image
Login / Sign Up

Musim Kemarau Berkepanjangan, 674.017 Jiwa Warga NTB Kesulitan Air Bersih

Herry Supriyatna

Image

Sejumlah warga mencuci pakaian di aliran Sungai Cileungsi, Citeureup, Bogor, Jawa Barat, Selasa (2/7/2019). Musim kemarau membuat sebagian warga di kawasan tersebut terpaksa mencuci dan mandi di air sungai karena sumur di rumah mereka kering. | ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

AKURAT.CO, Sebanyak 185,708 kepala keluarga atau 674,017 jiwa warga di Nusa Tenggara Barat kesulitan memperoleh Air Bersih akibat musim kemarau 2019 yang melanda hampir semua wilayah di provinsi itu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB Ahsanul Khalik mengatakan kekeringan yang melanda NTB ini tersebar di sembilan kabupaten/kota. Mulai kabupaten Bima, Dompu, Sumbawa, Sumbawa Barat, Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Utara dan Kota Bima.

"Pendistribusian Air Bersih di daerah-daerah yang dilanda kekeringan terus kita lakukan bersama pemerintah kabupaten/kota dibantu Dinas Sosial Provinsi NTB," ujarnya di Mataram, Kamis (11/7/2019).

baca juga:

Berdasarkan data yang dihimpun BPBD NTB, kata Ahsanul Khalik, jumlah desa yang terdampak kekeringan terus bertambah, dari 298 desa menjadi 302 desa yang tersebar di 69 kecamatan. Wilayah terparah berada di Kabupaten Lombok Tengah dengan 83 desa, tersebar di sembilan kecamatan dengan 69,380 kepala keluarga (KK) atau 283,967 jiwa yang terkena dampak.

Selanjutnya, Kabupaten Sumbawa dengan 42 desa di 17 kecamatan dengan KK terdampak 20,189 atau 80,765 jiwa. Kabupaten Lombok Timur 37 desa di tujuh kecamatan dengan KK terdampak 42,546 atau 128,848 jiwa. Kabupaten Bima 36 desa di 10 kecamatan dengan terdampak 4,190 KK atau 20,819 jiwa.

Kemudian, Kabupaten Dompu 33 desa di delapan kecamatan, dengan warga terdampak 15,094 KK atau 48,717 jiwa. Kabupaten Lombok Barat 25 desa di enam kecamatan 16,246 KK atau 64,985 jiwa. Sementara, Lombok Utara 20 desa di lima kecamatan dengan KK terdampak 9,388 atau 28,136 jiwa.

"Sementara Kabupate Sumbawa Barat serta Kota Bima sama-sama 13 desa/kelurahan," terangnya.

Menurutnya, terkait kondisi itu pihaknya akan segera melakukan rapat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota yang wilayahnya terdampak kekeringan. Termasuk, pihaknya juga akan mengundang BMKG untuk memberikan penjelasan dan gambaran kekeringan di NTB itu akan sampai kapan dan puncak dari kemarau tersebut.

"Nanti dalam rapat itu kita akan buat rancangan, apakah kabupaten/kota akan mengeluarkan surat keputusan tanggap darurat kekeringan atau tidak, kalau sudah baru pemerintah provinsi yang mengeluarkan," jelasnya.

"Kalau ada kabupaten/kota tanggap darurat, maka provinsi juga akan mengeluarkan sehingga dana dari provinsi bisa dikeluarkan. Karena tahun lalu sampai Rp3,5 miliar untuk anggaran kekeringan itu. Tapi dengan cakupan luas wilayah yang ada kemungkinan bisa ditambah," katanya.

Mantan Kepala Dinas Sosial NTB ini, menyatakan jika melihat luas wilayah dan dampak akibat kekeringan tersebut, maka wilayah yang terkena kekeringan akan semakin meningkat, baik di Pulau Sumbawa maupun Pulau Lombok.

"Kalau melihat hari tanpa hujannya lama, kemungkinan jumlah wilayah yang dilanda kekeringan juga akan semakin bertambah," ucap Ahsanul Khalik.

Lebih lanjut, ia mengatakan selain mendistribusikan air kepada wilayah yang dilanda kekeringan, kedepan untuk langkah jangka panjang pihaknya akan melakukan penanaman pohon, pembangunan sumur bor dan membangun waduk-waduk sebagai tempat menyimpan air.

"Ini untuk jangka panjang, sehingga kita tidak kesulitan air lagi," katanya.[]

Editor: Ridwansyah Rakhman

berita terkait

Image

Ekonomi

DPR RI

Misbakhun: Pemerintah Jangan Sampai Hidupkan 'Zombie' Setelah Krisis

Image

Ekonomi

Beda dengan Cinta, Resesi Tak Datang Tiba-tiba Lho!

Image

News

Pergi Mencari Rumput Laut, Tak Pulang hingga Malam, Pangeran Ditemukan Tak Bernyawa

Image

Ekonomi

Hai Milenial! Kenali Resesi Ekonomi dan Ketahui 4 Cara Menghadapinya Yuk!

Image

News

Sari Yuliati Desak Penegak Hukum Seret Semua Pihak yang Lindungi Pelarian Djoko Tjandra

Image

Ekonomi

Tengku Zul ke Sri Mulyani: Mau Nanya Jeng, Ekonomi Indonesia Meroket atau Resesi?

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Mengenal Resesi Ekonomi yang Menghantui Seluruh Dunia dan Sudah Menelan Korban

Image

Ekonomi

Tengkuzul Menggebu-gebu Tanya Kapan Indonesia Umumkan Krisis, Staf Menkeu: Sabar Sikit Ustadz!

Image

Ekonomi

INFOGRAFIS Tips Antisipasi Hadapi Resesi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Update 7 Agustus: Kasus Konfirmasi COVID-19 121.226

Jumlah ini bertambah 2.437 kasus dari hari sebelumnya

Image
News

Nyari Modal Pacaran, Pasangan Kekasih ini Lakukan Penjambretan, Tapi Gagal

Image
News

Reni Marlinawati Meninggal Dunia, Awiek: PPP Kehilangan Kader Terbaik yang Potensial

Menurutnya, Reni merupakan sosok yang baik, mudah bergaul dan memiliki jaringan yang luas.

Image
News
Ledakan Lebanon

Lebanon Dilanda Demonstrasi, Kelalaian Pemerintah Bikin Rakyat Makin Menderita

Dua pejabat mengundurkan diri usai terjadi ledakan

Image
News

Nama 'Ibas' Jadi Trending Topic di Twitter Hari Ini, Ada Apa Nih?

Ada yang menilai pernyataan Ibas tidak tepat sebab kondisi saat ini Indonesia sedang dilanda Covid-19.

Image
News

Innalillahi, Waketum PPP Reni Marlinawati Meninggal Dunia

Image
News

Pelaku Fetish Kain Jarik 'Gilang Bungkus' Akhirnya Ditangkap Polisi

Pelaku ditangkap tanpa perlawanan

Image
News

Bela Ibas, Hinca Bilang Begini ke PDIP

"Penguasa yang tidak tenang biasanya sedang tertekan. Akhirnya hanya bisa menyerang."

Image
News

Perokok Ganda Tembakau Sekaligus Elektrik Cenderung Punya Beban Kesehatan Berlipat

Sekiranya ada lebih dari 95 persen pengguna rokok elektronik merupakan pengguna ganda rokok tembakau sekaligus rokok elektronik.

Image
News

Misteri Kematian Mahasiswi Universitas Mataram Mulai Terkuak

Ada indikasi pidana sebelum ditemukan gantung diri.

terpopuler

  1. Upaya Denny Indrayana Menjadi Gubernur Kalsel Terganjal Kasus Payment Gateway

  2. 7 Potret Transformasi Lesti Kejora yang Bikin Terpesona, Imut dari Kecil!

  3. Pemerintah Harus Selamatkan Kelas Menengah dengan Gratiskan Seluruh Tarif Listrik dan Cicilan

  4. Viral Ibu Muda jadi Kurir Antar Makanan Sambil Momong 2 Anak Balitanya, Begini Kisahnya

  5. Faiq dan Astrid Dua Kali Berbuat 'Begituan' di Apartemen Margonda Residence V

  6. Tak Ingin Seperti Beirut, Rakyat Australia Desak Pemindahan Pabrik Amonium Nitrat

  7. Exco PSSI Anggap Gatot S Dewabroto Terlalu Banyak Ngomong

  8. Korban Tenggelam dan Hilang di Pantai Goa Cemara, Diduga Terseret ke Palung

  9. Dortmund Pastikan Sancho Tidak akan Pergi dari Signal Iduna Park

  10. Chatib Basri Sindir Belanja Pemerintah Malah Pro Cyclical, Tak Menolong Ekonomi

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Islam Yang Mewarna-Warni

Image
Dr. Arli Aditya Parikesit  

Diskursus antara WHO dan Sains 'Vis a Vis Post-truth' Era Pandemi COVID-19

Image
DR TANTAN HERMANSAH

“Nyate” dan Perubahan Mikro Sosial

Image
Lasmardi Iswondo

Menjaga Kemabruran Haji

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Memulihkan Perekonomian Desa dengan Digitalisasi dan Menggerakkan Anak Muda

Image
Video

VIDEO Akurat Talk Bersama Abdul Hakim Bafagih (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Akurat Talk Bersama Abdul Hakim Bafagih (1/2)

Sosok

Image
Ekonomi

Foto Lawas Cita-cita Masa SD Desainer Asal Medan ini Viral, Bikin Bangga!

Image
Hiburan

5 Potret Memesona Dian Syahfitri, Guru SMK di Deli Serdang yang Jadi Idola Para Murid

Image
Hiburan

Sisi Sederhana Ulama NU Gus Baha Kembali Terungkap, Ternyata Tak Punya WA