image
Login / Sign Up

TKN Hargai Survei Litbang Kompas

Yohanes Antonius

Image

Wakil Ketua Komisi II DPR Lukman Edy. | Dedi Ermansyah

AKURAT.CO, Wakil Direktur bidang Saksi Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Lukman Edy mengatakan pihaknya menghargai hasil survei Litbang Kompas sebagai produk ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Kami menghargai hasil survei kompas sebagai produk ilmiah dengan metodologi ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan," ujar Lukman Edy melalui siaran pers di Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Lukman mengatakan hasil survei itu berguna untuk mengajak masyarakat dan peserta pemilu berfikir rasional dalam konsolidasi demokrasi, khususnya di Pemilu Indonesia 2019.

baca juga:

Menurutnya TKN membaca hasil survei Kompas dengan cerdas dan cermat.

Semua rekomendasi yang ditampilkan survei, akan diperhatikan sebagai bentuk evaluasi kinerja TKN selama enam bulan terakhir.

Meskipun demikian dia memiliki beberapa catatan terkait survei Kompas antara lain, menurutnya besarnya tingkat "undecided voters" atau pemilih belum menentukan sikap dalam survei cukup aneh.

"Agak aneh dengan tingkat popularitas kedua paslon yang tinggi sekali hampir mentok 100 persen, dan tinggal satu bulan lagi pemilu, masih menyisakan 'undecided voters' 22,4 persen," kata Lukman.

TKN menilai pertanyaan-pertanyaan di survei Kompas gagal dalam menyelami keinginan pemilih.

"Mungkin faktor kehati-hatian, tetapi tetap kesimpulan kami survei ini terlalu buru-buru sehingga tidak menyiapkan instrumen untuk menggali lebih dalam keinginan pemilih," jelasnya.

TKN pun menyimpulkan hasil tersebut adalah gambaran dari pemilih yang militan dan tidak mungkin lagi berubah.

Sehingga jika berdasarkan survei itu, peperangan ada di angka 22 persen "undecided voters" itu.

"Dan kalau mengikuti tren kemana 'undecided voters' bergerak, bacaan dari survei kompas mulai dari bulan oktober 2018, maka posisi kami tetap unggul diangka 56,8 persen berbanding 43,2 persen. Itu angka yang hampir sama dengan lembaga survei kredibel yang lain," terangnya.

Lukman juga mengatakan sebagai sebuah lembaga yang profesional dan kredibel maka Kompas harus mengumumkan siapa yang mendanai surveinya tersebut sebagai bentuk kewajiban didalam UU No 7/2017.

Disamping itu kompas juga harus menjelaskan kepada publik apakah surveinya terpengaruh dengan transaksi lainnya di bisnis Kompas yang lain.

"Seperti kita ketahui Kompas memiliki cabang bisnis yang lain, seperti media cetak, elektronik maupun online. Bisa jadi survei dibiayai sendiri, tetapi ada subsidi dari bidang usaha lain, yang transaksinya terafiliasi dengan subjektifitas hasil survei. Aliran ini mesti terklarifikasi," jelasnya.

Adapun berdasarkan survei internal TKN, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf tetus bergerak naik hingga angka 63 persen dengan jumlah "undecided voters" yang semakin kecil.

Sebelumnya survei Litbang Kompas menunjukkan ektabilitas Jokowi-Ma'ruf berada di angka 49,2 persen, sementara Prabowo-Sandiaga 37,4 persen. Selisih kedua pasangan 11,8 persen.[] 

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

Wabah Corona

Presiden Jokowi Dorong Seluruh Jajarannya Lebih Cepat Bekerja dalam Penanganan Covid-19

Image

News

Kolom

PKS dan Sindiran Partai Oposisi

Image

News

Kolom

Analisis Komunikasi Penanganan Covid-19

Image

News

Wabah Corona

PPP Minta Bank Pemerintah Realisasikan Penundaan Pembayaran Kredit Selama Pademi Covid-19

Image

News

Wabah Corona

Jokowi Disarankan Tunjuk Jubir Baru yang Paham Jalan Pikirannya

Image

News

Masduki Sebut Yusril Negarawan Sejati di Tengah Wabah COVID-19

Image

News

Wabah Corona

Sohibul Iman ke Jokowi: Jangan Dengarkan Orang-orang yang Hanya Mau Menjilat Bapak dan Bersikap Asal Bapak Senang!

Image

Ekonomi

Tak Kunjung Deal Soal Kilang Cilacap, Pertamina Ancam Tinggalkan Aramco

Image

Iptek

Wabah Corona

Ribuan Mobil Terancam Ditarik, Driver Grab Tagih Janji Jokowi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Wabah Corona

Bagi-Bagi Makanan Gratis di Tengah Wabah Corona: Agar Kami Bisa Ikut Meringankan Beban Mereka

Sebagian pekerja di Tanah Air terkena PHK akibat lesunya ekonomi nasional.

Image
News
Wabah Corona

Tim Gugus Tugas COVID-19 Serahkan 7 Ribu APD ke Dokter Gigi dan Spesialis THT

Bantuan ini akan kami distribusikan ke daerah merah atau merah sekali dan daerah tertentu yang telah terjangkit wabah

Image
News
Wabah Corona

DKI Jakarta Direstui Terapkan PSBB, Ombudsman: Kami Tunggu Aturan Teknis yang Dikeluarkan Anies

PSBB sebetulnya memberatkan karena anggaran ditanggung daerah bukan pusat.

Image
News
Wabah Corona

Habiburokhman: Wahai DKI Jakarta, Kapan Distribusi Sembako untuk Warga Miskin Bisa Dilaksanakan?

"Wahai @DKIJakarta kapan distribusi sembako untuk warga miskin bisa dilaksanakan?"

Image
News
Wabah Corona

Ingatkan Anggota Pakai Masker saat Bertugas, Wakapolda Kalsel: Jangan Sampai Abai Terhadap Kesehatan Sendiri

Patuhi prosedur pencegahan penyebaran virus corona.

Image
News
Wabah Corona

Dua Program Empahty Building Kapolres Jakbar Dapat Apresiasi Dari Staf Ahli Utama Istana Kepresidenan

Warga sangat terbantu.

Image
News
Wabah Corona

Relawan Gugus Tugas Sediakan Ambulans untuk Pasien Covid-19, Hubungi Nomor Ini Jika Diperlukan

Untuk masyarakat yang membutuhkan layanan ambulans untuk jemput antar pasien dapat menghubungi nomor +62812675764.

Image
News
Wabah Corona

Ketua DPR: Pemerintah Harus Punya Database Akurat Agar Distribusi APD Tepat Sasaran

Menurut Puan, pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri dan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 perlu menguatkan koordinasi dan sinergi.

Image
News
Wabah Corona

Willy Aditya: Anies Jangan Menunda-nunda Penerapan PSBB

"Ini sudah terlalu lama, saya harap Pak Anies bisa cepat mengeksekusinya sesegera mungkin," kata Willy Aditya.

Image
News

Puji Riza Patria, Politisi Demokrat: Menguasai Masalah Meski Baru Terpilih

Keren bang Riza Patria pak Wagub, ada warna baru di Jakarta.

terpopuler

  1. 5 Fakta Menarik Kim Soo Hyun, Aktor Korea yang Jadi 'Suami Baru' Rossa

  2. Sejumlah Ruas Jalan di Jakarta Mulai Padat, Warganet: Ketika Kebutuhan Sudah Mengalahkan Ketakutan

  3. Ahmad Riza Patria Terpilih Sebagai Wagub DKI, Ferdinand: Politik di Jakarta Akan Semakin Seru

  4. Cerita Ojol yang Tidak Tahu Ada Larangan Bawa Penumpang

  5. 5 Potret Olahraga Romantis Antonio Candreva & Pasangan, Selalu Ada Ciuman Bibir

  6. 22 Tahun Berlalu, Begini 8 Potret Terbaru Farida Pasha Pemeran ‘Mak Lampir’ yang Tetap Modis

  7. Riset: Mayoritas Masyarakat RI Respon Negatif Kebijakan Pemerintah Tangani COVID-19

  8. Warga Diimbau Pakai Masker, Pakar Kesehatan: Tidak Ada Cara Lain, Itu Memang Untuk Perlindungan Berlapis

  9. Beberapa Gejala Virus Corona yang Masih Jarang Diketahui

  10. Mengapa Kemenangan Riza Patria Jadi Wakil Gubernur Jakarta Tak Mengejutkan?

fokus

Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona
Hutan Kecil Terarium

kolom

Image
Reza Fahlevi

Atas Nama Kemanusiaan, Stop Politisasi Covid-19

Image
Abdul Aziz SR

PKS dan Sindiran Partai Oposisi

Image
Achmad Fachrudin

Analisis Komunikasi Penanganan Covid-19

Image
UJANG KOMARUDIN

COVID-19 dan Kita

Wawancara

Image
Video

Terapi Musik

VIDEO Pulih dengan Terapi Musik

Image
Asian Games

Pria Paruh Baya Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Majalaya

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Sosok

Image
News

Wabah Corona

Olahraga hingga Donor Darah, 7 Potret Aktivitas Sandiaga Uno di Sela-sela WFH

Image
News

Dokter Ke-19 dari IDI yang Wafat karena Positif Corona, Ini 5 Fakta Menarik Naek L. Tobing

Image
News

Harta Kekayaan Capai Rp3,6 M, 5 Fakta Menarik Muhammad Syarifuddin, Ketua MA 2020-2025