image
Login / Sign Up

Puskapsi Unej Sarankan Jokowi Cermat Memilih Menteri Bidang Hukum

Kosim Rahman

Image

Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menggelar rapat terbatas tingkat menteri di kantor kepresidenan, Kompleks Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (15/7/2019). Dalam rapat terbatas ini membahas tentang pagu indikatif Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2020. Presiden meminta seluruh kementerian merancang anggaran secara efisien dan mengurangi belanja yang tak produktif. Presiden menyampaikan bahwa RAPBN tahun 2020 harus mempertimbangkan dinamika ekonomi global. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Presiden terpilih Joko Widodo diminta untuk cermat dalam memilih calon Menteri bidang hukum, hak asasi manusia (HAM) dan pemberantasan Korupsi harus figur yang dipercaya serta sesuai dengan harapan publik.

Direktur Pusat Pengkajian Pancasila dan Konstitusi (Puskapsi) Fakultas Hukum Universitas Jember (Unej) Dr Bayu Dwi Anggono mengatakan calon Menteri yang akan mengisi pos hukum dan HAM harus memiliki kesamaan pandangan dengan Jokowi mengingat tantangan di bidang hukum ke depannya makin kompleks.

"Presiden harus dengan sangat cermat, penuh kehati-hatian dan perlu mendengar aspirasi publik untuk mengisi jabatan Menteri tersebut mengingat tantangan di bidang hukum ke depannya makin kompleks," katanya di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (21/7/2019).

baca juga:

Menurut dia, persoalan bidang hukum mulai dari penyederhanaan dan harmonisasi regulasi baik di pusat maupun daerah, evaluasi dan perubahan regulasi agar lebih berperspektif perlindungan HAM, perempuan dan anak serta penegakan hukum kejahatan yang mengancam kesejahteraan rakyat seperti di bidang sumber daya alam dan lingkungan.

"Selain itu juga penegakan hukum atas kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu, kekerasan seksual, perdagangan manusia, kejahatan di bidang teknologi informasi, narkotika, terorisme dan tentunya pemberantasan Korupsi yang sangat penting," kata pakar hukum tata negara itu.

Bayu menjelaskan penegakan hukum hanya bisa efektif jika didukung oleh partisipasi dan kepercayaan publik. Namun sebaliknya penegakan hukum akan layu sebelum berkembang jika pejabat yang dipilih oleh Presiden bukanlah figur yang dipercaya dan sesuai dengan harapan publik.

"Untuk itu, pekerjaan rumah terbesar Presiden Jokowi di bidang hukum pertama kalinya adalah menghadirkan para pejabat di bidang hukum yang tidak hanya memiliki kemampuan dan kecakapan, namun figur tersebut juga harus diterima dan sesuai harapan publik," tuturnya.

Ia mengatakan masyarakat sudah mendapat gambaran bagaimana kabinet yang akan dibentuk Joko Widodo dan Ma'ruf Amin setelah melihat pidato visi Indonesia yang disampaikan pasangan presiden dan wakil presiden terpilih tersebut pekan lalu.

"Sesuai dengan visi Indonesia itu, Kabinet Kerja Jilid II akan diisi oleh orang-orang profesional di bidangnya yang memiliki kecakapan dalam bekerja, memiliki integritas dan rekam jejak baik, fokus pada tugasnya untuk mensukseskan program kerja presiden dan wakil presiden hingga akhir masa jabatan di 2024 serta tidak memiliki agenda politik lain selain yang telah ditetapkan presiden," ujarnya.[]

Editor: Dedi Ermansyah

berita terkait

Image

News

Wabah Corona

Singapura Berlakukan Lockdown Parsial, Hampir Seluruh Kantor Ditutup

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Sri Mulyani Sebut Tugas Kepala BKF yang Baru Lebih Berat di Tengah Wabah COVID-19

Image

Iptek

Wabah Corona

Ribuan Mobil Terancam Ditarik, Driver Grab Tagih Janji Jokowi

Image

Ekonomi

Sri Mulyani Lantik Kepala BKF dan Dirut LMAN yang Baru

Image

News

Wadah Pegawai KPK: Jangan Jadikan Epidemi Covid-19 sebagai Kendaraan Koruptor untuk Bebas

Image

News

Penyebar Ujaran Kebencian Terhadap Presiden Jokowi Ditangkap di Jakarta Utara

Image

News

Wabah Corona

PSI Minta Kemenkumham Tak Bebaskan Koruptor 

Image

News

Wabah Corona

Sultan DIY Bocorkan Rencana Pusat Hambat Pemudik, dari Naikkan Tarif Tiket hingga Atur Jarak di Mobil Pribadi

Image

News

Bukan Mandataris MPR Lagi, Presiden Jokowi Tidak Bisa Gunakan Perppu 23/1959 Untuk Darurat Sipil

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

2.002 Napi di Jateng Dikeluarkan Dari Lapas Cegah Penyebaran COVID-19

"Jumlahnya terus berubah sampai 7 April 2020 karena masih berproses terus,"

Image
News

Pemda DIY Siapkan Lahan Pemakaman Khusus Pasien Virus Corona

"Apabila masyarakat tidak menerima kita sudah ada, kabupaten sudah menyiapkan,"

Image
News

Semua Pasien Positif Corona Asal Magetan Dinyatakan Sembuh

"Kemarin hari Kamis (2/4/2020) ada lima pasien yang dinyatakan sembuh,"

Image
News

Jakarta Pusat Terima Sekitar 3.000 Alat Rapid Test COVID-19

"Kalau 'rapid test' kita dapat lebih dari 3.000 tapi tidak lebih dari 3.500 alat,"

Image
News

Pemerintah Diminta Siapkan Program Pemulihan Transportasi Umum

“Saat bisnis angkutan umum terimbas Covid-19, hendaknya pemerintah dapat menyiapkan program pemulihan bagi bisnis transportasi umum,”

Image
News

145 Warga Jakarta Barat Positif COVID-19

"Untuk total ODP (orang dalam pemantauan) ada 363 orang dan PDP (pasien dalam pengawasan) ada 396 orang,"

Image
News

20.532 Orang Tes Cepat di DKI Tercatat 2,1 Persen Positif

"Data itu terhitung hingga Kamis 2 April 2020,"

Image
News

Pengusaha Konveksi Rumahan di Pondok Kelapa Produksi APD

"Satu pekerja saya paling top produksi bisa 20 hazmat sehari. Saya ada sepuluh pekerja di rumah,"

Image
News

PKS Sayangkan Rangkaian Pemilihan Wagub Tetap Digelar Saat Pandemi Corona

"Disayangkan ternyata media dan masyarakat luas tidak bisa mengakses,”

Image
News

Imbas Corona, Omzet Pedagang Pasar Cempaka Putih Jakarta Turun 60 Persen

"Orang yang ke pasar turun drastis, karena itu omzet turun 60 persen,"

terpopuler

  1. Kehadiran Wakapolri di Pernikahan Kapolsek Kembangan, IPW: Sepertinya Itu Habis Akad

  2. Sultan DIY Bocorkan Rencana Pusat Hambat Pemudik, dari Naikkan Tarif Tiket hingga Atur Jarak di Mobil Pribadi

  3. Ratusan Jasad Ditemukan Tergeletak di Rumah dan Jalanan, Presiden Ekuador Bangun Penampungan Korban COVID-19

  4. Buat Onar Selama Lockdown, Presiden Filipina Rodrigo Duterte Tak Segan Tembak Mati Warganya

  5. Pernah Pacari Angel Lelga, 5 Fakta Tak Terduga Kapolsek Kembangan Kompol Fahrul Sudiana

  6. Cegah Rutan Penuh di Tengah Wabah Corona, Kapolri Perintahkan Tersangka Pidana Tak Ditahan

  7. Arab Saudi Minta Umat Islam Tunda Rencana Ibadah Haji sampai Pandemi Corona Berakhir

  8. Jubir Presiden 'Kepleset' Soal Masyarakat Diperbolehkan Mudik, Fadli Zon: Urusan Komunikasi Publik Saja Belepotan

  9. Musni Umar: Anies Sampaikan Fakta bukan Mau Menakut-nakuti Apalagi Cari Panggung

  10. Kecewa Berat, Ferguson: UFC Harus Cabut Gelar Milik Khabib

fokus

Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona
Hutan Kecil Terarium

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

COVID-19 dan Kita

Image
Dr. Idham Holik

Sebuah Harapan Pribadi: PERPPU Pemilihan Segera Terbit dan Opsi A Jadi Pilihan

Image
Achsanul Qosasi

Corona, Subsistensi dan Kredit

Image
Bisman Bhaktiar

Aspek Hukum Perpanjangan Pengusahaan Pertambangan Batubara PKP2B

Wawancara

Image
Video

Terapi Musik

VIDEO Pulih dengan Terapi Musik

Image
Asian Games

Pria Paruh Baya Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Majalaya

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Sosok

Image
News

Jarang Tersorot, 8 Potret Istri Wakil Bupati Luwu Timur, Anny Ali

Image
News

Siapkan Akomodasi Bagi Tim Medis, 8 Potret Wali Kota Bandung Turun Langsung Perangi Virus Corona

Image
News

Sister Goals! 8 Potret Najwa Shihab Bersama Kakak dan Adik Perempuannya