image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

Hakim Adhoc Tipikor PN Medan Divonis 6 Tahun Penjara

Bayu Primanda

Image

Mantan Hakim PN Medan Merry Purba menangis di tengah proses pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta | AKURAT.CO/Bayu Primanda

AKURAT.CO Hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pengadilan Medan Merry Purba divonis 6 tahun penjara ditambah denda Rp200 juta subsider 1 bulan kurungan karena dinilai terbukti menerima suap sebesar 150 ribu dolar Singapura (sekitar Rp1,56 miliar) dari pengusaha Tamin Sukardi.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Merry Purba telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa selama 6 tahun ditambah denda Rp200 juta subsider 1 bulan kurungan," kata ketua majelis Hakim Saifuddin Zuhri di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis(16/5/2019).

Putusan itu lebih rendah dibanding tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) KPK yang menuntut agar divonis penjara selama 9 tahun dan pidana denda sebesar Rp350 juta subsider 3 bulan kurungan.

baca juga:

Merry dinilai terbukti melanggar pasal 12 huruf c Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP mengenai Hakim yang menerima janji atau hadiah.

Namun, Hakim tidak mewajibkan Merry untuk membayar uang pengganti sebesar uang suap yang ia terima yaitu 150 ribu dolar Singapura subsider 7 bulan kurungan.

"Majelis Hakim menolak pidana tambahan uang pengganti," ungkap Hakim Saifuddin.

"Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa menurunkan wibawa peradilan dan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum dan lembaga pengadilan. Hal yang meringankan belum pernah dihukum, sopan dalam persidangan, dan memiliki tanggungan keluarga," tambah Hakim Saifuddin.

Tujuan pemberian uang 150 ribu dolar Singapura itu adalah agar Direktur Utama PT Erni Putra Terari Tamin Sukardi mendapat putusan bebas dalam putusan perkara tipikor nomor: 33/Pid.Sus-TPK/2018/PN.Mdn mengenai pengalihan tanah negara/milik PTPN II kepada pihak lain seluas 106 hektare bekas Hak Guna Usaha (HGU) PTPN II Tanjung Morawa di Pasa IV Desa Helvetia, Deli Serdang atas nama Tamin Sukardi.

Ketua PN Medan Marsudin Nainggolan menunjuk Wahyu Prasetyo Wibowo sebagai Hakim ketua, Sontan Merauke Sinaga sebagai Hakim anggota I dan Merry Purba sebagai Hakim anggota II Ad hoc, serta Helpandi sebagai panitera pengganti. Wahyu lalu menerbitkan surat penetapan penahan terhadap Tamin di rutan Tanjung Gusta Medan selama 30 hari sejak 10 April 2018.

Tamin mengajukan permohonan pengalihan status menjadi tahanan rumah dengan alasan medis pada 9 Juli 2018. Saat Helpandi mengajukan draf pengalihan status Tamin, masing-masing Hakim menanyakan kepada Helpandi dengan kalimat "kok hanya tanda tangan saja?"

Dalam beberapa kali permintaan tanda tangan untuk penetapan izin berobat Tamin terlontar pertanyaan baik dari Merry Purba, Sontan Merauke maupun Wahyu Prasetyo dengan kalimat seperti 'kok gini-gini aja?' atau 'kerja baktinya aja kita dek?' atau 'teken aja kita ini?'. Atas kalimat tersebut Helpandi memahaminya sebagai permintaan uang atau barang dari majelis Hakim.

Staf administrasi perusahaan Tamin, Sudarni Samosir lalu melaporkan hasil pertemuan dengan Helpandi kepada Tamin dan ia pun meminta agar mengkomunikasikan dengan majelis Hakim agar Hakim tidak kecewa dan agar putusan perkaranya bebas pada 27 Agustus 2018.

Helpandi lalu menyebut untuk menyiapkan sebesar Rp3 miliar untuk tiga orang Hakim dan Tamin menyanggupinya. Ia kemudian menghubungi rekannya Hadi Setiawan yang sudah berkomitmen untuk membantu dirinya. Tamin memberikan uang sejumlah 280 ribu dolar Singapura dalam amplop ke Hadi untuk diserahkan ke majelis Hakim.

Pada 24 Agustus 2018, Helpandi bertemu dengan Merry Purba di lorong kerja dan mengatakan bahwa Tamin minta dibantu untuk putusan dan akan ada pemberian sejumlah uang dari Tamin.

Uang untuk Merry Purba diserahkan pada 25 Agustus 2018 di "show room" atau ruang pamer mobil Honda di Jalan Adam Malik, Helpandi lalu memberikan 150 ribu dolar Singapura kepada seorang pria yang mengendarai mobil Toyota Rush milik Merry Purba, sedangkan uang untuk Sontan akan diserahkan sesaat putusan dibacakan yaitu 27 Agustus 2018.

Pada 27 Agustus 2018, majelis Hakim memutuskan Tamin Sukardi terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tipikor secara bersama-sama dan dijatuhi pidana 6 tahun, denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan dan kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp132,468 miliar, sedangkan Hakim Merry Purba menyatakan "dissenting opinion" yaitu dakwaan tidak terbukti dengan adalan sudah ada putusan perdata berkekuatan hukum tetap.

Terhadap putusan itu, Merry langsung menyatakan banding.

"Saya mengapresiasi bahwa putusan bapak putusan yang mulai semuanya mengurangin tuntutan JPU, namun dengan putusan anda bahwa saya tidak menerima apapun terutama menerima uang saya tidak pernah saya sudah membawa bukti, saya tidak pernah menerima apapun untuk itu. Saya harus banding saya tidak pernah menerima itu semua," kata Merry.

Terkait perkara ini, Direktur Utama PT Erni Putra Terari Tamin Sukardi divonis 6 tahun penjara ditambah denda Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan, Hadi Setiawan sudah divonis 4 tahun penjara ditambah denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan.

Sedangkan panitera pengganti Pengadilan Negeri Medan Helpandi divonis 7 tahun penjara ditambah denda Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan.[]

Editor: Ridwansyah Rakhman

Sumber: ANTARA

berita terkait

Image

News

ICW Sebut Anggaran Penyidikan KPK Lebih Kecil Dibanding Kejagung dan Polri

Image

News

ICW Sebut Penegakan Hukum Belum Garap Korupsi Korporasi dan TPPU

Image

News

ICW: Kami Pastikan Kasus yang Ditangani KPK pada 2020 Tak Sebanyak Periode Sebelumnya

Image

News

PDIP Riau Heran Beredar Surat Panggilan Kadernya oleh KPK di Medsos

Image

News

Arief Budiman Ingatkan KPUD Prinsip Kemandirian untuk Jaga Kepercayaan Publik

Image

News

Kasus Penyiraman Air Keras Novel Baswedan Masih Diteliti Jaksa

Image

News

Buru Harun Masiku, Polri: Kami Sudah Periksa Orang Terdekatnya

Image

News

KPK Minta Tolong Polri Buru Buronan Korupsi Nurhadi

Image

News

Sayembara Cari Masiku-Nurhadi, Pakar: Mungkin Ejek Penegak Hukum Sekaliber KPK, Kenapa Orangnya dan Profesinya Jelas, tapi Tak Ditemukan 

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Polda Metro Musnahkan Barang Bukti Narkoba Ungkapan Januari-Februari 2020

"Kami akan selalu bekerja keras demi Jakarta yang zero dari narkoba," kata Kapolda Metro Jaya.

Image
News
Wabah Corona

Pasien Corona Pertama di Malaysia Dinyatakan Sembuh

Virus juga menular ke adik perempuan dan ibu mertuanya

Image
News

Demokrat: Alasan Salah Ketik Draf RUU Omnibus Law Ciptaker Tak Masuk Akal

Jika salah hapus saja.

Image
News

Polisi Tangkap Penyebar Hoax Perkelahian di Sarinah

Kini FG dan YA menyesali perbuatannya karena menyebar konten hoaks demi mencari penonton.

Image
News
Wabah Corona

Data Terkini Wabah Corona: Jumlah Pasien Meninggal Dunia Tembus Angka 2 Ribu

Kasus terkonfirmasi dan meninggal dunia semakin meningkat

Image
News

Pasca Brexit, Inggris Putuskan Pekerja Berketerampilan Rendah Tak Akan Dapat Visa

Harus memiliki 70 poin untuk dapat benar-benar bekerja di Inggris

Image
News
Wabah Corona

Krisis, Pemprov DKI Ancam Penjarakan Penimbun Masker

Pemprov DKI dan Polda Metro Jaya rencana sidak Pasar Pramuka, Jakarta Timur.

Image
News

Djarot Berbagi Kisah Semangati Gibran dan Calon Kepala Daerah PDIP

Djarot menyatakan tak perlu khawatir soal finansial.

Image
News

Pelindung Penyebaran Virus Corona Langka, Pemprov DKI: Masker untuk Orang Sakit Saja

Harga masker di pasaran Jakarta juga melambung tinggi.

Image
News

MPR Ingatkan Pengusaha Indonesia Ikut Sosialisasikan Empat Pilar

Para pengusaha selalu mengedepankan kepentingan bangsa dan negara, serta terlepas dari moral hazard.

terpopuler

  1. Mendadak Banget, Ini 5 Fakta Meninggalnya Ashraf Sinclair

  2. Nama-nama Berhala yang Mengitari Ka'bah Sebelum Islam Datang

  3. #RingkusAlfianTanjung Trending Topik, Muannas: Ternyata Berkali-kali Terjerat Proses Hukum Tidak Membuat Jera

  4. Klarifikasi Berita ASN Diusulkan Dapat Dana Pensiun Rp1 Milyar, Tjahjo: Salah Kutip!

  5. Beradu Gaya hingga Lari-larian di Pantai Bareng, Ini 10 Momen Kenangan Ashraf Sinclair dan Noah

  6. Fahri Hamzah: Enggak Ada Gunanya Juga Pak Ma'ruf Tinggi Surveinya, Buat Apa?

  7. Politisi Demokrat: Sekian Banyak Survei Indo Barometer, Satu-satunya yang Gue Percaya Cuma Survei terkait Anies

  8. Kewarganegaraannya Dicabut, Mantan Anggota ISIS Shamima Begum: Rasanya Dunia Runtuh

  9. Standar 'Kecantikan' Berubah, Miss Germany 2020 Dimenangkan Seorang Ibu 35 Tahun

  10. BCL Pesan Liang Lahat Semi Private Rp260 Juta Tuk Makam Ashraf Sinclair

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Girindra Sandino

Tujuh Analisa dan Persoalan Urgen Pilkada 2020

Image
Abdul Aziz SR

Menanti Kebangkitan PPP

Image
Achmad Fachrudin

Paska Penolakan Pemulangan Mantan ISIS

Image
Hasan Aoni

PETIR

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Bintangi Get Married Series, Prilly Latuconsina Ragu Tak Bisa Seperti Nirina Zubir

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakerpus Perpusnas: Penguatan Indeks Literasi untuk SDM Indonesia Unggul

Image
Video

VIDEO Jejak Sepotong Roti Jakarta

Sosok

Image
News

Pakai Hoodie hingga Sneakers, 8 Gaya Santai Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar saat Dinas

Image
News

Ceritakan Kisah Perjalanan Psikologi di Mako Brimob, 5 Fakta Menarik Buku 'Panggil Saya BTP'

Image
News

20 Tahun Berkarier hingga Jadi Direktur Freeport, 5 Fakta Penting Claus Wamafma