image Banner Idul Fitri
Login / Sign Up

Viral Tulisan Jokowi Tak Menang Pilpres 2019 meski Raih 51 % Lebih, Yusril: Itu Ngawur

Yudi Permana

Pemilu 2019

Image

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra hadir saat mengambil nomer urut partai di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Selasa (6/3). KPU mengesahkan PBB sebagai peserta Pemilu 2019 berdasarkan putusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) usai memenangi sidang ajudikasi sengketa pemilu. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Sebuah tulisan viral di media sosial menyebutkan meski pasangan Joko Widodo (Jokowi) - Maruf Amin meraup suara 51 persen lebih di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Namun tidak otomatis memenangi Pilpres 2019.

Dalam tulisan itu disebutkan, untuk dapat dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden, selain meraup suara 51 persen lebih, Jokowi-Maruf mesti memenuhi syarat lainnya yakni memenangkan suara di 1/2 jumlah provinsi atau 17 provinsi.

Dalam tulisan yang berjudul 'Jokowi Dipastikan Tidak Menang Pilpres 2019 yang ditulis Restu Bumi, menyatakan bahwa di belakang Jokowi ada Yusril Pakar Ahli Tata Negara. Berdasarkan UUD 1945 Pasal 6A Ayat 3 yang berbunyi: "Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang mendapatkan suara lebih dari lima puluh persen dari jumlah suara dalam pemilihan umum dengan sedikitnya dua puluh persen suara disetiap provinsi yang tersebar dilebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden.". 

baca juga:

Jadi dalam pasal tersebut ada 3 syarat dalam memenangkan Pilpres, pertama suara lebih dari 50%. Kedua  memenangkan suara di 1/2 jumlah propinsi (17 Provinsi). Dan ketiga, di 17 Provinsi lainnya yang kalah minimal suara 20%.   

Menanggapi hal tersebut, Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra mengatakan bahwa hal tersebut tidak benar, karena syarat yang ditentukan dalam peraturan di atas apabila lebih dari dua pasangan calon presiden dan wakil presiden yang harus memperoleh suara lebih dari 50 persen. Sementara pemilu 2019 hanya ada dua pasangan calon.    

"Nggak bener tulisan di atas. Ngawur.  Sederhana saja, kalau ada lebih dari dua pasangan. Maka jika belum ada salah satu pasangan yang memperoleh suara seperti ketentuan di atas, maka pasangan tersebut belum otomatis menang," kata Yusril kepada AKURAT.CO saat dihubungi, Senin (22/4/2019).    

Namun apabila hanya ada dua pasangan calon presiden dan wakil presiden, maka yang berlaku dalam peraturan tersebut adalah seorang calon yang memperoleh suara terbanyak yang memenangkan pemilihan presiden (Pilpres).     

"Maka ada putaran kedua. Pada putaran kedua, ketentuan di atas tidak berlaku lagi. Yang berlaku adalah yang mendapat suara terbanyak. Begitu juga jika pasangan sejak awal memang hanya dua (Paslon), maka yang berlaku adalah suara terbanyak," ucap Yusril.      

Penasehat hukum atau pengacara pasangan Jokowi- Ma'ruf Amin ini menegaskan bahwa permasalahan tersebut sudah diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) bahwa tidak mensyaratkan sebaran pemilih  harus memenangkan suara di 1/2 jumlah propinsi (17 Provinsi di seluruh Indonesia). Dan di 17 Provinsi lainnya yang kalah minimal suara 20%.    

"Jangan lupa masalah di atas sudah diputus MK tahun 2014. MK memutuskan kalau pasangan capres hanya 2, maka yang berlaku adalah suara terbanyak, tanpa memperhatikan sebaran pemilih lagi," jelasnya. 

Hal tersebut lanjut Yusril, berdasarkan Pasal 417 Undang-undang (UU) Pemilu No 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Presiden.     

"Walaupun tahun 2014 MK menguji pasal 159 UU No 42 Tahun 2008 tentang Pilpres. Dengan putusan seperti di atas, hal itu tetap berlaku untuk Pasal 417 UU No 7 Tahun 2017 tentang Pilpres karena bunyi pasalnya sama," tuturnya.[]

Editor: Dedi Ermansyah

berita terkait

Image

News

Ramalan Mbah Mijan Soal Pilpres 2024

Image

News

Yusril Ihza Mahendra: Djoko Santoso Orang Baik dan Ramah

Image

News

Fadli Zon: Menurut Saya Kivlan Zen Korban Kriminalisasi Pada Waktu Pilpres

Image

News

Babe Haikal Beberkan Alasan Dukung Anies di Pilpres 2024

Image

News

Dukung Anies di Pilpres 2024, Babe Haikal: Kakeknya Beliau Itu Dekat dengan Kakek Saya

Image

News

Yusril Menilai Tindakan Polri Terhadap Ravio Patra Sangat Wajar

Image

News

Ditanya Maju Pilpres 2024, Susi: Saya Akan Menjadi The Last Person...

Image

News

Meninggal Dunia, Yusril, Burhanudin dan Ulil Kenang Dedikasi AE Priyono Sebagai Intelektual Indonesia

Image

News

Masduki Sebut Yusril Negarawan Sejati di Tengah Wabah COVID-19

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Retno Rusdjijati: Salah Satu yang Mestinya Dilakukan Untuk Tekan Jumlah Perokok, Jangan Jual Per Batang

"Generasi muda negara ini terpapar iklan rokok di toko, papan iklan, dan internet, serta melalui sponsor."

Image
News

Agar Tak Ada Kerumunan di Pusat Perbelanjaan, Pakai Sistem Ganjil Genap, Jansen: Keren Juga Idenya Bang Apri Sujadi

Pengaturan konsumen di swalayan dan pasar dibutuhkan untuk mencegah pengerumunan orang.

Image
News

Sejumlah Lembaga Penerima Dana Bloomberg untuk Kampanye Antirokok di Indonesia

Mereka terus menggulirkan kampanye antirokok dengan berbekal aliran dana yang jumlahnya mencapai ratusan triliun dari pihak asing.

Image
News

Blibli Catat Tren Permintaan Tinggi atas Produk Kesehatan dan Perawatan Diri Selama Ramadhan dan Lebaran 2020

Di BlibliMart, kategori groceries di Blibli, pelanggan banyak berbelanja kebutuhan sembako, seperti minyak goreng, beras, dan bumbu masak.

Image
News
Wabah Corona

Per 30 Mei, Kasus Positif Corona di Sumut Berjumlah 406 Orang

Data hari ini, pasien positif COVID-19 bertambah enam orang dari hari Jumat (29/5).

Image
News

Gaya Bengis Antirokok Memainkan Isu Anak

Isu anak yang kerap diusung oleh kelompok antirokok memang selalu menjadi isu yang sensitif dan pastinya akan menuai dukungan dari publik.

Image
News

BLBI Abiyoso Salurkan Paket Sembako ke Penyandang Disabilitas

BLBI Abiyoso merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Sosial RI.

Image
News

Pelaku Teror Diskusi Pemecatan Presiden Catut Nama Muhammadiyah, Busyro: Cara Level PAUD yang Ecek-ecek

Menurutnya, mencatut nama Muhammadiyah dalam aksi teror merupakan sebuah blunder

Image
News
DPR RI

DPR: Pemerintah Harus Tegas Terapkan Protokol Kesehatan di Sekolah Pasca New Normal

Sari meminta kepada Pemerintah untuk lebih tegas lagi terkait penerapan protokol kesehatan di sekolah.

Image
News

Pesan Said Didu ke Erick Thohir: Terus Jaga Amanah dan Selalu Berada di Jalan yang Lurus

"Selamat ulang tahun ke 50 buat pak Menteri @erickthohir," kicau Said Didu.

terpopuler

  1. 5 Shio Ini Tak Akan Seret Rezeki Meski di Tengah Pandemi Sekalipun

  2. Ruslan Buton yang Minta Jokowi Mundur Kini Dibawa ke Jakarta, Bareskrim Polri Tangani Langsung

  3. Komentari Soal New Normal, Melanie Subono: Kenapa Nunggu Rakyat Miskin Dulu?

  4. Ikut Tren Gunakan FaceApp, Ridwan Kamil: Di Era New Normal Wajah Tak Perlu Dirawat, Cukup Diedit

  5. Jersey AC Milan Warna Hijau? Begini Jadinya Jika 5 Klub Eropa Mengubah Warna Jerseynya

  6. Bak Istana, Begini Rumah Mewah 5 Komedian Tanah Air

  7. Kiat Agar Bisnis Moncer Ala Bob Sadino

  8. Bosan Ditanya Kapan Nikah? Ini Doa Agar Segera Dapat Jodoh berdasarkan Al-Qur'an

  9. 5 Editan Foto Lucu Gaya Rambut Terbaru Cristiano Ronaldo, Kok jadi Anak Punk?

  10. Begini Jadinya Jika 5 Final Penting Dimenangkan oleh Tim yang Kalah

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Azami Mohammad

Gaya Bengis Antirokok Memainkan Isu Anak

Image
Dr Idham Kholik

Menjadi (kan) Pemilih Antifobia Covid-19

Image
Ujang Komarudin

New Normal

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Kedua)

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
Ekonomi

Kiat Agar Bisnis Moncer Ala Bob Sadino

Image
News

Ikut Tren Gunakan FaceApp, Ridwan Kamil: Di Era New Normal Wajah Tak Perlu Dirawat, Cukup Diedit

Image
News

Pernah Terlibat Kasus Pembunuhan hingga Tuntut Jokowi Mundur, 5 Fakta Tak Terduga Ruslan Buton