image
Login / Sign Up

Beberapa Hari ke Depan, BMKG Imbau Warga Sulsel Waspadai Potensi Banjir dan Tanah Longsor

Muh. Aidil

Image

Ilustrasi - Tanah Longsor | AKURAT.CO/Candra Nawa

AKURAT.CO, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah IV Kota Makassar, Sulawesi Selatan menginformasikan sejumlah daerah di Provinsi Sulawesi Selatan dalam beberapa hari ke depan akan diguyur hujan dengan intensitas sedang dan lebat. Untuk itu, bagi masyarakat di wilayah tersebut harus tetap waspada terhadap potensi banjir dan longsor.

Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Kota Makassar Rezky Yudha Pahlawan mengatakan meski wilayah Sulawesi Selatan pada bagian Barat saat ini sudah memasuki musim kemarau. Akan tetapi, untuk wilayah Sulawesi Selatan bagian Timur seperti Kabupaten Bukumba, Sinjai, Watangpone, dan Sengkang masih harus tetap waspada terhadap bencana alam pada bulan Juni ini. 

"Kami informasikan untuk saat ini pada bulan Mei dan Juni merupakan puncak musim hujan di wilayah Sulsel bagian Timur. Diwaspadai untuk masyarakat terhadap potensi hujan dan intensitas sedang dan lebat yang mengakibatkan bencana banjir dan Tanah Longsor," kata Rezky Yudha Pahlawan, saat ditemui di Kantor BMKG Kota Makassar, Kamis (13/6/2019).

baca juga:

Dari hasil analisa cuaca terhadap kejadian banjir dan hujan lebat pada 8 Juni 2019 lalu, menurut Rezky Yudha Pahlawan, bahwa curah hujan tertinggi dan tergolong ekstrim berada pada wilayah Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

"Kami lihat curah hujan tertinggi tergolong ketegori ekstrim berada di wilayah Sinjai 160 milimeter perhari. Sedangkan di wilayah Sidrap maupun Wajo hanya berkisar intensitas sedang hingga lebat saja," terangnya.

Khusus daerah Wajo, katanya, masyarakat tetap harus berhati-hati terhadap terjadinya bencana alam. Sebab, di bulan Juni ini wilayah itu memang masih berada pada puncak musim hujan.

"Jadi perlu diwaspadai, meskipun untuk tiga hari kedepan curah hujannya diperkirakan turun intesitasnya," kata dia.

"Sebelumnya curah hujan di Wajo itu adalah limpasan dari utara seperti wilayah Tanah Toraja dan Toraja Utara. Tapi kami pikir analisa di sana hujannya cuma ringan, sehingga dapat kami simpulkan sementara hujan di wilayah Wajo dan Sidrap itu dipengaruhi faktor selain curah hujan," Rezky Yudha Pahlawan menambahkan.

Sementara wilayah Luwu yang memiliki perbedaan musim dengan sebagian besar daerah lain yang berada di Sulawesi Selatan, juga perlu diwaspadai sepanjang tahun. Apalagi, mengingat curah hujan paling tinggi itu kerap terjadi pada bulan-bulan suci ramadhan.

"Di sana sepanjang tahun tidak mengenal musim, baik itu musim kemarau maupun musim hujan. Sehingga memang perlu diwaspadai sepanjang tahun. Dan setelah kami analisa memang untuk pada bulan Mei dan Juni dari sepanjang tahun dari Januari sampai Desember itu memang curah hujan paling tinggi berada pada bulan-bulan suci ramadhan," paparnya.

Selain curah hujan, yang perlu lagi diwaspadai di daerah Sulawesi Selatan adalah ketinggian gelombang air laut yang masih terjadi di beberapa wilayah. 

Sehingga, bagi nelayan-nelayan kecil agar kiranya dapat berhati-hati saat beroperasi. Dimana, kecepatan angin yang berhembus di wilayah Sulawesi Selatan juga cukup tinggi dengan kisaran antara 10 hingga 40 kilometer perjam.

"Untuk ketinggian gelombang diwaspadai ketinggian gelombang dengan moderat yaitu dengan 1,25 sampai 2,5 meter masih terjadi di wilayah Selat Makassar bagian Selatan perairan Barat Sulsel dan Kepulauan Sabana Selayar, Teluk Bone bagian Selatan dan Laut Flores," kata dia.

"Untuk ketinggian gelombang masih kami pantau sampai 3 hingga 7 hari kedepan," sambungnya.[]

Editor: Melly Kartika Adelia

berita terkait

Image

News

Gempa Bumi 5,0 SR Menggemparkan Warga Gunungsitoli

Image

News

BMKG: Jakarta Akan Cerah Berawan Hari Ini

Image

News

Mau Tahu Kenapa Gempa 5,1 SR di Banten Tadi Terasa Sekali, Ternyata Efek Tanah Lunak di Jakarta

Image

News

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Kabupaten Pangandaran, Tidak Berpotensi Tsunami

Image

News

Gempa Magnitudo 6,1 di Laut Jawa Dirasakan di 29 Wilayah

Image

News

Yang Perlu Kamu Tahu Soal Gempa 6,1 SR di Laut Jawa Pagi Tadi

Image

News

Gempa Bumi Bermagnitudo 6,1 Guncang Jepara, Terasa Hingga ke Bantul

Image

News

Warga Perlu Waspada, Gempa di Blitar Pagi Tadi Sangat Dekat Sumber Gempa Agustus 1896

Image

News

BMKG Perkirakan Cuaca Jakarta Hari ini Cerah Berawan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Komunitas Kretek: Kenaikan Cukai Hanya Rugikan Negara dan Masyarakat

Ia menilai, anggapan kenaikan cukai bakal membuat kas negara sehat adalah sesat.

Image
News

Suasana di Mobil yang Bawa AHY dan Elite Demokrat Menuju Kantor Cak Imin

Tetapi tak tertutup kemungkinan juga membahas berbagai isu aktual, termasuk persiapan pemilihan kepala daerah serentak pada Desember 2020.

Image
News

Kesaksian Saat Gempa di Gunungsitoli: Saya Takut Gempa Makin Kuat, Saya Lari

Gempa magnitudo 5,0 dengan pusat di Nias Utara terasa hingga Kota Gunungsitoli dan Kabupaten Nias, Sumatera Utara.

Image
News

Ini Penjelasan MA Terkait Kemenangan Gugatan Rachmawati Soal Pilpres

Tak bisa dipungkiri jika keterlambatan publikasi terkendala oleh banyaknya perkara yang ditangani MA.

Image
News

Ahok Diangkat Jadi Menteri atau Tidak, Cuma Jokowi yang Tahu, Berikut Ini Pro Kontranya

Ahok kini jadi pembahasan hangat. Namanya dinilai punya peluang besar jadi menteri. Bisakah?

Image
News

Gempa Bumi 5,0 SR Menggemparkan Warga Gunungsitoli

Gempa magnitudo 5,0 dengan pusat di Nias Utara terasa hingga Kota Gunungsitoli dan Kabupaten Nias, Sumatera Utara.

Image
News

Gus Mis Sebut Ada Pihak Gagal Paham dan Pelintir Ketuhanan yang Berkebudayaan

“Padahal Bung Karno dalam Pidato Pancasila 1 Juni 1945 menegaskan pentingnya Ketuhanan Yang Maha Esa“

Image
News

Polsek Tanah Abang Belum Terima Laporan Terkait Aksi Vandalisme JPO GBK

Saya selidiki dulu di lapangan seperti apa kebenarannya.

Image
News

Donald Trump Resmi Ajukan Penarikan AS dari WHO

Trump sempat menuduh bahwa WHO telah gagal membuat reformasi yang sangat dibutuhkan oleh AS.

Image
News

Duh, 15 Karyawan Kemendikbud Suspect Covid-19

Ada juga OTG positif dan dilakukan isolasi mandiri.

terpopuler

  1. Mau Tahu Kenapa Gempa 5,1 SR di Banten Tadi Terasa Sekali, Ternyata Efek Tanah Lunak di Jakarta

  2. Viral Video 2 Merek Air Mineral Ternama Mengandung Besi, Ini Kata BPOM

  3. John Kei Bakal Dipindahkan ke Rutan Mako Brimob, Kuasa Hukum Meradang

  4. Menkominfo Minta Telkomsel Investigasi Kasus Denny Siregar, Said Didu: Hebat Orang Itu, Menteri Langsung Perintah

  5. Kenapa Fosil Dinosaurus Tidak Pernah Ditemukan di Indonesia? Ternyata Ini Alasannya

  6. Gaya Seksi Jennifer Lopez Saat Asik Gowes Sepeda dengan Baju Renang

  7. Miris, Cinta Kuya dan Artis Lainnya Jadi Korban Pelecehan Seksual di Twitter

  8. Minim Budget di Tengah Pandemi, Ini 5 Smartphone Android 2020 Harga Mini

  9. 5 Gaya Terselubung Orang Pamer Harta ini Bikin Gemas Maksimal

  10. Tim Kuasa Hukum John Kei Gagal Bertemu Presiden RI dan Kapolri

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Renasionalisasi BUMN

Image
Muhtar S. Syihabuddin

Kami Cinta Polisi Sekaligus NKRI

Image
UJANG KOMARUDIN

Marah-marah dan Ancaman Reshuffle

Image
Riyanda Barmawi

Lobster Edhy Dalam Bayang-Bayang Susi

Wawancara

Image
News

DPR RI

Interview Ketua Komisi X Soal Kisruh PPDB: Kemendikbud dan Dinas Pendidikan Provinsi Kurang Sosialisasi

Image
Olahraga

Shin Tae-Yong

Ini Petikan Lengkap Wawancara Shin Tae-Yong yang Dipersoalkan PSSI

Image
News

Interview Mardani Ali Sera: Tidak Urgen, Stop dan Batalkan RUU HIP!

Sosok

Image
Ekonomi

Total Capai Rp7 M! Ini 4 Sumber Kekayaan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo

Image
News

Kenang Masa Awal Pernikahan, Ini 5 Foto Lawas Mesranya Arumi Bachsin dan Emil Dardak

Image
Gaya Hidup

Mengenal Herni Ekamawati, Pecinta Kopi yang Jadi Ratu EO