image
Login / Sign Up

Surat Warga NTB untuk Gubernur Sumbar setelah Khawatir Dianaktirikan Capres Terpilih

Dedi Ermansyah

Pemilu 2019

Image

Calon presiden petahana nomor urut 01 Joko Widodo saat menggunakan hak suaranya di TPS 08, di Halaman Kantor Lembaga Administrasi Negara, Jalan Veteran, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (17/4/2019). | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Seorang warga Nusa Tenggara Barat (NTB) bernama Lalu Agus Firad Wirawan menuliskan surat kepada Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno.

Surat yang ditulis Lalu Agus Firad Wirawan di laman Facebooknya itu sebagai tanggapan atas pernyataan Irwan Prayitno yang meminta siapa pun Presiden RI terpilih nanti tak pilih kasih. Maksud Irwan, presiden 2019-2024 tidak boleh melupakan daerah yang tak memenangkan dirinya.

Untuk diketahui, saat ini capres petahana Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul dari lawannya Prabowo-Sandi berdasarkan hasil hitung cepat quick count sejumlah Lembaga survei.

baca juga:

Dalam suratnya, Lalu Agus Firad Wirawan menilai pernyataan Irwan Prayitno menguggah rasa malu dirinya sebagai warga NTB. Sebab, pada Pilpres 2014 lalu NTB dan Sumbar adalah dua provinsi yang dimenangkan capres Prabowo Subianto mengalahkan Jokowi.

Kedua daerah asal kita ini (Sumbar dan NTB) adalah daerah yang pada Pilpres 2014 lalu menduduki masing-masing Rangking 1 (Sumbar) dan Rangking 2 (NTB) sebagai daerah kekalahan telak Presiden Jokowi. Dimana pada saat itu daerah anda hanya memberi 23% suara saja untuk pria kurus berwajah tukang bakso itu, sementara di daerah saya, si kerempeng muka ndeso ini dapat cuma 28% plus cacian, makian, fitnahan, gibahan dan dijadikan barang tertawaan dengan meme-meme sesadis laskar ISIS menggorok leher sanderanya!!!,” tulis Lalu Agus Firad Wirawan.

Meski demikian, kata Lalu Agus Firad Wirawan, Jokowi sebagai presiden terpilih justru tak pilih kasih seperti yang dikhawatirkan oleh Gubernur Sumbar.

Pak Gub, lihatlah apa yang dilakukan Jokowi pada rakyat NTB yang menghujatnya pak! Program Keluarga Sejahtera yang layaknya adalah uang 'social safety nett' untuk si miskin, Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Sertifikat Tanah Gratis dan sejenisnya itu saya yakin konsumennya paling banyak di NTB pak! Daerah ber-IPM/kualitas SDM nomor 31 dari 34 propinsi kita!,” tulisnya.

Berikut surat lengkap Lalu Agus Firad Wirawan kepada Gubernur Sumbar:

Kepada
Sdr. Gubernur Sumatra Barat

Assalamulaikum Wr. Wb.
Teriring salam semoga bapak dan rakyat Sumbar selalu sehat dan diberi kemudahan hidup oleh Yang Maha Kuasa.
Perkenalkan nama saya Lalu Agus F Wirawan, rakyat biasa dari NTB tepatnya kota Mataram - Lombok.
Pak Gubernur, 
Saya membaca pernyataan anda melalui media elektronik DetikNews beberapa waktu lalu dengan judul "Gubernur Sumbar: Jangan Anak Tirikan Daerah Yang Tak Dukung Capres Terpilih". 
Sungguh pernyataan itu seperti menggugah rasa malu saya sebagai warga "Daerah Tak Dukung Capres Terpilih" yang anda maksud.
Kedua daerah asal kita ini (Sumbar dan NTB) adalah daerah yang pada Pilpres 2014 lalu menduduki masing-masing Rangking 1 (Sumbar) dan Rangking 2 (NTB) sebagai daerah kekalahan telak Presiden Jokowi dimana pada saat itu daerah anda hanya memberi 23% suara saja untuk pria kurus berwajah tukang bakso itu, sementara di daerah saya, si kerempeng muka ndeso ini dapat cuma 28% plus cacian, makian, fitnahan, gibahan dan dijadikan barang tertawaan dengan meme-meme sesadis laskar ISIS menggorok leher sanderanya!!!

Seketika mengetahui Jokowi-JK akhirnya terpilih menjadi presiden waktu itu, jutaan meme fitnah tadi berubah jadi ejekan pesimistis yang meragukan kemampuan Jokowi memimpin negeri yang teramat besar dan kaya ini. Lalu muncul fitnah susulan dari kaum jahiliyah di NTB yang menebar berbagai berita bohong di semua sosmed tentang "rencana busuk Jokowi yang akan melarang khutbah Jum'at!" masih dengan dasar fitnah sebelumnya tentang "Jokowi Anak PKI/Kristen/Cina/Kafir!!!". Lalu berubah lagi jadi fitnah Jokowi si Raja Hutang! Jokowi menjual asset bangsa! Jokowi antek Cina! Jokowi ANtek Amerika! Jokowi Antek Yahudi dan seterusnya dan sejenisnya sampai-sampai muncul pameo "kalau suami lemah syahwat di ranjang pun itu salah Jokowi atau disingkat SALAWI !!!" 
Anda tahu pak? Puncaknya ketika seorang remaja 18 tahun, seorang spesialis pencurian sepeda motor di Lombok, ditangkap polisi karena memposting hinaan khas Sasak Lombok dalam laman FB nya; SUNDEL Jokowi !!! (Jokowi pelacur!!!)
Kurang biadab apa kami pada Joko Widodo si planga-plongo itu pak Gub? Atau bapak punya referensi 'kebiadaban' orang Sumbar memaki, mencaci dan menghujat Jokowi? Saya yakin, orang NTB tak kalah biadab memfitnah Ulil Amri berwajah ndeso itu pak!

Pak Gub, lihatlah apa yang dilakukan Jokowi pada rakyat NTB yang menghujatnya pak! Program Keluarga Sejahtera yang layaknya adalah uang 'social safety nett' untuk si miskin, Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Sertifikat Tanah Gratis dan sejenisnya itu saya yakin konsumennya paling banyak di NTB pak! Daerah ber-IPM/kualitas SDM nomor 31 dari 34 propinsi kita! 
Daerah dengan tingkat pendidikan rata-rata terendah di Indonesia yang penduduknya paling getol mencacimaki Jokowi dengan sumpah serapah maha jahannam ini adalah justru daerah yang saya berani katakan paling disayang Jokowi pak!
Mari kita adu data pak, berapa Triliun dana pembangunan yang digelontorkan oleh Jokowi untuk NTB, kita bandingkan dengan rasio APBD NTB dengan alokasi APBN untuk Sumbar dan Dana Alokasi Umum maupun Khusus APBD Sumbar! Pasti rasionya lebih tinggi NTB pak! Karena kami daerah berpendapatan asli minus! Bukan surplus Pendapatan Asli Daerah seperti Sumbar! Kami daerah miskin pak!
Asal tahu saja pak Gub, anak kecil yang menghujat Jokowi dengan kata-kata yang sangat kotor itu berasal dari kampung sebelah tempat Jokowi membangun Sirkuit MOTOGP2021 yang heboh itu! Bapak tahu berapa dana dialokasikan Jokowi untuk Kawasan Wisata Termewah bernama Mandalika Resort itu pak? 50 Triliun lebih pak!

Jadi kekhawatiran bapak akan 'dianak-tirikannya' Sumatera Barat hanya karena Jokowi kalah mutlak lagi pada Pilpres 2019 sekarang dengan angka fantastis yang mencengangkan (9% !!!) di daerah bapak ini sesungguhnya adalah halusinasi bapak saja. 
Atau jangan-jangan bapak pura-pura tak paham kalau Jokowi itu adalah pengamal sikap Nabi besar kita Muhammad SAW, yang dimaki, dihina, diludahi dan dinista kaum Jahiliyah namun tetap saja tersenyum dan membalasnya dengan segala kebaikan yang ia dapat berikan pada orang yang mendzoliminya!
Atau jangan-jangan bapak mau mem-framing Jokowi akan berubah jadi dzolim di periode keduanya ini ya pak?
Istigfar pak! Saya tahu bapak tokoh PKS dan Jokowi bukan...
Jokowi itu Ummar Bin Khattab nya Indonesia pak! Ulil Amri yang mendasarkan setiap kerjanya pada Pancasila terutama sila kelima; Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia! Bukan rakyat Gerindra, PAN, Demokrat apalagi PKS !!!

Ohya pak Gub, saya justru prihatin dengan prinsip moral Urang Minang yang katanya "ADAT BASANDI SYARA', SYARA' BASANDI KITABULLAH', tapi memilih calon pemimpin yang terbukti tak bisa wudhu, shalat dan ngaji?!

L? haula wa l? quwwata ill? bill?hil ‘aliyyil azh?mi
Pak Gub, sudah adzan Magrib ini...
Mari kita sholat agar kita terhindar dari perbuatan keji dan mungkar seperti memfitnah orang baik dan membuat hoax tentang KPU yang curang karena sudah tahu dirinya kalah lalu mau cari gara-gara biar negara kacau balau!
Adzan itu panggilan Sholat lho pak, bukan ajakan ngopi!????
Wassalamualaikum Wr Wb...

Lombok 21 April 2019
Lalu Agus Firad Wirawan

Muslim Pengagum Gusdur!.

Sebelumnya Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno meminta siapa pun Presiden RI terpilih 2019-2024 tidak boleh melupakan daerah yang tak memenangkannya.

"Pemimpin yang terpilih adalah pemimpin Indonesia. Proses dukung-mendukung selama Pemilu sudah selesai. Jangan anak tirikan daerah yang tak mendukung," kata Irwan di Padang, yang dilansir Antara, Kamis (18/4/2019).

Menurutnya, hak untuk memilih dan menyatakan dukungan terhadap salah satu calon presiden dijamin undang-undang. Karena itu, semua orang, termasuk kepala daerah, bisa menyatakan dukungan.

"Setelah prosesnya selesai, siapa pun yang menang, harus memandang semua daerah sebagai NKRI. Tidak ada perbedaan. Setidaknya, menurut saya pribadi, seperti itu," ujarnya.

Di Sumbar, ada 12 kepala daerah yang menyatakan dukungan kepada Joko Widodo-Makruf Amin, masing-masing Bupati Pesisir Selatan Hendra Joni, Bupati Dharmasraya Sutan Riska, Bupati Pasaman Yusuf Lubis, Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi, Bupati Sijunjung Yuswir Arifin, Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet, Bupati 50 Kota Irfendi Arbi, dan Bupati Solok Gusmal. Kemudian Wali Kota Padang Panjang Fadly Amran, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, Wali Kota Solok Irzal, dan Wali Kota Pariaman Genius Umar. Sementara itu, 7 kepala daerah lain di Sumbar merupakan anggota partai pendukung Prabowo-Sandi, meski tidak menyatakan dukungan secara terang-terangan.

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Wabah Corona

MPR Desak Pemerintah Percepat Pencairan Insentif Bagi Tenaga Medis

Image

News

Ruslan Buton Ditangkap, Refly Harun: Minta Presiden Mundur Nggak Apa-apa Dalam Demokrasi

Image

News

IPW Minta Polri Bebaskan Ruslan Buton

Image

News

Tiga Pasien Covid-19 di Mataram Meninggal Dunia

Image

News

Mahfud MD Minta Polisi Usut Ancaman Teror Terhadap Pembicara Diskusi di UGM

Image

News

Polri Siap Usut Teror Pembunuhan Terhadap Guru Besar UII dan Mahasiswa Karena Diskusi Soal Pemberhentian Presiden

Image

News

Wabah Corona

Pemerintah Restui 102 Wilayah Dinyatakan Zona Hijau Covid-19 untuk Laksanakan Kegiatan Produktif

Image

News

Ruslan Buton Sempat Tolak Tandatangani Surat Perintah Penahanan

Image

News

Busyro Muqoddas: Ancaman Terhadap FH UGM Ujian Buat Jokowi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Wabah Corona

Pemkot Tasikmalaya Mulai Bersiap Terapkan Tatanan New Normal

"Kami sosialisasi ke sejumlah tempat, kami akan menerapkan new normal secara serentak pada tanggal 2 Juni“

Image
News
Wabah Corona

Tagy Malik Berbagi Tips Agar Betah di Rumah saat Pandemi

Taqy kasih saran agar kita tidak jenuh.

Image
News
Wabah Corona

Gunakan Helikopter, Kodam Tanjungpura Distribusikan Beras ke Daerah Pelosok

“Sebanyak lima sortie mengangkut beras. Setiap sortie helly mampu mengangkut sebanyak 500 kg beras. Jadi totalnya sudah 2,5 ton

Image
News

Puluhan Orang di Banjar Diduga Alami Keracunan Makanan

"Kejadiannya sekitar pukul 16.00 Wita di salah satu rumah warga yang lagi menggelar pesta ulang tahun”

Image
News

Pasar Ikan Hias Jatinegara Tak Indahkan PSBB, Belasan Pengunjung Diberi Sanksi

Yang disanksi sosial membersihkan pasar ada 15 orang dan sisanya denda Rp100 ribu hingga Rp250 ribu per orang

Image
News

Kedepankan Kebersihan, Bisokop di Jakarta Siap Dukung Penerapan New Normal

Saat operasional bisokop Kembali berjalan, Cinema XXI akan tetap memberlakukan protokol kesehatan

Image
News

BIN Kembali Gelar Rapid dan Swab Test Massal di Dua Titik di Surabaya

BIN menyiapkan 2.000 alat rapid test, yang masing-masing lokasi mendapat 1000 alat rapid test

Image
News

Kecam Ancaman Teror Pembicara Diskusi di UGM, HNW: Usut Tuntas!

Teror menciderai demokrasi.

Image
News

Jasa Marga: Foto Longsor Tol Semarang-Solo yang Beredar di Medsos Hoaks

Foto dampak longsor di Jalan Tol Semarang-Solo Km 426+600 arah Jakarta yang beredar melalui Whatsapp Group dan media sosial.

Image
News

Begini Tanggapan Andi Arief Terkait Perseteruan Risma vs Khofifah Soal Mobil PCR

terpopuler

  1. Perubahan Drastis Fisik Gelandang Bayern Muenchen Ini Bikin Melongo

  2. Kerusuhan Terus Meluas, Meutya Hafid Minta Perwakilan Indonesia Pastikan Keselamatan WNI di AS

  3. Siapkan Transisi Menuju New Normal, Khofifah Tidak Perpanjang PSBB di Malang Raya

  4. Soal Diskusi di UGM, Mahfud MD: Calon Pembicaranya Orangnya Tidak Aneh-aneh

  5. Polisi: Tidak Ada Korban Jiwa dalam Peristiwa Tanah Longsor di Ruas Tol Semarang-Solo

  6. 5 Fakta Sandy Pradana, Pesinetron yang Dituduh Telantarkan Istrinya

  7. Kemendagri Tegaskan Tak Larang PNS Gunakan Ojek Konvensional dan Ojol di Tengah Covid-19

  8. 5 Ekspresi Pesepakbola Dunia saat Kompetisi Berputar Lagi, Senyum Ronaldo Bikin Adem

  9. Tukang Parkir Meninggal Mendadak di Kawasan Monas, Pedagang Lenggang Jakarta Dilarang Masuk

  10. Pesawat R80 Ditarik dari Proyek Strategis Nasional, Ustaz Hilmi: Pak BJ Habibie Pasti Sedih

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Memaknai Silaturahim Virtual

Image
Azami Mohammad

Gaya Bengis Antirokok Memainkan Isu Anak

Image
Dr Idham Kholik

Menjadi (kan) Pemilih Antifobia Covid-19

Image
Ujang Komarudin

New Normal

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
Ekonomi

Kiat Agar Bisnis Moncer Ala Bob Sadino

Image
News

Ikut Tren Gunakan FaceApp, Ridwan Kamil: Di Era New Normal Wajah Tak Perlu Dirawat, Cukup Diedit

Image
News

Pernah Terlibat Kasus Pembunuhan hingga Tuntut Jokowi Mundur, 5 Fakta Tak Terduga Ruslan Buton