image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

5 Calon Presiden Amerika Serikat yang Dianggap Aneh Sepanjang Sejarah

Endarti

Image

Vermin Love Supreme | cheatsheet

AKURAT.CO, Kandidat presiden terkuat Ukraina, Volodymyr Zelensky mendadak terkenal di kalangan media internasional karena latar belakangnya yang dibilang "janggal" untuk seorang pemimpin negara. Bahkan, pencalonan Zelensky tersebut sempat dibilang "lelucon" oleh beberapa pihak.

Zelensky memang pernah bekerja sebagai pelawak. Tapi, tahukah Anda bahwa negara adidaya seperti Amerika Serikat juga menyimpan fakta unik sendiri dalam sejarah pemilihan presiden?

Dilansir AKURAT.CO dari berbagai sumber, Selasa (23/4), berikut 5 kandidat presiden paling aneh dalam sejarah Amerika Serikat.

baca juga:

1. Victoria Woodhull, capres wanita pertama

E History

Victoria Woodhull merupakan wanita pertama yang mencalonkan diri menjadi presiden dalam sejarah Amerika. Pada tahun 1871, Woodhull yang kala itu diusung partai "Equal Rights" melangkah ke pemilihan presiden Amerika Serikat. Woodhull yang kala pencalonan berusia 33 tahun dianggap sebagai Calon Presiden yang "tidak biasa" karena jenis kelaminnya. Selain itu, pekerjaan Woodhull sebagai seorang jurnalis yang sering mengangkat isu tabu seperti pelegalan prostitusi, pengendalian angka kelahiran, serta kebebasan seks membuatnya makin dianggap "aneh".

Dalam kampanyenya, Woodhull meneriakkan misi kebebasan hak pilih bagi perempuan serta penghapusan hukuman mati. Namun sayang, Woodhull gagal menjadi presiden karena beberapa hari sebelum pemilihan dia dipenjara terkait kasus penerbitan artikel yang berisi tuduhan atas hubungan di luar nikah yang dilakukan oleh menteri Brooklyn, yaitu Reverend Henry Ward Beecher.

2. William Dudley Pelley, capres pro Nazi

Time Line

Pada tahun 1936, William Dudley Pelley secara mengejutkan mencalonkan diri sebagai presiden Amerika Serikat. Pelley dianggap sebagai Calon Presiden yang penuh kontroversi sebab ia adalah pendukung fanatik Adolf Hitler. Tidak hanya itu, Pelley adalah pencetus sebuah kepercayaan yang bernama "Liberation Doctrine" (Doktrin Kebebasan). Doktrin Kebebasan tersebut merupakan sistem keagamaan yang menggabungkan elemen spiritual dan filosofi "New Age" atau Zaman Baru.

Kampanye Pelley yang bertemakan “Waktu telah datang untuk Hitler-Amerika" membuat Pelley di bawah pengawasan ketat pemerintah Amerika Serikat kala itu. Akhirnya, bisa ditebak, Pelley gagal dalam pemilihan dan penyebaran ideologi "nyentrik"-nya. Pelley tercatat hanya mampu meraup kurang dari 2.000 suara.

3. Gracie Allen, capres komedian

Nursing Clio

Siapa bilang hanya Ukraina yang mempunyai Calon Presiden seorang komedian? Pada tahun 1940, seorang komedian radio terkenal, Gracie Allen menyalonkan dirinya dalam pemilihan presiden Amerika Serikat. Bersama suaminya yang juga seorang komedian, George Burn, Allen memberikan "angin segar" pada negara Amerika Serikat yang kala itu masih bergabung di Perang Dunia II.

Allen dibantu suaminya mengampanyekan gerakan "Surprise Party” (Pesta Kejutan) selama pemilu. Lewat tur kampanyenya, Allen berusaha menyakinkan rakyat bahwa seorang wanita bisa memimpin Amerika Serikat. Tidak hanya itu, lewat slogan "Ini (Hutang Amerika) ada dalam tas. Kita harus bangga. (Hutang) ini adalah yang terbesar di dunia!", Allen mencoba menyindir pemerintahan sebagai salah satu upaya agar dia menang pilpres.

4. Benjamin Spock, capres dokter anak

Amazon

Pesta demokrasi Amerika Serikat pada tahun 1972 diramaikan dengan berita pencalonan Benjamin Spock. Spock bukanlah seorang ahli politik, tetapi ia adalah seorang dokter anak yang terkenal di Amerika Serikat pada zaman itu. Bahkan, buku Spock yang berjudul "Buku Panduan Praktis untuk Bayi dan Perawatan Anak" menjadi semacam kitab suci bagi orangtua di era pasca Perang Dunia II.

Tidak hanya itu, Spock juga tercatat sebagai pemegang medali emas olympiade cabang dayung pada tahun 1924. Namun keahliannya sebagai dokter serta atlet tidak mampu membawanya ke kursi kepresidenan Amerika Serikat. Ia hanya mampu memperoleh sekitar 78.000 suara selama pemilu.

5. Vermin Love Supreme, capres artis

Cheat Sheet

Dengan kostum ala penyihir, Vermin Love Supreme melaju ke pemilihan presiden Amerika Serikat 2016 lalu. Supreme (53) selalu memakai topi yang menyerupai sepatu boot dan membawa tongkat sikat gigi raksasa setiap kali melakukan tur kampanye.

Tidak hanya kostumnya yang aneh, misi Supreme pun tidak kalah anehnya. Supreme berjanji jika kelak ia terpilih menjadi presiden, ia akan mengeluarkan hukum yang mewajibkan rakyat Amerika Serikat untuk menyikat giginya.

Bahkan, Supreme berjanji akan mengadakan penelitian untuk membuat mesin waktu yang memungkinkan dia kembali ke masa lalu dan membunuh Adolf Hitler. Supreme juga menyerukan kesadaran akan bangkitnya mayat hidup dan membagi-bagikan kuda poni gratis untuk semua rakyat jika ia berhasil menjadi orang nomor satu di Amerika Serikat.[]

Editor: Ahada Ramadhana

berita terkait

Image

News

Wabah Corona

Otoritas Kesehatan Sebut Penyebaran Corona di AS Tak Terhindarkan

Image

News

Pengadilan Sebut Julian Assange Hubungi Gedung Putih

Image

Ekonomi

Luhut Klaim Berubahnya Status Negara Indonesia, Tak Akan Hilangkan Insentif Dagang AS

Image

Ekonomi

RI Dicoret dari Negara Berkembang, Luhut: Jangan Kita Buruk Sangka

Image

News

Survei-survei Politik Mulai Mencuat, Fadli Zon: Pemilu 2024 Masih Jauh

Image

News

Terkuak! NASA Berhasil Ungkap Temuan Mengejutkan di Bawah Permukaan Planet Mars, Ada Apa?

Image

News

Tewas Saat Luncurkan Roket Buatannya, Ini 6 Fakta Menarik Penganut Bumi Datar Mike 'Mad' Hughes

Image

Ekonomi

Indonesia Beralih Jadi Negara Maju, Hipmi: Jangan Seneng Dulu!

Image

News

Ahli Matematika NASA Katherine Johnson Berpulang di Usia 101

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

AS Larang Klinik Penerima Subsidi Pemerintah untuk Buka Praktik Aborsi

Subsidi pemerintah sendiri disalurkan lewat Program Title X

Image
News

Penyanyi Inggris Akui Pernah Dibius, Diperkosa, hingga Ditawan Selama Beberapa Hari

"Saya diperkosa dan diberi obat bius selama beberapa hari."

Image
News

Pertemuan Pimpinan Golkar-PKS untuk Perkuat Komunikasi Politik di Parlemen

Sohibul Iman berharap omnibus law bisa menjadi instrumen untuk mendorong transformasi struktural Indonesia.

Image
News

Dalam Raker, Komisi VIII Juga Akan Pertanyakan Isu Reshuffle Menag Fachrul Razi

Anggota Komisi VIII per fraksi, lanjutnya, juga akan membahas isu-isu aktual. Seperti reformasi birokrasi di tingkat kementerian.

Image
News

Hasto Kristiyanto Kembali Diperiksa KPK

Saksi untuk tersangka Wahyu Setiawan.

Image
News
Wabah Corona

Otoritas Kesehatan Sebut Penyebaran Corona di AS Tak Terhindarkan

Vaksin COVID-19 sendiri diprediksi akan siap dalam waktu satu tahun

Image
News

Tiba di Inggris, Pangeran Harry Bersiap 'Pensiun' dari Kerajaan

Pengabdian Harry dan Meghan sebagai bangsawan akan berakhir pada 31 Maret

Image
News

Pengadilan Sebut Julian Assange Hubungi Gedung Putih

Assange saat ini tengah berjuang melawan ekstradisinya ke Amerika Serikat

Image
News

Raker dengan Kemenag, Komisi VIII Akan Pertanyakan Tindaklanjut Pemerintah pada Korban First Travel

Ia berharap pemerintah dapat memenuhi hak para jemaah First Travel yang sudah membayar untuk pemberangkatan ke Tanah Suci.

Image
News

Kunjungi Golkar, Sohibul Iman Berikan Tiga Catatan Penting Soal Omnibus Law Ciptaker ke Airlangga

Pertemuan tersebut menekankan soal transformasi struktural perekonomian Indonesia.

terpopuler

  1. Didakwa Bersalah dalam Kasus Penganiayaan, Nikita Mirzani Terancam Dua Tahun Penjara

  2. Pengakuan Pembina Pramuka Tersangka Susur Sungai, Ada yang Tinggalkan Siswa untuk Transfer Uang

  3. Yunarto Lapor Anies Gegara Rumah Kebanjiran Lagi, Fadjroel: Ya Allah, Hampir Tenggelam Rumahmu Bro? Hati-hati Bro

  4. Kawasan Istana Negara Terendam Banjir, Anak Buah Anies: Nggak Sampai Masuk ke Dalam

  5. Dibuka Kembali Setelah 40 Tahun, 5 Fakta Menarik Rumah Bordil Kuno 'House of Lovers' di Pompeii

  6. Sebelum Alisson Becker, 3 Kiper Liverpool Era Klopp Ini Suka Blunder

  7. Peneliti Temukan Obat Hipertensi yang Lebih Efektif Turunkan Tekanan Darah

  8. 5 Kisah Cinta Ahmad Dhani dan Maia Estianty yang Penuh Perjuangan dan Air Mata

  9. Pengunduran Diri Diterima, Mahathir Tetap Jadi PM Sementara

  10. Fadli Zon ke Ferdinand: Banjir Bukan Salah, Apalagi Karya Anies, Jangan Ketidaksukaan Pada Seseorang Membuat Kita Jadi Bodoh

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Achmad Fachrudin

Politik Dinasti, Oligarki dan Anomali Demokrasi

Image
Ujang Komarudin

Agama dan Pancasila

Image
Achsanul Qosasi

Ujian Tak Mudah Bagi Pancasila

Image
Girindra Sandino

Tujuh Analisa dan Persoalan Urgen Pilkada 2020

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kepala Perpusnas: Budaya Baca Bangsa Indonesia Tidak Rendah

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakornas Perpusnas, Penguatan Budaya Literasi Wajib untuk SDM Indonesia Unggul

Sosok

Image
News

Tewas Saat Luncurkan Roket Buatannya, Ini 6 Fakta Menarik Penganut Bumi Datar Mike 'Mad' Hughes

Image
Ekonomi

7 Fakta Menarik Ryan Angkawijaya, Sukses Raup Omzet Rp250 Juta Per Bulan dari Arum Manis

Image
News

Masuk 30 Under 30 Forbes, 10 Pesona Cucu Luhut Pandjaitan Faye Simanjuntak