image
Login / Sign Up

TKN Ingatkan Paslon 02 Tak Tertipu Survei Litbang Kompas

Kosim Rahman

Menuju Pilpres 2019

Image

Capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin tiba untuk mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Debat pertama yang diikuti pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta pasangan nomor urut 02 Prabowo dan Sandiaga Uno tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin menilai semakin mendekati waktu pemilu maka semakin bermunculan beragam hasil survei yang kredibel maupun abal-abal.

Hal tersebut disampaikanJubir TKN Arya Sinulingga menanggapi hasil survei Libang Kompas yang menyebutkan elektabilitas Jokowi-Maruf menurun dengan perolehan suara 49,2 persen. Sementara Prabowo-Sandi terus naik dengan perolehan 37,4 persen.

"Menjelang pemilu biasa bermunculan hasil survei yang asli (kredibel). Jadi apa pun hasilnya tak terlalu mempengaruhi kami karena fakta justru menunjukkan pasangan 01 semakin jauh meninggalkan 02," kata Arya saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu (20/3/2019) 

baca juga:

Arya menyerahkan kepada masyarakat untuk menilai sendiri mana lembaga survei yang faktual mana yang kaleng-kaleng. Menurutnya masyarakat sudah cerdas dan bisa menilai. 

Sebab, kata Arya, masyarakat pun masih ingat peristiwa yang terjadi pada Pemilu 2014. 

"Kita tentu masih ingat ada lembaga survei yang memberikan hasil yang menyesatkan, sehingga ada calon presiden dan timnya yang tertipu hingga sujud syukur," kata Arya.

Menurut Arya ada anomali besar dalam survei Kompas. Sebab fakta yang diungkap mayoritas lembaga survei lain malah menunjukkan bahwa pasangan nomor urut 01 akan menang tebal pada Pilpres 2019. Berbeda dengan survei Kompas, hasil survei sejumlah lembaga seperti LSI, SMRC, Cyrus Network, dan Indikator Politik malah menunjukkan keunggulan jauh Jokowi-Ma'ruf di atas 50 persen. 

Hasil ini, kata Arya, diperkuat hasil survei lembaga independen internasional, Roy Morgan yang menunjukkan Jokowi unggul 58 persen berbanding Prabowo yang hanya meraih 42 persen suara. 

Walau begitu Arya tetap menggariskan bahwa survei Kompas tetap menegaskan keunggulan pasangan 01 atas 02 yang mencapai double digit. 

"Angka ekstrapolasi Kompas 46.8 persen adalah angka kemenangan 01 paling pesimis," ujar Arya. 

Keyakinan itu juga tak terlepas kenyataan bahwa di kantong suara pasangan 02 justru suara pasangan 01 semakin meroket. Fakta nyata yang sulit dibantah adalah hasil Pilkada Jawa Barat yang menunjukkan kemenangan pasangan yang diusung parpol pro pemerintah. 

Arya juga memaklumi adanya perbedaan hasil survei Kompas dengan lembaga lain. Sebab Kompas sejatinya memang bukan lembaga yang berangkat sebagai sebuah institusi survei politik, melainkan media massa. 

"Kami menyadari setiap survei pasti memiliki tingkat subjektivitas dan objektivitasnya masing-masing. Mulai dari jumlah sampling, sebaran wilayah, dan tentunya siapa yang mendanai survei itu" ujar Arya. 

Meski tak sesuai fakta di lapangan, dia melihat bahwa hasil survei ini justru baik untuk semakin meningkatkan semangat dan kerja keras.

Namun Arya berpesan kepada lembaga survei agar tidak memberikan harapan palsu kepada pasangan capres 02.

"Jangan sampai ada kembali yang tertipu dan melakukan sujud syukur yang tertukar untuk kedua kalinya," pungkasnya.[]

Editor: Dedi Ermansyah

berita terkait

Image

News

FOTO Prabowo Subianto Bertemu Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto

Image

News

Prabowo-Airlangga Bahas Stabilitas Politik di Parlemen Hingga Sistem Pilkada

Image

News

5 Fakta Menarik Kais Saied, Profesor "Robocop" yang Menang Pilpres Tunisia

Image

News

PPMI 98 Dorong Pemerintahan Baru Tetapkan Standarisasi Upah Nasional

Image

News

Mendagri Berharap Tak Ada Lagi OTT KPK di Kabinet Pemerintahan Jokowi Jilid II

Image

News

Kolom

Partai Politik Tuna Ideologi

Image

News

Penataan Kampung Akuarium, Kebijakan Populis Anies Memupuk Suara untuk Pilpres 2024

Image

News

Dukung Anak Amien Rais Dipolisikan, Politikus PSI: Hanum Terbiasa dan Menikmati Sebar Hoax

Image

News

PPP: Bicara Tentang Move On Kita Perlu Mencontoh Pak Prabowo

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Dua Tahun Jabat Gubernur, Anies Akui Baru Bekerja 40 Persen

"Rencana pembangunan yang kami susun dan rencanakan untuk dituntaskan selama lima tahun. Banyak yang sudah jalan, tapi masih in progres,"

Image
News

Cara Anies Hadapi Banjir Jakarta: Bangun Kolam Retensi di Hulu

"Strategi yang harus kita dorong lebih jauh adalah membangun kolam - kolam retensi di Hulu,"

Image
News

M16 Apresiasi Proses Demokratisasi dan Keterbukaan Era Pemerintahan Zul-Rohmi

Pemimpin di NTB yang juga dipilih berdasarkan pesta demokrasi perlu memiliki komitmen dalam menjaga iklim demokratis di NTB.

Image
News

Anies Libatkan Warga Dalam Penataan Kampung Akuarium

"Rancangan Kampung Akuarium tidak dibuat oleh pihak luar sendiri tapi bekerja bersama dengan masyarkat,"

Image
News

Wadahi Kreatifitas Generasi Muda, Kementerian Pertahanan Gelar Lomba Bela Negara Digital

Ryamizard menerangkan, kemajuan zaman dan arus globalisasi secara nyata berpotensi terhadap perluasan ancaman keamanan dan pertahanan negara

Image
News
TMMD 106

Satgas TMMD Tetap Kerja di Hari Libur Demi Menyelesaikan Program

Hal itu dikarenakan terdapat beberapa titik jalan yang rentan terendam banjir, makanya pengerjaannya terus dikebut walau tanggal merah.

Image
News

Namanya Dibandingkan dengan Awkarin oleh Budiman Sudjatmiko, Ini 5 Fakta Penting Tri Mumpuni

Ia mendapatkan banyak penghargaan, baik dari dalam maupun luar negeri

Image
News

Manfaatkan Demo Rusuh, Barisan Sakit Hati Disarankan Periksa ke Psikiater

Ada barisan sakit hati yang menungganginya sehingga perlu diperiksa ke psikiater, untuk memastikan ada gangguan jiwa atau tidak

Image
News
TMMD 106

Antisipasi Banjir, Satgas TMMD dan Warga Gotong Royong Bangun Gorong-gorong

"Gorong-gorong yang saat ini sedang dikerjakan akan dapat berfungsi dengan normal"

Image
News

Densus 88 Kembali Menangkap Tiga Terduga Teroris di Sukoharjo

Pasukan Densus 88 yang didukung Polres Sukoharjo kemudian menggeledah dua tempat berbeda tersebut untuk mengumpulkan sejumlah barang bukti.

trending topics

terpopuler

  1. Nekat Terobos Jalur Beton Basah, Pengendara Motor ini Dicuekin Pekerja Proyek

  2. Mahfud MD Sebut Insiden Wiranto Settingan Bisa Dipenjara, Mustofa: Sumbu-sumbu Pendek Masih Aja Main!

  3. Said Didu Sarankan Menkominfo Larang PNS Hingga Pegawai BUMN Bermedsos

  4. Kerap Lari Pagi, Wanita ini Terekam Kamera Berkali-kali BAB di Jalanan Perumahan

  5. Putranya Tolak Maju Pilkada, Wali Kota Solo: Kalau Bawa-bawa Nama Orang Lain Jadinya Menang Ora Kondang, Kalah Ngisin-ngisini

  6. Usai Penusukan Wiranto, Menteri Nila Moeloek: Saya Kaget Kenapa Tiba-tiba Dijemput Sama Pak Kapolres

  7. Sempat Ramai Soal Bersihnya Banjir di Jepang, Namun Ternyata...

  8. Anggota DPRD DKI Minta Gaji Rp500 Juta, Warganet: Mending Mundur Aja Pak

  9. Kapal Pesiar Senilai Rp792 Miliar Merapat di Tanjung Priok, Begini Fasilitasnya

  10. Meninggal Dunia, 8 Potret Kenangan Kebersamaan Sulli eks F(X) dengan Para Sahabat

fokus

Masa Lansia
Kisah dari Cilincing
Hari Tani Nasional

kolom

Image
Abdul Aziz SR

Partai Politik Tuna Ideologi

Image
Dr. Moh. Saleh

Perpu KPK Berpotensi Inkonstitusional

Image
Ujang Komarudin

Demokrasi Yang Tak Direstui

Image
Rozi Kurnia

Penampilan Luar Biasa Joker Dari Seorang Joaquin Phoenix

Wawancara

Image
News

DPR RI

Apa Sih Kaukus Pemuda Parlemen Indonesia? Farah Puteri Nahlia Akan Menjelaskannya untuk Kamu...

Image
News

DPR RI

Farah Puteri Nahlia, Politisi Termuda DPR RI yang Ingin Perjuangkan RUU KKS

Image
Hiburan

Anggy Umbara Bicara Perkembangan CGI di Perfilman Indonesia

Sosok

Image
News

Namanya Dibandingkan dengan Awkarin oleh Budiman Sudjatmiko, Ini 5 Fakta Penting Tri Mumpuni

Image
News

Dari Akademisi hingga Sosok Penuh Kontroversi, 6 Fakta Menarik Abdul Somad

Image
News

Jadi Trending Topic di Twitter, Ini 5 Fakta Menarik Wanda Hamidah