Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up
Image

Ujang Komarudin

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) & Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta

MK dan Narasi Kecurangan

Kolom

Image

Saksi dari pihak pemohon Idham Amiruddin (kiri) memberikan keterangan saat sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) presiden dan wakil presiden di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (19/6/2019). Dalam sidang ini tim kuasa hukum nomor urut 02 Prabowo-Sandi menghadirkan Saksi dan ahli untuk memberikan keterangannya terkait kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) pada Pilpres 2019. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Saat ini, seluruh mata rakyat Indonesia, sedang menatap ke arah Mahkamah Konstitusi (MK). Karena di gedung itulah, sedang terjadi sengketa Pilpres 2019. Ada yang optimis hakim-hakim MK, akan memutus dengan adil. Ada yang pesimis. Bahkan ada juga yang tak percaya pada MK.

MK lahir dari rahim reformasi. MK hadir, bukan hanya untuk menegakkan keadilan dalam menangani sengketa Pilpres. Namun MK ada, juga untuk menjaga dan mengawal konstitusi. Ya, untuk menjaga dan mengawal konstitusi. Namun, MK juga bukan merupakan lembaga yang suci. Bukan pula lembaga, yang tanpa cacat. Dan bukan juga institusi yang tanpa cela.

Kita sama-sama tahu, hakim-hakim MK, di periode sebelum-sebelumnya, ada yang ditangkap KPK. Walaupun itu perbuatan oknum hakim. Tetap saja, MK menjadi pertaruhan. MK telah kehilangan kredibilitas di mata masyarakat.

baca juga:

MK kini tentu berbeda. Kita berharap pada hakim-hakim MK, untuk memutus perkara sengketa Pilpres 2019 dengan seadil-adilnya. Menangkan, yang harus dimenangkan. Dan kalahkan, siapapun yang harus dikalahkan.

Jangan pernah ada niatan, untuk memutarbalikan keadilan dan melukai kebenaran. Jangan memutus, berdasarkan pesanan. Jangan memutus, karena tekanan. Jangan mengetok palu, berdasarkan balas budi. Dan jangan pula, memainkan perasaan, dan kebatinan rakyat Indonesia, yang sedang mencari dan mendambakan keadilan.

Kita harus yakin, dengan para hakim-hakim MK. Kepada merekalah, keadilan sedang digantungkan. Kepada merekalah, demokrasi sedang dipertaruhkan. Dan kepada merekalah, hukum sedang dipertaruhkan.

Hakim-hakim MK, adalah manusia-manusia biasa. Tak lepas dari salah dan dosa. Bukan malaikat, yang selalu baik dan benar. Dan bukan pula iblis, yang selalu jahat. Manusia biasa, yang sedang dinanti keputusan hukumnya.

Mari kita percayakan, seluruh keputusan sengketa Pilpres 2019, pada hakim-hakim MK. Jangan ada yang mengintervensi dan mengintimidasi mereka. Biarkan mereka bekerja, dengan profesional dan memutus sengketa dengan seadil-adilnya.

Jangan juga, kita membuat kesimpulan sendiri-sendiri, menafsirkan sendiri-sendiri, mereka-reka sendiri-sendiri, atas jalannya sidang di MK. Menyaksikan sidang di televisi merupakan keharusan. Agar kita objektif dalam membuat penilaian.

Keadilan, sedang dipetaruhkan. Kebijaksanaan, sedang digaungkan. Profesionalitas, sedang dinanti. Perdebatan sedang, kita saksikan. Kebenaran sedang menjadi andalan. Apapun yang terjadi dengan keputusan MK nanti. Kita semua harus menerima.

Menerima kekalahan, dengan lapang dada. Dan menerima kemenangan, bukan dengan membusungkan dada. Yang menang, harus merangkul yang kalah. Dan yang kalah, harus siap membantu yang menang.

Itulah esensi berdemokrasi. Kalah dan menang dalam kontestasi Pilpres, adalah hal biasa. Namanya juga berkontestasi, ada yang menang, dan pasti juga ada yang kalah.

Ada yang menarik dari gugatan kubu 02, yaitu terkait tuduhan kecurangan kepada kubu 01. Dimana kubu Prabowo-Sandi, telah munuding kubu Jokowi-Ma’ruf Amin berbuat curang secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

Dalam negara demokrasi, menuduh curang boleh-boleh saja. Namun tuduhan-tuduhan tersebut harus bisa dibuktikan. Terlebih-lebih, bukti kecurangan itu harus diungkap di depan persidangan.

Narasi kecurangan yang dituduhkan kubu 02, telah membuat “seolah-olah” kubu 01 berlaku dan berbuat curang. Narasi kecurangan, bukan hanya terjadi saat ini saja. Tapi sudah terjadi sejak Pilpres 2014 yang lalu.

Masyarakat Indonesia, tentu akan berterima kasih. Dan memberi rasa hormat, kepada kubu 02. Jika kubu 02 tersebut, bisa membuktikan kecurangan kubu 01, secara gamblang di depan para hakim MK. Kita sedang menunggu bukti-bukti kuat itu.

Namun sebaliknya, jika kubu Prabowo-Sandi, tidak bisa membuktikan kecurangan-kecurangan di persidangan, maka masyarakat akan menilai, bahwa apa yang selama ini dituduhkan, hanya opini dan asumsi semata.

Agar tuduhan, tidak hanya menjadi opini dan asumsi, maka pembuktian adalah menjadi keniscayaan. Karena bagi para MK, yang paling penting adalah bukti-bukti. Bukan pernyataan, tuduhan, apalagi opini dan asumsi.

Asalkan kubu 02 bisa membuktikan kecurangan-kecurangan, maka hakim-hakim juga akan memenangkannya.
Namun jika bukti-buktinya lemah, tentu yang akan diuntungkan kubu 01. Karena bagaimanapun, hakim akan memutus perkara berdasarkan pada bukti-bukti yang diajukan, diperlihatkan, dan diperdengarkan.

Narasi kecurangan yang dituduhkan kubu 01, masih menggema di sidang MK. Dari awal sidang hingga saat ini, narasi itu masih terus berkembang. Namun narasi kecurangan perlu pembuktian. Ya, perlu pembuktian. Nah dalam pembuktian itulah tidak mudah. Perlu kerja keras dan kecerdikan.

Apapun yang terjadi dalam sidang di MK. Kebenaran harus diungkap secara gamblang, dan komprehensif. Kebenaran harus diungkap, siapapun yang terlibat. Jangan ada yang menutup-nutupi kebenaran.

Dan kita semua yakin. Bahwa kebenaran akan menumukan jalannya. Ya, kebenaran akan menemukan jalannya. Siapapun yang menjungjung kebenaran, merekalah sesungguhnya yang menang.

Yang mahal di republik ini, adalah keadilan. Entah dimana, rasa keadilan itu ada. Entah kepada siapa, keadilan itu akan memihak.

Namun saya yakin. MK akan memutus sengketa Pilpres 2019, dengan adil. Keadilan harus ditegakkan dengan sempurna, tidak memihak, dan jujur.

Keadilan adalah matahari keindahan. Rembulan kecantikan. Bintang keabadian. Pelangi keutamaan. Ombak kegagahan. Angin kehidupan. Cahaya kemenangan. Dan wajah kebahagiaan.

Negara yang menanamkan, prinsip-prinsip keadilan. Akan menjadi negara yang hebat, kuat, gagah, dan jaya. Namun negara yang mengabadikan kemunafikan. Bersiap-siaplah untuk hancur berantakan.

Tentu kita ingin, republik ini menjadi maju, maka tegakkanlah keadilan. Tegakkan keadilan pada siapapun. Tak boleh pandang bulu. Keadilan juga merupakan mercusuar kehidupan, yang akan terlihat gagah jika ditegakkan.

Kita semua berharap pada para hakim MK, untuk berbuat, bertindak, dan memutus dengan seadil-adilnya. Jangan kecewakan kami, rakyat Indonesia. Kami semua sedang menunggu keputusan darimu. Salam dan selamat pagi. []

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

Komunisme dan Kearifan

Image

News

Pandemi dan Pohon Khuldi

Image

News

Pilkada 2020

Pilkada yang Tak Ditunda

Image

News

Ponakan Pablo Escobar Temukan Uang Rp269 M di Dinding Rumah Sang Paman!

Image

News

3 Cara untuk Anda Bisa Menjadi Karyawan Terbaik

Image

Ekonomi

Ditanya MK Soal Nyapres, RR: Seriburius Gak Mau!

Image

News

MK Sorot Permohonan Uji Materi Perppu Covid-19 oleh Din Syamsuddin Cs

Image

News

Kerjasama Tim, Inkonsistensi Kebijakan dan Covid-19

Image

News

Dilema Mayoritas-Minoritas dalam Islam

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Enam Pedagang Positif Covid-19, Pasar Ciplak Ditutup Tiga Hari

Lurah Karet Kuningan Endang Effendi menyebutkan penutupan pasar dimulai Senin hingga tanggal 30 September 2020.

Image
News

Terobosan Menata Kampung Jadi Alasan Warga Agar Eri Lanjutkan Bangun Surabaya

Eri Cahyadi selama ini concern melakukan penataan dan pemberdayaan kampung.

Image
News

Dor! Satu dari Tiga Begal HP di Jakarta Pusat Lumpuh

ATS melawan polisi ketika hendak ditangkap sehingga dihadiahi timah panas.

Image
News

Menko Perekonomian: Pemulihan Ekonomi Indonesia di Masa New Normal Mengarah Positif

Dapat mencegah perekonomian terkontraksi lebih dalam lagi dan mempercepat pemulihannya.

Image
News

Pengacara Kubu Tomy: Sidang Perdana Gugat MenkumHAM Digelar Selasa Pagi

Perjalanan sidang sengketa kepengurusan Partai Berkarya bakal berjalan menarik.

Image
News

Polri Tidak Akan Keluarkan Izin Nobar Film G30S/PKI

Polisi mempersilakan masyarakat untuk menyaksikan Film Pengkhianatan G-30-S/PKI di kediaman masing-masing.

Image
News

Kepatuhan Protokol Kesehatan Kunci Tekan COVID-19

Beberapa negara berhasil memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dengan kepatuhan menerapkan protokol kesehatan.

Image
News

Jadi Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco: Kalau Diperintahkan Jalan, Ya Jalan

Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, penetapannya sebagai Ketua Harian DPP Partai Gerindra sudah menjadi kewenangan Prabowo Subianto.

Image
News

Irjen Napoleon Tampik Gugat Institusi Polri

Napoleon Bonaparte menepis menggugat institusi Polri terkait penetapannya sebagai tersangka kasus dugaan suap dalam penghapusan red notice.

Image
News

Satgas: Ujung Tombak Pencegahan COVID-19 itu Masyarakat

Karena kerjaan Satgas bukan hanya mengobati orang sakit

terpopuler

  1. Doa Bagi Orang Tua, Agar Anak-anaknya Sukses Dunia Akhirat

  2. Ulang Tahun ke-73, 5 Potret Lawas Luhut Pandjaitan Tampak Gagah Sejak Muda

  3. Ardi Bakrie Selama Ini Biayai Hidup Keluarga Nia Ramadhani

  4. Ivan Gunawan Ngaku Sudah Lama Tak Komunikasi dengan Ayu Ting Ting

  5. Pengakuan Teddy Gusnaidi Pernah 'Hajar' Gatot Nurmantyo

  6. Viral Anak Dibuang Orang Tua Disertai Surat dari Sang Ibu, Begini Faktanya

  7. Perpanjang PSBB Ketat, Elektabilitas Anies Makin Anjlok

  8. 5 Fakta Penting Silvany Austin Pasaribu, Diplomat Muda yang 'Lawan' Vanuatu di Sidang Umum PBB

  9. Sindir Telak Anies Baswedan, Ketua DPRD: Jangan Tunggu Banjir Dulu Baru Kerja!

  10. Perantau dari Batam Salah Masuk RS di Jakarta, Biaya Pasien Covid-19 Dipatok Selangit

tokopedia

fokus

Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT
Webinar Akurat: Resesi Ekonomi

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Komunisme dan Kearifan

Image
Dr. Abd. Muid N., MA.

Pandemi dan Pohon Khuldi

Image
UJANG KOMARUDIN

Pilkada yang Tak Ditunda

Image
Arif Hidayat

3 Cara untuk Anda Bisa Menjadi Karyawan Terbaik

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

5 Gaya Presiden Jokowi Gowes Pagi, Tampil Keren dengan Sepeda Produk Lokal

Image
News

Cerita Cawagub Kaltara Undunsyah Raih Pendidikan, Tak Mampu Naik Pesawat Perahu pun Jadi

Image
News

Ulang Tahun ke-73, 5 Potret Lawas Luhut Pandjaitan Tampak Gagah Sejak Muda