Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

"Mental Ideal Timnas U-16 Tak Bisa Tercipta dalam Tiga Bulan"

Agung Nugroho

Wawancara Psikolog Timnas Indonesia U-16

"Mental Ideal Timnas U-16 Tak Bisa Tercipta dalam Tiga Bulan"

AKURAT.CO, Menghadapi Kualifikasi Piala Asia U-16 2018 di Thailand, 16-29 September mendatang, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), memanggil seorang psikolog untuk memberikan pendidikan mental Tim Nasional Indonesia U-16.

Asti Saraswati, demikian nama psikolog tersebut, dipercaya untuk mendidik calon pemain Timnas Indonesia masa depan. Akurat.co berkesempatan untuk mewawancarai pemilik gelar Magister Psikologi Olahraga dari Universitas Indonesia ini di sela pelepasan Timnas Indonesia U-16 ke Thailand di Cijantung, Jakarta, Rabu (13/9).

Dalam kesempatan ini, Asti berbicara tentang perlakuan terhadap remaja berusia 15-16 tahun, waktu yang dibutuhkan untuk mendidik mental daya saing pemain, dan pernyataan Ketua Umum PSSI tentang Thailand sebagai lawan terberat di Kualifikasi Piala Asia. Berikut petikannya:

baca juga:

Sudah berapa lama tim psikologi bekerja untuk Timnas U-16?

Kebetulan saya baru mulai dari hari Selasa (12/9) kemarin. Ya seminggulah kira-kira sampai besok (Kamis 14/9 pukul 09.00 WIB) berangkat. Seminggu lebih sedikit. Memang idealnya sebenarnya lebih, karena ada beberapa hal (di mana) saya (harus) mendampingi tapi setidaknya saya akan mendampingi mereka sampai selesai tanding nanti.

Tim psikologi ada beberapa orang?

Saya sendiri, kebetulan.

Dari hari Selasa sampai Kamis sudah mengajarkan apa saja?

Lebih kepada kegiatannya. Pertama saya melakukan assessment individu, yang merupakan pengenalan diri. Bagaimana mereka mengenalkan diri mereka sendiri. Apa sih yang mereka suka, apa kekuatan dan apa yang menjadi kelemahan mereka karena itu sebagai modal dasarnya mereka dulu. Dan setelah itu ada sesi kelas. Jadi lebih kepada menguatkan tim kelompok, menguatkan timnya sendiri, di mana mereka membuat kesepakatan bersama “apa sih yang kira-kira bisa membuat tim ini menjadi sukses”, lebih kepada diskusi dan tanya jawab.

Skuat Tim Nasional Indonesia U-16 dalam pelepasan ke Kualifikasi Piala Asia U-16 2018 di Cijantung, Jakarta, Rabu (13/9). (Foto: Akurat.co/Handaru M Putra).

Di luar negeri atlet diajarkan bagaimana cara menghadapi media, bagaimana dengan di sini?

Idealnya memang seperti itu, dan pastinya itu membutuhkan waktu. Tapi karena saya waktunya kebetulan cuma ada seminggu jadi kita lebih kepada skala prioritas, “mana sih yang harus duluan dulu yang harus diajarin.” Semoga kita bisa lolos grup nanti. Misalnya sudah lolos, dalam satu tahun ke depan menuju Oktober nanti semua itu pastinya ada dalam di program saya, termasuk mengatasi media, menjawab pertanyaan, dan sebagainya.

Cara diskusi kemarin sih sebagian sudah ada tugas kelompok kan, pada belajar ngobrol dan ngomong di depan. Dari sikap berdiri, menatap orang, ‘gitu-gitu. Dan sebenarnya bukannya mereka nggak bisa, tetapi itu kan perlu dilatih untuk semakin sering ngomong, semakin presentasi, semakin pede.

Biasanya kapten yang angkat bicara, apakah kapten tim ini sudah lebih dari yang lain edukasinya?

Kemarin sih saya sampai satu tim yah. Hampir satu tim semua sudah kebagian ngomong. Kedua memang masih pemalu, tapi itu butuh proses.

Masih pemalu?

Wajarlah baru pertama kali. Tapi kalau memang udah diginiin mereka all out semua.

Ketua Umum PSSI mengatakan Timnas Indonesia sebelumnya gagal karena labil, bagaimana menurut Anda?

Sebenarnya ‘gini yah, kalau kita bicara anak umur lima belas pada umumnya, labil itu wajar, dalam arti kita dalam umur lima belas juga labillah. Dan itu memang butuh waktu, dan tentunya butuh proses. Itulah kenapa pendidikan usia dini yang dibutuhkan itu adalah lebih kepada durasinya, durasi kebersamaan. Kita tidak bisa menciptakan dalam waktu tiga bulan, lima bulan, itu nggak mungkin. Tapi kalau latihan bersama yang dalam waktu yang lebih lama dalam waktu setahun, atau setahun lebih, maka itu akan lebih menyerap.

Karena sebagaimana proses pendidikan, pendidikan dasar itu memang harus dimatengin banget. Sama aja kayak kita pendidikan akademis, kita basic SD yang harus enam tahun. Begitu pula juga dengan ini. Jadi memang sebetulnya PR-nya ada di grassroot itu sendiri. Tadi seperti diskusi sama coach Danurwindo bahwa memang yang lagi (direncanakan) untuk ke depannya memang dari PSSI memang mau di-geber-nya dari grassroot-nya yang harus dikuatin.

Pelatih Tim Nasional Indonesia U-16, Fakhri Husaini. (Foto: Akurat.co/Handaru M Putra).

Untuk pertandingan melawan Thailand nanti, apakah ada edukasi untuk menghadapi beban karena mereka memiliki level berbeda dengan Indonesia?

Beban itu sudah pasti. Tetapi memang kebetulan coach Fachri Husaini juga menekankan bahwa kita harus membuat semua itu memiliki beban yang sama. Jadi jangan seakan-akan jadi sangat bahaya kalau kita menganggap Thailand lebih berat.

Berarti bahaya dong pernyataan Ketua Umum PSSI soal Thailand sebagai tim terberat?

Kalau misalnya Thailand paling berat, menjadi mengabaikan negara yang lain, yang siapa tahu mereka berlatih sama kerasnya. Jadi coach Fachri menekankan bahwa semuanya sama beratnya. Jadi kita sama aware-nya, sama habis-habisannya, sama itunya, sehingga empat pertandingan ini harus all-out semua.[]

Editor: Hervin Saputra

berita terkait

Image

Olahraga

Bali United

Teco: Pemain Bali yang Dipanggil Timnas Wajib Patuhi Pelatih

Image

Olahraga

PSS Sleman

Setelah Saddam, Dua Lagi Pemain Akademi PSS ke Timnas

Image

Olahraga

Tim Nasional Indonesia U-16

Timnas U-16 Harapkan Uji Coba Internasional pada Oktober-November

Image

Olahraga

Tim Nasional Indonesia U-16

Bima Sakti Lihat Sisi Positif Penundaan Piala Asia U-16

Image

Olahraga

Piala Asia U-19 2020

Piala Asia U-19 dan U-16 2020 Berpotensi Ditunda oleh AFC

Image

News

Wabah Corona

Komunitas Psikolog: Kami Berikan Dukungan Buat Para Pejuang Kesehatan Lewat Bunga Mawar Cantik sebagai Tanda Rasa Cinta Kami

Image

Olahraga

Garuda Select

Doa Fakhri Husaini untuk Bagus Kahfi

Image

Olahraga

Alfin Lestaluhu &Afridza Munandar

Menpora Sampaikan Belasungkawa untuk Alfin dan Afridza

Image

Olahraga

Alfin Lestaluhu

Isak Tangis Mewarnai Pemakaman Bek Timnas U-16

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Pemerintah Sudah Gelontorkan Rp14,5 Triliun Biayai Pasien Covid-19 Meski Ada Klaim RS Tersendat

Ini untuk pembiayaan perawatan pasien COVID-19 pada lebih dari 1.600 rumah sakit sejak Maret hingga Desember 2020.

Image
Ekonomi

Pemerintahan Jokowi Bantah Jadi Dalang Bencana Karena Izin Tambang: Itu Era Sebelumnya!

KLHK membantah keras tudingan beberapa pihak perihal obral perizinan yang disebut terjadi di era Presiden Joko Widodo.

Image
Ekonomi

Bank Syariah Indonesia Langsung Ngegas! Berencana Buka Cabang di Dubai

Karena perkembangan sukuk global di Timur Tengah cukup potensial.

Image
Ekonomi

Bos ASDP Kebut Megaproyek Bakauheni Harbour City Dimulai Tahun Ini

Bos ASDP menargetkan Megaproyek Bakauheni Harbour City dimulai tahun ini

Image
Ekonomi

Pemerintah Serap Dana Lelang SBSN Senilai Rp7 Triliun

Pemerintah menyerap dana Rp7 triliun dari lelang lima seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)

Image
Ekonomi

BTN Serius Tingkatkan Keuangan Digital

Tercatat jumlah transaksi digital banking perseroan dari moblie banking maupun internet banking naik sekitar 45,05%

Image
Ekonomi

Sri Mulyani Sebut Anggaran PEN 2021 Berpotensi Naik, Jika...

Sri Mulyani: Alokasi anggaran untuk program pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp553,1 triliun berpotensi mengalami kenaikan.

Image
Ekonomi

Luhut: Food Estate Kesempatan Emas Wujudkan Modernisasi Pertanian

Food estate yang sedang digarap pemerintah saat ini merupakan kesempatan emas bagi Indonesia untuk mewujudkan modernisasi pertanian

Image
Ekonomi

Pemerintah Perketat Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal Ruas-ruas Tol

Kementerian PUPR akan memperketat pemenuhan standar pelayanan minimal (SPM) yang wajib dilaksanakan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Image
Ekonomi

Stok Batu Bara Menipis, Ini Siasat Pemerintah Agar Listrik Tak Padam

Kementerian ESDM memastikan penyediaan sumber energi primer untuk ketenagalistrikan tetap terjamin di tengah kondisi cuaca ekstrem.

terpopuler

  1. Rezekimu Akan Terus Mengalir dari Muda Hingga Tua Jika Mau Mengamalkan ini

  2. 5 Zodiak yang Bisa Beli Rumah Tahun Ini, Hasil Kerja Keras Terbayarkan!

  3. Terungkap! 3 Doa dalam Al-Qur'an Agar Bisnis Anda Lancar dan Beromset Besar

  4. Seperti Indonesia, Malaysia Juga Beli Belasan Juta Vaksin Sinovac China

  5. SMKN 2 Sumbar Wajibkan Siswi Non Muslim Berjilbab agar Tak Digigit Nyamuk, PSI: Kenapa Siswanya Enggak?

  6. Media Asing Ramai Soroti 1 Juta Infeksi Corona Indonesia, Kritik Jokowi hingga Sebut 'Tonggak Suram'

  7. Untukmu yang Ingin Selalu Disayang Allah, Cobalah Baca Doa ini

  8. Disuntik Vaksin Dosis Kedua Bersama Jokowi, Raffi Ahmad Absen di Sidang Pelanggaran Prokes

  9. Waspada Skema Penipuan Terbaru Pencurian Akun Facebook! Begini Cara Ketahui Ciri-cirinya

  10. Saatnya Cermati Saham yang Mampu Bikin Cuan Mengalir Deras!

fokus

Kaleidoskop 2020
Akurat Solusi: Kenaikan Cukai Tembakau
Lawan Covid-19

kolom

Image
Tantan Hermansah

Penguatan Infra-Srutruktur Teknologi Wisata di Masa Wabah

Image
Abdul Hamid

Ilusi Dilema Demokrasi dan Integrasi

Image
UJANG KOMARUDIN

Menanti Gebrakan Kapolri Baru Pilihan Jokowi

Image
Kementrian Luar Negeri Republik Azerbaijan

Tragedi Black January

Wawancara

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Gesits Buktikan Kendaraan Listrik Ramah Perawatan | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

VIDEO Gesits, Cita-cita Bangsa Ciptakan Kendaraan Listrik | Akurat Talk (1/2)

Image
Video

Bukan Mistis, Gangguan Jiwa Adalah Gangguan Medis | Akurat Talk (3/3)

Sosok

Image
News

5 Kisah Haru Perjalanan Hidup Dedi Mulyadi, Makan Nasi Garam hingga Tinggal di Sekretariat Kampus

Image
News

5 Fakta Penting Listyo Sigit Prabowo, Kapolri Baru yang Pernah Jadi Ajudan Jokowi

Image
News

5 Fakta Menarik Maya Nabila, Mahasiswa S3 ITB yang Baru Berusia 21 Tahun