image
Login / Sign Up

TKN Siap Adu Data Kecurangan Pilpres Dengan BPN Prabowo-Sandi

Kosim Rahman

Image

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Ma'ruf, Arsul Sani. | AKURAT.CO/Kosim Rahman

AKURAT.CO, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin sudah menyiapkan data-data berbasis form C1 guna menangkal gugatan permohonan sengketa hasil Pemilu 2019 dari pihak 02 Prabowo-Sandi ke Mahkamah Konstitusi.

"Jika mencermati wacana yang sering disuarakan pihak 02 adalah soal kecurangan pemilu. Kalau hal itu yang menjadi materi permohonannya, Tim Hukum 01 sudah menyiapkan data-data penangkalnya," kata Wakil Ketua TKN Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arsul Sani, di Media Center Cemara, Menteng, Jakarta, Kamis (23/5/2019).

Menurut Arsul Sani, Tim Hukum 01 menunggu pihak 02 mengajukan permohonan gugatan sengketa hasil pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK) dengan termohon KPU sebagai penyelenggara pemilu.

baca juga:

Setelah itu, Tim Hukum 01 akan mengajukan permohonan ke Mahkamah Konstitusi sebagai pihak terkait.

Juru Bicara TKN Rizal Mallarangeng menambahkan, dari segi materi gugatan, ada dua hal, yakni klaim kemenangan pihak 02 serta tudingan kecurangan yang dilakukan KPU sebagai penyelenggara pemilu.

"Soal klaim kemenangan, maka pihak 02 harus mampu membuktikan 17 juta suara lebih dari form C1, sebagai suara untuk pasangan capres-cawapres nomor urut 02. Karena, dari hasil rekapitulasi suara oleh KPU, selisihnya sekitar 17 juta suara. Bisa disebut ini hampir tidak mungkin dilakukan," katanya.

Materi kedua, kata Rizal, soal tudingan adanya kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif (TSM), maka pihak 02 harus dapat membuktikan tudingan tersebut. "Kalau tidak bisa membuktikan tudingan tersebut, maka tidak ada kecurangan yang dituduhkan," katanya.

Sementara, Arsul Sani menambahkan, setelah pemberian hak suara Pemilu 2019, pada 17 April lalu, TKN membuat pusat tabulasi data sendiri berbasis form C1.

"TKN membuat rekapitulasi suara pemilu berdasarkan data form C1 yang dikirimkan saksi dari seluruh TPS di seluruh Indonesia," katanya.

Anggota Komisi III DPR RI yang membidangi hukum ini menegaskan, tabulasi data yang dilakukan TKN jelas berbasis form C1, bukan berbasis SMS atau WA yang dikirimkan saksi.

Menurut dia, penggunaan kekerasan dalam berdemonstrasi, selain tidak ada gunanya, malah merugikan diri sendiri dan lingkungan sekitar.[]

Editor: Dedi Ermansyah

berita terkait

Image

News

Dosen UGM Sebut MK Sudah Sering Dapat Permohonan Uji UU LLAJ

Image

News

Kunjungi Mal Kelapa Gading, Wagub Minta Pengelola Konsisten Terapkan Protokol Kesehatan

Image

News

Pilkada 2020

PAN Tak Akan Berkoalisi dengan Parpol yang Usung Mantan Pecandu Narkoba

Image

News

Ahli: Revisi UU KPK Tetap Sah Meski KPK Tak Dilibatkan dalam Pembahasan

Image

News

Sidang di MK, Ahli Sebut Pengesahan UU KPK Abaikan Asas Umum Peraturan UU

Image

News

Gugat UU Darurat Senpi, Kivlan Zen: Semoga Saya Mendapat Keadilan

Image

News

Putusan MK Jadi Acuan Keserentakan Pemilu 2024

Image

News

Presiden Tetap Naikan Iuran BPJS, Mahasiswa Gugat UU Mahkamah Agung

Image

News

Dipersoalkan di MK, Menkumham Jelaskan Terkait Proses Pengesahan Perppu Covid-19

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

IGI Nilai Program Guru Bergerak Kemendikbud Tidak Jelas

Sudah pernah dilakukan IGI.

Image
News

Video Detik-detik Longsornya Tambang Batu Giok Myanmar, 162 Orang Tewas

Otoritas khawatir masih banyak yang belum ditemukan

Image
News

Datang dengan Keluhan Mirip COVID-19, yang Ditemukan di Dada Anak ini Bikin Kaget

Keluhannya demam dan batuk tak sembuh-sembuh, ternyata ada benda asing di dadanya.

Image
News

Persidangan Pembunuhan Jamal Khashoggi Dimulai, 20 Terdakwa Arab Saudi Tak Hadir

Ankara telah berulang kali menyerukan ekstradisi para tersangka agar bisa diadili di Turki

Image
News

Marsekal Hadi Sebut Keluarga Besar TNI Kehilangan Prajurit Terbaik di Misi PBB

Jenazah Pelda Anumerta Rama Wahyudi diberangkatkan dengan menggunakan pesawat C-130 Hercules ke Pekanbaru.

Image
News

Tak Takut Kalah 'Lomba', Ilmuwan Inggris Ini Fokus Kembangkan Vaksin Corona Murah

Harga vaksinnya diperkirakan sekitar 2-3 poundsterling (Rp36 ribu-Rp54 ribu)

Image
News
Wabah Corona

Gugus Tugas: 99 Daerah Berhasil Bertahan di Zona Hijau

Pengalaman saya, daerah yang paling banyak melakukan rapid test, sekarang ini tingkat keterjangkitannya semakin kecil.

Image
News

Mendikbud: Guru Penggerak Adalah Pelatihan Calon Pemimpin Pendidikan Masa Depan

Dirinya percaya bahwa masing-masing daerah dan sekolah-sekolah di seluruh Tanah Air pasti memiliki guru penggerak.

Image
News

Tim Pakar Gugus Tugas Sebut Ukuran Virus Corona Lebih Besar dari Virus Lain

Dengan edukasi yang baik, masyarakat juga diharapkan akan lebih mudah diajak untuk melakukan upaya-upaya pencegahan

Image
News

Kasus COVID-19 di DIY Jadi 324, Total Sembuh 271

Terbaru, terjadi penambahan sebanyak empat kasus

terpopuler

  1. Polos Banget, Balita Ini Sebut Wabah COVID-19 Bisa Dibasmi dengan Bau Kentut

  2. Kritik Abdillah Toha untuk Muhammad Nasir yang Usir Dirut PT Inalum Saat RDP di Komisi VII

  3. RUU HIP Jadi RUU PIP? Ustaz Tengku Zul: Seluruh Elemen Umat Islam Menolak Tegas Kok Malah Usul Mau Ganti Nama

  4. Keren dan Nyentrik, Ini 5 Modifikasi Sandal Jepit Karya Warga yang Bikin Kagum

  5. Tuai Kecaman hingga Digugat Forum Mujahid Tasikmalaya, 4 Fakta Kasus Unggahan 'Santri Calon Teroris' Denny Siregar

  6. Mahasiswa Kampusnya Dibilang Kucel-kucel dan Bermotor, Begini Respons Rektor UNY

  7. Viral, Inilah Sosok Pengisi Suara Iklan Berbagai Produk Tanah Air

  8. 5 Potret Gagahnya Kiper Persebaya Angga Saputra saat Memakai Seragam TNI

  9. Izinkan Sekolah Tatap Muka, Menteri Nadiem Tegaskan Harus Utamakan Kesehatan dan Keselamatan

  10. Kasus COVID-19 di Aceh Meningkat Drastis, Dinkes: Ini Akibat Masyarakat Tidak Disiplin!

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Muhtar S. Syihabuddin

Kami Cinta Polisi Sekaligus NKRI

Image
UJANG KOMARUDIN

Marah-marah dan Ancaman Reshuffle

Image
Riyanda Barmawi

Lobster Edhy Dalam Bayang-Bayang Susi

Image
Zainul A Sukrin

Polemik RUU HIP, Antara Oligarki dan Populisme Politik Islam?

Wawancara

Image
News

DPR RI

Interview Ketua Komisi X Soal Kisruh PPDB: Kemendikbud dan Dinas Pendidikan Provinsi Kurang Sosialisasi

Image
Olahraga

Shin Tae-Yong

Ini Petikan Lengkap Wawancara Shin Tae-Yong yang Dipersoalkan PSSI

Image
News

Interview Mardani Ali Sera: Tidak Urgen, Stop dan Batalkan RUU HIP!

Sosok

Image
News

Jadi Pengusaha Daging, 6 Potret Terbaru Mantan Istri BTP Veronica Tan

Image
News

Lewat YouTube Daniel Mananta, BTP Ungkap Usahanya Pertahankan Rumah Tangga dengan Veronica Tan

Image
News

6 Potret Lawas Kenangan Presiden Soeharto Bersama Keluarga