image
Login / Sign Up

Ungkap Kasus TPPO, Bareskrim Tangkap Tujuh Tersangka

Yudi Permana

Image

Polisi menghadirkan tersangka saat rilis kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) ke Timur Tengah dengan modus pengiriman Tenaga Kerja Wanita (TKW) secara ilegal di Gedung Bareskrim Polri di Jakarta, Selasa (16/7/2019). Dari hasil pengungkapan empat kasus tersebut polisi mengamankan tujuh orang yang berperan sebagai sponsor, agen dan perekrut para TKW ilegal. Para tersangka dijerat Pasal 81 Undang-undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan denda maksimal Rp15 miliar. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Direktorat Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Mabes Polri berhasil mengungkap kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan menangkap tujuh anggota sindikat sebagai pelaku yang melakukan perdagangan orang.  

Ketujuh tersangka TPPO itu berinisial M, FF, EM, AS, WS, SS dan AN. Kemudian ada beberapa korban yang berhasil dikelabui dengan dijanjikan iming-iming gaji besar.         

Direktur Tipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Nico Afinta mengatakan sejumlah tersangka telah mengirimkan sejumlah korban ke luar negeri di Timur Tengah untuk diperkerjakan secara ilegal.         

baca juga:

"Kami tangani ada empat korban. Dan berhasil menangkap tujuh tersangka. Kemudian empat TKP ini terdiri dari Arab Saudi, Kairo Mesir, Turki, dan yang keempat ada di Jakarta," kata  Brigjen Pol Nico di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa, (16/7/2019).                 

Ia menjelaskan bahwa korban pertama berinisial TB pada awalnya  direkrut oleh tersangka M dan FF untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di Arab Saudi. TB dimintai uang sebesar Rp 6 juta dengan dijanjikan gaji sebesar 1.200 real setiap bulannya.        

"Korban dikirim ke Arab Saudi untuk menjadi PRT secara non prosedural. Yang bersangkutan dianiaya oleh majikan sehingga mengalami luka berat di sekujur badan luka dan terancam lumpuh," ujar Nico. 

Kemudian untuk tersangka M telah melakukan perdagangan orang sejak 2011 dan sudah memberangkatkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebanyak kurang lebih 500 orang dengan tujuan Asia Pasifik dan Timur Tengah.            

Sementara pelaku FF melakukan aksi kejahatan dari 2016 dan memberangkatkan kurang lebih 100 orang PMI. Sejumlah pelaku mampu meraup keuntungan dari hasil perdagangan orang hingga mencapai Rp60 juta per bulan.                   

Sementara korban meninggal dunia berinisial NP, direkrut dan dikirim ke Mesir oleh tersangka EM dan AS. Korban disiksa dan memutuskan loncat dari jendela rumah majikan.      

"EM perannya sebagai sponsor dari 2016 dan memberangkatan 200 orang dengan keuntungan Rp 5 juta per orang. Dan AS adalah agen di Jakarta, yang bertugas mengurus administrasi keberangkatan dari 2016 serta memperoleh keuntungan Rp12 juta setiap orang yang diberangkatkan," tegas Nico.   

Korban ketiga, lanjut dia, berinisial WW yang dijanjikan bekerja sebagai babysitter (pengasuh anak majikan) dengan gaji Rp 8 juta perbulan di Singapura. Namun tersangka WS dan SS malah mempekerjakan korban sebagai terapis SPA di negara lain.     

"Korban mengalami pelecehan seksual sebanyak dua kali oleh tersangka WS. Tersangka ini telah merekrut sebanyak 14 orang sebagai terapis sejak Januari 2019 dengan keuntungan Rp 2,5 juta per bulan," tuturnya.        

Korban keempat anak dibawah umur berinisial RA yang direkrut oleh tersangka AN. Tersangka sebelumnya pernah terjerat kasus TPPO pada 2014 dan kembali melancarkan aksinya pada 2017. Tersangka AN, lanjut Nico, telah memberangkatkan hampir 100 orang dengan keuntungan Rp 8 juta per orang.     

"Korban berusia 15 tahun ini dijanjikan bekerja di Dubai, tapi kenyataannya dikirim ke Turki. Korban bekerja tanpa istirahat dan tak digaji," tegasnya.   

Ketujuh tersangka itu disangka melanggar pasal 2, pasal 4, pasal 6 dan pasal 7 ayat (2) Undang-Undang RI nomor 21 Tahun 2007 tentang PTPPO dan atau pasal 81 dan pasal 86 UU RI Nomor 18 Tahun 2017 tentang PPMI. Dengan ancaman hukuman penjara paling lama 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 15 miliar. []

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

Bareskrim Polri Tangkap Pelaku Pembuat dan Pengedar Uang Palsu

Image

News

Bareskrim Siap Hadapi Praperadilan Kasus Ancaman dengan Tersangka Hary Tanoesoedibjo

Image

News

Bareskrim Tangkap Dalang Penipuan Online Jaringan Internasional

Image

News

Polisi Bakal Usut Penyebar Video UAS Soal Salib dan Jin Kafir

Image

News

GMKI Laporkan Ustad Abdul Somad ke Mabes Polri Terkait Penistaan Agama

Image

News

Komnas Perempuan: Edukasi Masyarakat Terkait TPPO Penting Dilakukan

Image

News

74 Tahun Indonesia Merdeka, Perdagangan Orang Masih Menjadi Masalah

Image

News

Jaringan Nasional Anti TPPO Minta Pelaku Ganti Rugi Atas Biaya Pemulihan Korban

Image

News

FOTO Pengungkapan Penipuan Online

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Mobil Taksi Express Terbakar di Lampu Merah Cawang UKI

Peristiwa itu terjadi sekita pukul 21.32 WIB. Mobil yang terbakar, taksi berwarna putih dengan pelat nomor B-1990-BTE.

Image
News

Polisi Tangkap Pelaku Pembakahan Lahan di Balangan Kalsel

"Saat dilakukan pemadam, api susah dipadamkan. Bahkan menjalar ke lahan kebun milik orang lain."

Image
News

Bagaimana Kemlu Menjelaskan Pada Negara Tentangga Soal Video Jokowi dan Jan Ethes?

Dalam video tersebut, Jokowi dan Ethes tampak begitu akrab.

Image
News

Kebakaran di Pesing, 17 Unit Damkar Dikerahkan

Laporan kami terima dari Ibu Esti, kebakaran terjadi di pemukiman yang padat penduduk.

Image
News

Kebakaran Pesing, Perjalanan KRL Duri-Tangerang Terganggu

Untuk memastikan keselamatan, untuk sementara Listrik Aliran Atas (LAA) di jalur Pesing - Taman Kota dipadamkan.

Image
News

Tiga Alasan Jokowi Tak Layak Dapatkan Anugerah Putera Reformasi

Presiden dalam satu bulan terakhir betul-betul menggambarkan semanagat yang berlawanan dengan reformasi

Image
News

Pengamat: Presiden Miliki Banyak Opsi Perbaiki Kekacauan Legislasi

Presiden punya banyak pilihan untuk memperbaiki kekacauan legislasi.

Image
News

Ketua KPU Harap Keterlambatan NPHD Tak Ganggu Pilkada

Tahapan pemilu kepala daerahnya tidak boleh terganggu atau terhalangi kalau tanggal 1 Oktober itu belum bisa ditandatangani.

Image
News

Politikus Demokrat Menilai Tak Ada yang Salah Jika Jokowi Mendapat Gelar Putra Reformasi

Sebelumnya, beredar sebuah surat berkop Universitas Trisakti dengan nomor 339/AK.15/USAKTI/R/IX/2019.

Image
News

Formappi Ragukan Kualitas Undang-undang yang Dihasilkan DPR

Itu yang terjadi hari ini, kita menyaksikan proses politik yang ada di DPR terpisah dari masyarakat.

trending topics

terpopuler

  1. Diisukan Jadi Menpora, Erick Thohir: Saya Kira Masih Banyak Figur Lain, Kalau Saya Cocoknya di Swasta

  2. Penelitian Terbaru: Anak yang Dijaga Orangtua Tak Bekerja Rentan Alami Kekacauan

  3. Dapat Duit Tanpa Harus Bekerja Ternyata Bisa! Coba Hal Ini

  4. Ramai Xena Xenita Disebut Perusak Rumah Tangga Orang, 5 Artis ini Juga Pernah Dicap jadi Pelakor

  5. Hadapi China, Garuda Muda Jajal GBK

  6. Iran 'Tertawakan' Sanksi Baru AS: Tanda Keputusasaan Trump

  7. Luis Milla: Selamat Bertanding Bima, Semoga Sukses untuk Timnas Kita

  8. Ibu yang Bekerja akan Lebih Bahagia, Tak Boleh Punya Banyak Anak

  9. Soal RKUHP, Ma'ruf Amin: Tanya Pemerintahlah, Saya Kan Belum Dilantik

  10. Billy Joe Saunders untuk Pertama Kalinya Pertahankan Gelar di AS

fokus

Abortus
BJ Habibie Tutup Usia
Lindungi Perempuan

kolom

Image
Alfarisi Thalib

Era Airlangga, Golkar Cenderung Feodal dan Oligarkis

Image
Ujang Komarudin

Gigitan Terakhir KPK

Image
Damai Mendrofa

Menangani Penyu, Sampai Tak Ada yang Ganggu

Image
Achmad Fachrudin

Dinamika Politik Jakarta Paska Pemindahan Ibukota

Wawancara

Image
Hiburan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jadikan JILF Sebagai Pemantik Imajinasi

Image
Ekonomi

Eksklusif Mochamad Soebakir: Sebagai 'Jembatan' Konsultan Pajak Fungsinya Vital

Image
Olahraga

Bianca Andreescu

"Memenangi AS Terbuka Sebenarnya Terasa Aneh"

Sosok

Image
News

8 Potret Hangat Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri bersama Keluarga, Ayah Idaman!

Image
News

Jadi Plt Menpora Gantikan Imam Nahrawi, Ini 5 Fakta Sepak Terjang Karier Hanif Dhakiri

Image
News

Siap Uji Materi UU KPK yang Baru, Ini 5 Fakta Sepak Terjang Karier Ketua MK Anwar Usman