image jamkrindo umkm
Login / Sign Up
Image

Aji Dedi Mulawarman

Ketua Yayasan Rumah Peneleh dan Dosen Universitas Brawijaya

Jangan Percaya Prediksi

Pemilu 2019

Image

Ilustrasi - Pemilu | AKURAT.CO/Candra Nawa

AKURAT.CO, Angka dan Statistik mulai dipertanyakan keabsahannya secara moral hari-hari ini, begitu selesai pencoblosan dalam rangka pemilihan umum serentak untuk memilih Presiden, anggota Legislatif, dan anggota DPD.

Kegaduhan belum berangsur mereda hingga hari ketiga sejak 17 April 2019, bahkan makin masif. Keabsahan metodologis bermoral makin ramai muncul ke permukaan. Mengapa moralitas? Apakah ada itu moralitas dalam metode statistik bertujuan to explain dan to predict atas realitas?

Bila kita mau lebih jernih, tidak ada itu argumentasi bahwa metode statistik berbasis akhlak. Bila itu terjadi, maka metode statistik pasti tidak dan bahkan perlu dilengserkan dari legitimasi keilmiahan. Metode ilmiah sudah pasti dan tak diragukan lagi harus bebas keberpihakannya, termasuk maling, rampok, homo plus rombongan LGBT-nyapun, bahkan, ketika ukuran anti Tuhan adalah prediksi yang mengarah pada kebenaran empiris, maka perlu dianggap kebenaran yang diakui kekuatan metodis, proyeksi, hingga kemampuannya menjelaskan realitas kini dan yang akan datang.

baca juga:

Metode ilmiah yang berorientasi moralitas dianggap melanggar asumsi obyektivitas atas realitas dan kuantifikasi ukuran, kecuali direkonstruksi asumsinya, apabila tidak, metode yang dijalankan akan meruntuhkan asumsi dasar metode riset, ujungnya ya tidak ilmiah.

Pengukuran dan penggunaan baik sampel maupun populasi, semuanya apabila masuk kepentingan di dalamnya, sudah pasti runtuh pada saat berhadapan denagan asumsi dasar obyektivitas. Moralitas tidak boleh jadi ukuran bahkan kejahatan bila itu ada di baliknya tidak mayor untuk deteksi validitasnya, karena sekali lagi melanggar obyektivitas data yang diungkap nantinya.

Reputasi ilmiah ratusan tahun yang mengandalkan angka dan statistik tanpa moralitas sebagai legitimasi representasi kebenaran termasuk semua struktur turunannya, dengan demikian bila moralitas adalah kemustian, akan bergerak pada perubahan mendasar asumsinya menjadi subyektivitas normativitas akhlak. Bila ini terjadi, misalnya gaduh Pemilu 2019 yang mempertanyakan keilmiahan Quick Count berhadapan dengan Real Count karena katanya - yang bisa jadi sangat banyak - terdapat masalah moral di dalamnya, bisa jadi akan merubah masa depan peta politik negeri.

Bahkan pula kita semua harus bersiap diri untuk mempertanyakan segala hal atas angka dan statistik yang sifatnya asumsi, berorientasi sampel, distribusi normal, dan lebih penting lagi adalah angka dan statistik yang prediktif. Tidak boleh ada pula R square di seluruh proyeksi dan hasil. Semua harus terukur, tidak ada yang boleh jadi outlier. Apapun itu. Bila tidak, maka angka dan statistik tidak dapat dipercaya.

Artinya, pekerjaan rumah masa mendatang adalah mekanisme negara pasca agenda politik, pasti akan masuk pada arena pembangunan yang mau tidak mau juga wajib mempertanyakan semua yang berkenaan dengan rancangan pembangunan termasuk perumusan ekonomi, pertumbuhan ekonomi, RAPBN, harga pasar, analisis kemiskinan, analisis produksi dan konsumsi, proyeksi penerimaan dan pengeluaran, Bursa Efek, RPJPMN, dan semuanya yang berurusan dengan angka harus di-deligitimasi total, kecuali itu memasukkan moral dan akhlak sebagai legitimasi substantifnya.

Mengembalikan prinsip syura yang lebih bercitakan musyawarah dalam ruang keadilan sosial berkeadaban serta bercitrakan cahaya Ilahiyyah bahkan lebih utama, sebagaimana cita-cita Pancasila kita, bila dan bila kita masih percaya, termasuk nantinya akan head to head metolodogis akan berlangsung makin pelik. Bila tidak dilakukan keluhuran cita-cita the founding fathers kita itu, ya sama saja kita akan masuk ke dalam lubang keledai kebodohan komunal lagi. Semua hal yang bersifat prediksi tanpa moral terlebih akhlak adalah mistik, tidak dapat dipercaya, semua harus riil.

Jadi sebenarnya, tidak cukup manusianya bermoral tetapi metodologi, metode dan teknisnya hanya menggunakan argumentasi ilmiah murni, termasuk rasionalitas seluruh kepala pembuat kebijakan negara termasuk kepala negara dan lembaga negara yang memiliki otoritas di negeri ini.

Akhirnya, kita semua akan menunggu sampai sejauh mana konsistensi perdebatan angka, statistik dan metode ilmiah, termasuk bersubstansi moralitas dipergunakan untuk masa depan negeri. Yakinkah kita bisa melakukannya dan bukan hanya angin surga atau bahkan angin neraka? Semoga saja moralitas, akhlak dan kriteria kebaikan, keberpihakan, serta kebenaran, bukan hanya jadi alat tunggangan bagi politik tanpa moral, politik kepentingan, yang akan melibas semua hal yang tidak menguntungkan kepentingan diri dan atau kelompoknya. Billahi fi sabilil haq.[]

Editor: Dedi Ermansyah

berita terkait

Image

News

Kolom

Banjir Jakarta: Menenggelamkan atau Menaikkan Popularitas Anies?

Image

News

Perludem Nilai Putusan MK soal Pemilu Serentak Berikan Pondasi dan Batasan

Image

News

Kolom

Membaca Hambatan Anies di 2024

Image

News

Agen FBI Klaim Rusia Inginkan Rakyat AS Tercerai Berai Selama Pemilu

Image

News

Survei-survei Politik Mulai Mencuat, Fadli Zon: Pemilu 2024 Masih Jauh

Image

News

Survei Median: Kelompok 212 Lebih Pilih Anies di Pilpres 2024 Ketimbang Prabowo

Image

News

Ajak Masyarakat Jegal Anies Maju Pilpres 2024, Said Didu ke PSI: Jangan Salahkan jika Pihak yang Tidak Searah Bersatu

Image

Iptek

Microsoft Optimis Bisa Tingkatkan Keamanan Pemilu AS

Image

News

Prabowo Jadi Menteri Paling Populer, Dasco: Gerindra Belum Memikirkan Pilpres 2024

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

KBRI Seoul Korsel Tutup Sementara Pelayanan Keselamatan Bersama

KBRI dan Indonesia Investment Promotion Centre Seoul ditutup sementara terkait virus Corona.

Image
News

Polri Minta Satgas Pantau Sumber Dana Petahana Saat Kampanye Pilkada Serentak  

Petahana yang menjadi calon kepala daerah berpotensi untuk melakukan politik uang demi dapat kembali terpilih dalam pilkada.

Image
News

Pemerintah Hormati Kebijakan Arab Saudi Tangguhkan Sementara Penerimaan Jemaah Umrah

Pemerintah menganggap, kebijakan itu diambil tentu dengan mempertimbangkan kepentingan umat yang lebih besar.

Image
News

Sri Puguh Lepas Jabatan Dirjen PAS, Yasonna: Sudah Ada Penggantinya

Kementerian Hukum dan HAM telah menyiapkan nama menggantikan posisi Direktur Jenderal Permasyarakatan (Dirjen PAS) Sri Puguh Utami.

Image
News

Menguak Keajaiban Besi Berdasarkan Al-Qur'an

Sebagai benda yang dapat memudahkan kebutuhan manusia, nyatanya besi bisa saja menjadi benda yang dapat mendekatkan diri kepada Allah.

Image
News

PGRI Apresiasi Perlakuan Polisi terhadap Tersangka Susur Sungai

PB PGRI mengapresiasi perlakuan aparat kepolisian terhadap ketiga tersangka kasus susur sungai.

Image
News

KKSB Egianus Kogoya Serang Pos TNI, Dua Orang Luka-luka Satu Tewas

Kelompok Egianus melakukan serangan pada saat masyarakat di sekitar pos sedang melakukan acara bakar batu

Image
News

Tak Terpapar Corona, Ma’ruf Amin Harap Jamaah Indonesia Tidak Terkena Embargo Umrah

Sedang diusahakan supaya yang menunggu dan yang sudah ada tetap (bisa umrah).

Image
News

Malam Ini, Penyidik KPK Sisir Mantan Sekretaris Nurhadi di Jakarta

Kami menindaklanjuti informasi keberadaannya ada di Jakarta sehingga malam ini teman-teman sedang bergerak ke lapangan

Image
News
Pilkada 2020

149 Pasangan Calon Perseorangan Ikuti Pilkada Serentak 2020

Seluruh bakal calon perorangan tingkat kabupaten-kota memasuki tahapan verifikasi administrasi mulai 27 Februari.

terpopuler

  1. Bela Anies yang Diserang Bertubi-tubi Gegara Banjir, Tengku: Sosok Begini Mau dijegal? Gile Ndro

  2. Emosi Lihat Nasib Guru di Sleman, Tengku: Guru Dibotaki dan Dipermalukan? Sementara Koruptor Ramai-ramai ke Penjara Bisa Bawa Koper Pakaian

  3. Mantan Anggota Polisi yang Tembak Atasannya di Polsek Cimanggis Bebas dari Dakwaan Primer

  4. 5 Fakta Penting Maruli Simanjuntak, Komandan Paspampres Menantu Luhut Pandjaitan

  5. Pelaku Sudah Diamankan, Begini Kronologis Sopir Ambulans Dipukul Saat Bawa Jenazah

  6. Aspal Sirkuit Ujicoba Formula E Dibongkar, Komisi Pengarah: Ini Tidak Semulus yang Dinyatakan

  7. Wanita Boleh Berwudu Tanpa Melepas Jilbab? Berikut Penjelasannya

  8. Video Kekerasan Terhadap Muslim di New Delhi Viral, Tagar #ShameOnYouIndia Trending di Twitter

  9. Ini Kerugian Deddy Corbuzier Pasca Konten YouTube Dicomot Tanpa Izin

  10. Gubernur Mangkir di RDP Komisi V, DPR, Azis Syamsudin: Kita Panggil Hingga Tiga Kali

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Ujang Komarudin

Banjir Jakarta: Menenggelamkan atau Menaikkan Popularitas Anies?

Image
Zainul A. Sukrin

Membaca Hambatan Anies di 2024

Image
Achsanul Qosasi

Memimpin Tanpa Menyalahkan

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Banjir Jakarta Menghanyutkan Elektabilitas Anies Baswedan?

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kepala Perpusnas: Budaya Baca Bangsa Indonesia Tidak Rendah

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakornas Perpusnas, Penguatan Budaya Literasi Wajib untuk SDM Indonesia Unggul

Sosok

Image
News

6 Potret Danpaspampres Maruli Simanjuntak Bareng Putrinya, Kompak di Berbagai Kesempatan

Image
News

Santap Menu Angkringan hingga Nikmati Es Teh Plastikan, 10 Aksi Gibran Rakabuming Kulineran di Pinggir Jalan

Image
News

5 Fakta Penting Maruli Simanjuntak, Komandan Paspampres Menantu Luhut Pandjaitan