image
Login / Sign Up

Politik Australia Dinilai Jadi Arena Toksik bagi Perempuan, Mengapa?

Sahistya Dhanes

Image

Julia Banks, salah satu anggota parlemen Australia yang mundur, pernah menyatakan bahwa parlemen Australia adalah lingkungan mengerikan bagi perempuan | Getty Images

AKURAT.CO, Dunia politik dinilai sebagai arena yang "beracun" bagi kaum hawa di Australia. Hal ini tercermin dari tren tindakan seksis dan misoginis serta turunnya ranking global Australia terkait perwakilan politik perempuan.

Politik Australia dikenal dengan suasananya yang gaduh. Namun, anggota parlemen perempuan mengatakan mereka kerap menjadi korban perlakuan atau komentar yang secara eksplisit berkaitan dengan gender, suatu hal yang tidak atau jarang diterima politisi pria.

Dalam hal keragaman gender, Australia saat ini disebut mengalami penurunan. Perempuan dalam politik di Australia telah mendapatkan hak untuk mencalonkan diri sejak tahun 1902, namun butuh 4 dekade bagi perempuan Australia untuk benar-benar memenangkan kursi.

baca juga:

Parlemen saat ini telah mencapai angka tertinggi sepanjang masa untuk persentase anggota parlemen perempuan. Namun, bila bicara mengenai posisi internasional, Australia mengalami kemerosotan dari peringkat 15 di dunia menjadi peringkat ke-50 untuk keragaman gender di parlemen.

Dr. Jill Sheppard, seorang ilmuwan politik dari Universitas Nasional Australia mengatakan bahwa kesuksesan perempuan Australia di dunia politik seperti legenda unicorn, suatu hal ajaib yang sulit ditiru.

Dr. Sonia Palmieri, seorang peneliti politik gender mengatakan bias gender menjadi masalah fundamental di Australia.

"Sistem Australia tampaknya selalu menganggap bahwa aktor politik kami netral terhadap gender, padahal sebenarnya mereka berputar di sekitar standar yang maskulin dan tentu saja yang mengecualikan dan menutup perempuan," kata Sonia, dilansir dari laman BBC, Kamis (16/5).

Sonia menambahkan bahwa ada dua gaya kepemimpinan yang terkenal di Australia. Yang pertama adalah gaya politisi "larrikin", istilah yang digunkanan untuk politisi yang gaduh, biasanya pria, yang biasanya dimaklumi perilaku buruknya karena dianggap sebagai suatu kebiasaan.

Sementara yang kedua adalah "agresor", politisi acerbic yang dihormati karena kemampuan mereka untuk memotong sisi lain dalam debat parlemen.

Larrikin dan Agressor dinilai sebagai hal biasa apabila itu melekat pada pria, namun dianggap tidak biasa bila melekat pada perempuan.

Meskipun kaum Hawa kerap menjadi sasaran tindakan dan komentar seksis dan misoginis, survei tahun 2018 menunjukkan bahwa kandidat perempuan sebenarnya lebih populer daripada kandidat laki-laki. []

Editor: Dian Dwi Anisa

berita terkait

Image

News

Jaringan Komputer Parlemen Australia Dibobol Peretas

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Wabah Corona

Mimpi Marbot dan Imam Masjid di Jakarta Berangkat ke Tanah Suci  Kandas Gara-gara Pandemi Covid-19

"Jadi total ada 517 orang yang tahun ini batal kami berangkatkan," kata Al Ayyubi.

Image
News
Wabah Corona

Mantan Danjen Kopassus Sumbang 1.500 APD dan 30 Ribu Masker ke RSPAD

“Ini bentuk kepedulian kami untuk membantu negara dalam memerangi Covid-19 ini"

Image
News

Tenang! SIM Habis April-Mei, Jangan Buru-buru Perpanjang, Polisi Tidak Akan Tilang

"Sesuai instruksi Pak Dirlantas, tidak ada penegakan hukum (tilang) kepada pengendara yang SIM-nya habis dari April sampai Mei 29 Mei."

Image
News

BNPB Minta Jajarannya Waspadai Kemarau di Saat Masyarakat Hadapi Corona

“Mohon kerja sama BPBD untuk melakukan upaya-upaya antisipatif dalam menghadapi ancaman bahaya kekeringan dan asap"

Image
News
Wabah Corona

Pandemi Corona di Negaranya Masih Parah, Pakistan Putuskan Cabut Pembatasan Sosial

Menurut Khan, Pakistan hanya perlu belajar 'hidup berdampingan dengan virus'

Image
News

Barack Obama Buka Suara: Insiden George Floyd Bisa Dijadikan Titik Reformasi

Obama berpendapat gelombang demonstrasi di seantero negeri mewakili frustasi rakyat atas gagalnya reformasi perlakuan polisi.

Image
News
Wabah Corona

Anies Bakal Terapkan Pembatasan Sosial Berskala Lokal Tingkat RW

Ada 62 RW yang bakal menerapkan PSBL karena tingkat penularan corona di Jakarta disebutnya masih tinggi.

Image
News

Pilkada 9 Desember, Wakil Ketua DPD RI Ingatkan KPU Potensi Gelombang Kedua Covid-19

Dan hingga hari ini, wabah ini belum dinyatakan selesai. Sebab, kurvanya relatif meninggi di beberapa daerah.

Image
News

Tagar #MendikbudDicariMahasiswa Trending, Ini 5 Bentuk Protes Warganet pada Nadiem Makarim

Selain soal UKT, mahasiswa juga menyerukan suara bagi guru honorer.

Image
News

Politikus PDIP Minta Anies Beri Himbauan Protokol Kesehatan Melalui Pengeras Suara

Jhonny meminta Anies rutin memberikan himbauan melalui pengeras suara atau toa banjir yang pernah dibeli Pemprov DKI

terpopuler

  1. Viral Foto Diduga Warga Bogor Camping di Tengah Pandemi, Warganet: Senja, Kopi, dan COVID-19

  2. Ucapan Ahok, Khofifah dan Edy Rahmayadi Sambut Hari Lahir Pancasila

  3. Tantenya Meninggal Dunia, Maia Estianty Ingatkan Warga Jangan Remehkan COVID-19

  4. Din Syamsudin: Menurut Teori Islam, Pemakzulan Seorang Pemimpian Bisa Dilakukan

  5. Nenek 100 Tahun Asal Surabaya Sembuh dari COVID-19, Ini Kunci Keberhasilannya

  6. Zita Anjani: Anak-anak Sudah Stres, Pemerintah Harus Segera Membuka Kegiatan Belajar-Mengajar

  7. Dandim 0315: Sejak Beberapa Hari Lalu Ada Orang Ngaku Sebagai Saya, Lalu Minta Uang Anggota dan Bekas Anggota Saya

  8. 5 Potret Cantik Tatyana Demyanova, Atlet Voli Putri Asal Kazakhstan yang Bikin Warganet Jatuh Hati

  9. Sebabkan Kerugian Rp14,4 T hingga Jadi Kerusuhan Paling Besar di Dunia, ini 5 Fakta Penting Kasus Rodney King di AS

  10. Jokowi: Situasi Sulit Pandemi COVID-19 Memerlukan Kerja Keras Kita Bersama untuk Melewatinya

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Dr. Abd. Muid N., MA.

Kota di Masa Pandemi

Image
Abdul Aziz SR

Salah Urus dan Salah Pengurus

Image
IMAM SHAMSI ALI

Anarkis Itu Suara yang Tak Terdengarkan

Image
Siti Nur Fauziah

Covid-19, Bagaimana dengan Indonesiaku Hari Ini?

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Jualan Donat hingga Ciptakan Aplikasi Bersatu Lawan COVID-19, Ini 5 Fakta Menarik Ahmad Alghozi Ramadhan

Image
Ekonomi

Kiat Agar Bisnis Moncer Ala Bob Sadino

Image
News

Ikut Tren Gunakan FaceApp, Ridwan Kamil: Di Era New Normal Wajah Tak Perlu Dirawat, Cukup Diedit