image
Login / Sign Up

Menyikapi Hasil Quick Count, Inkonsistensi Pendukung Kandidat Dikritik

Ainurrahman

Pemilu 2019

Image

Ratusan pendukung Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto (tengah) dan calon wakil presiden Sandiaga Uno saat mendengarkan deklarasikan kemenangan terkait penyelenggaraan Pilpres 2019 di kediamannya di jalan Kertanegara, Kamis, (18/4/2019). Pasangan Capres dan Cawapres menyatakan kembali menyatakan kemenangannya berada diatas 62 persen berdasarkan perhitungan real qount internal pada pemilu 2019. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Perhelatan pilpres 2019 telah berjalan dengan baik dan proses rekapitulasi penghitungan suara dari tiap TPS sedang berjalan menuju level di atasnya. Namun demikian masyarakat telah dibantu dengan munculnya hasil hitung cepat atau Quick Count berbagai lembaga survei.

Lembaga Survei Konsep Indonesia (Konsepindo) melalui Quick Count yang menyatakan Jokowi-Ma’ruf unggul atas pasangan Prabowo-Sandi. Dengan data suara masuk sebanyak 99,05 persen, paslon nomor urut 01 itu mendapatkan suara sebanyak 53,9 persen sedangkan paslon nomor urut 2 mendapatkan 46,1 persen suara.

Manajer riset Lembaga Survei Konsep Indonesia Safraji menyampaikan, kehadiran Quick Count dengan berbasiskan metode ilmiah yang mampu menghitung secara cepat dan akurat hasil pemilihan umum pada hari pemungutan suara akan dapat memenuhi rasa ingin tahu masyarakat mengenai hasil Pemilu.

baca juga:

Di sisi lain juga bisa digunakan sebagai data pembanding perhitungan resmi KPU. Quick Count berfungsi sebagai kontrol yang dapat meminimalisir kecurangan dalam penghitungan suara. Quick Count atau hitung cepat merupakan teknik pemantauan hasil penghitungan suara di TPS yang dilakukan secara ilmiah.

Quick Count adalah salah satu alternatif untuk memberikan informasi yang cepat dan akurat mengenai hasil Pemilu. Selain memenuhi rasa ingin tahu masyarakat, Quick Count juga penting untuk memverifikasi dan mengecek kemungkinan kecurangan selama penghitungan suara. Dengan perhitungan statistik dan berbasiskan teknologi data, Quick Count merupakan cara yang paling cepat, praktis, mudah, akurat, dan dapat dipercaya untuk mengetahui hasil Pemilu,” ujarnya kepada wartawan di kantornya di kawasan BSD City, Jum’at (19/4).

Safraji menambahkan, berpijak pada pengalaman beberapa Pemilu baik di tingkat nasional, propinsi maupun kabupaten/Kota, Quick Count telah terbukti menghasilkan data yang tidak jauh berbeda dengan hasil penghitungan yang dilakukan oleh KPU dengan menyertakan semua TPS.

“Prinsipnya adalah pada penggunaan metode yang benar dan prosedur yang ketat. Konsepindo sendiri untuk Quick Count pilpres 2019 turun di 2.000 TPS. Sampel dipilih menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error sebesar ± 1 persen, pada tingkat kepercayaan 99 persen,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai banyaknya pendukung Prabowo yang tak mempercayai hasil Quick Count, Safraji menilai hal itu bukan masalah. Menurutnya lembaga survei hanya menyajikan data, mau dicerna atau tidak, itu hak masyarakat. Hanya saja menurutnya, setelah melihat sosial media, banyak juga masyarakat yang standar ganda.

“Saat kandidat yang didukungnya dinyatakan unggul oleh Quick Count mereka mendukung dengan lantang, lalu saat kandidat yang didukungnya kalah dalam Quick Count, mereka memaki bahkan menuduh lembaga survei bayaran. Contoh itu bisa dilihat saat Quick Count pilkada DKI, semua percaya saat itu. Yang unggul mengakui, yang kalah juga mengakui,” pungkasnya. []

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

Prabowo Berduka atas Wafatnya Mantan Panglima TNI Djoko Santoso

Image

News

Kolom

Gedung DPR dan Parlemen Modern

Image

News

Tim 9 Partai Golkar Prediksi Ada Reshuffle Kabinet Indonesia Maju dalam Waktu Dekat

Image

Ekonomi

100 Hari Jokowi-Ma'ruf Amin

Pertumbuhan Ekonomi Masih Nyungsep, Perlu Reformasi Fiskal Hingga Daya Beli

Image

News

100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

Mahfud MD, Menteri Tervokal Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Image

News

100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

Erick Thohir, Menteri Jokowi-Ma'ruf yang Paling Banyak Diberitakan Media

Image

News

100 Hari Jokowi-Ma'ruf Amin

Yasonna Laoly Dinilai Menteri Kontroversial dalam 100 Hari Kerja Jokowi-Ma'ruf

Image

News

Mardani Ali Sera: 100 Hari Jokowi-Ma'ruf Tanpa Prestasi, Siapa Berani Kritik?

Image

News

100 Hari Jokowi-Ma'ruf Amin

PDIP Nilai Kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf Responsif Hadapi Persoalan Bangsa dalam 100 Hari Kerja

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Tren Covid-19 di DKI Menurun, Fraksi NasDem Minta Masyarakat Patuhi PSBB Transisi

Jadi, peran semua pihak dibutuhkan untuk bisa mengusir corona dari Ibu Kota.

Image
News

Eks Dirut Hutama Karya Bambang Mustaqim Dieksekusi di Rutan Kelas I Jaktim

Terpidana akan melaksanakan pidana penjara selama 5 tahun dikurangi selama berada dalam tahanan.

Image
News

Dianggap Bawa Hoki, Perampok Indomaret Taman Sari Selalu Bawa Keris dan Jaket Hitam saat Beraksi

Lagi apes.

Image
News
Wabah Corona

Ketum Persit KCK Berikan Bantuan Paket Sembako ke Pemulung di Bantar Gebang

"Ini baru pertama kali di RW 01. Bantuan seperti ini memang sangat membantu meringankan beban mereka, terlebih saat kondisi sekarang ini”

Image
News

Perampok Mini Market Kelompok AKAP Diduga Juga Spesialis Pencuri Motor

Asal senpi juga diselidiki.

Image
News

Jelang Hari Lahir Bung Karno, PDIP Ingatkan Pentingnya Patriotisme Membangun Iptek dan Riset

Semangat membangun bangsa berbasis iptek dan riset tersebut harus dilakukan sendiri oleh para pemuda Indonesia.

Image
News

Lewat Proses PKPU, KSP Indosurya Komitmen Selesaikan Kewajiban dengan Baik

Saat ini kan pengurus PKPU KSP Indosurya tengah memverifikasi piutang.

Image
News
Wabah Corona

Bertambah Satu, Pasien Positif Corona di Banyuwangi Jadi 10 Orang

"Sudah sesuai prosedur, bagi warga di Banyuwangi yang hasil tes cepatnya reaktif, segera kami lakukan tes swab“

Image
News

Prestasi Polda Metro Jaya Ungkap 19 Kasus Perampokan Mini Market selama Pandemi COVID-19

Kelompok incar lokasi yang sepi.

Image
News

Mulai Terapkan New Normal, Pegawai KPK Kembali Bekerja di Kantor

Jam kerja di lingkungan KPK kembali kepada jam kerja nomal.

terpopuler

  1. Politisi Demokrat Tanggapi Isu Pemakzulan Presiden Jokowi

  2. Dari India hingga Mesir, Ini 5 Negara Paling Rasis di Dunia

  3. Komandan Garda Revolusi Tuding AS sedang Latih Teroris untuk Serang Iran

  4. Diminta Senyum oleh Donald Trump saat Berfoto, Reaksi 'Enggan' Ibu Negara AS jadi Sorotan

  5. Sebut Ada Pihak yang Diam-diam Ingin Kudeta Jokowi, Fadli Zon ke Boni Hargens: Cuci Muka Dulu

  6. 3 Zodiak Ini Diramal Hoki Banget di Bulan Juni, Siapa Saja?

  7. Begini Nasihat AA Gym kepada Calon Jemaah Haji 2020 yang Batal Berangkat

  8. 5 Gaya Welber 'Neymar dari Indonesia' Diwawancara Reporter Cantik Ini Bikin Gereget, PD dan Tak Canggung

  9. Bukan Disebabkan Corona, Pengacara Sebut George Floyd Tewas karena 'Pandemi Rasisme'

  10. Viral, Driver Ojol Kena Suspend Gara-gara Kembalian Kurang Rp200, Warganet: Dikira Tahun 90-an

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Ujang Komarudin

Milenial Reform

Image
Dewi Kartika

Inspirasi dan Legacy Prof Sediono Tjondronegoro untuk Petani

Image
Achmad Fachrudin

Jebakan Kampanye Virtual di Pilkada 2020

Image
Imam Shamsi Ali

Rasisme Itu Dosa Asal Amerika

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Bikin Bangga, Mantan Stafsus Presiden Jokowi Terpilih Menjadi Alumni Terbaik Harvard University

Image
News

Kisah Raeni, Anak Tukang Becak yang Kini Sukses dari Unnes hingga Raih Beasiswa S3 di Inggris

Image
News

Ngopi di Teras hingga Main Bareng Cucu, 6 Potret Santai Bamsoet saat di Rumah