image
Login / Sign Up

TKN Optimis Undecided Voter Bakal Pilih Jokowi-Ma'ruf di Hari Pencoblosan

Deni Muhtarudin

Menuju Pilpres 2019

Image

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar Simulasi pencoblosan Surat Suara Pemilu 2019 yang akan datang, di halaman parkir KPU, Jakarta, (12/3/2019). Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjelaskan beberapa surat suara yang terbagi lima macam yaitu calon DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi, calon DPR RI dan calon DPD serta pasangan calon presiden dan wakil presiden, dan lima kotak suara. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Pemilih yang belum menentukan pilihan (Undecided Voter) dan pemilih yang masih ragu (swing voter) diyakini akan melabuhkan pilihannya kepada pasangan Capres-Cawapres Nomor Urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

Hal tersebut disampaikan oleh Influencer Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Eva Kusuma Sundari, saat menanggapi hasil Survei Litbang Kompas yang menunjukkan bahwa elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di angka kurang dari 50 persen dan pasangan Capres-Cawapres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di angka 37,4 persen dan sebanyak 13,4 persen responden lainnya menyatakan rahasia.

Dari hasil Survei Litbang Kompas itu, terjadi penurunan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sebesar 3,4 persen dan kenaikan elektabilitas Prabowo-Sandi sebesar 4,7 persen.

baca juga:

Pada Survei Litbang Kompas Oktober 2018 lalu, perolehan suara keduanya masih berjarak 19,9 persen dengan keunggulan suara di pihak Jokowi-Ma'ruf. Saat itu, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 52,6 persen, Prabowo-Sandiaga 32,7 persen dan 14,7 responden menyatakan rahasia.

Eva mengungkapkan, jajak pendapat yang dilakukan Litbang Kompas memiliki kemiripan dengan Survei yang dilakukan lembaga Polmark milik Eep Saifullah Fatah. Dimana angka Undecided Voter memang terbilang cukup tinggi.

"Di riset-riset yang Undecided Voter-nya kecil itu Jokowi selalu perolehannya di atas 50 persen, bahkan sampai ada yang 58 persen. Itu ada ada di 8 atau 7 lembaga Survei. Tapi di 2 riset, risetnya Eep dan Kompas itu Jokowi di sekitar 50-an aja. Ternyata undecided voters-nya tinggi," ungkapnya kepada wartawan, Jakarta, Jumat (22/3/2019).

Oleh karena itu, Eva berpendapat, perolehan elektabilitas yang berada di kisaran 50 persen disebabkan perilaku dari Undecided Voter.

"Kalau Undecided Voter-nya terbuka, Jokowi naik. Nah kalau undecided voters-nya itu enggak mau jawab dan ngomong rahasia, itu Pak Jokowi rendah. Ini indikasinya gampang, ternyata Undecided Voter kecenderungannya pro ke Jokowi. Jadi saya enggak khawatir bahwa nanti ketika pencoblosan itu Pak Jokowi perolehannya akan 58 persen. Ya di sekitar itu," ujarnya.

Terkecuali, Eva mengatakan, jika banyak Undecided Voter yang memilih menjadi Golongan Putih (Golput) alias tidak menggunakan hak pilihnya. Menurut Eva, kondisi inilah yang harus diantisipasi.

"Jadi Undecided Voter itu kalau mau dipolarisasi, dibagi ke dua kandidat, lebih banyak memilih Pak Jokowi," katanya.

Eva pun menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya masih optimistis, pasangan Jokowi-Ma'ruf akan mendapatkan angka 60 persen suara. Kendati hal itu sangat tergantung pada perilaku Undecided Voter. "Jadi bukan kerena mesin (partai)," ungkapnya.

Menurut Eva, partai koalisi sudah berjuang maksimal, termasuk partainya, PDI Perjuangan.

"Semua ngegas, karena kita semua ingin memanfaatkan coattail effect. Kita ingin menang tebal. Jadi mesin sangat full bekerja dan pada kecepatan tinggi," ujarnya.

Sementara Pengamat Politik dari The Habibie Center, Bawono Kumoro, mengatakan bahwa tipisnya jarak elektabilitas antara pasangan calon 01 dan 02 di Survei Litbang Kompas memang cukup mengejutkan. Sebab, Survei-Survei yang dirilis oleh lembaga Survei selama ini menunjukkan jarak elektabilitas di angka 20 persen.

Meski demikian, Bawono berharap, kedua pasangan calon tidak reaktif. Kubu 01 tidak panik dan kubu 02 tidak puas dengan hasl Survei itu.

"Catatan bagi kubu 01 di kurang 1 bulan menjelang pencoblosan ini tidak perlu lagi memainkan isu baru untuk mendulang suara karena tingkat kemantapan pemilih mereka saat ini sudah sangat tinggi di atas 70 persen. Lebih baik fokus memperkuat dan memastikan para pemilih dengan tingkat kemantapan tinggi akan hadir di TPS tanggal 17 April mendatang," katanya.[]

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

Soal Jabatan Presiden Delapan Tahun, Habib Novel: Sangat Berbahaya Usulan Hendropriyono

Image

News

Andre Rosiade: Saya Tidak Menuduh Pendukung Prabowo Buzzer

Image

Hiburan

Nafa Urbach Ajak Masyarakat Hormati Putusan MK terkait Pilpres

Image

Hiburan

Puisi Diharapkan Mengobati 'Luka-luka' Pasca Pilpres

Image

Hiburan

Syukuran Sukses Pilpres, Masyarakat Cinta Masjid Indonesia Bagikan 10.000 Tumpeng

Image

Hiburan

Pemilu 2019

Harapan Tina Toon di Pemilu 2019

Image

Hiburan

Pemilu 2019

Tidak Bergambar, Aurel Kebingungan Coblos Surat Suara DPRD

Image

Gaya Hidup

Pemilu 2019

Masih Bingung 01 atau 02? Begini Cara Simpel Menghilangkan Kebingungan

Image

News

Pemilu 2019

Hasil Pilpres 2019 Diprediksi Tak Akan Jauh dari Survei yang Ada

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Wabah Corona

Besok, Petugas Medis TNI Tempati Rumah Sakit Darurat Covid-19 di Pulau Galang

Menurut dia TKI dari Malaysia yang mencapai ribuan orang itu sebelum dibawa ke RS Pulau Galang, akan ditempatkan di Tanjung Balai Karimun.

Image
News
Wabah Corona

Cegah Penularan Covid-19, Pemkab Mimika Isolasi 17 Warga

Pemkab Mimika mengisolasi sebanyak 17 orang warga untuk mencegah penularan baru COVID-19.

Image
News
Wabah Corona

Kota Surabaya Tidak Perlu Dikarantina, Politikus PDIP: Kita Harus Waspada, Tetapi Tidak Khawatir Berlebihan, Ini Bukan Akhir dari Semuanya, Ayo Bersama-sama Bangkit!

"Untuk itu, masyarakat tidak terlalu panik, tetapi menjalan protokol yang sudah ditetapkan pemkot," kata John Tamrun.

Image
News

Pemkot Tangsel Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 Hingga 29 Mei

Sejumlah kebijakan tersebut, di antaranya memperpanjang masa kegiatan belajar siswa di rumah.

Image
News
Wabah Corona

Pusat dan Jakarta Harusnya Rukun Tangani Covid-19, Ulil: Sejak Awal, Anies Mau Serius Nangani Masalah Ini, Dituduh Cari Panggung oleh Pemerintah Pusat

"Masalah politik seperti ini jelas akan menghambat banyak hal," kata Ulil melalui akun Twitter @ulil.

Image
News
Wabah Corona

Tolak Darurat Sipil, Said Didu: Ya Allah Lindungi Kami Dari Kedholiman Ini

"Pemimpin negara yang normal membantu rakyatnya. Tapi anda malah mengejar rakyatmu dengan cambuk darurat sipil," kata Said Didu.

Image
News
Wabah Corona

Patroli Covid-19 Amankan 15 Warga di Sentani yang Bandel Berada di Luar Rumah

Patroli tim gabungan dilakukan agar warga mematuhi aturan yang telah ditetapkan pemerintah.

Image
News
Wabah Corona

Fraksi PKS DPR Desak Jokowi Terapkan Karantina Wilayah Terkait Covid-19

Wilayah zona merah yang rawan dan banyak mobilitas manusia seperti Jakarta, sudah saatnya diijinkan lakukan karantina wilayah.

Image
News
Wabah Corona

Politisi Demokrat: Darurat Sipil Ini Kebijakan Cuci Tangan Dan Power Oriented

"Anda ingin mengendalikan publik tapi tidak mau menanggung hidup mereka," kata Jansen.

Image
News

Kok Bisa Ya, Ular Sanca Sepanjang Dua Meter Bersarang di Belakang Kulkas Warga

Ular tersebut selanjutnya dikirim menuju Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam Jakarta.

terpopuler

  1. Jubir Penanggulangan Covid-19 Riau: Kabar Bahagia untuk Kita Semua, Pasien Positif Sudah Dinyatakan Sembuh

  2. Filippo Inzaghi Ungkap Siapa Pemain yang Bisa Hapus Kutukan Nomor 9 di Milan

  3. Peneliti Temukan Virus Corona Paling Menularkan di Minggu Pertama Setelah Terinfeksi

  4. Anggota DPR Ingatkan Wali Kota Tegal: Jangan Menentang Pemerintah Pusat

  5. Jadi Garda Depan Tangani Pandemi Corona, 10 Potret Cindri Wahyuni Istri Mendiang Bani Seventeen

  6. Sebelum jadi Pandemi, Virus Corona Diduga Sudah Bertahun-tahun Menjangkiti Manusia

  7. 9 Bank Ini Siap Beri Kelonggaran Kredit, Apa Saja?

  8. Denny Siregar: Jokowi Tidak Menerapkan Lockdown adalah Langkah Cerdas

  9. 24 Kali Menikah, Vicky Prasetyo Mengaku Pernah Nikah Malam Lalu Pagi Bercerai

  10. Hindari Penjarahan akibat Lockdown, Anies Diminta Berkoordinasi hingga Tingkat RT/RW

ibunda jokowi

fokus

Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona
Hutan Kecil Terarium

kolom

Image
Bisman Bhaktiar

Aspek Hukum Perpanjangan Pengusahaan Pertambangan Batubara PKP2B

Image
Abdul Aziz SR

Omnibus Law dan Kuasa Kaum Kapitalis

Image
Achmad Fachrudin

Covid-19, Media dan Kekuasaan

Image
Reza Fahlevi

Mari Sudahi Polemik Tuntutan Lockdown

Wawancara

Image
Video

Terapi Musik

VIDEO Pulih dengan Terapi Musik

Image
Asian Games

Pria Paruh Baya Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Majalaya

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Sosok

Image
News

Wabah Corona

Cosplay Jadi Sultan Maroko hingga Raja Minyak Urut, 5 Potret Fahri Hamzah saat WFH

Image
News

Wabah Corona

Kisah Debryna Dewi Lumanauw, Dokter yang Ikut Tangani Pasien COVID-19 di Wisma Atlet

Image
Ekonomi

Masuk Forbes hingga Hobi Berkebun, Ini 5 Fakta Menarik Amanda Susanti, Pendiri Sayurbox