image
Login / Sign Up

Dialog Suluh Kebangsaan, Alissa Wahid: Kelompok Eksklusifisme Ancam Demokrasi

Muhlis

Image

5 Fakta Isnpiratif Alissa Wahid, Putri Sulung Mantan Presiden Abdurrahman Wahid | Instagram/alissa_wahid

AKURAT.CO, Tokoh Gerakan Suluh Kebangsaan, Alissa Qotrunnada Munawaroh alias Alissa Wahid menyatakan telah mengidentifikasi adanya gerakan-gerakan kelompok yang mengancam proses demokrasi indonesia. Melalui politik identitas, lantas memunculkan segregasi antar anak bangsa.

Hal itu disampaikan Alissa Wahid yang hadir sebagai pembicara dalam dilaog publik Suluh Kebangsaan di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Pancing, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Selasa (19/3).

"Tentunya jelas ya, yang pertama kelompok yang memiliki ideologi yang tindak sama dengan negara Indonesia. Misalnya, contoh yang paling konkrit Hizbut Tahrir, karena mereka ingin menegakan Indonesia di atas khilafah dunia," kata Alissa Wahid.

baca juga:

Menurutnya hal itu tentu tidak dapat diakomodir. Oleh sebab itu secara transnasionalis hal tersebut menempatkan Indonesia tidak lagi sebagai bangsa.

Tetapi lanjut Alissa, ada beberapa kelompok ideologi yang tidak sederastis HTI namun berpotensi memecah belah antar kelompok umat.

"Tetapi kita melihat muncul kelompok-kelompok yang walaupun tidak sedrastis HTI, namun berupaya menciptakan segregasi dan permusuhan antar kelompok masyarakat. Itu juga mengancam kehidupan demokrasi indonesia," ujarnya.

Menurut Alissa, tumbuhnya kelompok-kelompok eksklusifisme itu bukan dalam waktu yang singkat. Bahkan menurutnya, mantan presiden ke-3 yang juga ayahnya, Abdurrahman Wahid atau Gusdur telah menuliskan terkait kemunculan kelompok tersebut.

"Sejak tahun 80-an kelompok ini sudah muncul. Gus Dur telah menuliskan tentang kelahiran kelompok-kelompok yang menginginkan eksklusifisme bukan inklusifisme," ungkapnya.

Namun menurut Alissa Wahid, perkembangan paling signifikan yakni pasca reformasi. Semangat reformasi yang membuka setiap ruang akhirnya memupuk kelompok tersebut tumbuh.

"Karena reformasi memang membuka ruang bagi semua kelompok untuk tumbuh," imbuhnya.

Pertumbuhan kelompok eksklusifisme ini, sambung Alissa menjadi semakin massif pada momentum politik. Dengan memanfaatkan sentimen yang dibawanya lalu merebut dukungan masyarakat.

"Jadi kalau bekerja sendiri dengan kelompoknya, itu tidak terlalu laku. Tapi kalau menempel pada kelompok kepentingan pilpres, yang tadinya hanya agenda kelompok kecil, akhirnya meluas menjadi agenda yang lebih besar," kata Alissa.

Dirinya juga mengingatkan bahaya atas pengaruh dan sentimen kelompok-kelompok tersebut terhadap keberlangsungan proses demokrasi di indonesia.

"Kalau kelompok ini berkuasa, maka dengan sistem sentimen yang dibangun, maka akan menghilangkan kesetaraan dalam berbangsa, sehingga yang muncul adalah pengelompokan-pengelompkan berdasar agama," tutunya. []

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

PKS Nilai Sistem Demokrasi di Indonesia Banyak Kelemahan

Image

News

Kedewasaan Demokrasi Indonesia Tampak Pada Proses Konsolidasi Partai Politik

Image

News

Mardani: Revisi UU Sistem Politik Harus Meningkatkan Kualitas Demokrasi

Image

News

Sempat Hadiri Rakernas PDIP, 5 Fakta Meninggalnya Bupati Boven Digoel Benediktus Tambonop

Image

News

Kasus Wahyu Setiawan, Fadli Zon: Mudah-mudahan Bisa Terkuak Segera Sehingga Tak Lahir Pemimpin Palsu

Image

News

Alissa Wahid: Semoga Kita Semua Bisa Fokus Pada Upaya Mengatasi Banjir Jabodetabek, Bukan Pada Aspek Politiknya

Image

News

5 Aktivis Muda Inspiratif 2019 di Asia Versi CNN, Ada yang Masih 12 Tahun

Image

News

Kisah Restoran Hong Kong yang Rela Gratiskan Hidangan Natal untuk Demonstran

Image

News

Kolom

Refleksi Akhir Tahun Politik Indonesia

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

PVMBG Sebut Gunung Semeru Alami Gempa Letusan 20 Kali, Status Waspada

Rata-rata per hari gempa letusan mencapai 20 kali, namun sesekali saja yang secara visual terlihat muncul.

Image
News

Berhasil Diidentifikasi, Polisi Buru Pelaku Begal di Pesanggrahan Jaksel

Dari hasil pemeriksaan di TKP dan keterangan saksi, pelaku telah berhasil diidentifikasi dan sekarang sedang dicari untuk ditangkap.

Image
News

KPK Klaim LHKPN Menteri dan Wamen Capai 100 Persen

Sisanya sebanyak 29 orang atau sekitar 57 persen merupakan wajib lapor jenis pelaporan periodik dengan batas waktu pelaporan 31 Maret 2020.

Image
News

Kereta Api Anjlok di Lintasan KM 9+9 Jakarta Timur, Perjalanan KRL Terganggu

Sehubungan kendala operasional tersebut, untuk sementara PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) melakukan rekayasa pola operasi.

Image
News

Ombudsman Ngadu ke Menko Polhukam Karena Rekomendasi Tidak Dipatuhi Kementerian

Karena kalau kita berbicara pencapaian-pencapaian yang ingin dicapai oleh negara ini, kalau tidak ada 'good governance', ya, tidak tercapai.

Image
News

19 Permohonan Izin Poligami Tercatat di Pengadilan Agama Semarang Sepanjang 2019

Tidak ada pemohon yang berlatar belakang PNS atau dari TNI/ Polri.

Image
News

KPK Periksa Advokat PDIP Donny untuk Konfirmasi Aliran Uang Kepada Wahyu Setiawan

Masih seputar terkait dengan pemberian uang dari tersangka Pak SAE kepada Pak WSE.

Image
News

Terdapat Dalil Kontradikif tentang Kencing Berdiri, begini Penjelasannya

Rasul pernah menyampaikan, kebanyakan siksa kubur datang dari cipratan air kencing. Maka, kita dianjurkan menghindari kencing berdiri.

Image
News

Bamsoet Harap Iran dan Amerika Serikat Capai Kesepakatan Damai

Sebagai Anggota Tidak tetap DK PBB periode 2019-2020, serta Anggota Dewan HAM PBB, Indonesia punya kepentingan menjaga dunia.

Image
News

Doa Agar Diberikan Iman yang Kuat

Rasulullah saw menyebutkan bahwa ada enam perkara iman yang harus dipegang erat oleh setiap muslim.

terpopuler

  1. Istri Terima Beasiswa di Australia, Para Suami Asal Indonesia Rela Jadi Loper Koran

  2. Ferdinand: Tak Kusangka Desmon Sangat Cepat Berubah saat Berenang di Kolam Kekuasaan

  3. Sah Jadi Cawagub DKI, Ahmad Riza Patria Siap Tinggalkan Senayan

  4. Bergaji Rp3,6 Miliar per Minggu, Ini 5 Potret Sederhana Sadio Mane

  5. Menang Tender Revitalisasi Monas Rp71,3 Miliar PT Buana Sewa Alamat Seharga Rp6 Juta Pertahun

  6. Peringatan Keras Faizal Assegaf: Sebaiknya Bung Rocky Jangan Bermain Api dengan Isu-isu Sensitif

  7. Alamat Kontraktor Pemenang Tender Revitalisasi Monas Senilai Rp71,3 Miliar Dipertanyakan

  8. Tak Kuasa Menahan Tangis, Ibu Eksekutor Pembunuhan Hakim Jamaluddin: Anak Saya Orangnya Penyayang

  9. Sederet Penampakan Bus Jurusan Jeneponto-Makassar Bikin Heran, Muatannya Dahsyat

  10. Soal ‘Alamat Palsu’ Kontraktor Pemenang Tender Revitalisasi Monas, Pemprov: yang Penting Pekerjaannya Bagus

fokus

Toleransi vs intoleransi
Problematika Kota
Masa Depan Buruh

kolom

Image
Zainul A. Sukrin

Negara Sengketa

Image
Ujang Komarudin

Dicari Pimpinan KPK Bernyali Tinggi

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Politik Dinasti Jokowi dalam Pilkada 2020

Image
Harmaini Sitorus

Menimbang Tes DNA dalam Penetapan Hak Waris

Wawancara

Image
Video

VIDEO Jejak Sepotong Roti Jakarta

Image
Sea Games

Milos Sakovic

"Polo Air Indonesia Butuh Liga dan Banyak Turnamen"

Image
Gaya Hidup

Pertama Kali Akting Bareng, Giorgino Abraham Langsung Nyaman dengan Sophia Latjuba

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting Ahmad Riza Patria, Politisi Gerindra yang Jadi Cawagub DKI Jakarta

Image
News

Buka Kedai Kopi hingga Jadi Cawagub DKI Jakarta, 5 Fakta Perjalanan Karier Nurmansjah Lubis

Image
Ekonomi

Crazy Rich Surabaya dengan 15 Ribu Karyawan, ini 7 Fakta Menarik Bos Cat Alvian, Hermanto Tanoko