image sampah 7
Login / Sign Up

Alat Bukti Berbahasa Asing, Jadi Alasan KPK Sulit Ungkap Kasus Suap Mantan Dirut Garuda Indonesia

Bayu Primanda

Image

Mantan Dirtektur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar | Geotimes

AKURAT.CO, Kasus suap pengadaan mesin di PT Garuda Indonesia (PT GI) yang melibatkan Emirsyah Satar selaku mantan Direktur Utama diketahui hingga kini masih juga jalan di tempat.

Wakil Ketua Komisioner KPK, Laode M Syarif menuturkan bahwa kasus tersebut terkendala akibat barang bukti yang berbahasa asing, sehingga tim penyidik KPK kesulitan dalam mengungkapnya.

"Bukti yang kami dapat itu berkasnya segini tebal habis itu kan semua buktinya dalam bahasa Inggris kalau bahasa Indonesia sebenaranya sudah lama jadi," ujar Laode di gedung ACLC KPK, Jakarta, Rabu (15/5/2019)

Laode pun menyalahkan komisioner KPK pendahulu yang terburu-buru dalam menetapkan status tersangka terhadap Emirsyah Satar.

Hal inilah yang membuat penyidikan kasus ini jadi terlunta-lunta, mengingat proses pengungkapan peran Emirsyah terkendala di masalah penggunaan bahasa pada alat bukti.

"Kami ini cuci piring juga kan di samping (juga ada) kasus-kasus yang baru seperti itu. Jadi bukan salah kami semua, jadi maksudnya itu ngapain juga yang dulu-dulu itu nggak habis sendiri gitu kan netapin tersangka tapi nggak dikerjain ya. Maksudnya kami bekerja semampu kami," pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam kasus ini KPK telah menetapkan dua tersangka yaitu mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan Komisaris PT MRA Soetikno Soedarjo. 

Emirsyah selaku mantan Dirut PT Garuda diduga telah menerima suap 1,2 juta euro dan 180 ribu dolar AS atau senilai total Rp 20 miliar serta dalam bentuk barang senilai 2 juta dolar AS yang tersebar di Singapura dan Indonesia dari perusahaan manufaktur terkemuka asal Inggris, Rolls Royce dalam pembelian 50 mesin pesawat Airbus SAS pada periode 2005-2014 pada PT Garuda Indonesia Tbk.

Dalam kasus suap tersebut, KPK menemukan adanya pemberian yang dilakukan oleh perusahaan otomotif dunia, RollsRoyce kepada Emirsyah terkait pengadaan pesawat dan 50 mesin pesawat Airbus A330-300 untuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pada periode 2004-2015.

Selanjutnya, dari hasil penyidikan, suap yang diterima Emirsyah mencapai 1,2 juta Euro dan USD 180 ribu atau setara Rp20 miliar. Suap berupa barang yang diterima Emirsyah yakni berjumlah USD 2 juta yang tersebar di Indonesia dan Singapura.

Namun, meski telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 16 Januari 2017, penyidik KPK sampai saat ini belum juga menahan Emirsyah dan Soetikno.[]

baca juga:

Editor: Melly Kartika Adelia

Sumber:

berita terkait

Image

News

KPK Minta Kemenkum HAM Realisasikan 3 Poin Terkait Napi Koruptor

Image

News

KPK Lanjutkan Pemeriksaan Saksi Kasus Suap Pejabat Imigrasi Mataram

Image

News

KPK Tunggu Daftar Nama Koruptor yang Akan Dijebloskan ke Nusakambangan

Image

News

KPK Dalami Peran Rommy dan Menag Lukman terkait Seleksi Rektor UIN

Image

News

KPK Panggil Dua Calon Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh Terkait Kasus Suap Jual Beli Jabatan di Kemenag

Image

News

Kasus Suap Distribusi Pupuk, KPK Panggil Dua Anggota Komisi VI DPR

Image

News

KPK Dalami Proses Pengadaan Kapal di Bea Cukai dan KKP

Image

News

KPK Tanggapi Laporan Dugaan Korupsi Pejabat KBN

Image

News

KPK Didesak Investigasi Dugaan Korupsi Dana Kesehatan di Kabupaten Manggarai

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

5 Momen Baby Gaia Hibur dan Temani 'Pepo' di Rumah

Bikin gemas maksimal

Image
News

Akun Facebook Milik ASN Kota Tangerang Viral Setelah Sindir Profesi Pembantu

"Akun Facebook dari Amelia Fitriani telah di hack dan foto yang sedang makan adalah foto tahun 2017."

Image
News

Soal Wacana Ketua Harian, Politisi PDIP: Oh Kejauhan Itu

"Menurutku apapun nanti yang policy dari ketum terpilih ya biasanya dilaporkan ke kongres, nah itu akan menjadi kejutan"

Image
News

Bawaslu Tepis Polisi dan Intelijen Tak Netral di Pilpres

Abhan mengatakan investigasi terhadap kasus kapolres Garut sudah dihentikan.

Image
News

Dijanjikan Rp10 Juta, Riza Tergiur Jadi Kurir Sabu

"Setiap satu kilo dia akan mendapatkan uang Rp10 juta."

Image
News

Dijadikan Plt Kadis LH oleh Anies Baswedan, Djafar Pilih Hengkang dari Jabatan

Djafar tidak memiliki keahlian dalam mengurus lingkungan hidup DKI Jakarta.

Image
News

KPK Minta Kemenkum HAM Realisasikan 3 Poin Terkait Napi Koruptor

Poin Pertama adalah tentang pemindahan narapidana korupsi ke Lapas Nusakambangan.

Image
News

Pria Penyebar Video Penembakan Masjid Christchurch Dibui 21 Bulan

Hakim menilai Philip Arps sangat kejam karena menyebarkan video itu selama serangan maupun hari-hari berikutnya

Image
News

Seorang Pria Ditemukan Tewas Dalam Mobil Gegerkan Warga Serpong

"Saat dilakukan pemeriksaan terhadap korban tak ditemukan tanda tanda kekerasan."

Image
News

Novanto Bisa Berkeliaran, Petugas Lapas Sukamiskin Harus Dievaluasi

Direktur Jendral Permasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM harus turun tangan.

trending topics

terpopuler

  1. Litbang Kompas: 53 Persen Pendukung Prabowo-Sandi Menerima Hasil Pilpres 2019

  2. Soal Gugatan Pilpres, Denny JA Nilai Tim Hukum Prabowo 'Klaim Besar, Bukti Melompong'

  3. 8 Potret Terbaru Mantan Kepala Bareskrim Susno Duadji, Tanam Padi hingga Kopi

  4. Kivlan Zen Akui Terima Uang 4000 SGD Sebelum Kerusuhan

  5. Jenguk Agung Hercules, Jeremy Teti Temukan Banyak Bekas Jahitan di Kepala

  6. Faldo Maldini Buat Video 'Prabowo Tidak Akan Menang Pemilu di MK'

  7. Bikin 'Baper', Selama 13 Tahun Pria AS Ini Rekam Hari Pertama Putrinya saat Masuk Sekolah

  8. Soal Reklamasi Teluk Jakarta, WALHI Nilai Anies Sama Saja dengan Ahok

  9. Begini Candaan Agung Hercules Kepada Daus Mini Saat Besuk di Rumah Sakit

  10. Begal Sadis yang Patahkan Kaki Ibu-ibu Akhirnya Diseret ke Kantor Polisi

fokus

Sampahmu
Demam Vapor
Jalan Pulang

kolom

Image
Achmad Fachrudin

Menguak Tabir Kerusuhan 21-22 Mei

Image
Hasan Aoni

Turun Ranjang

Image
Achmad Fachrudin

Memelototi Persidangan Mahkamah Konstitusi

Image
UJANG KOMARUDIN

Mencari Pimpinan KPK yang Ideal

Wawancara

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Potensi Zakat Indonesia Capai Rp200 Triliun, Sayangnya Masih Sekadar Potensi

Image
Video

VIDEO Ketika Islam Menjadi Pedoman Hidup Dude

Sosok

Image
News

5 Momen Baby Gaia Hibur dan Temani 'Pepo' di Rumah

Image
Sosok

FOTO Saifudin, Sudah 24 Tahun Melakoni Pekerjaan Perahu Eretan

Image
News

7 Potret Kompak Ganjar Pranowo dan Gus Yasin saat Jalankan Tugas sebagai Kepala Daerah