image
Login / Sign Up

Wacana Jokowi Datangkan Rektor Asing, DPR: Pemerintah Harus Hargai Anak Negeri yang Berprestasi

Muslimin

Image

Wakil Ketua Komisi X DPR dari fraksi Golkar Dapil Kaltim, Hetifah Sjaifudian | ISTIMEWA

AKURAT.CO, Pemerintah Indonesia diminta tidak menyepelekan kualitas dan prestasi anak bangsa. Hal ini terkait dengan rencana Presiden Joko Widodo yang ingin mendatangkan pengajar asing termasuk rektor asing ke Indonesia.

"Kami mendapat masukan dari Ikatan Dosen Republik Indonesia yang menyampaikan bahwa pemerintah harus menghargai dan mengakui anak negeri yang berprestasi," kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian kepada AKURAT.CO, Jakarta, Minggu (21/7/2019).

Politisi Partai Golkar ini menjelaskan bahwa kualitas rektor dalam negeri tidak kalah dengan kualitas rektor asing. Daripada Pemerintah mendatangkan Rektor asing, lanjutnya, lebih menarik adalah memulangkan kembali para Akademisi Indonesia yang bekerja di luar negeri.

baca juga:

"Para diaspora yang bekerja sebagai Akademisi asing, ditarik pulang ke Indonesia, daripada mengundang asing untuk masuk," ujarnya.

Sementara itu, Guru Besar Hukum Internasional UI, Hikmahanto Juwana mengkritisi wacana mendatangkan wacana Presiden Jokowi mendatangkan rektor dari luar negeri untuk membantu pendidikan di Indonesia.

Menurutnya ada lima alasan dirinya mengkritisi rencana tersebut. Pertama, apakah mendatangkan rektor dari luar negeri berarti calon tersebut tidak mengikuti syarat dan proses seleksi yang sudah ditetapkan?

Padahal, seperti UI yang saat ini dalam proses mencari Rektor telah mengiklankan dan menetapkan sejumlah syarat dan mekanisme seleksi. Proses ini, ujar dia, tentu memberi kesempatan yang seluas-luasnya kepada siapapun sepanjang memenuhi syarat, termasuk calon asal luar negeri. Salah satu syarat adalah harus berkewarganegaraan Indonesia. Syarat lain adalah ijazah yang di dapat dari luar negeri pun harus disetarakan oleh Kemenristekdikti. Belum lagi proses seleksi harus mengikuti prosedur yang panjang dan tidak mudah.

"Kalaulah ada warga asing yang didatangkan oleh Presiden untuk menjadi rektor tidakkah orang tersebut harus juga mengikuti syarat dan proses seleksi yang ada?," ujar dia.

Kedua, dorongan Presiden agar pengajar dan rektor asal Indonesia memiliki kemampuan yang sama dengan mereka yang dari luar negeri tentu patut diapresiasi. Namun bila cara Presiden mendorong dengan selalu menyebut asal asing, termasuk baru-baru ini soal maskapai penerbangan asing, maka hal ini akan kontra produktif di masyarakat.

Ketiga, Presiden saat mewacanakan hal yang berbau asing apakah telah meminta masukan dari menteri yang memimpin birokrasi. Menteri seharusnya paling tahu apa yang dihadapi suatu sektor sehingga tidak efisien. Bahkan, sangat tahu apakah mendatangkan yang asing akan menyelesaikan masalah.

"Keempat, bila dibandingkan tugas rektor di Indonesia dengan di luar negeri jelas tantangannya berbeda," ujar Hikmahanto.

Rektor di luar negeri dapat menjalankan tugas adminstrarif guna menunjang suasana akademik dengan efektif karena anggaran yang memadai dan minimnya politik kampus, apalagi pengaruh politik nasional. Tidak demikian dengan rektor di Indonesia.

Terakhir, lanjut Hikmahanto, di Universitas terkenal di luar negeri untuk menjadi rektor didasarkan pada kecakapan dan kemampuan.

Sementara di Indonesia, bila calon rektor tidak menghadap sana sini, bahkan melakukan kompromi-kompromi politik, sulit untuk yang bersangkutan dapat menjadi rektor.[]

Editor: Melly Kartika Adelia

berita terkait

Image

Ekonomi

DPR RI

Misbakhun: Pemerintah Jangan Sampai Hidupkan 'Zombie' Setelah Krisis

Image

News

DPR RI

Komisi VI Minta Vaksin COVID-19 Produksi Bio Farma Dibagikan Gratis ke Masyarakat

Image

Ekonomi

DPR RI

Pemerintah Harus Selamatkan Kelas Menengah dengan Gratiskan Seluruh Tarif Listrik dan Cicilan

Image

News

DPR RI

Baleg Tak Targetkan Pembahasan RUU Cipta Kerja Selesai Sebelum 17 Agustus

Image

News

DPR RI

Puan Terima Kedatangan AHY, Ini yang Dibahas

Image

News

DPR RI

Bantuan Pemerintah untuk Karyawan Swasta, Dasco: Harus Sampai ke Tangan yang Berhak!

Image

News

Wabah Corona

Mendagri Diminta Awasi Inpres Soal Penegakan Hukum Protokol Kesehatan

Image

News

Besok AHY Bakal Temui Puan Maharani dan Bamsoet, Bahas Apa?

Image

News

DPR RI

DPR: Selama 10 Tahun Terakhir, Baru 100 Daerah yang Laporkan Data Kemiskinan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Ada Peran Pengusaha di Balik Pertemuan Jaksa Pinangki dengan Djoko Tjandra di Malaysia, Inisial R

Dari sini dugaan gratifikasi menguat.

Image
News

Tak Remehkan Covid-19, Masjid Terapkan Protokol Kesehatan Diapresiasi

Jumlah pasien terpapar masih tinggi.

Image
News

Korupsi Importasi Tekstil di Dirjen Bea Cukai Rugikan Negara Rp 1,6 Triliun

Siap disidangkan.

Image
News

Penyidik KPK Cecar Bupati Blora Soal Aliran Uang Korupsi PT Dirgantara Indonesia

Diduga ada kickback dari hasil penggunaan produk PT DI oleh sejumlah pejabat Kementrian/lembaga

Image
News

Faiq dan Astrid Dua Kali Berbuat 'Begituan' di Apartemen Margonda Residence V

Sewa kamar apartemen Rp175 ribu.

Image
News
DPD RI

DPD RI Soroti 174 Pasal Terkait Kewenangan Daerah dalam RUU Cipta Kerja

Wakil Ketua Komite II ini meminta unsur masyarakat dan pemerintah di daerah proaktif menyuarakan dan memberikan masukan.

Image
News

Agot Digerebek Polisi Saat Asyik Isap Sabu di Toilet Masjid

"Tersangka ditangkap tanpa perlawanan saat sedang asik menggunakan narkoba."

Image
News

Kemenkop Suntik Stimulus Rp28,8 Triliun Buat 12 Juta Pelaku Usaha Mikro dan Ultra Mikro

Image
News

Diberikan Ciuman Leher di Malam Pertama, Wanita ini Malah Tewas

Dokter menyebut pengantin tersebut mengalami serangan jantung

Image
News

Jahat! Pria Ini Bunuh Pacarnya Usai Hubungan Badan, Jenazahnya Dimasukan ke Karung

MR membunuh PI dengan cara menjerat leher dengan tali rafia.

terpopuler

  1. Atta Halilintar Beri Sinyal Batal Nikahi Aurel di GBK

  2. Sisi Sederhana Ulama NU Gus Baha Kembali Terungkap, Ternyata Tak Punya WA

  3. Demokrat: Pertemuan AHY dengan Puan dan Bamsoet Salah Satunya Membahas Isu Politik

  4. Viral! Pelanggan PLN Protes, Tagihan Listriknya Bengkak Hingga Rp19 Juta

  5. Guyonan Fahri Hamzah: Puluhan Kali Saya ke Istana Belum Pernah Duduk di Meja

  6. Penumpang Transjakarta Galang Petisi Tolak Kebijakan Ganjil-Genap Saat Pandemi

  7. Mantap Jiwa, 3 Zodiak Bakal Dikejar Rezeki di Agustus!

  8. Kemenkes Bantah Obat Herbal Dapat Sembuhkan Covid-19, Jonru: Kalau Kalung Corona Bisa?

  9. Besok AHY Bakal Temui Puan Maharani dan Bamsoet, Bahas Apa?

  10. Tips Membuat Bawang Goreng yang Gurih dan Super Kriuk, Gampang Banget!

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Islam Yang Mewarna-Warni

Image
Dr. Arli Aditya Parikesit  

Diskursus antara WHO dan Sains 'Vis a Vis Post-truth' Era Pandemi COVID-19

Image
DR TANTAN HERMANSAH

“Nyate” dan Perubahan Mikro Sosial

Image
Lasmardi Iswondo

Menjaga Kemabruran Haji

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Memulihkan Perekonomian Desa dengan Digitalisasi dan Menggerakkan Anak Muda

Image
Video

VIDEO Akurat Talk Bersama Abdul Hakim Bafagih (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Akurat Talk Bersama Abdul Hakim Bafagih (1/2)

Sosok

Image
Hiburan

5 Potret Memesona Dian Syahfitri, Guru SMK di Deli Serdang yang Jadi Idola Para Murid

Image
Hiburan

Sisi Sederhana Ulama NU Gus Baha Kembali Terungkap, Ternyata Tak Punya WA

Image
News

Kisah Horor Kaesang di Istana, Awalnya Bikin Penasaran Endingnya Bikin Kesal Warganet