image
Login / Sign Up

FOTO ESAI Kilau Cahaya 'Mutiara Hitam' di Pesantren Nuu Waar

Abdul Aziz Prastowo

Image

Foto kombo wajah Santri di Pesantren Nuu Waar | AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Perjalanan jejak peradaban Islam di bumi Cendrawasih Papua sudah berusia ratusan tahun lalu. Berawal dari masuknya Islam ke Indonesia oleh seorang ulama Besar Aceh bernama Syekh Abd Rauf, yang merupakan putra ke-27 dari Syekh Abd Kadir Jailani dari Kerajaan Pasai.

Pada abad ke-12 Syekh Abd Rauf mengutus Tuan Syekh Iskandar Syah agar melakukan perjalanan dakwah ke Nuu Waar (Papua). Rombongan itu pun tiba pada tanggal 17 Juli 1224 M di Messia atau Mes Kerajaan Patipi.

Santri berjalan menuju masjid di Pesantren Nuu Waar. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Santri mengaji di Pesantren Nuu Waar. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Orang pertama yang bertemu dengan Syekh Iskandar Syah adalah Kriss Kris yang kemudian diajarkan Islam oleh Syekh Iskandar Syah. Pengajaran itu pun berlanjut dengan pembacaan dua kalimat syahadat. Kriss Kris pun menjadi Muslim, kemudian diangkat menjadi imam pertama yang saat itu ia sudah menjadi raja di Patipi.

Siar dakwah Islam di Nuu Waar (Papua) terus berlanjut hingga saat ini. Salah satunya yang digerakkan oleh Muhammad Zaffadlan Robbani Al-Garamatan atau yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan Ustaz Fadlan Garamatan. Ia telah berdakwah dan memberikan kontribusi selama hampir 30 tahun di Papua.

Ilmu Pengetahuan Sebagai Tonggak Peradaban

Ustaz Fadlan bercerita bahwa ia sering berdakwah hingga sampai pedalaman Papua, untuk memberikan perubahan pola pikir yang lebih maju serta pengembangan sumber daya masyarakat Papua yang lebih beradab.

Ustaz Fadlan Garamatan (kiri) memberikan ceramah di Pesantren Nuu Waar. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Santri bersama Ustaz salat tarawih di Pesantren Nuu Waar. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

“Dikala bagian Indonesia Barat dan Indonesia Tengah sedang tertidur, di wilayah timur Indonesia dengan rambut keritingnya dan hitamnya kulit sudah mengawali kehidupan untuk beraktivitas”, ujar Ustaz Fadlan.

Nuu waar adalah negeri yang penuh dengan cahaya yang tersembunyi. Jika dimasukkan dengan dakwah agama Islam, maka cahaya itu menjadi terang secara keseluruhan untuk umat di negara Indonesia yang tercinta ini.

Seorang santri melihat proses belajar mengajar di Pesantren Nuu Waar. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Aktivitas Santri di Pesantren Nuu Waar. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Santri berjalan menuju masjid di Pesantren Nuu Waar. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

“Kita menjemput mereka supaya bersekolah dan belajar dari SD, SMP, SMA, sampai perguruan tinggi. Kita bekali mereka dengan ilmu pengetahuan dan mengenal Islam lebih dekat,” tegas Ustaz Fadlan saat ditemui di Pesantren Nuu Waar di Bekasi, Jawa Barat.

Hingga sekarang, melalui Yayasan Al-Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) yang ia bentuk, secara terus menerus membiayai anak-anak asli Papua yang tidak tersentuh dengan pendidikan untuk bersekolah ke luar Papua. Tidak saja berkuliah di jurusan agama, tapi juga berbagai bidang seperti perawat, kebidanan, guru, dan sebagainya.

Santri salat tarawih di Pesantren Nuu Waar. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Santri salat Asar di Pesantren Nuu Waar. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Aktivitas Santri di Pesantren Nuu Waar. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

“Setelah anak-anak menyelesaikan pendidikan kuliah mereka dipulangkan, bahkan tidak dibolehkan tinggal di Jawa sini. Semua harus pulang, karena masyarakat menunggu dengan membawa ilmu pengetahuan selama belajar sekian tahun,” terangnya.

Hambatan yang dihadapi Ustaz Fadalan pun sangat beragam, namun menurutnya melalui “vitamin dakwah” inilah tercipta “kapsul-kapsul” yang akan menjadikan energi untuk terus mebuat perubahan.

Bekasi Menjadi Pilihan untuk Awal Perubahan 

Ustaz Fadlan mengajak dan menjemput anak-anak untuk dibekali Ilmu Pengetahuan dengan hijrah dari Indonesia Timur. Itu semua untuk membangun kekuatan energi pola pikir yang lebih segar.

Aktivitas Santri di Pesantren Nuu Waar. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Santri sedang cuci muka di Pesantren Nuu Waar. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Anak-anak yatim piatu dan duafa dengan kekuatan nilai hijrahnya, menempati rumah singgah di Bekasi, Jawa Barat dengan lahan yang disewa dari dua rumah, berkembang menjadi lima rumah sampai dengan 10 rumah.

Semakin berkembangnya jumlah santri yang menempuh jenjang pendidikan, yayasan mengembangkan sayap dengan membangun Pesantren Nuu Waar. Desa Taman Sari, Setu, Bekasi, Jawa Barat ini dijadikan pilihan untuk meningkatkan dan pembinaan terhadap santri.

Aktivitas Santri di Pesantren Nuu Waar. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Aktivitas Santri di ruang kamar di Pesantren Nuu Waar. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Aktivitas Santri di Pesantren Nuu Waar. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Mengenai ditetapkannya Bekasi sebagai lokasi pesantren, menurut Ustadz Fadlan karena Bekasi tidak jauh dari pusat negara, Jakarta. Para santri bisa kita kondisikan untuk mendapat informasi maupun ilmu yang terbaru dan terbaik, sehingga hal itu akan menambah wawasan dan pengetahuan mereka.

”Alhamdulillah, selama ini meski dalam tempat yang terbatas, para santri mendapat informasi dan ilmu dari tokoh-tokoh yang berkompeten keilmuannya,” ujar Ustaz Fadlan yang lahir di Fakfak, Papua.

Aktivitas Santri memasak di Pesantren Nuu Waar. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Aktivitas Santri mencukur rambut di Pesantren Nuu Waar. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Aktivitas Santri di Pesantren Nuu Waar. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Setidaknya sudah sebanyak 3.700 anak Papua yang pulang dari menuntut ilmu, lalu membantu pemerintah dan masyarakat di Papua. Sedangkan yang menjalani beasiswa sekitar 6.200 anak. Mereka tersebar di beberapa pesantren dan perguruan tinggi di Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.

Selain pesantren, dengan luas lahan sekitar dua hektar, yayasan akan membangun pusat pembinaan santri-santri, seperti pengenalan Islam, hafalan Alquran, dan pelatihan kepemimpinan. Ketika sudah menyelesaikan masa belajarnya, santri-santri itu akan berkembang menjadi seorang ulama dan juga pemimpin di tempat asal mereka yakni di Nuu Waar.

Keunikan Pesantren Nuu Waar

Keunikan Pesantren Nuu Waar yang menjadi pembeda dengan pesantren lainnya adalah jumlah santrinya yang hampir 80 persen berasal dari Papua. Sisanya adalah para mualaf dari berbagai wilayah Indonesia.

Santri sedang salat asar di Pesantren Nuu Waar. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Ustaz Fadlan Garamatan memberikan ceramah di Pesantren Nuu Waar. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Santri mengaji di Pesantren Nuu Waar. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Anak-anak yatim piatu dan duafa menjadi syarat utama untuk belajar di pesantren dan mendapatkan beasiswa. Serta para santri tidak dipungut biaya sama sekali mulai dari SD hingga jenjang Perguruan Tinggi S1 (Strata 1).

“Mereka yang di pesantren ini tidak dipungut biaya satu rupiah pun mulai dari makan, minum, hingga pakaiannya sejak SD sampai jenjang S1,” ujar Ustaz Fadlan.

Aktivitas Santri di Pesantren Nuu Waar. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Santri sedang mandi di Pesantren Nuu Waar. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Ustaz Fadlan pun menambahkan, bahkan pesantren juga menawarkan untuk jenjang yang lebih tinggi hingga kuliah S2. Semua itu karena infaq, sedekah, wakaf dari umat Muslim yang yayasan gunakan untuk memberdayakan mereka. 

Ustaz Fadlan meyakinkan kepada mereka bahwa Aku adalah anak Papua, pesona “Mutiara Hitam” untuk Indonesia yang lebih maju, lebih beradab serta memberikan cahaya untuk dunia. []

Foto dan Teks: AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Editor: Abdul Aziz Prastowo

berita terkait

Image

News

Wiranto Tunggu Laporan Resmi Terkait Baku Tembak di Puncak Papua

Image

News

Kapolda Jatim Akan Umumkan Langsung Status DPO Veronica Koman

Image

Gaya Hidup

Festival Kopi Nusantara, Berburu Kopi khas Indonesia di Taman Fatahilla Museum Sejarah Jakarta

Image

News

Pangdam XVIII/Kasuari: Saya Tidak Butuh Rekomendasi

Image

News

Pagi Ini, Manokwari Kondusif

Image

News

Sorong Diguncang Gempa, Tapi Tak Berpotensi Tsunami

Image

Gaya Hidup

Jika Pakai 3 Jurus Ini, Pariwisata Papua Barat Makin Moncer

Image

News

Empat Korban Kontak Senjata di Ilaga Dievakuasi ke RSUD Mimika

Image

News

Anak-anak Mannem: Kami Papua, Kami Indonesia dan Kami Merah Putih

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Puji Anies Baswedan, Fahira: Hanya Pemimpin Bernyali yang Mampu Hentikan Proyek Reklamasi

“Hanya pemimpin yang punya nyali, berani, tegas & tidak mempunyai kepentingan saja yang mampu menghentikan proyek ini."

Image
News

Anies Cabut Kasasi yang Dilayangkan Ahok dalam Kasus Pembebasan Lahan Bidara Cina

Anies mengatakan, langkah mencabut kasasi tersebut dilakukan untuk menghormati keputusan pengadilan yang memenangkan gugatan warga.

Image
News

Preman dari DPP Partai Golkar Lakukan Pengrusakan dan Penganiayaan kepada Pendukung Bamsoet di Hotel Sultan

Saya dengar dari panitia, seyogyanya acara hari ini akan dilakukan di kantor DPP Partai Golkar Slipi. Namun apa daya panitia dilarang masuk.

Image
News

Terkait PKL Tanah Abang, MA: Itu Urusan Pemerintah Daerah

Diketahui, MA memenangkan gugatan soal fasilitas trotoar yang bersih dari PKL.

Image
News

Wiranto Tunggu Laporan Resmi Terkait Baku Tembak di Puncak Papua

Baku tembak mengakibatkan adanya korban luka-luka.

Image
News

Ini Pasal-pasal Revisi KUHP yang Jadi Sorotan

Ada yang menilai bahwa revisi KUHP itu belum bisa disahkan, karena ada pasal-pasal karet yang dapat merugikan banyak pihak.

Image
News

Gelar Aksi di Depan Istana, MPD Minta Jokowi Segera Melantik Pimpinan KPK Baru

Masa mendesak Presiden Jokowi percepat pelantikan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru terpilih di DPR RI

Image
News

Ibu Kota Baru Akan Dilengkapi Transportasi LRT, MRT, KRL, dan Bus Listrik

Lebih lanjut, ia menjelaskan, inisiasi tersebut akan dikuatkan dengan integrasi antar moda transportasi.

Image
News

John Bolton Beberkan Kebijakan Luar Negeri 'Ngawur' Donald Trump

"Dia 'mengungkap' Trump, tanpa menggunakan namanya, beberapa kali."

Image
News

5 Aksi Nyeleneh Pengendara saat Ditilang, Keluarkan Jurus hingga Bertapa di Atas Motor

Di Banjarmasin, pemuda dengan jaket dan tas ransel tampak mengeluarkan gerakan-gerakan seperti jurus silat di hadapan petugas saat ditilang.

Banner Mandiri

trending topics

terpopuler

  1. Pasca Operasi Lesung Pipi, Barbie Kumalasari Sebut Banyak yang Menilai Wajahnya Manis

  2. Ibunda Barbie Kumalasari Sakit Hati Lihat Putrinya Sering Dibully Warganet

  3. Terungkap! Sebagian Besar Tanah di Ibu Kota Baru Milik Konglomerat Sukanto Tanoto

  4. Warganet: Penetapan Imam Nahrawi sebagai Tersangka Sebetulnya Tidak Mengejutkan

  5. Jadi Tersangka, Harta Imam Nahrawi Mencapai Rp22 Miliar

  6. Wilayahnya Diserbu Asap Malah ke Kanada, Ini 4 Fakta Wali Kota Pekanbaru Firdaus

  7. Ferdinand: Tidak Ada yang Kaget Imam Nahrawi Jadi Tersangka, Harusnya Bulan-bulan Lalu

  8. Gunung Paling Aktif di Planet Jupiter Diprediksi akan Meletus

  9. Tersangka di KPK, Imam Nahrawi Dipecat dari PKB?

  10. Ditinggal Baim Wong Kerja Saat Hamil, Paula Verhoeven Hanya Dijagain Kucing

fokus

Abortus
BJ Habibie Tutup Usia
Lindungi Perempuan

kolom

Image
Ujang Komarudin

Gigitan Terakhir KPK

Image
Damai Mendrofa

Menangani Penyu, Sampai Tak Ada yang Ganggu

Image
Achmad Fachrudin

Dinamika Politik Jakarta Paska Pemindahan Ibukota

Image
Abdul Aziz SR

Perempuan dan Jabatan Publik

Wawancara

Image
Hiburan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jadikan JILF Sebagai Pemantik Imajinasi

Image
Ekonomi

Eksklusif Mochamad Soebakir: Sebagai 'Jembatan' Konsultan Pajak Fungsinya Vital

Image
Olahraga

Bianca Andreescu

"Memenangi AS Terbuka Sebenarnya Terasa Aneh"

Sosok

Image
News

Dari Presiden hingga Ulama, 5 Tokoh Tanah Air yang Masuk Daftar Muslim Paling Berpengaruh di Dunia

Image
News

Tanahnya Dipakai Jadi Ibu Kota Baru Indonesia, Ini 5 Rekam Jejak Sukanto Tanoto

Image
Ekonomi

Mengenal Sukanto Tanoto, Sang Penguasa Lahan HTI Ibu Kota Baru