image
Login / Sign Up

Yusril Nilai Tidak Mungkin MA Sidangkan Kasasi Prabowo-Sandi dan Pasti Ditolak

Yudi Permana

Image

Ketua Tim Hukum pasangan Calon Presiden dan wakil presiden Joko Widodo - Ma’ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra bersama Wakil Ketua TKN Arsul Sani, Advokasi Juri Ardianto dan Direktur Hukum dan Advokasi TKN Ade Irfan Pulungan saat mendatangi Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Senin (27/5/2019). Kedatangannya tim kuasa hukum pasangan nomor urut 01 ini untuk berkonsultasi terkait persiapan sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) atas gugatan yang diajukan Badan Pemenangan (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Kuasa hukum Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra menyebutMahkamah Agung (MA) tidak mungkin menyidangkan kasus yang dikasasi oleh pengacara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada 3 Juli 2019 lalu terkait pemilu 2019. 

"Tidak mungkin MA akan menyidangkan kembali kasus ini dan pasti ditolak karena beberapa alasan," kata Yusril di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Alasan pertama, dikatakannya, MA akan menolak permohonan kasasi dan tidak akan menyidangkannya, karena dalam persoalan yang diadukan adalah mengenai keharusan pemilu diulang, diskualifikasi Jokowi-Ma'ruf sebab terjadi pelanggaran dan terjadi kecurangan. Jadi tidak bisa langsung kasasi tanpa ada perkara di tingkat pengadilan pertama.


Gugatan itu, menurut Yusril, teregistrasi pada 3 Juli 2019 lalu yang artinya diajukan sepekan sesudah putusan MK yang menolak permohonan Prabowo-Sandi seluruhnya karena tidak berhasil membuktikan.


Kasasi itu juga, Pakar Hukum Tata Negara ini menilai sama dengan perkara yang diajukan BPN, yang sebelumnya ditolak di Bawaslu soal pelanggaran administrasi tersruktur, sistematis, dan masif.


"Perkara sebelum pengadilan MK itu, tidak disidangkan oleh Bawaslu karena mereka tidak melampirkan bukti yang jadi persyaratan hingga akhirnya mengajukan kasasi, tapi MA menolak. Bahkan dikuatkan dengan alasan baru karena pemohon salah orang, seharusnya pak Prabowo-Sandi. Tapi muncul lagi tiba-tiba pemohonnya diganti bukan lagi pak Djoko Santoso dan langsung kasasi," jelas Yusril.


"Saya agak heran mestinya kalau perkara itu diulang diganti pemohonnya pak Prabowo-Sandi kan mulai dari Bawaslu lagi, kalau gak diterima, kasasi lagi. Tapi kok langsung kasasi bukannya dari tingkat pertama," ucapnya.

Adapun alasan kedua, lanjut Yusril, adalah berkenaan dengan pelanggaran pemilu secara tersruktur, sistematis, dan masif (TSM) yang sesungguhnya sudah diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa waktu lalu.


"Dan MK itu putusanya final dan mengikat. Jadi menurut saya masalah sebenarnya sudah selesai," sambungnya.


Yusril menambahkan dirinya mengaku heran atas pengajuan kasasi tersebut ke MA, karena sebelumnya dirinya mendengar calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sudah menerima keputusan MK dan tidak akan melakukan upaya hukum lagi.

"Tapi kok tiba-tiba sekarang ada perkara baru didaftarkan 3 juli 2019. Tapi saya dengar juga bantahan dari pihak BPN pak Sufmi Dasco Ahmad yang mengatakan Gerindra gak tahu, pak Prabowo-Sandi juga gak berikan kuasa. Tapi rasanya tidak mungkin advokat mendaftarkan perkara kalau tidak ada surat kuasanya. Jadi kita lihat aja kasus ini ya bagaimana," tutur Yusril.


Sebelumnya, Pengacara pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno kembali mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) dan telah diregister dengan Perkara Nomor 2P/PAP/2019 tanggal 3 Juli 2019.

Kasasi terkait dugaan pelanggaran administrasi terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) Pilpres 2019. Pengajuan ini merupakan yang kedua kalinya setelah kasasi yang pertama oleh BPN ditolak oleh MA sehari sebelum putusan sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).
[]

baca juga:

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

Hiburan

Gading Marten Larang Gisel Bawa Wijin ke Rumah, Takut Tergantikan?

Image

Iptek

eSports

Ini Dia, Hasil Main Event Ti9 Hari Ketiga

Image

Ekonomi

Kementan Sebut Ekspor Getah Karet Indonesia Meningkat Tajam

Image

Ekonomi

Eksklusif Destry Damayanti: Kita Harus Optimalkan Perekonomian Domestik

Image

News

Kasus Korupsi Dana Hibah Diserahkan ke Kajaksaan, Polisi: Tersangka Tetap Dua Orang

Image

News

Hampir 10 Jam di Balai Kota Yogyakarta, KPK Pergi Bawa Tiga Koper dan Satu Kardus

Image

Hiburan

Selain Spider-Man, 4 Superhero Marvel Ini Pernah Keluar dari MCU

Image

Gaya Hidup

Raja Ampat Sepi Gegara Sorong Ricuh

Image

Olahraga

Four Nations Tournament 2019

Lawan Negara Timur Tengah, Momen Timnas U-16 Matangkan Permainan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Ekonomi Jawa Tengah, Westri Kekalih: Pengesahan Perda Lama Ya, Sementara Investasi Diburu Waktu

"Jika itu berhasil, maka pertumbuhan ekonomi 7 persen di Jawa tengah dapat terwujud di tahun 2023," kata dia.

Image
News

Dianggap Cari Sensasi, Dedek: Logika Anda dan PSI Beda, Mungkin karena Anda Seorang Eks Napi, Kami Bukan

Melalui akun Twitter resmi, @psi_id, PSI menegaskan gaji dan pin emas tentu saja berbeda.

Image
News

PSI Tolak Pin Emas DPRD DKI, Grace: Apa Harus Emas? Apa Kalau Diganti Bahan Lain Berkurang Wibawa dan Otoritasnya?

Kader PSI di DPRD DKI Jakarta menolak menggunakan pin emas anggota dewan dan mengembalikan pin tersebut.

Image
News

Kabar Duka, Anggota Manggala Agni Meninggal Tertimpa Pohon Besar Saat Tugas Padamkan Kebakaran Hutan

Ketika itu, Asmara dan Kuntoro ikut dengan menggunakan sepeda motor.

Image
News

Dianggap Genit, Tsamara: Saya Tak Bisa Bayangkan Bagaimana Beliau Bisa Awasi Kebijakan Eksekutif

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo pun tidak menyoal pengadaan pin emas.

Image
News

Kejati DIY Sebut Anggota TP4D Selain Eka Tak Terlibat Manipulasi Lelang

"Jadi itu tindakan pribadi, sekali lagi kalau secara instrumen, TP4D yang dilakukan Kejari Yogya sudah normatif."

Image
News

Akademisi: Ideologi Pancasila Harus Dipertahankan Cegah Radikalisme

"Konsep khilafah yang digaungkan sekelompok orang, seperti HTI, bukan hanya bahaya laten bagi Indonesia,"

Image
News

Pemkot Yogyakarta Klaim Lelang Proyek SAH Jalan Soepomo Sesuai Aturan Main

"Nah, yang menang itu sudah memenuhi syarat-syarat tadi," kata dia.

Image
News

Pencari Suaka yang Mengungsi di Medan: Kami di Sini Banyak Masalah, Kenapa Orang Tidak Peduli

Mereka berharap pemerintah Indonesia mendesak UNHCR segera mencarikan negara beru.

Image
News

Kasus Korupsi Dana Hibah Diserahkan ke Kajaksaan, Polisi: Tersangka Tetap Dua Orang

"Jadi kasus dana hibah KPU sudah selesai, sekarang sudah berada di pihak kejaksaan."

Banner Kemendagri

trending topics

banner jamkrindo

terpopuler

  1. Lagi di Singapura, Uya Kuya Sedih Blackpink Meninggal Dunia

  2. Video Vulgar Tersebar, Duo Semangka Jelaskan Kronologinya

  3. Lukas Enembe Kritik Jokowi, Faizal: Kepala Daerah Tidak Etis 'Menghujat' Presiden

  4. 2 Jam Besuk Galih Ginanjar, Barbie Kumalasari Cuma Bahas Soal Lagu

  5. Terlibat Korupsi, Penangkapan Mantan Menteri Keuangan India Berlangsung Dramatis

  6. Alasan Simon McMenemy Panggil Bomber Timnas U-19

  7. Jadi Ibu Baru, 10 Potret Memesona Aura Kasih Dua Bulan setelah Melahirkan

  8. Tyson Fury Akui Pukulan Wilder Mematikan

  9. Tunda Bulan Madu, Roger Danuarta-Cut Meyriska Pilih Hadiri Pengajian Gus Anom

  10. Soal Cuitan 'Pabrik Susu', Aura Kasih Belum Tentukan Sikap Ke Jalur Hukum

fokus

Hari Fotografi Sedunia
Nikah Cepat
HUT Ke-74 RI

kolom

Image
Andre Purwanto

Budget Rp30 Juta, Honda PCX atau Yamaha Nmax?

Image
Ujang Komarudin

Dirgahayu RI ke 74 dari Oligarkis ke Demokratis

Image
Ahmad Irawan

Joko Widodo dan Keutamaan Partai Politik

Image
Dr. H. M. Syarif, MA

Kesan Haji Tamu Raja 2019

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Destry Damayanti: Kita Harus Optimalkan Perekonomian Domestik

Image
Video

VIDEO Jurus Optimalkan Perekonomian Domestik ala Destry Damayanti

Image
Ekonomi

Eksklusif Destry Damayanti, DGS BI yang Mencintai Moneter dan Fotografi

Sosok

Image
News

5 Fakta Frans Kaisiepo, Aktivis Kemerdekaan RI Sejak Muda Asal Papua

Image
News

Terpilih Kembali Jadi Ketum PKB, Ini 6 Fakta Perjalanan Karier Cak Imin

Image
News

5 Ustaz Ini Pernah Bikin Heboh Tanah Air karena Kontroversinya