image
Login / Sign Up

Polri: Jaringan Teroris Jamaah Islamiyah hanya Kuat di Jabar

Yudi Permana

Image

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Dedi Prasetyo saat memberikan keterangan mengenai penangkapan dua terduga teroris di gedung Divisi Humas Ms Polri, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (6/5/2019). Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap dua terduga teroris di Kota Bekasi. Mereka adalah bagian dari jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang telah merencanakan amaliah dengan sasaran anggota Polri yang sedang bertugas. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Mabes Polri telah melakukan pemetaan bahwa kekuatan kelompok terduga Teroris Jamaah Islamiyah (JI) berada di Jawa Barat yang disusul daerah lain setelah jaringan menyebar di pulau Jawa. 

Kelompok tersebut kini telah membangun kekuatan di sejumlah daerah di Indonesia sebelum melakukan aksi amaliyah berupa teror bom dan yang lainnya.     

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan bahwa kekuatan kelompok Teroris JI pengaruhnya sangat signifikan setelah tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah dan di Jawa Timur.              

baca juga:

Namun, untuk wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, jumlah anggota JI belum sebanyak yang ada di Jawa Barat.                    

"Untuk sementara ini memang paling kuat di Jawa Barat ya. Pengaruhnya signifikan. Lalu di Jawa Tengah dan sebagian saja (anggota) di Jawa Timur," kata Dedi di Gedung Divhumas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (16/7/2019).                   

Kemudian, di beberapa wilayah lainnya yang sudah disusupi kelompok Teroris JI adalah Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi bahkan hingga ke Papua Barat. Namun jaringan tersebut di wilayah itu tidak begitu banyak.                 

"Di wilayah Sumatera, lalu ada di Kalimantan tidak banyak. Kemudian di Sulawesi juga tidak banyak dan mereka bisa menembus hingga ke Papua Barat," jelasnya.                       

Dedi menjelaskan kelompok Teroris JI itu melakukan pendekatan kepada masyarakat dengan mengikuti sejumlah pengajian. Pola tersebut sama dengan jaringan Jamaah Ansharut Daullah (JAD) yang terafiliasi ke ISIS.                

"Pola pendekatan khas itu dipakai sama dia (JI) dalam rangka menyebarkan pahamnya, karena dia menilai pahamnya itu yang paling benar," ucapnya.      

Bahkan, dikatakan jenderal bintang satu ini bahwa di sejumlah daerah kelompok JI membentuk sebuah daulah. Hal tersebut merupakan strategi yang dilakukan untuk membangun suatu kekuatan. "Di beberapa wilayah memang seperti itu," jelasnya.          

Namun, lanjut Dedi, jaringan JI tidak melakukan eksploitasi seperti JAD yang telah dibubarkan oleh pengadilan. Meski demikian, ada jaringan kecil yang bergerak secara soft dan rahasia.        

"Tapi justru mereka tidak terlalu mengekspolitasi seperti JAD. Ini lebih soft dan silent," tegasnya.        

Dedi menambahkan, sampai saat ini sudah ada lebih dari 10 tersangka perkara tindak pidana terorisme dari kelompok Teroris JI yang ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror.       

Sebelumnya diketahui, Densus 88 Antiteror telah mengamankan lima petinggi kelompok JI, yang berafiliasi dengan kelompok Teroris global, Al Qaeda.  

Kelima orang yang ditangkap berinisial PW alias Abang, MY, BS, A, dan BT. Mereka ditangkap pada 29-30 Juni 2019, di daerah Bekasi, Jawa Barat, hingga Ponorogo, Jawa Timur.

SA memiliki peranan penting mengelola perkebunan kelapa sawit milik kelompok JI yang dipimpin PW yang berada di Sumatera Utara dan Kalimantan itu merupakan sumber penghasilan kelompok tersebut.   

Kelompok jaringan JI ini mengembangkan perkebunan sawit sebagai sumber dana untuk kebutuhan operasional, hingga menggaji petinggi organisasi. []

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

Turki Klaim 123 Teroris Telah Menyerahkan Diri

Image

News

PP Nomor 35 Wajibkan Negara Tanggung Biaya Korban Terorisme dan Pelanggaran Berat HAM

Image

News

Jenazah Terduga Teroris yang Ditembak di Sukoharjo Diambil Keluarganya

Image

News

Polisi: Terduga Teroris IA Ditembak Karena Melawan saat Ditangkap

Image

News

Tanggapi Pelaporan Terhadap Denny Siregar, Mustofa: Sekali-kali Orang Kayak Gini Diborgol di Depan Juru Foto Media, Biar Kapok!

Image

News

Polisi Pastikan Ledakan di Menteng Tak Terkait Aksi Terorisme

Image

News

Densus 88 Tangkap Perempuan Terduga Teroris di Semarang

Image

News

Kepala BNPT Temui Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas, Bahas Apa?

Image

News

Wabah Corona

Boy Rafli Sebut Gerakan Terorisme Manfaatkan Pandemi COVID-19 Sebagai Celah

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
DPR RI

Puan Terima Kedatangan AHY, Ini yang Dibahas

AHY juga menyampaikan bahwa pihaknya akan terus berkontribusi nyata untuk menghadapi pandemi COVID-19 ini.

Image
News
DPR RI

Bantuan Pemerintah untuk Karyawan Swasta, Dasco: Harus Sampai ke Tangan yang Berhak!

Munculnya wacana ini karena pemerintah ingin mendongkrak daya beli masyarakat guna menopang laju konsumsi rumah tangga.

Image
News
HUT RI ke-75

HUT RI, Pengibaran Merah Putih Hanya Dilakukan Tiga Orang Paskibraka

Untuk penaikan bendera terdiri dari 3 orang, 2 orang laki-laki dan 1 perempuan

Image
News

Update 6 Agustus: Kasus Konfirmasi COVID-19 Berjumlah 118.753

Jumlah ini bertambah 1.882 kasus dari hari sebelumnya

Image
News

7 Orang yang Terseret Ombak Pantai Goa Cemara Merupakan 2 Keluarga

Semuanya datang datang dalam rangka piknik

Image
News

Kisah Heroik Perawat Selamatkan 3 Bayi Baru Lahir dari Ledakan Beirut

Foto menunjukkan seorang perawat yang tengah merangkul tiga bayi baru lahir dengan dikelilingi pecahan kaca.

Image
News

Melawan Arah dan Masuk Jalur Busway Jadi Pelanggaran Lalu Lintas Paling Lumrah di Ibukota

Ke depan, Ditlantas akan lebih tegas lagi menindak pelanggar, khususnya terkait marka jalan dan penggunaan helm

Image
News

Guyonan Fahri Hamzah: Puluhan Kali Saya ke Istana Belum Pernah Duduk di Meja

"Puluhan kali saya masuk istana sejak presiden Habibie, Abdurahman Wahid, Megawati, SBY dan Jokowi, saya belum pernah duduk di meja."

Image
News

Petisi Tolak Ganjil Genap, Pengamat: Kebijakan Tersebut Keliru Diterapkan di Masa Pandemi

Penerapan ganjil genap di masa pandemi adalah kebijakan keliru

Image
News

PDIP Instruksikan Kader Ikut Seleksi Koordinator PKH, Pengamat: Seperti Jeruk Minum Jeruk

Ia menyebut, surat rekrutmen PDIP terkait seleksi koordinator PKH jelas menjadi konfilik kepentingan banyak.

terpopuler

  1. Karangan Bunga dari Jokowi hingga Ganjar Pranowo Mulai Penuhi Rumah Duka Cornelis Lay

  2. Tengku Zul ke Sri Mulyani: Mau Nanya Jeng, Ekonomi Indonesia Meroket atau Resesi?

  3. Minta Anies Pasang Wifi Gratis untuk Anak Sekolah, Zita Anjani: Jangan Persulit yang Miskin

  4. Warga Jakarta Jangan Keluar Rumah Kalau Tidak Ada Keperluan

  5. Viral Susi Pudjiastuti Diberitakan Media Jepang, Warganet: Aset Negara

  6. Jan Samuel Maringka Dicopot dari JAM Intelijen, Ada Kaitan dengan Djoko Tjandra dan Jaksa Pinangki?

  7. RR Kepret Menko PMK yang Sebut Naiknya Kemiskinan dari Besanan Keluarga Miskin

  8. 5 Editan Foto Kala Ronaldo-Messi Satu Tim, Netizen Dukung di Klub Beckham

  9. Muncul Ajakan Tarik Dana Besar-besaran, Ekonom: Kondisi Perbankan RI Sehat dan Stabil!

  10. Termasuk Basah-basahan, 3 Cara Mudah Ini Bisa Merangsang Wanita Lebih Cepat

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
Dr. Arli Aditya Parikesit  

Diskursus antara WHO dan Sains 'Vis a Vis Post-truth' Era Pandemi COVID-19

Image
DR TANTAN HERMANSAH

“Nyate” dan Perubahan Mikro Sosial

Image
Lasmardi Iswondo

Menjaga Kemabruran Haji

Image
Lasmardi Iswondo

Meraih Keutamaan Hari Tasyrik

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Memulihkan Perekonomian Desa dengan Digitalisasi dan Menggerakkan Anak Muda

Image
Video

VIDEO Akurat Talk Bersama Abdul Hakim Bafagih (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Akurat Talk Bersama Abdul Hakim Bafagih (1/2)

Sosok

Image
Hiburan

5 Potret Memesona Dian Syahfitri, Guru SMK di Deli Serdang yang Jadi Idola Para Murid

Image
Hiburan

Sisi Sederhana Ulama NU Gus Baha Kembali Terungkap, Ternyata Tak Punya WA

Image
News

Kisah Horor Kaesang di Istana, Awalnya Bikin Penasaran Endingnya Bikin Kesal Warganet