image
Login / Sign Up

Alat Bukti Berbahasa Asing, Jadi Alasan KPK Sulit Ungkap Kasus Suap Mantan Dirut Garuda Indonesia

Bayu Primanda

Image

Mantan Dirtektur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar | Geotimes

AKURAT.CO, Kasus Suap Pengadaan Mesin di PT Garuda Indonesia (PT GI) yang melibatkan Emirsyah Satar selaku mantan Direktur Utama diketahui hingga kini masih juga jalan di tempat.

Wakil Ketua Komisioner KPK, Laode M Syarif menuturkan bahwa kasus tersebut terkendala akibat Barang Bukti yang berbahasa asing, sehingga tim penyidik KPK kesulitan dalam mengungkapnya.

"Bukti yang kami dapat itu berkasnya segini tebal habis itu kan semua buktinya dalam bahasa Inggris kalau bahasa Indonesia sebenaranya sudah lama jadi," ujar Laode di gedung ACLC KPK, Jakarta, Rabu (15/5/2019)

Laode pun menyalahkan komisioner KPK pendahulu yang terburu-buru dalam menetapkan status tersangka terhadap Emirsyah Satar.

Hal inilah yang membuat penyidikan kasus ini jadi terlunta-lunta, mengingat proses pengungkapan peran Emirsyah terkendala di masalah penggunaan bahasa pada alat bukti.

"Kami ini cuci piring juga kan di samping (juga ada) kasus-kasus yang baru seperti itu. Jadi bukan salah kami semua, jadi maksudnya itu ngapain juga yang dulu-dulu itu nggak habis sendiri gitu kan netapin tersangka tapi nggak dikerjain ya. Maksudnya kami bekerja semampu kami," pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam kasus ini KPK telah menetapkan dua tersangka yaitu mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan Komisaris PT MRA Soetikno Soedarjo. 

Emirsyah selaku mantan Dirut PT Garuda diduga telah menerima suap 1,2 juta euro dan 180 ribu dolar AS atau senilai total Rp 20 miliar serta dalam bentuk barang senilai 2 juta dolar AS yang tersebar di Singapura dan Indonesia dari perusahaan manufaktur terkemuka asal Inggris, Rolls Royce dalam pembelian 50 mesin pesawat Airbus SAS pada periode 2005-2014 pada PT Garuda Indonesia Tbk.

Dalam kasus suap tersebut, KPK menemukan adanya pemberian yang dilakukan oleh perusahaan otomotif dunia, RollsRoyce kepada Emirsyah terkait pengadaan pesawat dan 50 mesin pesawat Airbus A330-300 untuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pada periode 2004-2015.

Selanjutnya, dari hasil penyidikan, suap yang diterima Emirsyah mencapai 1,2 juta Euro dan USD 180 ribu atau setara Rp20 miliar. Suap berupa barang yang diterima Emirsyah yakni berjumlah USD 2 juta yang tersebar di Indonesia dan Singapura.

Namun, meski telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 16 Januari 2017, penyidik KPK sampai saat ini belum juga menahan Emirsyah dan Soetikno.[]

baca juga:

Editor: Melly Kartika Adelia

berita terkait

Image

News

Lama Buron, KPK Akhirnya Tangkap Nurhadi dan Menantunya

Image

News

Hari Lahir Pancasila

Ketua KPK: Dengan Semangat Pancasila, Pedang Antikorupsi Dapat Melesak Cepat

Image

News

Pengamat Sebut Vonis Ringan Majelis Hakim bukan Ukuran Buruknya Kinerja KPK

Image

News

Mengenal 'Jaga', Aplikasi yang Bisa Laporkan Praktik Korupsi Buatan KPK

Image

News

Polisi Gelar Perkara Kasus OTT Oknum Pejabat UNJ dan Kemendikbud

Image

News

Sejak Dilantik Hingga Awal Mei, Dewas KPK Terima 183 Izin Penindakan Kasus Korupsi

Image

News

IPW Nilai Pelimpahan Berkas Kasus Pemberian THR ke Polri Adalah Bentuk Sinergi KPK

Image

News

DPR RI

Tak Membuahkan Hasil, Demokrat Kritik OTT KPK Terhadap Pejabat UNJ dan Kemendikbud

Image

News

Pakar Hukum Nilai Pelimpahan Kasus Pejabat UNJ ke Polri Sudah Tepat

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Wabah Corona

DMI: Daya Tampung Masjid saat Normal Baru hanya 40 Persen

Daerah yang padat penduduk ibadah Shalat Jumat dilaksanakan dua gelombang

Image
News
Wabah Corona

Hari Keempat Rapid Test di Surabaya, 187 Orang Reaktif

Surabaya masuk zona merah.

Image
News

Ribuan ASN Nagan Raya Aceh Tak Lagi Terima Tunjangan Khusus

Anggaran tunjangan khusus dipangkas.

Image
News
Hari Lahir Pancasila

Kemendikbud Ajak Semua Pihak Kedepankan Semangat Gotong Royong di Tengah Covid-19

Harus ada praktik nyata bukan hanya wacana.

Image
News

Lama Buron, KPK Akhirnya Tangkap Nurhadi dan Menantunya

Masuk DPO karena mangkir pemeriksaan.

Image
News

Satgas Nemangkawi Buru KKB yang Tembak Warga Sipil

KKB layak disebut teroris karena bunuh warga tak berdosa.

Image
News
Wabah Corona

Warga dan Aparat di Boven Digoel Bertekad Putus Penyebaran Corona

“Kegiatan seperti ini terus dilakukan Satgas agar masyarakat makin sadar dan tahu cara efektif dalam mencegah penyebaran Covid-19“

Image
News

Tambang Emas Tradisional di Kotabaru Longsor, Enam Orang Meninggal

"Seluru personel Polsek Sungai Durian bersama Koramil dan masyarakat masih melakukan pencarian korban atas nama Nardi“

Image
News
Wabah Corona

Kasus Positif Corona di Kota Bogor Bertambah Dua Orang

Satu kasus merupakan impor dari daerah lain, yakni warga Kota Bogor yang baru kembali dari Manila, Filipina.

Image
News
Wabah Corona

Cegah Penyebaran Corona, Kodim Cimahi Berikan Edukasi Protokol Kesehatan

“Kita fokuskan fasilitas umum, agar warga yang ada di tempat ini lebih tahu dan memiliki pengetahuan yang harus dilakukan“

terpopuler

  1. Kekasih Gelandang Madrid Ini Mengaku Lakukan Seks Sekali Sehari, Sangat Kompetitif

  2. Bikin Plong, Ini 5 Cara Membersihkan Paru-paru Secara Alami

  3. Heboh Slip Gaji Guru Honorer Hanya Rp35 Ribu per Bulan, Warganet: Nangis Liatnya

  4. Gagah Abis, Ini 3 Potret Ravi Murdianto saat Berseragam Tentara

  5. Pertokoan Kawasan Jembatan Merah Diamuk si Jago Merah

  6. Ucapan Ahok, Khofifah dan Edy Rahmayadi Sambut Hari Lahir Pancasila

  7. Viral Foto Diduga Warga Bogor Camping di Tengah Pandemi, Warganet: Senja, Kopi, dan COVID-19

  8. Prajurit TNI Selamatkan Aset UN di Kongo

  9. Tantenya Meninggal Dunia, Maia Estianty Ingatkan Warga Jangan Remehkan COVID-19

  10. Nenek 100 Tahun Asal Surabaya Sembuh dari COVID-19, Ini Kunci Keberhasilannya

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Abdul Aziz SR

Salah Urus dan Salah Pengurus

Image
IMAM SHAMSI ALI

Anarkis Itu Suara yang Tak Terdengarkan

Image
Siti Nur Fauziah

Covid-19, Bagaimana dengan Indonesiaku Hari Ini?

Image
Achsanul Qosasi

Memaknai Silaturahim Virtual

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Jualan Donat hingga Ciptakan Aplikasi Bersatu Lawan COVID-19, Ini 5 Fakta Menarik Ahmad Alghozi Ramadhan

Image
Ekonomi

Kiat Agar Bisnis Moncer Ala Bob Sadino

Image
News

Ikut Tren Gunakan FaceApp, Ridwan Kamil: Di Era New Normal Wajah Tak Perlu Dirawat, Cukup Diedit