, Jakarta Barat, menolak pencari suaka yang ditempatkan di gedung eks Kodim, apa upaya UNHCR untuk yakinkan mereka dan meminimalisir penolakan?

Saya mengerti bahwa sulit untuk membantu orang yang membutuhkan, tapi secara umum Indonesia sangatlah murah hati. Dan sudah ada tradisi humanis sejak lama di sini untuk membantu mereka yang membutuhkan, dan ini sudah ada sejak bertahun-tahun lamanya di Indonesia, begitu juga dengan bagian dunia lain.

Kita melihat hal itu pada pemerintah provinsi, di mana mereka menjadi sangat terlibat dalam mencoba membantu para pencari suaka yang paling membutuhkan. Dan kita bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi untuk membantu sebanyak yang kami bisa, dan saya rasa dengan adanya pihak-pihak lain yang terlibat, kita semua bahu membahu membantu semampu kita untuk memenuhi kebutuhan mendesak dari para pencari suaka yang paling rentan di Indonesia.

Indonesia punya basis hukum untuk menangani pengungsi yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri. Bagaimana tanggapannya dari UNHCR? Apakah merasa Perpres itu butuh dikembangkan?

UNHCR sangat senang Indonesia mengadopsi regulasi tentang menangani pengungsi. Itu mengatur bagaimana Pemda bisa bantu pengungsi di areanya dan berkoordinasi dengan UNHCR untuk menemukan masalah dan mencari solusi bagi pengungsi.

Kami senang ini contoh bahwa pemerintah Indonesia menjadi contoh bagi negara lain yang tidak punya regulasi ini. Hukum ini sangat terlihat dalam tindakan Pemda Jakarta yang bantu pengungsi yang paling rentan.

Artinya ada ruang untuk pengembangan perpres itu?

Seperti regulasi lain, pemerintah berusaha sebisa mungkin untuk mengimplementasikan dan UNHCR siap membantu itu dengan apa yang kami bisa. Tapi kami sangat bersyukur aturan hukumnya ada dan pemerintah mengadopsi hukum ini menunjukkan komitmennya membantu pengungsi. Karena sudah menjadi tugas tiap pemerintah melindungi pengungsi yang butuh bantuan.

Berapa banyak biaya yang UNHCR butuhkan dan negara tradisional juga akan memberikan dana kepada negara transit sebagaimana kuota bertambah sekarang?

Sekarang baru sekitar 29 persen dari budget kita yang sudah didanai. Itu kurang dari setengahnya, dan seperti yang sudah saya bilang, mengingat adanya krisis pencari suaka global di seluruh dunia, sangat jelas bahwa kebutuhan mereka melebihi sumber daya yang ada. Kami terus bekerja dengan seluruh pemerintah untuk berusaha mencari solusi untuk para pencari suaka. Banyak dari mereka yang berada dalam posisi dimana itu tidak aman bagi mereka untuk kembali ke negara asal, mereka tidak mau kembali ke negara asal karena tidak aman untuk mereka, tidak sampai perdamaian dipastikan di negara asal mereka.

Kami sangat bersyukur kepada pemerintah seperti Indonesia yang memberikan mereka tempat yang aman untuk tinggal, dan kami bekerjasama dengan pemerintah untuk memastikan kami bisa mencari cara agar para pencari suaka bisa mengurus diri mereka sendiri.

UNHCR sudah mencari sumber dana tambahan untuk pengungsi?

UNHCR sudah berusaha mendekati pemerintah di seluruh dunia untuk kontribusi dana bagi pengungsi. Dana yang terkumpul adalah 29 persen dari total budget kami. Masih banyak sumbangan yang kami butuhkan. Kami masih melobi pemerintah seluruh dunia untuk berkontribusi dan menunjukkan solidaritasnya dan tanggung jawab untuk mengurus pengungsi.

Bisa berikan kalimat penutup?

Sekali lagi hati kami tertuju kepada semua pengungsi di Indonesia yang sedang membutuhkan bantuan dari pihak lain, seperti UNHCR, pemerintah, dan lain-lain.
Kami berusaha sebisa mungkin, kami bekerjasama utamanya dengan pemerintah Indonesia dan partner lainnya, seperti Dompet Dhuafa, SUCI, PMI, dan partner penting lainnya di Indonesia. Juga partner internsional kaya IoM untuk berusaha menyediakan kebutuhan yang mendesak bagi pengungsi.

Saya tekankan pentingnya memberi keperluan yang pengungsi butuhkan untuk merawat dirinya sendiri. Pengungsi butuh hal itu dan mereka punya skill untuk berkontribusi balik bagi warga sekitar yang menampung mereka. []

Baca juga:

Tulisan 1: Kisah Pelarian Ibu dan Putrinya dari Afghanistan ke Jakarta

Tulisan 2: Kalau Negaraku Aman, Aku Tak Tinggal di Sini: Pahit Getir Pencari Suaka 

Tulisan 3: Sedih Banget Duit Buat Rumah Sakit Banyak Sekali: Kisah Pencari Suaka Melahirkan

Tulisan 4: Suatu Hari Kalau Kita Kena Bencana, Dunia Internasional Juga Bantu: Gugah Para Pemrotes Pencari Suaka

Tulisan 5: Balada Pencari Negara Baru Terdampar di Jakarta: Desak UNHCR Lebih Aktif dan Solutif

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

News

Menuju Negara Ketiga

Balada Pencari Negara Baru Terdampar di Jakarta: Desak UNHCR Lebih Aktif dan Solutif

Image

News

Menuju Negara Ketiga

Suatu Hari Kalau Kita Kena Bencana, Dunia Internasional Juga Bantu: Gugah Para Pemrotes Pencari Suaka

Image

News

Menuju Negara Ketiga

Sedih Banget Duit Buat Rumah Sakit Banyak Sekali: Kisah Pencari Suaka Melahirkan

Image

News

Menuju Negara Ketiga

Kalau Negaraku Aman, Aku Tak Tinggal di Sini: Pahit Getir Pencari Suaka Bertahan di Jakarta

Image

News

Menuju Negara Ketiga

Kisah Pelarian Ibu dan Putrinya dari Afghanistan ke Jakarta

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Untuk Pertamakali, Pasangan Non Muhrim Dihukum Cambuk di Luar Masjid

"Dua pasangan ditangkap di dua hotel terpisah dan sepasang lagi ditangkap di sebuah warung," kata Muhammad.

Image
News

Usai Ziarahi Makam Bung Karno dan Gus Dur, Panglima TNI ke Makam Soeharto dan Tien

Setelah tiba di kompleks makam, mereka transit di Wisma Lerem.

Image
News

Warga Korban Asap Kebakaran Lahan: Pernah Juga Kayak Gini Tahun-tahun Lalu, Kenapa Terulang?

Adi khawatir, kabut asap semakin pekat dan berdampak pada kesehatan.

Image
News

Antisipasi Dampak Asap, Puskesmas Tapanuli Tengah Bagikan Dua Ribu Masker

"Kalau kabut asapnya masih ada, ya kegiatan ini akan terus kita lakukan," katanya.

Image
News

Kabut Asap dan Pesawat Gagal Mendarat di Bandara Silangit

Di wilayah Sumatera Utara, terdeteksi ada enam titik panas (hotspot).

Image
News

Pagar Depan Lokasi Pencari Suaka Disegel

Spanduk penyegelan tersebut berasal dari orang tidak bertanggungjawab yang memasang tanpa izin

Image
News

Kuliah Terganggu Akibat Sengketa, Gedung STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Disegel Mahasiswa

Perkuliahan terganggu sebagai buntut persoalan gedung baru STAIN yang berstatus sengketa.

Image
News

Selvi Hamil Lagi, Gibran: Cowok atau Ceweknya Rahasia, Nanti Juga Tahu

"Alhamdulillah sehat semua, sudah jalan tujuh bulan lebih," ujarnya.

Image
News

KLHK Desak Perusahaan Siapkan Brigdalkarhutla

Selain itu, perusahaan juga wajib melakukan patroli rutin di area usaha mereka

Image
News

Menkominfo Sebut Kebocoran Data Lion Air Group Bukti Urgensi RUU PDP

Meski UU PDP belum ketok palu, bukan berarti pemerintah tidak merespons isu kebocoran data Lion Air Group

trending topics

terpopuler

  1. Imam Nahrawi Jadi Tersangka, Rocky Gerung: Bong, Hidung Kalian Pasti Makin Panjang

  2. Tsamara: Pengen Marah dan Nangis Rasanya Baca Kayak Gini

  3. 5 Meme Kocak Di Maria yang Bikin Madridista Meringis

  4. 5 Pekerjaan dari Ajang Pencarian Bakat Ini Kian Hilang dari Dunia Hiburan Tanah Air

  5. Syamsuddin: Pengesahan Revisi UU MD3 dan KPK Benar-benar Bikin Negeri Ini Mundur 20 Tahun

  6. Pangdam XVIII/Kasuari: Saya Tidak Butuh Rekomendasi

  7. Imam Nahrawi TSK, Musni: Publik Apresiasi, Tapi Amat Prihatin Revisi UU Diduga Keras Buat Lemahkan KPK

  8. Bikin Madrid Loyo, 5 Meme Zidane Ini Malah Nambah Kasihan

  9. Cukur Real Madrid, PSG Pimpin Klasemen Grup A

  10. Soal Menteri Kabinet Kerja Periode Kedua, Tanri Abeng Yakin Jokowi Pilih Orang Terbaik

fokus

Abortus
BJ Habibie Tutup Usia
Lindungi Perempuan

kolom

Image
Ujang Komarudin

Gigitan Terakhir KPK

Image
Damai Mendrofa

Menangani Penyu, Sampai Tak Ada yang Ganggu

Image
Achmad Fachrudin

Dinamika Politik Jakarta Paska Pemindahan Ibukota

Image
Abdul Aziz SR

Perempuan dan Jabatan Publik

Wawancara

Image
Hiburan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jadikan JILF Sebagai Pemantik Imajinasi

Image
Ekonomi

Eksklusif Mochamad Soebakir: Sebagai 'Jembatan' Konsultan Pajak Fungsinya Vital

Image
Olahraga

Bianca Andreescu

"Memenangi AS Terbuka Sebenarnya Terasa Aneh"

Sosok

Image
Ekonomi

5 Sumber Kekayaan 'Crazy Rich Medan' Sukanto Tanoto, Minyak hingga Serat Tekstil

Image
News

Dari Presiden hingga Ulama, 5 Tokoh Tanah Air yang Masuk Daftar Muslim Paling Berpengaruh di Dunia

Image
News

Tanahnya Dipakai Jadi Ibu Kota Baru Indonesia, Ini 5 Rekam Jejak Sukanto Tanoto