image
Login / Sign Up

KPK Beri Rekomendasi Kajian terkait Perbaikan Sistem Lapas kepada Ditjen PAS

Bayu Primanda

Image

Dirjen PAS Sri Puguh Budi Utami bersama Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dan jajarannya berfoto bersama usai memberikan kajian terkait perbaikan sistem lapas. | AKURAT.CO/Bayu Primanda

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan rekomendasi dari hasil kajian yang dilakukan oleh tim penelitian dan pengembangan (litbang) kepada Ditjen Pemasyarakatan (PAS) Kementerian Hukum dan HAM untuk memperbaiki sistem di Lapas.

"Hari ini rapat koordinasi dengan teman-teman di Ditjen PAS, Bu Dirjen hadir, Pak Sekjen hadir kemudian para direktur yang lain hadir dalam rangka menindaklanjuti beberapa hasil kajian yang sudah dilakukan oleh tim litbang KPK dalam hal ini adalah terkait beberapa hal yang sudah dilaksanakan Ditjen PAS sebelumnya," ujar Direktur Litbang KPK Wawan Wardiana dalam konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Selasa (19/3/2019).

Dalam acara yang dihadiri Dirjen Pemasyarakatan (PAS) Sri Puguh Budi Utami, dan Sekjen Kementerian Hukum dan HAM Bambang Rantam Sariwanto itu, Wawan menyatakan bahwa setelah terjadi operasi tangkap tangan (OTT) di Lapas Sukamiskin Bandung pada 2018 lalu, Dirjen PAS Sri Puguh Budi Utami dan pimpinan KPK menyetujui untuk dilakukan kajian.

"Tim litbang lakukan kajian untuk memberikan masukan-masukan, rekomendasi sesuai dengan tugas kami tentunya, memberikan rekomendasi kepada Dirjen PAS, khususnya dalam rangka perbaikan-perbaikan sistem yang ada di Lapas," jelasnya.

Adapun isi kajian tersebut, mengenai masalah "over stay" tahanan, serta masalah "check and balances" terkait pemberian remisi, dan penempatan narapidana korupsi.

"Kemudian juga ada sistem yang sudah dibangun oleh teman-teman di Ditjen PAS ada "Sistem Database Pemasyarakatan" tetapi kami lihat dari hasil observasinya masih banyak celah-celah yang bisa digunakan oleh oknum-oknum tertentu," jelasnya.

Terakhir, KPK juga menyoroti masalah resiko korupsi dalam pengelolaan penyediaan bahan makanan di dalam lapas.

"Beberapa hal itu yang menjadi hasil kajian kami yang kami berikan, kami paparkan kepada Ibu Dirjen. Tentunya dan harapannya kalau ini diikuti kemudian dilanjutkan dengan rencana aksi ke depannya, harapannya ini bisa menutup beberapa hal yang sudah terjadi di beberapa Lapas yang kami lihat belakangan ini," ujar Wawan.

Terkait adanya kajian yang telah dirampungkan tim KPK, Dirjen PAS, Sri Puguh Utami pun menyatakan bahwa catatan-catatan yang diberikan oleh KPK tersebut tentu membantu pihaknya untuk melakukan perbaikan.

"Nanti akan kami terjemahkan dalam bentuk rencana aksi. Kapan, bagaimana, siapa melakukan apa dan tentu ini harus menjadi perhatian sungguh-sungguh dari jajaran kami bahwa kajian ini tidak boleh hanya dianggap sesuatu yang tidak ada implikasinya karena ini sudah kajian dan akan ada rencana aksi bersama," kata Sri.

Tentunya, akan ada atensi jika jajaran di Ditjen PAS tidak memberikan perhatian sungguh-sungguh untuk melakukan perbaikan-perbaikan.

"Harapannya ini tidak lagi menjadi pintu penyimpangan oleh anggota kami dan WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan) sudah tahu persis bahwa hak-hak itu diberikan apabila mereka tidak melanggar tata tertib, berperilaku baik dan berperilaku produktif," kata Sri.[]


baca juga:

Editor: Dedi Ermansyah

berita terkait

Image

News

14.000 Terumbu Karang Ditanam di Kepulauan Seribu

Image

News

Dinilai Berprestasi, Hinca Panjaitan Sayangkan 12 Pegawai KPK Mundur

Image

News

Gugatan UU KPK, Hamdan Zoelva: Belum Pernah Ada Uji Formil yang Dikabulkan MK

Image

News

Korupsi Distribusi Gula, Komisaris Utama PTPN III: Kami Dukung KPK Bongkar Kasus Ini

Image

News

Tindaklanjuti Dugaan Pelanggaran Kode Edit Agus Rahardjo, MAKI Datangi Pengawas Internal KPK

Image

News

KPK Periksa Dua Saksi Terkait Korupsi Jembatan Kampar

Image

News

Resahkan Pejalan Kaki, Monyet Liar di Grogol Diamankan Dinas KPKP

Image

News

Bos Lippo Group Tak Penuhi Panggilan KPK, Febri: Jika ke Depan Masih Demikian, Kita Lakukan Pemanggilan Paksa

Image

News

Suap Distribusi Gula, KPK Panggil Komisaris Utama PTPN III

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Politikus PSI Sebut Luthfi Menipu Karena Bukan Pelajar, Veronica: Terus Masalahnya Dimana?

Veronica berpendapat tidak ada yang salah dengan apa yang dilakukan oleh Luthfi.

Image
News

Mendagri: Kepercayaan Publik Kunci Jalannya Pemerintahan

Saya kira organisasi apapun kalau mau survive harus memenuhi public demand, public expectation.

Image
News

Pusat Daur Ulang Manusia Pertama Akan Dibuka di Amerika Serikat

Perusahaan pengurusan jenazah Recompose selaku pengelola bisnis itumengatakan jenazah nantinya akan berubah menjadi tanah dalam 30 hari.

Image
News

Pegawai Honorer Masuk Got, Politisi Gerindra: Itu Selebrasi Merayakan Kemenangan

"Mereka itu menyebur ke got itu selebrasi mereka sudah selesai dites, merayakan selebrasi, kemenangan dalam konteks kerja."

Image
News

Rektor Univ. Ibnu Chaldun Tanggapi Pernyataan Politikus Nasdem Soal Akademisi Tak Cocok Jadi Pemimpin

Irma mengatakan bahwa akademisi lebih banyak berpaku pada teori sehingga membuat mereka lamban dalam bekerja.

Image
News

Hasil Survei Kemenag: Kerukunan Umat Beragama di Indonesia Tinggi

Jadi kerukunan umat beragama terwujud melalui tingginya tingkat toleransi, kesetaraan dan kerjasama.

Image
News

Ferdinand Harap Pernyataan Nadiem Tidak Butuh Siswa Jago Hafal Jangan Dikaitkan Soal Agama

"Jangan dikaitkan dengan hafalan yang lain apalagi soal Agama. Ini soal kompetensi keahlian yang lebih menjanjikan."

Image
News

Pegawai Honorer Dipaksa Masuk Got, Lurah Jelambar Terancam Dipecat

“Seluruh panitia dan lurah selaku kepala unitnya di BAP, dugaan kelalaian dalam mekanisme tata cara perpanjangan Kontrak PJLP."

Image
News

Ketua MPR Desak Pemerintah Memperkuat Jiwa Kebangsaan Generasi Muda

Derasnya impor budaya asing menyebabkan sebagian orang muda masa kini nyaris kehilangan jati diri sebagai orang Indonesia.

Image
News

Punya Akun Pribadi, Gibran Mengaku untuk Mengusir Rasa Bosan Saat Menunggu Lahiran Putrinya

"Ya gantian branding personal. Dulu-dulu kan yang dibranding perusahaan, produknya," ujarnya.

trending topics

jamkrindo umkm

terpopuler

  1. Gervinho Nodai Debut Gattuso Bersama Napoli

  2. Risma: Tidak Habis Pikir Saya, Sudah Sampai Ankara Saja Masih Bertemu Bonek

  3. Hidup Mewah Bak Putri Raja, Ini 5 Artis Cantik Tanah Air yang Menikah dengan Pengusaha Kaya

  4. 5 Fakta Menarik Arifin Panigoro, Raja Minyak Indonesia yang Jadi Wantimpres Jokowi

  5. Viral, Seorang Pria Sebar Uang 'Demi Allah, La Illaha Illallah, Gua Gak Butuh Duit'

  6. Beri Izin Tahanan Nikah di Masjid, Polisi: Ini Sakral, Saya Tak Tega Kalau Pasangan Suami Istri Nikah di Balik Jeruji Besi

  7. Habib Luthfi Jadi Anggota Wantimpres, Jubir Presiden: Alhamdulillah, Insya Allah Berkah untuk Indonesia

  8. Singkirkan Jagoan China, Ginting Jadi Wakil Indonesia Pertama yang ke Final

  9. Uang Rp2 Ribu hingga Perhiasan Rp40 Miliar, Ini Mas Kawin yang Diterima 5 Artis Tanah Air saat Dinikahi Pengusaha Sukses

  10. Melangkah ke Final, Kento Momota Bersua dengan Anthony Ginting

fokus

Stop Pelecehan Seksual
Kursus Calon Pengantin
Puasa Plastik

kolom

Image
Ujang Komarudin

Sikap Abu-abu Partai Demokrat

Image
Achsanul Qosasi

Haruskah TVRI Kembali Mati Suri?

Image
Achmad Fachrudin

Revitalisasi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat

Image
Hervin Saputra

Ego Tuan Rumah dan Reputasi SEA Games yang Kian Meragukan

Wawancara

Image
Sea Games

Milos Sakovic

"Polo Air Indonesia Butuh Liga dan Banyak Turnamen"

Image
Gaya Hidup

Pertama Kali Akting Bareng, Giorgino Abraham Langsung Nyaman dengan Sophia Latjuba

Image
Video

Joshua Rahmat, CEO Muda yang Menggawangi Mytours

Sosok

Image
News

5 Fakta Menarik Arifin Panigoro, Raja Minyak Indonesia yang Jadi Wantimpres Jokowi

Image
Ekonomi

Kekayaan Capai Rp435 T! Ini 7 Fakta Menarik Bos Brand Uniqlo, Tadashi Yanai

Image
News

10 Potret Istri KSAU Yuyu Sutisna, Tampil Cantik dengan Hijabnya