image
Login / Sign Up
Image

Ujang Komarudin

Demokrasi dalam Ancaman Oleh: Ujang Komarudin Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) & Pengamat Politik Universitas Al-Az

Demokrasi dalam Ancaman

Image

Papan sosialisasi pemilu 2019 yang dipasang di area air mancur Bundaran HI di Jalan Jendral Sudirman, Jakarta, Rabu (3/4/2019). Pemasangan papan sosialisasi pencoblosan pemilu 2019 ini, agar masyarakat menggunakan hak suaranya dalam pemilihan umum (pemilu) 2019 yang akan dilaksanakan pada 17 April 2019 mendatang.  | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Detik-detik menentukan itu akan segera tiba. Hanya tinggal hitungan hari, nasib bangsa akan dipertaruhkan. 17 April 2019 akan menjadi hari yang bersejarah dalam perjalanan hidup bangsa. Di 17 April 2019 juga kita akan menyaksikan, siapa yang akan keluar sebagai pemenang.

Seru, mendebarkan, dan menegangkan bercampur menjadi satu. Menghkawatirkan belum tentu. Menjadi taruhan perjudian bisa jadi. Siapapun yang menang nanti, sudah dicatat di “Lauhul Mahfudz”. Tuhan punya catatan, siapa yang akan memang. Namun kita sebagai manusia, harus berikhtiar terbaik dalam memilih pemimpin terbaik.

Apakah demokrasi akan berjalan on the track, atau sebaliknya berwajah bopeng, rusak, dan dalam ancaman. Pemilu menjadi indikator, apakah suatu negara termasuk negara demokratis atau bukan. Dan Pemilu yang terbuka, jujur, adil, bebas, dan rahasia menjadi pegangan kita dalam berdemokrasi.

baca juga:

Oleh karena itu, mejadikan Pemilu yang free dan fair adalah suatu keniscayaan. Karena jika bangsa ini, tidak bisa menyelenggarakan Pemilu secara baik, maka demokrasi sedang dipertaruhkan.

Demokrasi di Indonesia sedang dalam ancaman. Betapa tidak. Proses Pemilu sedang berjalan. Tuduhan kubu 02 yang menganggap penyelenggara Pemilu tidak netral, lalu berniat mendelegitimasi KPU, dan penyelenggara Pemilu yang lainnya. Demonstrasi di kerahkan, sebagai alat tekan, agar KPU tidak memihak dan tidak melakukan kecurangan.

Bahkan Amien Rais, salah satu tokoh sentral kubu 02 menyerukan, jika ada indikasi kecurangan, mereka tidak akan membawa ke jalur hukum – ke MK—tetapi lebih akan memilih melakukan people power. Kita boleh sependapat, atau pun tidak sependapat, dengan pernyataan sang tokoh reformasi 1998 tersebut.

Namun langkah people power di negara demokrasi, merupakan langkah aneh. People power biasa terjadi di negara-negara yang otoriter. Pemimpinnya anti demokrasi. Rakyatnya dibodohi. Jadi people power di republik ini, bukanlah pilihan terbaik. Bahkan bisa merusak demokrasi. Dan bisa mengancam demokrasi.

Ketika kita sudah bersepakat memilih demokrasi, sebagai jalan politik. Maka mekanisme hukum lah yang harus dikedepankan. Karena negara demokrasi, harus selaras atau pararel dengan penegakkan hukum.

Jika seandainya kubu 02 merasa dicurangi, secara nyata dan itu ada buktinya, maka bawalah bukti-bukti kecurangan tersebut ke jalur hukum. Dan MK lah, yang nanti akan mengadili apakah ada kandidat, yang curang atau tidak.

Zaman semakin terbuka. Dan semakin canggih. Arus informasi luar biasa sangat cepat. Media sosial bisa menjadi alat kampanye, sekaligus alat kontrol untuk mengawasi mereka yang akan berperilaku curang. Jika nanti ada yang curang di TPS, kan tinggal di foto saja sebagai alat bukti. Lalu laporkan ke yang berwenang.

Demokrasi punya aturan. Demokrasi punya rule of the game yang harus ditaati. Demokrasi memberi ruang kepada dua kubu, baik 01 atau 02 untuk saling mengawasi, mengontrol, dan mengkritik satu sama lain. Jika ada indikasi kecurangan, maka selesaikan via jalur hukum. Bukan jalur jalanan, yang justru akan merusak demokrasi. 

Jika ada indikasi kecurangan, silahkan upload di media sosial, agar masyarakat tahu. Namun yang diupload, harus lah bukti-bukti kecurangan yang nyata apa adanya. Bukan bukti yang dibuat-buat. Atau hasil editan. Karena bisa saja, kubu tertentu menuduh kubu yang lain, dengan bukti yang lemah dan tidak bisa dipertanggung jawabkan.

Jika terlihat ada indikasi kecurangan, silahkan laporkan. Jangan sampai menuduh tanpa bukti. Tuduhan tanpa alat bukti, hanya akan memperkeruh dan mengacaukan proses demokrasi. Dan ini yang akan memicu terjadinya konflik di kemudian hari.

Di zaman now yang terbuka ini. Sangat sulit untuk melakukan kecurangan. Masing-masing TPS sudah ada yang mengawasi. Pemantau dalam negeri dan asing juga siap memelototi TPS-TPS. Mata seluruh rakyat Indonesia juga mengawasi. Jadi yang akan berbuat curang, pasti akan berpikir dua kali.  

Namun kalau boleh saya punya pendapat. Curang itu saya maknai, adanya permainan money politics untuk membeli hak pilih pemilik suara. Masyarakat diberi amplop, yang diberi isi uang, untuk memenangkan paslon tertentu. Ya, ini bisa saja terjadi. Dan jika money politics terjadi secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM), maka inilah yang sesungguhnya sedang mengancam proses demokrasi.

Money politics bisa merupakan salah satu bentuk kecurangan. Bukan hanya karena dilarang oleh Undang-Undang. Tetapi juga akan menyuburkan korupsi dikemudian hari, dan mengancam, juga merusak demokrasi.

Namun persoalannya. Bisakah Pemilu kita bebas dari kecurangan money politics. Mungkin kedepan bisa. Tapi untuk sekarang masih belum bisa. Selama masyarakat Indonesia, masih banyak yang pendidikannya rendah, ekonominya lemah, kesadaran hukumnya juga rendah. Maka money politics akan digunakan oleh kontestan Pemilu, untuk mempengaruhi pilihan.

Yang saya khawatirkan bukan soal kecurangan di hari H. Bukan soal permainan money politics di hari pencoblosan. Bukan pula soal siapa yang menang dan siapa yang kalah di 17 April 2019. Yang saya khawatirkan adalah pasca Pemilu. Ya, Pasca Pilpres. Apakah akan ribut atau tidak.

Semoga kekhawatiran saya tidak terjadi. Semoga konflik tidak terjadi. Dan semoga masyarakat semakin cerdas. Tidak terpengaruh dengan hoaks yang merajalela. Tidak terpropokasi. Tidak main hakim sendiri. Dan tidak berbuat yang dapat merusak proses demokrasi.

Jika pun ada kecurangan dalam Pemilu. Itu pasti akan kelihatan dan ketahuan. Jadi, jika memang ada bukti kecurangan ya harus diproses. Namun yang berbahaya adalah, jika menuduh kecurangan tanpa bukti. Urusannya bisa rumit dan kusut. Saling tuduh dan hujat bisa terjadi. Dan konflik tak akan terhindari.

Jangan sampai hanya karena beda dukungan. Beda pilihan. Beda kubu. Kita mengorbankan persaudaraan, persatuan dan kesatuan. Persaudaraan sebagai anak bangsa adalah lebih penting dari sekedar Pilpres.

Siapapun yang menang nanti, itulah pilihan terbaik rakyat. Ya, pilihan terbaik rakyat Indonesia. Yang pasti dan yang jelas, pasangan calon manapun yang terpilih, harus tetap menjaga persaudaraan. Jangan sampai hanya gara-gara Pilpres persaudaraan menjadi hancur.

Tak ada yang indah di dunia ini, selain kita bisa masih bisa bersaudara. Tertawa riang gembira karena saling menjaga. Pilpres itu hanya soal jabatan. Soal kekuasaan. Sifatnya hanya lima tahunan. Namun persaudaraan bersifat abadi. Persaudaraan akan menjaga kita dari kehancuran, yang disebabkan Pilpres. Bukankah begitu!

 

 

Editor: Sunardi Panjaitan

berita terkait

Image

News

Kolom

Pentingnya Tenaga Ahli DPRD

Image

News

Kolom

Kabinet Pertaruhan Kepemimpinan Jokowi

Image

News

Kolom

Gejala Otoritarianisme

Image

Ekonomi

Kolom

Urgensi Admiralty Court

Image

News

Kolom

Menteri-menteri Jokowi

Image

News

Kolom

Berharap Kepada Parlemen Daerah

Image

News

Kolom

Rontoknya Kekuatan Oposisi

Image

News

Kolom

Memperbaiki Marwah DPD 2019-2024

Image

News

Kolom

Partai Politik Tuna Ideologi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Ma'ruf Amin Minta Pemuka Agama Hindari Ceramah yang Menimbulkan Konflik dan Permusuhan

Narasi kita dalam khutbah di masjid, di gereja, di dalam ceramah-ceramah kita harus kita hindarkan narasi-narasi yang menimbulkan konflik

Image
News

Menag Ajak Civitas Unsyiah Teladani Akhlak Rasul

Rasulullah SAW telah mencontohkan akhlak mulia yang dapat dijadikan suri tauladan di kehidupan sehari-hari.

Image
News

Partai Gelora Optimis Lolos jadi Peserta Pemilu 2024

Partai Gelora Indonesia optimistis bisa lolos verifikasi dan menjadi peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Image
News

Menhan Prabowo Sampaikan Komitmen Indonesia Wujudkan Asia Tenggara yang Damai

Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto menyampaikan komitmen Indonesia untuk membangun kawasan Asia Tenggara yang aman, damai.

Image
News

Gempa Bumi berkekuatan 4,0 Terjadi di Jailolo, Maluku Utara

Gempa bumi berkekuatan 4,0 pada Skala Richter melanda wilayah Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara

Image
News

Akademisi Sebut Penguatan Pancasila Bisa Cegah Radikalisme

Kita yakin Pancasila itu akan menumbuhkan jiwa semangat nasionalisme

Image
News

Analis UGM Sebut Peluang Airlangga Pimpin Golkar Masih Besar

Airlangga Hartarto masih berpeluang besar memimpin Golkar

Image
News

Serangan Hog Cholera, Warga Hendak Buang Bangkai Babi Dibekuk

Pelaku diringkus polisi ketika hendak membuang bangkai babi di aliran parit, Jalan Karya VII, Desa Helvetia.

Image
News

Relawan Gibran Syukuran Sambut Kelahiran La Lembah Manah

“Semoga menjadi anak kebanggaan keluarga,” ujarnya.

Image
News

Menu Ayam Batu Bara Bisnis Anak-anak Jokowi Terinspirasi dari Nyinyiran Netizen

“Nanti mau launching resmi Januari di Jakarta. Tunggu saja,” ujarnya.

trending topics

terpopuler

  1. Jika Kapolri Tak Usut Kasusnya, Tengku Zul Sarankan Ummat Islam Tak Sholatkan Sukmawati Jika Meninggal

  2. Makan Lesehan hingga Naik Pesawat kelas Ekonomi, Ini 5 Bukti Kesederhanaan Aamir Khan

  3. Ferdinand: Penggusuran di Era Anies Tanpa Solusi, di Zaman Ahok Dipindah ke Rusun

  4. Pukul TKO Petinju Afsel, Daud Yordan Rebut Gelar IBA dan WBO

  5. Anthony: Keputusan Wasit Tidak adil

  6. Korban Penggusuran Sunter Nyesel Doakan Anies Jadi Gubernur Saat Pilkada DKI 2017?

  7. Penting Diketahui, Ini Gejala Kanker Paru-paru Stadium Awal

  8. Aksi Sadio Mane Bawa Botol Minuman Banjir Komentar Positif, Salut

  9. Ngeri! Ini Tanda-tanda Orang Dijadikan Tumbal Pesugihan

  10. Bandingkan Nabi Muhammad dengan Soekarno, Habiburokhman Yakin Sukmawati Tak Ada Niat Lecehkan Agama

fokus

Nasib Sumber Air
Tantangan Pendidikan
Pejuang Kanker Payudara

kolom

Image
Erizky Bagus Zuhair

Heritage Port Sunda Kelapa, dari Rempah-rempah ke Pariwisata

Image
UJANG KOMARUDIN

Memerangi Radikalisme

Image
Abdul Aziz SR

Pentingnya Tenaga Ahli DPRD

Image
Hasan Aoni

Secuil Kabar dari Amerika tentang Sri

Wawancara

Image
Video

VIDEO Sepak Terjang Erna Hernawati Mengawal UPN Veteran Jakarta

Image
News

Pemidanaan Korporasi Atas Karhutla Di Mata Praktisi Hukum

Image
Olahraga

Wawancara Seto Nurdiantoro (Bag 2 - selesai)

'Pertandingan Paling Berkesan Adalah Menang'

Sosok

Image
News

Dipuji Presiden Jokowi, Ini 5 Fakta Menarik Arvila Delitriana Sosok Perancang Jalur LRT Jabodetabek

Image
News

Dari Basket hingga Lari, 8 Gaya AHY saat Berolahraga

Image
News

Tolak BTP Jadi Bos Pertamina, 4 Fakta Menarik Presiden FSPPB Arie Gumilar