image
Login / Sign Up

Tulis Pesan '29 Jokowi Harus Mati', Pria Ini Diringkus Polisi di Depok

Yudi Permana

Image

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra konferensi pers | AKURAT.CO/Yudi Permana

AKURAT.CO, Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri menangkap pria berinisial YY (29) yang ingin Presiden Jokowi tewas dan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok diledakan.

Pria yang tidak memiliki pekerjaan tetap itu ditangkap di kediamannya di Tapos, Depok, Jawa Barat pada Selasa (11/6/2019) sekitar pukul 11.45 WIB.

"Tersangka diduga melakukan tindak pidana pengancaman terhadap Jokowi dan pengancaman meledakkan Asrama Brimob Polri Kelapa Dua," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (12/6/2019).

baca juga:

Asep menuturkan, penangkapan dilakukan setelah polisi mendapat screenshot chatting tersangka dalam grup WhatsApp (WA) bernama 'Silatuhrahmi'. Dalam grup tersangka menulis pesan bahwa ingin Jokowi meninggal.

"Pada 9 Juni 2019 pukul 22.13 WIB, tersangka YY mengirimkan pesan yang berisi 'Tanggal 29 Jokowi harus MATI'," tutur Asep.

Tiga menit usai menginginkan Jokowi meninggal, tersangka kembali menulis pesan dengan ancaman meledakan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

"Tunggu diberitakan dan ledakan dalam waktu dekat ini di asrama brimob kelapa dua sebelum tangal 29," tulis tersangka dalam grup WA Silatuhrami.

Masih kata Asep, setelah diselidiki polisi menemukan fakta bahwa grup 'Silatuhrahmi' berisi anggota yang mendukung salah satu calon presiden. Grup berisi 192 orang dan tersangka merupakan admin grup.

"Kepada penyidik tersangka YY mengaku termotivasi ingin mencari nama, pamor, dan ingin dikenal sebagai pendukung militan dari salah satu paslon capres 2019," ujarnya.         

Dari tangan tersangka, polisi menyita 1 unit HP merek Oppo A57 warna hitam, kartu SIM Card nomor HP ; 08138442XXXX, dengan Imei1: 86634803XXXXXXX dan Imei2 : 86634803XXXXXXX.

Tersangka dijerat Pasal 29 Jo Pasal 45 B UU No. 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No. 11 tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara dan/atau denda paling banyak Rp750 juta.

Kemudian pelaku juga dijerat Pasal 6 atau pasal 12 A atau Pasal 14 UU No. 5 tahun 2018 tentang Perubahan atas UU No. 15 tahun 2003 tentang Penetapan Perpu No. 1 tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana terorisme menjadi UU dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun penjara.[]

Editor: Arief Munandar

berita terkait

Image

News

Nasib Pria Bersorban Hijau yang Ancam Jokowi dan Wiranto

Image

News

Polda Metro Jaya Kebut Berkas Perkara Penghina Jokowi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Cerita Driver Ojol selama Pandemi: Soal Ajakan Demo di Istana, Orderan Sepi hingga Kesiapan New Normal

Selalu ada cerita haru di balik kang Ojol ini.

Image
News

Sandi Uno Dorong Pemerintah Beri Pinjaman Modal Pulihkan Ekonomi Rakyat saat New Normal

Mereka (perusahaan dan UMKM) menghadapi penurunan besar keuangan dan pendapatan karena pembatasan ini.

Image
News

Tiga Syarat Pemakzulan Presiden Menurut Pemikir Islam

Salah satunya pemimpin yang tidak adil.

Image
News
Wabah Corona

DMI: Daya Tampung Masjid saat Normal Baru hanya 40 Persen

Daerah yang padat penduduk ibadah Shalat Jumat dilaksanakan dua gelombang

Image
News
Wabah Corona

Hari Keempat Rapid Test di Surabaya, 187 Orang Reaktif

Surabaya masuk zona merah.

Image
News

Ribuan ASN Nagan Raya Aceh Tak Lagi Terima Tunjangan Khusus

Anggaran tunjangan khusus dipangkas.

Image
News
Hari Lahir Pancasila

Kemendikbud Ajak Semua Pihak Kedepankan Semangat Gotong Royong di Tengah Covid-19

Harus ada praktik nyata bukan hanya wacana.

Image
News

Lama Buron, KPK Akhirnya Tangkap Nurhadi dan Menantunya

Masuk DPO karena mangkir pemeriksaan.

Image
News

Satgas Nemangkawi Buru KKB yang Tembak Warga Sipil

KKB layak disebut teroris karena bunuh warga tak berdosa.

Image
News
Wabah Corona

Warga dan Aparat di Boven Digoel Bertekad Putus Penyebaran Corona

“Kegiatan seperti ini terus dilakukan Satgas agar masyarakat makin sadar dan tahu cara efektif dalam mencegah penyebaran Covid-19“

terpopuler

  1. Kekasih Gelandang Madrid Ini Mengaku Lakukan Seks Sekali Sehari, Sangat Kompetitif

  2. Heboh Slip Gaji Guru Honorer Hanya Rp35 Ribu per Bulan, Warganet: Nangis Liatnya

  3. Ucapan Ahok, Khofifah dan Edy Rahmayadi Sambut Hari Lahir Pancasila

  4. Viral Foto Diduga Warga Bogor Camping di Tengah Pandemi, Warganet: Senja, Kopi, dan COVID-19

  5. Tantenya Meninggal Dunia, Maia Estianty Ingatkan Warga Jangan Remehkan COVID-19

  6. Nenek 100 Tahun Asal Surabaya Sembuh dari COVID-19, Ini Kunci Keberhasilannya

  7. Dandim 0315: Sejak Beberapa Hari Lalu Ada Orang Ngaku Sebagai Saya, Lalu Minta Uang Anggota dan Bekas Anggota Saya

  8. Din Syamsudin: Menurut Teori Islam, Pemakzulan Seorang Pemimpian Bisa Dilakukan

  9. Jokowi: Situasi Sulit Pandemi COVID-19 Memerlukan Kerja Keras Kita Bersama untuk Melewatinya

  10. Dokter Top Italia Sebut Virus Corona Baru Jadi Tak Mematikan

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Abdul Aziz SR

Salah Urus dan Salah Pengurus

Image
IMAM SHAMSI ALI

Anarkis Itu Suara yang Tak Terdengarkan

Image
Siti Nur Fauziah

Covid-19, Bagaimana dengan Indonesiaku Hari Ini?

Image
Achsanul Qosasi

Memaknai Silaturahim Virtual

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Jualan Donat hingga Ciptakan Aplikasi Bersatu Lawan COVID-19, Ini 5 Fakta Menarik Ahmad Alghozi Ramadhan

Image
Ekonomi

Kiat Agar Bisnis Moncer Ala Bob Sadino

Image
News

Ikut Tren Gunakan FaceApp, Ridwan Kamil: Di Era New Normal Wajah Tak Perlu Dirawat, Cukup Diedit