image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

Dua Kali jadi Korban Hoaks Pilpres 2019, Media Internasional Al Jazeera siap Tempuh Jalur Hukum

Endarti

Image

Siaran Kecurangan Pilpres TV Al Jazeera yang sempat beredar luas di masyarakat dibantah kebenarannya oleh Kepala Biro Jakarta Al Jazeera Media Network, Sohaib Jassim | KOMINFO

AKURAT.CO, Pekan ini, warga Indonesia sempat dibuat geger lantaran salah satu media network kenamaan yang berbasis di Doha, Qatar, yaitu TV Al Jazeera menanyangkan video berisi kecurangan pemilu Indonesia. Video yang sudah terlanjur beredar tersebut juga memuat narasi-narasi yang berbau negatif dan provokatif.

Bahkan salah satu narasi siaran tersebut mengatakan dengan jelas bahwa Presiden Indonesia Joko Widodo telah merusak citra Indonesia di dunia karena dianggap telah mempertontonkan pemilu yang curang. Lebih lanjut, pihak tuduhan kecurangan ini disebut sebagai simbol matinya demokrasi di Indonesia.

Tayangan berbahasa Arab tersebut juga sempat mempertontonkan potongan salah satu adegan wawancara yang dilakukan Wakil Ketua DPR RI yaitu Fahri Hamzah. Dalam video tersebut, nampak wakil ketua DPR RI dan petugas Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menghambur-hamburkan lembaran-lembaran yang mirip dengan formulir C1.

baca juga:

Video itupun sempat tersebar di platform-platform media sosial, seperti YouTube. Channel YouTube bernama "Erdogan Indonesia" juga sempat mengunggah video tersebut dengan judul "Siaran Kecurangan Pilpres TV Al-Jazeera!!!".

Akun Erdogan Indonesia menambahkan pernyataan agar Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia, yaitu Wiranto menutup TV Al Jazeera karena video kecurangan pemilu Indonesia sudah menyebar ke seluruh dunia. Namun video tayangan TV Al Jazeera yang sempat diunggah akun Erdogan Indonesia sudah dihapus dari platform Youtube.

Pihak Al Jazeera akhirnya mengklarifikasinya dengan mengeluarkan pernyataan sebagai berikut:

Sehubungan dengan tersebarnya sebuah video berjudul "Siaran Kecurangan Pilpres TV Al Jazeera" di media sosial maupun aplikasi percakapan, Al Jazeera Media Network Biro Jakarta bermaksud menyampaikan keterangan sebagai berikut:

1. Al Jazeera Media Network menyesalkan beredarnya video "Siaran Kecurangan Pilpres TV Al Jazeera" karena menggunakan tayangan berita Al Jazeera Media Network yang telah diedit dan diberi caption di luar konteks berita sehingga dapat membingungkan penontonnya.

2. Al Jazeera Media Network selalu berpegang kuat pada prinsip obyektifitas dan cover both sides dalam setiap peliputan termasuk pada penyelenggaraan Pemilihan Umum Indonesia 2019.

3. Al Jazeera Media Network mengimbau semua pihak untuk menggunakan situs maupun akun media sosial resmi kami agar terhindar dari konten hoax atau informasi yang menyesatkan dengan mengatasnamakan Al Jazeera Media Network.

4. Peristiwa ini merupakan kali kedua menimpa Al Jazeera Media Network sepanjang Pemilihan Umum 2019 sehingga kami mempertimbangkan untuk menggunakan langkah hukum terhadap pihak yang berupaya merusak kredibilitas media kami dengan menyebar konten hoax atau informasi menyesatkan dengan mengatasnamakan Al Jazeera Media Network.

Demikian pernyataan ini kami sampaikan. Terima kasih.


Sohaib Jassim
Kepala Biro Jakarta
Al Jazeera Media Network

Al Jazeera menekankan berencana mengambil langkah hukum terkait dengan beredarnya konten dan informasi menyesatkan yang mengatasnamakan Al Jazeera. Sohaib menuturkan medianya sudah dua kali menjadi korban dari pihak penyebar konten Hoaks Pemilu 2019. []

Editor: Ahada Ramadhana

berita terkait

Image

News

Soal Gereja di Karimun, Menko Polhukam Minta Masyarakat Tak Terpancing Hoaks

Image

News

Wabah Corona

Kemkominfo Imbau Masyarakat Pilih Informasi Virus Corona dengan Bijak

Image

News

Demi Endorse, Dosen dan Mahasiswa Nekat Rekayasa Keributan di Sarinah

Image

News

Polisi Tangkap Penyebar Hoax Perkelahian di Sarinah

Image

Iptek

Wabah Corona

Banyak Hoaks, Pemerintah Diminta Lebih Aktif Sebar Informasi Corona

Image

News

Polisi Selidiki Klaim Sunda Empire Miliki 500 Juta Dolar di Bank Swiss

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

IDI Tanggapi Kasus Dokter Le Wenliang yang Pertama Kali Peringatkan COVID-19

Image

Iptek

INFOGRAFIS Jutaan Konten Negatif Diblokir

Image

News

Polisi Periksa Lima Saksi Terkait Penyebaran Berita Bohong Pasien Pengidap Corona di Singkawang

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Antara Takut dan Berharap kepada Allah, Mana yang Lebih Didahulukan?

Dalam kehidupan ini, kita pasti pernah mengalami rasa takut (khauf) dan rasa penuh harap (raja')

Image
News

Kemenkes Sebut Belum Ada Kasus Virus Corona di Indonesia

Total kasus yang spesimennya dikirim ke laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan sebanyak 136 kasus.

Image
News

Supir Truk Dikroyok Hingga Tewas, Bupati Dogiyai Minta Maaf

Pemkab Dogiyai atas nama para pelaku pengeroyokan dan pembunuhan serta seluruh masyarakat menyampaikan turut berduka dan permohonan maaf

Image
News

DPR Berharap Arab Saudi Dapat Selesaikan Virus Corona Sebelum Ibadah Haji

Kita berharap Arab Saudi betul-betul bisa mengantisipasi (virus corona) ini

Image
News

Dampak Penangguhan, Kemenag Larang Agen Umroh Tarik Biaya Tambahan

itu sudah ada kesepakatan dengan asosiasi penyelenggara umrah

Image
News

Soal Potensi Gempa Megathrust di Sukabumi, Ini Penjelasan BMKG

fakta dari kajian tersebut bukan merupakan prediksi waktu kapan akan terjadi gempa

Image
News

PT Bumigas Energi Laporkan Pimpinan KPK ke Dewan Pengawas

Boyamin menegaskan, KPK seharusnya tidak mengeluarkan surat rekomendasi tersebut lantaran kasus tersebut bukanlah perkara korupsi

Image
News

Setelah Keberatannya Ditolak KPK, Kompol Rossa Banding ke Presiden

Kompol Rossa melakukan upaya banding ke Presiden Jokowi setelah pimpinan KPK menolak keberatannya perihal pengembaliannya ke Mabes Polri

Image
News

Arief Dikonfirmasi Adanya Permintaan Wahyu Setiawan Bahas PAW Harun Masiku

membahas penetapan caleg PDIP Harun Masiku sebagai calon anggota DPR 2019-2024 melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW)

Image
News

Mendagri Sebut Jangan Langsung Hukum Kades dalam Kelola Dana Desa

penyelesaiannya harus dengan pembinaan bukan dengan tindakan hukum

terpopuler

  1. Harta Tak Habis hingga Jaminan Surga, Ini 5 Keutamaan Orang Dermawan Menurut Islam

  2. Pakistan Diserang Hama Belalang, China Kirim Bantuan 100 Ribu Ekor Pasukan Bebek

  3. Sempat Tak Mendapat Restu hingga 21 Tahun Menikah, 5 Fakta Tak Terduga Asmara Kajol dan Ajay Devgan

  4. Tidak Mau Tinggalkan Buah Hati, 7 Artis Ini Ajak Anak Ikut Umrah

  5. Sindir Fahira Idris: Kadang Gak Cuma Tugas Polisi, Tugas Satpol PP Juga Diambil Alih

  6. Penabrak Ibu Hamil di Palmerah Berikan Tali Asih kepada Keluarga Korban

  7. Tak Menunggu Lama, 5 Artis Ini Hamil Setelah Menikah, Tokcer Banget!

  8. Presiden PKS: Umat Islam di India Harus Dihormati secara Layak

  9. Ombudsman Bakal Periksa Gubernur DKI Terkait Dugaan Maladministrasi Revitalisasi Monas

  10. Sekda DKI Harap Warga Nikmati Banjir, Abdillah Toha: Apa Tidak Kacau Negeri Ini Kalau Banyak Pejabat Seperti Ini

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Ujang Komarudin

Banjir Jakarta: Menenggelamkan atau Menaikkan Popularitas Anies?

Image
Zainul A. Sukrin

Membaca Hambatan Anies di 2024

Image
Achsanul Qosasi

Memimpin Tanpa Menyalahkan

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Banjir Jakarta Menghanyutkan Elektabilitas Anies Baswedan?

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kepala Perpusnas: Budaya Baca Bangsa Indonesia Tidak Rendah

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakornas Perpusnas, Penguatan Budaya Literasi Wajib untuk SDM Indonesia Unggul

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting Agus Maftuh Abegebriel, Dosen UIN Sunan Kalijaga yang Jadi Dubes RI untuk Arab Saudi

Image
News

6 Potret Danpaspampres Maruli Simanjuntak Bareng Putrinya, Kompak di Berbagai Kesempatan

Image
News

Santap Menu Angkringan hingga Nikmati Es Teh Plastikan, 10 Aksi Gibran Rakabuming Kulineran di Pinggir Jalan