image
Login / Sign Up
Image

Mawardin

Analis Politik di Charta Politika.

Hoax Pasca Pemilu 2019

Image

Ilustrasi - Pemilu | AKURAT.CO/Candra Nawa

AKURAT.CO, Setelah pesta demokrasi 2019 usai, kalangan netizen politik tampak mulai memanaskan mesin-mesin percakapan menyambut Pilkada 2020. Sejak era internet berkembang, memang partisipasi politik warga menemukan saluran diskursus, seperti dikatakan Jurgen Habermas sebagai ruang publik (public sphere). Setiap pengguna medsos bisa bertukar pemikiran, pendapat, dan perasaan dalam rimba terbuka.

Ibarat pisau bermata dua, media sosial (medsos) memang bisa dimanfaatkan untuk mengakses informasi yang dibutuhkan, tapi pengguna medsos bisa juga sebagai korban tsunami informasi. Dalam kondisi masyarakat yang defisit literasi sangat rawan dieksploitasi oleh para elite predator melalui hoax, fake news dan black campaign, sehingga terjadi disharmoni.

Hoax artinya tipuan, berita bohong/palsu. Sebuah pemberitaan palsu untuk menipu pembaca, memiringkan opini dan membentuk persepsi. Kita harus memahami secara utuh informasi yang diterima dari internet. Apakah informasi itu benar atau tidak, dari mana asal informasi, siapa yang menyebar informasi, dan apa tujuan informasi tersebut.

Pemilu 2019 yang penuh hiruk-pikuk adalah contoh betapa hoax melekat dalam pertarungan politik. Banyak pengguna medsos terpapar hoax. Surplus syahwat politik lalu berkelindan dengan penyalahgunaan medsos sehingga lakon politik purba menyeruak ke permukaan. Kita harus bijak dalam menyikapi setiap berita yang beredar di tengah-tengah masyarakat.

baca juga:

Pengguna medsos mendapatkan berita bohong lalu memercayainya sebagai kebenaran sangat merepotkan. Kita perlu menyadari bahwa hoax dibikin untuk menciptakan kesadaran palsu dan menjatuhkan orang lain. Stabilitas sosial-politik bisa terganggu oleh hoax dari lisan ke lisan, terutama yang bertebaran di dunia maya. Oleh sebab itu, penyikapan dan pembicaraan serta pernyataan seyogyanya berdasarkan data dan fakta yang sahih.
Penyebaran hoax sarat dengan kepentingan bisnis dan politik.

Gejala membanjirnya hoax yang begitu berisik dikomersialisasi dan dikapitalisasi oleh produsen/penyebar hoax untuk memperoleh keuntungan materil. Pedagang hoax memantik pemburu klik (click) ke situs pabrik hoax mereka yang terhubung ke Google adSense. Semakin banyak orang mengklik like dan menyebarkan (share), maka semakin banyak uang yang dipanen pembuat hoax melalui mekanisme kerja website monetization.

Di sisi lain, banyak portal berita terus berkecambah, tapi kredibilitasnya diragukan dari sisi profesionalisme dan etika jurnalistik. Hanya mengandalkan judul bombastis, berita mengada-ngada dan konten yang sembarangan. Masyarakat yang malas memverifikasi informasi ikut menyebarkan di jejaring media sosial. Media abal-abal itu mengandalkan kunjungan klik untuk kepentingan komersil, tanpa mempertimbangkan kualitas konten untuk edukasi publik.

Kepentingan politik produsen dan distributor hoax adalah membangun citra gelap bagi lawan politiknya. Modus operandi hoax dilakukan dengan cara mengarang berita bohong dan melempar fitnah terhadap orang, organisasi politik dan produk (gagasan, program, platform politik dan lain-lain). Efeknya bisa menimbulkan was-was, gesekan antar elite, konflik antar pendukung kandidat di rimba raya medsos dan kekerasan di lapangan.

Hoax termasuk pelanggaran hukum berkategori kejahatan dunia maya (cyber crime) yang memanfaatkan IT (information technology) untuk menyebarkan kebencian. Penyebaran hoax dapat dikenai sanksi hukum bagi pelakunya. Kesadaran hukum akan bahaya hoax ini penting bahwa penebar hoax akan berhadapan dengan sanksi hukum yang tidak main-main.

Tindakan tegas aparatur pemerintah terhadap pelaku penyebaran hoax sudah tepat agar tidak menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat. Di daerah-daerah diperlukan inisiatif akar rumput secara masif untuk mewaspadai dan mencegah hoax. Para intelektual progresif dan pemimpin umat mesti mengadakan pendidikan khusus bahaya hoax, efek negatif dan cara mengatasinya.

Dalam konteks itu, perlu diadakan basic training tentang berpikir kritis (critical thinking) di lingkungan masyarakat. Sehingga masyarakat punya metode mengolah informasi, dan memfilter berita benar atau bohong. Masyarakat perlu mencari sumber berita dan menggali informasi pembanding, serta melakukan cross check terhadap suatu berita.

Penyebaran berita hoax biasanya berupa surat berantai yang mengandung kalimat ajakan untuk memviralkan informasi itu, hingga memperkeruh suasana. Ciri-ciri informasi hoax biasanya tidak mencantumkan tanggal pembuatan, penulisnya hantu gentayangan dan tidak mencantumkan sumber informasi yang akurat dan valid. Terkadang nama seorang figur publik dicatut untuk menyesatkan orang yang bersumbu pendek.

Misi tersembunyi dari produsen dan distributor hoax adalah bagaimana informasi hoax itu beredar luas, otak dicuci dan kemudian menggelinding di berbagai kanal medsos. Ketika informasi hoax tersebar, maka dengan mudah memancing kontroversi, emosi diaduk-aduk lalu mengundang polemik secara meluas. Akhirnya terjadi keributan dan kecurigaan di antara masyarakat.

Informasi yang beredar perlu dianalisis dan diidentifikasi sebagai strategi preventif untuk menahan laju peredaran informasi hoax. Tidak mudah terprovokasi berita tertentu dan tidak gampang terbuai. Seringkali ponsel kita memperoleh semacam broadcast berupa pesan berantai yang mengajak penggunanya memviralkan informasi itu. Tak sedikit berisi provokasi berbau SARA yang bisa merusak ikatan kebangsaan dan romantisme kewarga-negaraan.

Penting bagi kita untuk melakukan tabayyun terhadap sumber informasi. Penulis-penulis provokatif berakun anonim di jaringan sosmed biasanya mengarang judul yang bombastis. Sialnya, orang di medsos hanya membaca judul berita yang disangka sebagai kebenaran. Tak jarang, antara judul berita dengan isinya tak berhubungan, maka berita hoax akan gampang tersebar.

Masyarakat perlu meneliti fakta dari sebuah berita, dan memastikan media mana yang membuat dan menyebarkannya. Jangan langsung percaya informasi yang ada. Siapa tahu itu disinformasi. Para pengguna medsos perlu memverifikasi kebenaran setiap berita yang diperoleh, dan hati-hati menerima segala informasi dalam akun sosial media kita (facebook, twitter, instagram dan sebagainya).

Informasi-informasi hoax sangat mudah tersebar karena memanfaatkan jaringan sosmed yang tanpa tuan, rimba terbuka. Saat ini, sudah digalang kekuatan untuk melaporkan produsen dan distributor hoax bekerjasama dengan satuan cyber crime aparat kepolisian dengan melibatkan komponen masyarakat. Deteksi dini untuk mencegah penyebaran berita hoax bisa dilakukan melalui laporan secara online di Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Kita harus mengetahui begitu gampangnya informasi hoax diproduksi dan direproduksi. Website informasi/portal berita begitu mudah dibuat dengan bermodalkan kecepatan jari-jemari tanpa mempertimbangkan profesionalisme, integritas dan karakter konten yang berbobot. Kita perlu mengajak media arus utama untuk meningkatkan kesadaran literasi media digital.

Dalam rangkaian proses politik pilkada 2020 nanti, kampanye memerlukan etika komunikasi politik sebagai arena untuk menyampaikan visi-misi dan program, bukan saling memfitnah, black campaign dan saling menebarkan hoax. Para elite harus memberikan pendidikan politik kepada masyarakat luas, menjadi teladan yang pantas sebagai pemimpin politik. Dengan cara itulah kita bisa menciptakan kenduri demokrasi yang damai, tanpa berlumuran fitnah.[]

Editor: Dedi Ermansyah

berita terkait

Image

News

Kronologi Penganiayaan Nenek di Pasar Jogja dan Pengakuan Pelaku yang Tersulut Emosinya

Image

News

DKPP Ibaratkan Kasus Wahyu Setiawan seperti Pengendara Kendaraan yang Kecelakaan

Image

News

Viral Video Nenek Alami Kekerasan di Pasar Jogja, Kepala Dusun: Kalau Ada Pedagang Rugi, Hubungi Saya

Image

News

Kandidat Caleg Perempuan di 2019 Paling Banyak Sepanjang Sejarah Pemilu Indonesia

Image

News

Ketua KPU: Beban Kerja Penyebab Meninggalnya 894 Petugas KPPS saat Pemilu

Image

News

Serang Bernie Sanders, Hillary Clinton: Tak Ada yang Menyukainya, Tak Ada yang Mau Bekerja dengannya

Image

News

Berhasil Diidentifikasi, Polisi Buru Pelaku Begal di Pesanggrahan Jaksel

Image

Iptek

Bos Snapchat: TikTok Berpotensi Lengserkan Instagram sebagai Aplikasi Populer di Dunia

Image

News

Warganet Sebut Tengku Zulkarnain Sosok Ideal Presiden 2024

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Mendagri: Status DKI Jakarta Harus Diubah

Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta dimasukkan dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Tahun 2020-2024

Image
News

MPR Minta Semua Pihak Jaga Keberagaman dan Toleransi

Jangan beri ruang untuk sikap intoleran

Image
News

Soal Pindah Ibu Kota, Tito Nilai Kemendagri Saat Ini Kurang Powerful

kementeriannya yang sekarang kurang power apabila diminta mengerjakan pemindahan ibu kota negara tidak dengan lintas sektoral

Image
News

Pengamat Sebut Panitia Angket DPRD Bisa Panggil Paksa Pejabat

Bisa melakukan pemanggilan paksa pejabat Pemerintah Kabupaten Jember karena hal tersebut diatur oleh undang-undang

Image
News

Koalisi Pejalan Kaki Minta Pemerintah Lindungi Hak Pejalan Kaki

Banyak sekali aturan- aturan sekiranya belum ramah pejalan kaki

Image
News

Dalam Masa Revitalisasi, Pengelola Belum Tahu Nasib Rusa di Taman Monas

Dinas Citata belum memutuskan apakah rusa-rusa itu akan dipindahkan ke lokasi lain atau dipertahankan di sisi selatan Monas

Image
News

Kronologi Penganiayaan Nenek di Pasar Jogja dan Pengakuan Pelaku yang Tersulut Emosinya

Pelaku mengaku akan meminta maaf

Image
News

Gubernur Papua Barat Dorong Pemerintah Pusat Segera Realisasi DOB Papua Barat Daya

Pemerintah pusat diharapkan segera mencabut moratorium atau penghentian sementara pemekaran DOB

Image
News

Wajibkah Melaksanakan Umrah Sekali Seumur Hidup Layaknya Haji? Berikut Penjelasannya

Sudah kita ketahui bersama bahwa rukun Islam yang kelima adalah melaksanakan ibadah haji bagi yang mampu.

Image
News

Andi Arief: Harusnya Saya Dapat Ucapan Terimakasih dari PDIP, Bukan Bayar Buzzer untuk Serang Balik

Bahkan, Andi mengaku diintimidasi oleh Politisi PDIP Henry Yosodiningrat.

terpopuler

  1. Capai Rp1,3 Kuadriliun, Ini 7 Bangunan Termahal di Dunia yang Pernah Dibuat

  2. Soal ‘Alamat Palsu’ Kontraktor Pemenang Tender Revitalisasi Monas, Pemprov: yang Penting Pekerjaannya Bagus

  3. Pembunuh Berantai Thailand Tertangkap, Polisi Temukan 298 Kerangka Wanita di Kolam Kebun

  4. Geram BPJS Stop Kontrak Kerjasama dengan Rumah Sakit, Ketua DPR Minta Komisi IX Panggil Menteri PMK

  5. Fadli Zon Bikin Polling Jelang 100 Hari Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf, 84 Persen Responden Sebut Ekonomi Masyarakat Memburuk

  6. Harga Emas Terjun Payung Setelah Capai Nilai Tertinggi

  7. Bule ini Bilang Bubur Ayam Sarapan Terenak di Dunia, Warganet Indonesia Malah Ribut

  8. Dikritik Gegara Gunduli Monas, Anies Baswedan: Itu Ramai di Twitter Saja

  9. Luthfi Mengaku Disetrum Saat Diintrogasi Polisi, Ananda Badudu: Saya Pun Dipukul, Dipiting, Dijambak, Ditendang dan Keplak

  10. Oknum Brimob Lepas Tembakan di Tempat Wisata, Mabes Polri: Polisi Harus Beri Tauladan

fokus

Menyambut Shio Tikus Logam
Toleransi vs intoleransi
Problematika Kota

kolom

Image
Zainul A. Sukrin

Negara Sengketa

Image
Ujang Komarudin

Dicari Pimpinan KPK Bernyali Tinggi

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Politik Dinasti Jokowi dalam Pilkada 2020

Image
Harmaini Sitorus

Menimbang Tes DNA dalam Penetapan Hak Waris

Wawancara

Image
Video

VIDEO Jejak Sepotong Roti Jakarta

Image
Sea Games

Milos Sakovic

"Polo Air Indonesia Butuh Liga dan Banyak Turnamen"

Image
Gaya Hidup

Pertama Kali Akting Bareng, Giorgino Abraham Langsung Nyaman dengan Sophia Latjuba

Sosok

Image
Ekonomi

Jadi Orang Terkaya Jepang hingga Bantu Jokowi Susun Ibu Kota Baru, ini 6 Fakta Menarik Masayoshi Son

Image
News

Usia Pernikahan 30 Tahun, ini 10 Potret Romantis Tantowi Yahya dan Dewi Handayani

Image
News

Kerap Habiskan Waktu Bersama, 10 Potret Dirut Baru Garuda Irfan Setiaputra bareng Keluarga