image Banner Idul Fitri
Login / Sign Up

Wiranto Ajak Negara ASEAN Tingkatkan Kerja Sama MLA dalam Masalah Pidana

Muslimin

Image

Menkopolhukam, Wiranto, saat membuka 6th Meeting of Attorneys General/Ministers of Justice and Minister of Law on the Treaty on Mutual Legal Assistance in Criminal Matters (Among Like-Minded ASEAN Member Countries) (AGs/Ministers Meeting on MLAT ke-6) di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Kamis (25/4/2019) | ISTIMEWA

AKURAT.CO, Kejahatan Transnasional saat ini disebut terus berkembang dan terorganisir, sehingga memudahkan para pelaku untuk bisa melarikan diri dari jeratan Hukum.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto, saat membuka 6th Meeting of Attorneys General/Ministers of Justice and Minister of Law on the Treaty on Mutual Legal Assistance in Criminal Matters (Among Like-Minded Asean Member Countries) (AGs/Ministers Meeting on MLAT ke-6) di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Kamis (25/4/2019).

Wiranto mengungkapkan, para pelaku Kejahatan Transnasional yang tidak mengenal perbatasan sebuah negara saat ini tak hanya mencakup tindak pidana terorisme saja, namun juga sudah mencakup tindak pidana perdagangan gelap seperti obat-obatan terlarang, perdagangan manusia, perdagangan satwa yang dilindungi, perdagangan kayu illegal, penyelundupan senjata, pencucian uang, pembajakan laut, Kejahatan ekonomi internasional dan Kejahatan dunia siber.

baca juga:

"Tidak ada negara yang bisa berdiri sendiri dalam melawan Kejahatan seperti itu ataupun memberantasnya. Semua negara tidak punya pilihan untuk mengatasi kompleksitas itu kecuali menggunakan sebuah mekanisme global dalam memerangi tindak pidana trans-nasional," ungkapnya dalam keterangan resmi, Jakarta, Kamis (25/4/2019).

Menurut Wiranto, melakukan pemberantasan tindak pidana Transnasional harus segera dilakukan sebuah negara, jika tidak, hal itu akan merusak proses politik, melemahkan keamanan, membahayakan masyarakat, menghambat pembangunan ekonomi dan menghalangi pemerintahan sebuah negara yang sudah berjalan dengan baik.

"Dalam memberantas tindak pidana Transnasional, Indonesia dan negara-negara lainnya tentu sudah melakukan beberapa tindakan seperti yang dilakukan dalam negeri melalui undang-undang dan kebijakan, sedangkan secara regional dan internasional melalui kerja sama bilateral, regional dan multilateral melalui Mutual Legal Assistance in Criminal Matters (MLA) atau bantuan Hukum timbal balik dalam masalah pidana," ujarnya.

Khusus di Asia Tenggara, Wiranto mengatakan, negara-negara yang tergabung dalam Asean juga sudah melakukan beberapa kerja sama Hukum internasional dengan komponen penting dari penyelidikan hingga penuntutan pidana. Beberapa kerja sama yang menguntungkan negara Asean yakni ekstradisi, bantuan Hukum timbal balik dalam masalah pidana, Interpol dan kerjasama polisi se-Asean (ASEANPOL).

Selain itu, lanjut Wiranto, Asean juga telah melakukan upaya kolektif di tingkat regional dan internasional untuk memerangi Kejahatan Transnasional. Wiranto menyampaikan, para pemimpin negara Asean juga telah mendorong beberapa badan sektoral yang relevan seperti Asean Ministerial Meeting on Transnational Crimes atau Pertemuan Tingkat Menteri Asean tentang Kejahatan Lintas Negara (AMMTC), Asean Law Ministers Meeting atau Pertemuan Para Menteri Hukum Asean  (ALAWMM), dan Asean Defence Ministers Meeting atau Pertemuan Menteri Pertahanan Asean (ADMM) yang bertujuan meningkatkan kerja sama serta koordinasi dalam menangani masalah tindak pidana Transnasional.

"MLA yang dioperasikan bersama dengan kerja sama Hukum yang ada adalah salah satu instrumen paling penting untuk investigasi lintas batas dalam penegakan Hukum internasional. Dalam banyak kasus, akses ke informasi, dokumen dan intelijen diperlukan agar otoritas penegak Hukum berhasil mendeteksi, mencegah dan menyelidiki Kejahatan," katanya.

Kendati sudah terikat dengan MLA, Wiranto mengungkapkan, di negara Asean masih menghadapi beberapa tantangan dan implementasi instrument Hukum yang ada. Untuk itu, perlu ada perbaikan MLA antar negara Asean seperti bagaimana mengembangkan praktik terbaik untuk memungkinkan bantuan yang luas dan cepat, bagaimana meningkatkan efektivitas dan kinerja otoritas pusat di masing-masing negara serta bagaimana memanfaatkan teknologi terbaru untuk mendukung eksekusi permintaan MLA.

"Mari semua negara yang tergabung dalam Asean menempatkan komitmen ke dalam kerja-kerja praktis, seperti peningkatan MLAT Asean ke dalam Perjanjian Asean, yang pada akhirnya akan mengarah pada keberhasilan kita dalam memerangi dan menekan Kejahatan Transnasional terorganisir," ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly, menambahkan bahwa pembahasan yang sudah ada di Meeting of the Senior Officials on the Treaty on Mutual Legal Assistance in Criminal Matters (Among Like-Minded Asean Member Countries) (SOMMLAT) beberapa hari lalu hasilnya biasa dibawa ke Meeting of Attorneys General/Ministers of Justice and Minister of Law on the Treaty on Mutual Legal Assistance in Criminal Matters (Among Like-Minded Asean Member Countries) (AGs/Ministers Meeting on MLAT ke-6).

"Nantinya setelah disetujui di tingkat Menteri Hukum se-Asean hasil pembahasan ini akan dibawa dan dilaporkan pada tingkat KTT Asean di Bangkok pada 20-23 Juni 2019 mendatang," ujarnya.[]

Editor: Deni Muhtarudin

berita terkait

Image

News

Pakar Hukum: Perppu 1/2020 Tak Bisa Diterima Karena Sudah Jadi Undang-undang

Image

News

Sarah Keihl Jual Keperawanan Rp 2 M, Praktisi Hukum Ricky Vinando: Itu Bukan Tindak Pidana

Image

News

Tim Kuasa Hukum dan Keluarga Tak Bisa Berkomunikasi dengan Bahar bin Smith

Image

News

Update COVID-19 Asia Tenggara, Indonesia Catatkan Kematian Tertinggi

Image

rahmah

Ijab Kabul dalam Pembayaran Zakat Fitrah, Wajibkah?

Image

Ekonomi

Berpotensi Tabrak Hukum, MPR Sarankan Tinjau Ulang Program Kartu Prakerja

Image

rahmah

Bagi Perantau yang Tak Mudik, di Manakah Tempat Terbaik Menunaikan Zakat Fitrah?

Image

News

Wabah Corona

Akademisi: Perpanjangan Masa PSBB Harus Diikuti dengan Penegakan Hukum yang Jelas!

Image

Ekonomi

Lihat Deh, Upah Minimum Negara-Negara Asia Tenggara Ini, Ada yang Rp44 Juta!

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Agar Tak Ada Kerumunan di Pusat Perbelanjaan, Pakai Sistem Ganjil Genap, Jansen: Keren Juga Idenya Bang Apri Sujadi

Pengaturan konsumen di swalayan dan pasar dibutuhkan untuk mencegah pengerumunan orang.

Image
News

Blibli Catat Tren Permintaan Tinggi atas Produk Kesehatan dan Perawatan Diri Selama Ramadhan dan Lebaran 2020

Di BlibliMart, kategori groceries di Blibli, pelanggan banyak berbelanja kebutuhan sembako, seperti minyak goreng, beras, dan bumbu masak.

Image
News
Wabah Corona

Per 30 Mei, Kasus Positif Corona di Sumut Berjumlah 406 Orang

Data hari ini, pasien positif COVID-19 bertambah enam orang dari hari Jumat (29/5).

Image
News

Gaya Bengis Antirokok Memainkan Isu Anak

Isu anak yang kerap diusung oleh kelompok antirokok memang selalu menjadi isu yang sensitif dan pastinya akan menuai dukungan dari publik.

Image
News

BLBI Abiyoso Salurkan Paket Sembako ke Penyandang Disabilitas

BLBI Abiyoso merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Sosial RI.

Image
News

Pelaku Teror Diskusi Pemecatan Presiden Catut Nama Muhammadiyah, Busyro: Cara Level PAUD yang Ecek-ecek

Menurutnya, mencatut nama Muhammadiyah dalam aksi teror merupakan sebuah blunder

Image
News
DPR RI

DPR: Pemerintah Harus Tegas Terapkan Protokol Kesehatan di Sekolah Pasca New Normal

Sari meminta kepada Pemerintah untuk lebih tegas lagi terkait penerapan protokol kesehatan di sekolah.

Image
News

Pesan Said Didu ke Erick Thohir: Terus Jaga Amanah dan Selalu Berada di Jalan yang Lurus

"Selamat ulang tahun ke 50 buat pak Menteri @erickthohir," kicau Said Didu.

Image
News
Wabah Corona

Selama PSBB Anak Buah Anies Hukum 3.869 Orang Nyapu Jalan Pakai Rompi Oranye dan Kumpulkan Denda Hampir Rp600 Juta

"Jadi totalnya ada 14.783 pelanggaran," kata Arifin.

Image
News

Gerakan Bersihkan Indonesia Mulai Menggelar 'Sidang Rakyat' Menolak UU Minerba

Sidang rakyat bentuk protes masyarakat yang selama ini peduli terhadap isu sosial, kesehatan, lingkungan yang terdampak

terpopuler

  1. 5 Editan Foto Lucu Gaya Rambut Terbaru Cristiano Ronaldo, Kok jadi Anak Punk?

  2. Begini Jadinya Jika 5 Final Penting Dimenangkan oleh Tim yang Kalah

  3. Tengku Zul Beri Saran Ini kepada Sri Mulyani yang Bingung Cari Utang ke Sana Kemari

  4. Rupiah Perkasa Berkat Aliran Modal Asing yang Tiba-tiba Banjiri Pasar

  5. Basarah Sebut Pancasila Lebih Cocok buat Indonesia Dibanding Komunisme, Kapitalisme dan ISIS

  6. Khawatir Ada Mata-mata, AS Ingin Pulangkan Ribuan Mahasiswa dari China

  7. Takut Bisnis Bangkrut, Nikita Mirzani Ogah Jalin Hubungan Serius

  8. 5 Potret Macho Ryuji Utomo Latihan Fisik tetap Bermasker, Otot Lengannya Gede Banget!

  9. Umat Islam Harus Tahu, Ini 5 Peristiwa Bersejarah yang Terjadi di Bulan Syawal

  10. Usai 2 Bulan Dirawat, Pasien COVID-19 Kasus Nomor 28 di DIY Akhirnya Sembuh

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Azami Mohammad

Gaya Bengis Antirokok Memainkan Isu Anak

Image
Dr Idham Kholik

Menjadi (kan) Pemilih Antifobia Covid-19

Image
Ujang Komarudin

New Normal

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Kedua)

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
Ekonomi

Kiat Agar Bisnis Moncer Ala Bob Sadino

Image
News

Ikut Tren Gunakan FaceApp, Ridwan Kamil: Di Era New Normal Wajah Tak Perlu Dirawat, Cukup Diedit

Image
News

Pernah Terlibat Kasus Pembunuhan hingga Tuntut Jokowi Mundur, 5 Fakta Tak Terduga Ruslan Buton