image
Login / Sign Up

Terdakwa Pemalsuan KTP Berkilah Telah Urus Data Kependudukan dengan Sah

Deni Muhtarudin

Image

Sidang lanjutan perkara kasus pemalsuan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang diduga dilakukan Direktur Keuangan PT Central Stell Indonesia (PT CSI) Mulyadi Supardi alias Hua Ping alias Aping di PN Jakpus, Selasa (25/6/2019) | ISTIMEWA

AKURAT.CO, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) kembali melanjutkan perkara kasus pemalsuan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang diduga  dilakukan oleh Direktur Keuangan PT Central Stell Indonesia (PT CSI), Mulyadi Supardi alias Hua Ping alias Aping, beserta istrinya, Lian Hiang Liang, dan anaknya bernama Yulia, Selasa (16/7/2019).

Agenda sidang kali ini adalah pemeriksaan ketiga terdakwa tersebut. Dalam sidang kali ini, Jaksa Yanuar Ferdian dan Priyo mencecar ketiga terdakwa terkait surat KTP dan identitas pelaku yang diduga Warga Negara (WN) Tiongkok itu.

Mulyadi mengungkapkan bahwa dirinya lahir di Jakarta dan sah sebagai Warga Negara Indonesia (WNI). Pasalnya, orang tuanya yang membantu pengurusan KTP tersebut.

"Surat-surat dari ayah saya langsung saya urus ke kelurahan situ. Dari Mangga Dua dapat KK KTP. Dokumen dari ayah saya waktu ayah saya ke luar negeri urus surat saya. Saya gunakan untuk pembuatan paspor WNI. Dulu saya lahir di Jakarta juga," ungkapnya di PN Jakarta Pusat, Selasa (16/7/2019).

Mulyadi mengakui memiliki paspor Tiongkok yang dia buat pada tahun 2000 silam. "Saya bikin di Kedubes Tiongkok di Jakarta. Ada peraturan tahun 98 karena saya di Tiongkok belasan tahun. Bikin permohonan isi halaman. Paspor baru keluar tahun 2000," ujarnya.

Mulyadi mengatakan bahwa ia membuat KTP di kantor Kelurahan Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat, dengan cara yang sah. "Saya bawa KK. Istri dan anak saya juga membuat KTP, saya yang bantu urus," katanya.

baca juga:

Sementara itu, Jaksa mencecar anak Mulyadi, Yulia, soal statusnya sebagai pemilik saham di PT CSI. Yulia mengaku tidak tahu apa-apa mengenai hal tersebut.

"Proses jadi pemegang saham PT CSI saya enggak tahu. Kepemilikan saham kalau enggak salah 35 persen. Prosesnya saya disuruh Papa bawa KTP dan tanda tangan. Paling komisaris di PT CSI tidak aktif. Saya enggak tahu apa-apa soal perusahaan," ungkapnya.

Majelis Hakim pun mengeluarkan pendapatnya. Majelis Hakim menganggap Mulyadi dan keluarganya tidak taat hukum. "Jangan menyepelekan masalah hukum. Saudara tak tertib hukum," ujar hakim.

Sidang sendiri bakal berlangsung kembali pada Selasa (23/7/2019) pekan depan dengan agenda tuntutan.

Atas tindakannya, Mulyadi beserta anak dan istrinya didakwa telah melanggar Pasal 264 ayat 2 KUHP atau Pasal 93 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013.

Mulyadi diitahan karena dikhawatirkan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti, sehingga dapat mempersulit pemeriksaan penyidikan atau menghambat penyelesaian penyidikan perkara.

Kasus ini awalnya bermula ketika PT CSI, perusahaan yang bergerak di bidang peleburan besi bekas menjadi besi beton dan besi ulir untuk bahan bangunan yang didirikan pada 2005 mendapatkan fasilitas kredit dari salah satu bank BUMN selama 2011-2014. Adapun kredit PT CSI dari bank itu pada 2011 mencapai sekitar Rp500 miliar.

Berdasarkan keterangan pers Kejagung, PT CSI dalam mengajukan permohonan kredit kepada bank tersebut dilakukan dengan mengajukan data dan laporan keuangan tidak akurat dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.[]

Editor: Deni Muhtarudin

berita terkait

Image

Iptek

INFOGRAFIS Lalat Avengers

Image

Iptek

Microsoft Konfirmasi Pembicaraan untuk Akuisisi TikTok AS

Image

Iptek

Terus Dituduh Mata-mata, AS Paksa Microsoft Beli TikTok?

Image

News

Ini 5 Pejabat yang Jadi Korban Karena Membantu Pelarian Djoko Tjandra

Image

Ekonomi

UMKM Pahlawan Ekonomi

Chicken Melo, Ayam Kkuldak Versi Lokal Ampuh Bikin Kepo Milenial!

Image

News

CSIS: RUU Ciptaker Harusnya Disahkan Sejak Bertahun-tahun Lalu

Image

Iptek

Berjaya di Rumahnya, Huawei Lampaui Jumlah Penjualan Smartphone Samsung

Image

Ekonomi

Menkop Teten Rayu Mahasiswa Bantu UMKM Terhubung ke Marketplace Online

Image

Iptek

Perang Dingin AS-Tiongkok Tak Pengaruhi Apple Jadi Merek yang Dicintai

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Sultan HB X Tanggapi Inpres Jokowi Soal Sanksi Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Sultan berpendapat mengedepankan kebijakan yang mendorong masyarakat memiliki kesadaran akan penerapan protokol kesehatan

Image
News

Pembunuhan Sadis di Margonda Residence Depok Dilatarbelakangi Rasa Cemburu

Tersangka melakban mulut korban serta mengikat tangan dan kaki korban dengan tali sepatu

Image
News

5 Video Ini Gambarkan Situasi Mencekam saat Ledakan Besar di Beirut

Hingga kini dilaporkan sebanyak 135 orang meninggal dunia dan 5.000 lainnya mengalami luka-luka.

Image
News
Wabah Corona

Kemenkes Bantah Obat Herbal Dapat Sembuhkan Covid-19, Jonru: Kalau Kalung Corona Bisa?

Kemenkes memastikan bahwa obat tradisional, herbal dan jamu tidak dapat menyembuhkan Covid-19.

Image
News

Aliansi Pekerja Seni Surabaya Turun ke Jalan Minta Diperbolehkan Lagi Berkespresi

Kita turun ke jalan meminta Ibu Tri Rismaharini supaya beliau memberikan dan mengeluarkan surat edaran perizinan untuk hajatan dan hiburan

Image
News

7 Orang Terseret Ombak saat Main di Pantai Goa Cemara Bantul, 2 Meninggal Dunia

"Korban bersama rombongan jumlah tujuh orang bermain bola di pantai, tiba-tiba datang ombak besar.." kata Humas Basarnas Yogyakarta.

Image
News

Jakarta Paling Demokratis se-Indonesia, Ferdinand: Ini Sih Bukan Prestasi

Menurut Ferdinand, penilaian IDI terhadap demokrasi di Jakarta bukan prestasi gemilang di masa kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan.

Image
News

Panggil Saksi, KPK Bongkar Peran Desi Arryani dalam Kasus Korupsi Subkon Fiktif Waskita Karya

Dua saksi itu, yaitu perwakilan PT Jakarta Realty dan perwakilan PT Perintis Triniti Properti.

Image
News

KPK Panggil Bupati Blora Terkait Korupsi di PT Dirgantara Indonesia

Disinyalir pemeriksaan untuk mendalami ihwal terjadinya rasuah di perusahaan plat merah tersebut

Image
News

Selain Beirut, 3 Kota ini Juga Tengah Diguncang Ledakan hingga Kebakaran Hebat

Di balik padatnya sorotan untuk Beirut, sejumlah kota di negara lain ternyata juga tengah dilanda bencana ledakan hingga kebakaran hebat

terpopuler

  1. Warga Jakarta Jangan Keluar Rumah Kalau Tidak Ada Keperluan

  2. Viral Susi Pudjiastuti Diberitakan Media Jepang, Warganet: Aset Negara

  3. Muncul Ajakan Tarik Dana Besar-besaran, Ekonom: Kondisi Perbankan RI Sehat dan Stabil!

  4. Anies Baswedan: Alhamdulillah, DKI Jakarta Paling Demokratis se-Indonesia

  5. Jumat Diperiksa, Kalau Mangkir Lagi, Pengacara Djoko Tjandra Dipanggil Paksa

  6. Tjahjo Kumolo Ungkap Pesan WhatsApp Terakhir Cornelis Lay Sebelum Wafat

  7. Dukung Gerakan Sehari Tanpa Nasi, Ganjar: Mengurangi Ketergantungan dan Mendorong Diversifikasi Pangan

  8. Viral, Video Pengantin Wanita Sempat Ambil Foto Sesaat Sebelum Ledakan di Beirut

  9. Daftar 100 Negara Paling Aman dari Pandemi COVID-19, Indonesia Urutan Berapa?

  10. Iker Casillas Pensiun, Messi: Dari Beliau Saya Belajar Mengalahkan Diri Sendiri

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
Dr. Arli Aditya Parikesit  

Diskursus antara WHO dan Sains 'Vis a Vis Post-truth' Era Pandemi COVID-19

Image
DR TANTAN HERMANSAH

“Nyate” dan Perubahan Mikro Sosial

Image
Lasmardi Iswondo

Menjaga Kemabruran Haji

Image
Lasmardi Iswondo

Meraih Keutamaan Hari Tasyrik

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Memulihkan Perekonomian Desa dengan Digitalisasi dan Menggerakkan Anak Muda

Image
Video

VIDEO Akurat Talk Bersama Abdul Hakim Bafagih (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Akurat Talk Bersama Abdul Hakim Bafagih (1/2)

Sosok

Image
Hiburan

Sisi Sederhana Ulama NU Gus Baha Kembali Terungkap, Ternyata Tak Punya WA

Image
News

Kisah Horor Kaesang di Istana, Awalnya Bikin Penasaran Endingnya Bikin Kesal Warganet

Image
Ekonomi

Ada yang Hartanya Tembus Rp19 T! Ini 7 Penulis Terkaya di Dunia