image Banner Idul Fitri
Login / Sign Up

Sejumlah Pengamat Internasional Sudah Prediksi Kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin

Kosim Rahman

Image

Capres Jokowi dan Cawapres Ma'ruf Amin bersama seluruh ketua umum dan sekjen parpol koalisi memberikan keterangan usai melakukan pertemuan di Resto Plataran Menteng Jakarta Pusat, Kamis (18/4/2019). Agenda pertemuan untuk konsolidasi pasca-pemungutan suara dimana hasil Quick Count Jokowi-Ma'ruf Amin unggul dari Prabowo-Sandi. Hadir dalam pertemuan ini, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartanto, Ketua Umum PKB Muhaimim Iskandar, dan Ketua Umum NasDem Surya Paloh. Kemudian, Ketua Umum PSI Grace Natalie dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Sejumlah pakar di luar negeri sudah memprediksi kemenangan Joko Widodo dalam pemilihan presiden 2019. Menurut mereka margin kemenangan Jokowi memang pas dengan apa yang mereka prediksi. Hasil yang dinilai sudah lebih dari cukup sebagai modal legitimasi pemerintahan jilid kedua.

"Kami sudah menduga kemenangan Jokowi," kata Peter Mumford dari Uerasia Group, konsultan politik yang bermarkas di New York, melalui siaran persnya, Jakarta, Kamis (18/4/2019). 
Sebelumnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meraih 61 persen suara di periode keduanya. SBY dianggap telah menyia-nyiakan kesempatan itu untuk mengatasi persoalan ekonomi yang sistemik. 
Menurutnya, kemenangan Jokowi masih di angka 50-an persen membuat pemerintahan akan lebih dinamis. Karenanya, sebuah keniscayaan bagi Jokowi untuk merangkul partai non koalisi di pemerintahannya. 
Sementara itu pakar Indonesia dari Australian National University Greg Fealy menanggapi kemenangan Jokowi dengan positif. Menurutnya Jokowi berkomitmen untuk membuat peninggalan dalam pemerintahannya. 
"Ia bertekad untuk menciptakan dampak terbesar dalam kehidupan nasional yang bisa dilakukannya, ia ingin melakukan banyak pembangunan, ia ingin lebih banyak lagi infrastruktur, ia ingin kesejahteraan yang lebih besar lagi, ia ingin meninggalkan warisan," kata Fealy. 
Fealy mengatakan baru-baru ini Indonesia sedang menegosiasikan perdagangan bebas dengan Australia. Termasuk membebaskan tarif banyak barang dan jasa, serta mengizinkan universitas-universitas Australia membangun kampus di Indonesia. Hal ini mencerminkan naluri pasar Jokowi, seorang mantan pengusaha dan eksportir besar. 
Sebagai presiden Indonesia pertama yang bukan berasal dari kalangan elit politisi, militer dan penguasaha, dalam periode pertamanya Jokowi memprioritaskan pembangunan infrastruktur. Ia membangun jalan, rel, pelabuhan, dan bandara di seluruh kepulauan di Indonesia.[]

baca juga:

Editor: Deni Muhtarudin

berita terkait

Image

News

Busyro Muqoddas: Ancaman Terhadap FH UGM Ujian Buat Jokowi

Image

News

Ruslan Buton Ditangkap Usai Minta Jokowi Mundur, Fadli Zon: Standar Demokrasi Macam Apa yang Kita Pakai?

Image

News

MS Kaban: Presiden Jokowi untuk Pertahankan Kekuasaan Gak Perlu Main Tangkap Orang yang Berbeda

Image

News

Khasiatnya Tak Kalah dari Vitamin Impor, Sandi Uno Dorong UMKM Kembangkan Usaha Jamu di Era New Normal

Image

News

DPR RI

Muhaimin Minta Penerapan New Normal Diperketat dan Pelanggar Diberi Sanksi

Image

News

Mantan Anggota TNI AD Terancam Pasal Berlapis karena Tuntut Presiden Jokowi Mundur

Image

News

Mabes Polri Benarkan Tangkap Ruslan Buton yang Minta Jokowi Mundur sebagai Presiden

Image

Ekonomi

Tengku Zul Beri Saran Ini kepada Sri Mulyani yang Bingung Cari Utang ke Sana Kemari

Image

News

Polisi Tangkap Pemilik Akun Twitter @IntelBuahbuahan Gara-gara Kicauan 'Jokowi Tidak Pernah Lulus UGM'

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Wabah Corona

Menag Minta Rumah Ibadah Jadi Contoh dalam Pencegahan Penularan COVID-19

Ikut peduli terhadap penerapan pelaksanaan protokol kesehatan di rumah ibadah sesuai dengan ketentuan.

Image
News

Polda Maluku Benarkan Ada Oknum Anggota Lakukan Penertiban Terhadap Masyarakat yang Tak Pakai Masker Menggunakan Rotan

Benar kemarin Kamis 28 Mei ada penertiban oleh gugus tugas covid-19 Maluku yang di dalamnya ada anggota Polda Maluku.

Image
News

Gerindra: Tatanan Kenormalan Baru Tak Bisa Mendadak

New normal harus melalui simulasi dan kajian komprehensif dalam menentukan waktu transisi

Image
News
Wabah Corona

Kontroversi Risma Vs Gugus Tugas Jatim Soal Mobil PCR, Ana: Jika Koordinasi Minim, Hasilnya Keributan Seperti Ini

Pengalihan dua mobil PCR test tersebut telah membuat Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kecewa.

Image
News
Wabah Corona

JK Perkirakan Tatanan New Normal di Indonesia Akan Berlangsung Minimal Tiga Tahun

Indonesia sendiri, diperkirakan baru bisa mendapat vaksin tersebut akhir tahun 2021 atau kisaran Agustus atau September.

Image
News

Pria 24 Tahun asal Jawa Tengah Gantung Diri di Dalam Kelas SDN 03 Karang Anyar

Saat di lantai 3, terlihat pria memakai baju warna abu-abu tengah tertidur dalam posisi telungkup

Image
News
Wabah Corona

Gara-gara Mobil PCR Risma Gusar, Fadli Zon: Ngeri Ah...

"Heran kok sering sekali mengamuk," sindir Fadli.

Image
News
Wabah Corona

Terus Bertambah, Pasien Sembuh di NTT Kini Berjumlah 14 Orang

Pasien yang sembuh itu berasal dari kluster Sukabumi, Jawa Barat. Hari ini sudah diizinkan pulang ke rumah.

Image
News
Wabah Corona

PDIP Harap Gubernur dan Satgas Corona Jatim Bisa Lebih Bijak

“Semua harus kedepankan kerja gotong royong untuk kemanusiaan“

Image
News

Tidak Ada Akhlak, Seorang Guru Ngaji di Bengkulu Cabuli Bocah

“Pelaku melakukan pencabulan kepada muridnya dengan modus mengiming-imingi korban akan dibelikan handphone (HP), uang jajan,” kata Anjas.

terpopuler

  1. Pernah Terlibat Kasus Pembunuhan hingga Tuntut Jokowi Mundur, 5 Fakta Tak Terduga Ruslan Buton

  2. Twit Lawas Diduga Milik Iman Brotoseno Soal Bokep Viral, Istri Sandiaga Uno: Masih Mau Nonton TVRI?

  3. 5 Shio Ini Tak Akan Seret Rezeki Meski di Tengah Pandemi Sekalipun

  4. Yunarto ke Ganjar: Gak Ada Alasan Membuka Sekolah Terburu-terburu Ketika Kita Tahu Alasan Utama New Normal Faktor Ekonomi Pak

  5. 5 Foto Realita vs Ekspektasi Buktikan Belanja Online Kadang Dapat Zonk

  6. Ruslan Buton yang Minta Jokowi Mundur Kini Dibawa ke Jakarta, Bareskrim Polri Tangani Langsung

  7. Komentari Soal New Normal, Melanie Subono: Kenapa Nunggu Rakyat Miskin Dulu?

  8. Ikut Tren Gunakan FaceApp, Ridwan Kamil: Di Era New Normal Wajah Tak Perlu Dirawat, Cukup Diedit

  9. Tidak Dendam, Nikita Mirzani Ogah Jalin Komunikasi dengan Dipo Latief

  10. Politikus PKS Minta Pemerintah Penuhi Syarat WHO Sebelum Terapkan New Normal

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Dr Idham Kholik

Menjadi (kan) Pemilih Antifobia Covid-19

Image
Ujang Komarudin

New Normal

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Kedua)

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Pertama)

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
Ekonomi

Kiat Agar Bisnis Moncer Ala Bob Sadino

Image
News

Ikut Tren Gunakan FaceApp, Ridwan Kamil: Di Era New Normal Wajah Tak Perlu Dirawat, Cukup Diedit

Image
News

Pernah Terlibat Kasus Pembunuhan hingga Tuntut Jokowi Mundur, 5 Fakta Tak Terduga Ruslan Buton