image
Login / Sign Up
Image

Ujang Komarudin

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) & Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta.

Bersatu Pasca Pilpres

Pemilu 2019

Image

Capres petahana nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kanan) didampingi Ketua KPU Arief Budiman (tengah) bersalaman di panggung debat keempat Pilpres 2019 di Hotel Shangrila Jakarta, Sabtu, (30/3/2019). | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Pilpres telah beres. Pilpres telah kita lewati dengan penuh kegembiraan, dan sekaligus juga kekhawatiran. Meskipun sempat terjadi demonstrasi, yang telah memakan 8 korban jiwa. Namun republik ini masih sangat stabil, dalam bidang politik maupun ekonomi.

Pilpres 2019, memang menjadi Pilpres, yang telah menjadikan masyarakat terbelah, ulama terpecah, pengusaha wait and see, elite terkotak, ilmuwan tak berkawan, dan kebenaran dikesampingkan.

Ada yang terlupakan, sebelum dan pasca Pilpres, yaitu persatuan. Ya, persatuan. Persatuan seolah-olah susah didapatkan. Padahal masyarakat Indonesia terkenal sangat guyub dan rukun. Mudah bersatu dan senang bersatu.

baca juga:

Entah mengapa, Pilpres menjadi penghalang, dan menjadi benteng tebal, dalam merajut kembali persatuan.

Sepertinya, persatuan merupakan “kata” yang mudah dikatakan. Namun sulit untuk dilaksanakan. Mudah diucapkan. Tapi sulit diimplementasikan. Persatuan, seolah-olah menjadi barang yang mahal di republik ini.

Namun saya memiliki keyakinan dan impian. Saya optimis, bangsa ini akan kembali bersatu. Kuncinya ada pada, kebesaran jiwa dari Prabowo dan Jokowi, untuk saling menjaga, menghormati, dan menghargai.

Jika Prabowo dan Jokowi bertemu. Lalu berikrar untuk bersatu, maka tak akan ada lagi pembelahan di masyarakat.

Dan momentum Idul Fitri 1440 H, harus menjadi momentum terbaik, untuk saling memaafkan diantara keduanya. Lebaran juga harus menjadi sarana, menjaga silaturrahmi dan menjaga persatuan bangsa.

Tanpa persatuan, tak mungkin bangsa ini bisa membangun. Tanpa kebesaran hati dan jiwa Prabowo dan Jokowi, republik ini tak akan bersatu. Lupakan segala bentuk perbedaan. Lupakan segala bentuk dendam dan kekecewaan. Saatnya bangsa ini bersatu kembali.

Bukan saatnya lagi, kita melanggengkan permusuhan, mempertebal kebencian, memperuncing perseteruan, dan meningkatkan kekecewaan.

Namun yang harus kita lakukan saat ini, adalah menjaga persatuan. Persatuan lebih berharga dari apapun. Persatuan lebih pentng, dari semua kekayaan alam yang ada di Indonesia. Dan persatuan lebih indah, jika dapat direalisasikan.

Makna persatuan yang paling dasar adalah, kita bersatu bagaikan satu tubuh. Jika ada tubuh kita yang terluka, maka seluruh organ tubuh yang lain merasa terluka. Persatuan juga, bagaikan satu keluarga, jika ada keluarga kita yang tersakiti, maka seluruh keluarga merasa tersakiti.

Begitu juga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Jika ada anak bangsa yang terdzolimi, maka sejatinya semua rakyat Indonesia merasa terdzolimi.

Tak ada yang lebih indah di dunia ini, selain menjaga persatuan. Tiada yang lebih menyenangkan di republik ini, selain memelihara persaudaraan. Dan tidak ada yang lebih mengasyikan di negara tercinta ini, selain kita dapat melestarikan silaturrahmi.

Dengan silaturrahmi, bangsa ini akan tetap bersatu. Dengan silaturrahmi, nasib ibu pertiwi tak akan tercerai berai. Dan dengan silaturrahmi, Indonesia akan tetap ada dan terjaga.

Silaturrahmi Idul Fitri 1440 H, harus menjadi sarana dan momentum untuk bersatu. Bersatunya dua tokoh, yang sempat berseteru dalam kontestasi Pilpres 2019. Prabowo dan Jokowi, harus menggunakan momentum lebaran, untuk menjaga persatuan dan kesatuan.

Banyak negara di Timur Tengah yang hancur. Karena pemimpin dan rakyatnya tidak bisa bersatu. Dan banyak negara di dunia ini yang gagal. Karena miskinnya jiwa bersatu, diantara elite-elitenya.

Tentu, kita tidak mau melihat, bangsa ini menjadi bangsa yang gagal, apalagi hancur. Dan modal dasar, agar republik ini ada dan jaya, adalah modal persatuan. Ya, modal persatuan. Dengan bersatu, yang sulit akan mudah diatasi. Dengan bersatu, pembangunan bisa bergerak. Dan dengan bersatu, kita bisa menjadi bangsa yang hebat dan jaya.

Modal dasar persatuan itu sudah kita miliki. Pancasila menjadi pemersatu. Dan masyarakat Indonesia, tak pernah neko-neko, tak pernah berbuat aneh-aneh, dan macam-macam. Yang aneh dan macam-macam, hanya segelintir elite, yang sering memprovokasi masyarakat untuk saling berseteru.

Bahasa, budaya, adat, agama, suku, dan etnis kita banyak. Kita masih bisa bertoleransi, dan saling bersatu. Mengapa hanya gara-gara Pilpres, kita saling melukai dan menyakiti. Kita sama-sama sebagai anak bangsa Indonesia. Mengapa gara-gara Pilpres, kita berseteru.

Andai saja elite-elite politik kita bijaksana. Berperilaku gentlemen, siap kalah dan siap menang. Dan siap mengakuai kekalahan diri sendiri, dan mengakui kemenangan lawan, maka konflik politik yang menelan korban jiwa, tak akan terjadi.

Akar konfik terjadi, karena jiwa kenegarawanan para politisi kita masih rendah. Bahkan mungkin masih tertutup, oleh tebalnya jiwa keangkuhan dan keserakahan. Namun yang paling penting dari Pilpres adalah, jangan lupakan persatuan.

Bersatu pasca Pilpres menjadi suatu keniscayaan. Dan Prabowo sendiri sudah mengatakan, bahwa pertemuan dengan Jokowi ada waktunya, ada saatnya. Mungkin saat ini, masih ada sengketa di MK. Jadi, bisa saja pasca MK memutuskan siapa yang menang, maka persatuan itu akan semakin terlihat, dan akan semakin terang.

Jangan lah kita menjadi bangsa yang rapuh. Karena hilangnya budaya silaturrahmi, dan tak mau bersatu. Ada yang lebih penting dari sekedar Pilpres, yaitu menjaga dan melestarikan persatuan dan kesatuan.

Percuma ada Pipres, jika kita tidak bersatu. Percuma ada Pemilu, jika kita bercerai berai. Momentum Pilpres, bukanlah momentum untuk melanggengkan permusuhan dan konflik. Tapi Pilpres, harus menjadi momentum untuk saling menjaga persatuan.

Tak perlu ragu untuk bersatu. Tak perlu malu untuk saling menyapa. Tak perlu gengsi untuk saling menyambangi. Dan tak perlu angkuh untuk saling bersikukuh. Buka hati dan pikiran. Jalinlah persatuan tanpa syarat. Agar Indonesia tidak sekarat. Dan demi Indonesia yang lebih bermartabat.

Selamat Idul Fitri 1440 H. Selamat menjalin persatuan Indonesia.

Editor: Dedi Ermansyah

berita terkait

Image

News

Pakar: Koalisi Demikian Besar dan Solid, Jokowi Akan Aman dalam Menjalankan Pemerintah

Image

News

Hari Lahir Pancasila

Jokowi: Situasi Sulit Pandemi COVID-19 Memerlukan Kerja Keras Kita Bersama untuk Melewatinya

Image

News

Hari Lahir Pancasila

Jokowi Ajak Pemerintah Pusat dan Daerah Terus Bantu Rakyat Terdampak Pandemi Covid-19

Image

News

Jokowi: Pancasila Menggerakan Persatuan Kita Dalam Mengatasi Semua Tantangan

Image

News

Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Jokowi: Pandemi Covid-19 Menguji Daya Juang Kita Sebagai Bangsa

Image

Ekonomi

Wabah Corona

MPR Desak Pemerintah Percepat Pencairan Insentif Bagi Tenaga Medis

Image

News

Ruslan Buton Ditangkap, Refly Harun: Minta Presiden Mundur Nggak Apa-apa Dalam Demokrasi

Image

News

IPW Minta Polri Bebaskan Ruslan Buton

Image

News

Mahfud MD Minta Polisi Usut Ancaman Teror Terhadap Pembicara Diskusi di UGM

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Hari Lahir Pancasila, Enos Ajak Tingkatkan Persatuan dan Terus Bergotong-royong

Nilai-nilai dalam Pancasila harus selalu mewarnai kehidupan sehari-hari.

Image
News
Wabah Corona

Dinkes Kalbar Sebut Ada Tujuh Kasus Baru Positif Corona

"Enam orang yang terkonfirmasi positif dari Melawi ini merupakan satu klaster, sementara yang satu di Kubu Raya“

Image
News
Wabah Corona

Keren! Begini 5 Potret Pasar Pegirian Setelah Menerapkan Peraturan Physical Distancing

Pemkot Surabaya telah mengatur sistem physical distancing di pasar tersebut. Di mana, para pedagang di tempatkan di garis-garis pembatas

Image
News
DPR RI

Mardani: Pancasila Tak Hanya Jargon Maupun Hafalan Belaka, Tapi Implementasi dan Aksi!

Ia mengajak para elite negeri untuk memberikan contoh teladan hidup yang terkandung dalam Pancasila.

Image
News
Wabah Corona

Kabupaten Landak Tengah Bersiap untuk Terapkan New Normal

"Kami akan mengkaji apa-apa saja yang perlu disiapkan terutama untuk tempat-tempat yang memberikan pelayanan publik“

Image
News
DPR RI

Sambut Era Normal Baru, Pemerintah Diminta Pertegas Regulasi untuk Pesantren

Menurut dia, saat ini para santri sudah merindukan kiainya, begitu juga siswa-siswa di sekolah umum yang sangat ingin bertemu gurunya.

Image
News

Politikus Demokrat: Dulu Demo Berjilid-jilid dari 2007 - 2011 Minta SBY Diturunkan, Tak Ada dari Kalian Dipidana

Kritik terhadap tindakan hukum terhadap Ruslan Buton juga disampaikan sejumlah kalangan.

Image
News
Kolom

Salah Urus dan Salah Pengurus

Terlihat jelas betapa pemerintah begitu gamang dan seperti tidak punya prioritas.

Image
News
Wabah Corona

Beredar Foto Kerumunan Calon Penumpang di YIA, Ini Penjelasannya

Pandu mengungkapkan, tidak cuma zona pemeriksaan dokumen saja yang terlihat padat orang. Katanya, di lobi luar bandara pun demikian

Image
News

Protes George George Floyd: Polisi Tangkap Ribuan Warga hingga Nekat Tabrak Pendemo dengan Kuda

All lives matter!

terpopuler

  1. Protes George Floyd Makin Meluas, 'Batman' Tiba-tiba Muncul di Tengah Kerusuhan

  2. Seluruh Warga Kota Palu yang Terinfeksi Virus Corona Dinyatakan Sembuh

  3. Tahan Ruslan Buton dengan Pasal Karet UU ITE, Arsul Sani Ingatkan Polri Hati-hati

  4. Tanggapi Pernyataan Refly Harun, Muannas: Mendesak Mundur Modal Hoax dan Hasutan itu Pidana

  5. Cabut PSBB Beralih ke New Normal, Khofifah Minta Warga Malang Raya Perketat Protokol Kesehatan

  6. PPP Tak Melihat Kemarahan Risma Sebagai Ekspresi Persaingan Politik dengan Khofifah

  7. BPTJ Perpanjang Larangan Operasional Bus AKAP di Jabodetabek

  8. 5 Manfaat Meditasi Berjalan ala Buddha, Efektif Mengurangi Kecemasan

  9. IPW Desak Polri Bebaskan Ruslan Buton

  10. Pengamat Nilai Polemik Mobil PCR BNPB karena Ada Persaingan Politik Khofifah dan Risma

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Abdul Aziz SR

Salah Urus dan Salah Pengurus

Image
IMAM SHAMSI ALI

Anarkis Itu Suara yang Tak Terdengarkan

Image
Siti Nur Fauziah

Covid-19, Bagaimana dengan Indonesiaku Hari Ini?

Image
Achsanul Qosasi

Memaknai Silaturahim Virtual

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Jualan Donat hingga Ciptakan Aplikasi Bersatu Lawan COVID-19, Ini 5 Fakta Menarik Ahmad Alghozi Ramadhan

Image
Ekonomi

Kiat Agar Bisnis Moncer Ala Bob Sadino

Image
News

Ikut Tren Gunakan FaceApp, Ridwan Kamil: Di Era New Normal Wajah Tak Perlu Dirawat, Cukup Diedit