image
Login / Sign Up

Wawancara Psikolog: Kalau Ketemu Orang Mau Bunuh Diri, Kita Harus Berempati

Yudi Permana

Copycat Suicide

Image

Aktivis Kesehatan Jiwa dan Pendiri Yayasan Bagi Hati Bagi Jiwa Indonesia, Adi Chandra saat ditemui di Kawasan perkantoran Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (28/2/2019). | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO Seorang anak sekolah menengah pertama sedang depresi. Setiap hari, anak perempuan ini menghabiskan waktu di dalam kamar. Teman-temannya sangat khawatir, terutama setelah belakangan gelagatnya terlihat semakin tidak lazim.

Teman-teman anak perempuan itu kemudian memutuskan datang ke tempat konseling untuk menceritakan apa yang sedang terjadi.

“Dia bilang bahwa ketika ada moment dimana temannya itu sudah melakukan percobaan bunuh diri, dengan cara challenge, atau mungkin pernah Blue Whale Challenge (tantangan Paus Biru),” kata psikolog klinis dan pendiri Heart People Adi Chandra yang menangani kasus itu.

baca juga:

Anak perempuan tadi ternyata sudah melakukan berbagai cara percobaan bunuh diri. “Dimulai dari ngerusak dirinya. Sampai ada moment dimana dia sudah mulai mencari untuk meracuni dirinya sendiri,” kata Adi Chandra.

Setelah ditelisik, ternyata kebutuhan anak perempuan itu sesungguhnya kasih sayang dari keluarga.

“Kita bersyukur pada akhirnya saat ini dia mendapat dukungan dari teman-temannya, yang kita training. Karena kita nggak bisa treat atau treatment orang itu, karena dia sudah sangat tertutup. Dan bersyukur banyak teman-temannya dia yang benar-benar aware (sadar),” katanya.

Peristiwa itu merupakan salah satu contoh yang terjadi pada anak-anak yang kurang mendapatkan kehangatan keluarga.

Adi Chandra juga menyoroti pemberitaan isu bunuh diri bisa mempengaruhi orang untuk melakukan hal serupa. Pengaruh media sosial terhadap seseorang juga tak luput dari perhatiannya. Berikut petikan wawancara saya dengan Adi Chandra di kantornya, Satrio Tower Building, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis 28 Februari 2019.

Bagaimana isu kesehatan mental dan jiwa yang menyebabkan seseorang bisa melakukan bunuh diri?

Kita melihat kebutuhan individu seseorang yang mengalami gangguan isu kesehatan mental dan kejiwaan telah meningkat dan sudah sangat banyak. Saat ini orang nggak sadar kalau gangguan kesehatan mental selalu meningkat dari waktu ke waktu. Sebab orang yang mengalami gangguan kesehatan mental dan jiwa itu akan terlihat baik-baik saja, karena memang tidak terlihat secara fisik kasat mata.

Kalau untuk kesehatan mental itu tidak semudah itu orang menyadari bahwa di sekitar kita juga mempunyai permasalahan isu permasalahan kejiwaan tersebut.

Health People sendiri sebuah yayasan yang konsen menangani seseorang yang mengalami gangguan kesehatan mental dan gangguan kejiwaan, dengan dibantu banyaknya volunteer yang tersebar di RSJ (rumah sakit jiwa) Grogol, RSCM, dan di beberapa rumah klien yang ditanganinya, juga ada di beberapa daerah.

Kita banyak volunteer yang membantu teman-teman yang mempunyai tantangan menghadapi kesehatan mentalnya, entah itu gangguan kepribadian, mood (suasana hati), personality, bipolar, depresi, dan lain-lain.

Adi Chandra, Aktivis Kesehatan Jiwa. AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

Apa saja yang memicu orang mau melakukan percobaan bunuh diri dan melakukan bunuh diri?

Kita konsen untuk pekerja yang ditangani. Di yayasan ini punya kegiatan konseling di RS Jiwa, dan juga sebuah tempat Marketplace. Ternyata ditemukan juga adanya demand (permintaan) dari orang-orang yang datang ke sini. Dia (orang itu) cuma bilang gue capek hidup karena pekerjaan, karena masalah keluarga, dan masalah lain, dimana ketika dia ngerasa nggak bisa mencapai sesuatu yang dia inginkan.

Dari kalangan mana saja yang paling banyak kasus?

Saat ini kebetulan yang datang ke sini itu anak-anak muda di usia 20-30 tahun, yang mengalami gangguan kesehatan mental dan kejiwaan. Apabila dilihat ternyata fenomena di Jakarta benar-benar banyak yang mengalami gangguan kejiwaan, yang ada disekitar kita.

Makanya awareness (kesadaran) tentang kesehatan mental, dan kesadaran diri tentang namanya sebuah budaya kesehatan mental perlu dibahas setiap hari. Dalam arti sah-sah saja, karena itu untuk kebaikan diri kita masing-masing.

Menurutnya, bahwa hidup itu selain fisik, dan psikologis, juga psikis, kesehatan jiwa dan mental akan dipengaruhi dari ketika perasaan dan pikirannya bisa terkoneksi dengan benar.
Sebab banyak juga umur 20 tahun yang mengalami gangguan kesehatan mental dan kejiwaan.

Kalau misalnya kita berpikir sesuatu, tapi perasaan kita nggak suka. Kita misal suka sama sesuatu, tapi ketika menyukai hal tersebut, sebenarnya dalam pikiran kita nggak bisa melakukan hal itu. Jadi ada gangguan tersendiri. Nah itu gambaran tentang proses mental antara konektivitas pikiran adalah kualitas jiwa seseorang.

Bisa anda ceritakan situasi pasien yang melakukan percobaan bunuh diri?

Ada salah satu kasus depresi yang ditangani, dan saya tidak ingin menyebutkan identitas namanya. Dia adalah anak SMP, prempuan dan setiap hari menghabiskan waktunya di dalam kamar. Dan yang datang ke sini malah teman-temannya yang benar-benar peduli.

Orang itu kontak kita di Instagram, tiba-tiba teman-temannya yang datang gerombolan anak-anak cowo SMP dan SMA. Dia bilang bahwa ketika ada moment dimana temannya itu sudah melakukan percobaan bunuh diri, dengan cara challenge, atau mungkin pernah Blue Whale Challenge (tantangan Paus Biru).

Di Blue Whale Challenge itu dia punya 50 step (tahapan) yang merupakan serangkaian tantangan. Dimana seorang anak itu melakukan tantangan bunuh diri dari yang paling ringan sampai paling berat. Dia akan menerjunkan diri dari tempat tinggi sebuah gedung atau mal.

Anak ini perempuan, dia sudah melakukan berbagai macam cara hal (percobaan bunuh diri), karena ternyata kebutuhan dia adalah kasih sayang dari keluarga tidak dapat. Kebutuhan dia itu adalah moment dimana ketika dia sulit menerima keadaan dirinya, ketika teman-temannya itu bisa lebih dari dirinya dalam segala hal.

Kemudian kasus bullying juga membuat seseorang itu tidak bisa menerima keadaan dirinya sendiri. Sampai akhirnya dia lebih banyak menghabiskan waktu di internet, di rumah sendiri, dengan melakukan berbagai macam hal mencari dan menemukan tantangan tersebut.

Dia juga memulai melakukan percobaan bunuh diri, yang dimulai dari ngerusak dirinya. Sampai ada moment dimana dia sudah mulai mencari untuk meracuni dirinya sandiri. Itu terjadi saat ini.

Kita bersyukur pada akhirnya saat ini dia mendapat dukungan dari teman-temannya, yang kita training. Karena kita nggak bisa treat atau treatment orang itu, karena dia sudah sangat tertutup. Dan bersyukur banyak teman-temannya dia yang benar-benar aware (sadar).

Jadi kita benar-benar mengedukasi si temannya, untuk membantu orang yang sedang depresi. Dan hasilnya saat ini dia (si anak ini) bisa survive (bertahan). Karena dia masih kita coba untuk disalurkan kelebih trapinya untuk menemukan jati diri dulu, gambaran diri, salahnya dia apa, diluar dari ekspektasi orang, diluar bullying teman-temannya, dia bisa melihat kualitas dirinya.

Adi Chandra, Aktivis Kesehatan Jiwa. AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

Apakah anak muda saat ini mudah terpengaruh dengan informasi di media sosial, terutama peristiwa bunuh diri?

Terkadang saat ini media sosial dapat dengan mudah mempengaruhi orang melihat kualitas dirinya, seperti jumlah like dan follower mungkin itu menjadi hal yang penting untuk anak muda saat ini. Kalau dulu kualitas anak-anak baik karena dia mendengarkan kata-kata orangtua.

Media sosial itu berubah sangat cepat, setiap orang itu dinilai dari apa yang dia tunjukkan di sosial media. Jadi kalau dikatakan sosial media dapat mempengaruhi orang untuk melakukan perilaku yang bisa dikatakan menyimpang atau merugikan diri sendiri itu juga bisa.

Salah satu contohnya, kasus anak tadi pasti dia serching (melakukan pencarian) di media sosial dan media massa. Temannya itu bilang dia reserch penemu Blue Whale Challenge.

Dia melihat kasus penanganan anak-anak yang ada di Rusia, itu paling banyak, itu sudah dia coba pada akhirnya.

Apakah anak itu bipolar?

Saya belum bisa mengatakan anak ini didiagnosis bipolar, tapi anak ini menderita depresi berat. Dia punya personality yang sedikit berbeda. Dia punya borderline personality.

Dan kalau ini lebih ke arah playing victim, dia benar-benar jadi korban minta tolong gitu, padahal dia lagi nyerang orang. Ini wanita anak SMP yang mau naik ke SMA.

Kemudian, salah satu contoh tentang media juga berpengaruh terhadap kehidupan seseorang, adalah bahwa anak ini tidak connect (nyambung) sama orangtuanya.

Mungkin orangtuanya ada di rumah, tapi tidak emotionally be connected (terhubung secara emosional). Ada orang setiap family punya story (ceritanya) masing-masing, dalam arti kita sering terkoneksi satu sama lain. Padahal orangtua si anak ini terlihat baik-baik aja.

Ketika salah satu volunteer kita pas datang ke rumah. Rumah itu penuh dengan ornamen-ornamen keagamaan. Dalam arti ternyata hal tersebut juga mungkin tidak menjadi sebuah patokan bahwa anak itu tidak connect sama orang tua yang mungkin baik dan pemahaman agama yang baik. Tapi anak itu merasa asing dalam hal yang lain. Itu yang kita dapat dari klien kita.

Bagaimana dengan pengaruh pemberitaan media massa soal bunuh diri?

Kalau untuk itu belum spesifik terjadi di Indonesia. Kalau di luar linknya sudah banyak, kayak ada anak yang sudah bunuh diri, karena melihat teman-temannya yang sudah mencoba men-challenge seperti itu.

Cuma salah satu yang pernah datang ke tempat terapi kita, salah satunya dia setelah melihat media. Karena mungkin dia menarik diri dari lingkungan. Dan dia lebih sering menghabiskan waktunya di kamar dengan laptopnya, akhirnya dia melihat berbagai macam informasi, untuk mencoba melakukan tantangan-tantangan yang akhirnya akan membunuh dirinya.

Saya yakin anak ini pasti melihat banyak hal karena dia pintar. Dia selalu searching untuk mencari informasi itu karena akhirnya saat ini terapi dengan dance untuk mengalihkan depresi dia.

Saat ini juga belum ada spesifik artis idola luar negeri yang melakukan bunuh diri dan diikuti penggemar di Indonesia. Seperti mungkin yang mencoba mengikuti seperti K-Pop dan artis lainnya.

Sebab anak muda saat ini gampang banget untuk memberikan sebuah justifikasi bahwa itu goals (tujuan akhir) gue. Misal dia melihat pasangan yang harmonis di Instagram itu kayak Couples Goals. Padahal dia nggak tahu sebenarnya apa yang terjadi dengan kehidupan orang itu. Karena sangat mudah seseorang melihat itu untuk secara inklusif mengambil sebuah kesimpulan bahwa aku pengin seperti itu, sampai dia tidak melihat kualitas dirinya. Dan itu menguras kualitas mental dia, ketika mereka berusaha seperti itu, akhirnya frustasi saat nggak berhasil.

Makanya ketika kita mengidolakan sesuatu, kita harus lihat, kita siap nggak secara diri, sebelum melihat kualitas orang lain, dia harus mlihat kualitas diri.

Apa tanda-tanda orang punya keinginan untuk bunuh diri?

Seseorang itu secara khusus akan menarik diri. Dia (seseorang) mau bunuh dirinya itu kenapa? Kadang-kadang karena depresi, dan mungkin dia mempunyai kepribadian yang aneh.
Kalau depresi paling sering pasti menarik diri. Terus dia benar-benar merasa bahwa hidup itu hampa, nggak ada semangat, dan nggak tahu mau ngapa-ngapain. Terus udah jarang merawat dirinya.

Pokoknya yang paling berbeda itu prilakunya menarik diri dari lingkungan sosial biasanya. Itu gejala-gejala depresi sendiri.

Ada salah satu klien kita itu dia ninggalin surat. Dia suka kasih barang-barang mereka ke kita, dan kasih pesan, kenapa? Nggak ada yang tahu, cuman kita aware (sadar) aja, kenapa ini orang, kok ada yang beda. Saat dimana ketika mereka biasanya kalau mau bunuh diri. Kalau orang yakin dia mau bunuh diri, tahu dengan cara apa dia bunuh diri.

Tanda-tanda orang mau bunuh diri kadang-kadang itu suka memberikan pesan-pesan yang tersirat dan tersurat, seperti ‘kayaknya mati lucu yah, bercanda sih, tapi anjir serius lu.’

Sejauh ini kalangan mana saja yang paling banyak melakukan bunuh diri yang ditangani lembaga ini?

Anak SMA, usia 20 dan 30 tahun, usia produktif. Apalagi anak-anak startup, dia stres. Untuk masalah kesehatan mental, kadang-kadang kita nggak aware sama keadaan kita, ditanya kenapa, nggak tahu. Makannya saya menggunakan settingan atau konsep milenial, dalam artian kitaharus kasih moment ke orang yang menjadi klien itu untuk aware sama emosinya seperti apa.

Dia juga nggak bisa membedakan stres dan frustasi. Ketika bisa bedakan, mereka bisa awareness, dan main full. Ternyata dia lebih frustasi bukan stres. Jadi dia pengen mati karena frustasi, dan stres, tertekan, serta gangguan mood.

Ketika ada orang yang mengancam ingin bunuh diri, maka jauhkan benda-benda tajam ketika ada orang yang mau bunuh diri karena bisa membahayakan.

Anda pernah nggak menangani orang bunuh diri karena pemberitaan?

Klien saya paling melihat video Blue Whale Challenge. Terus melihat pohon bunuh diri di Jepang.

Ada 1 orang, dengan umur 30 tahun, perempuan, pintar, dia melihat pemberitaan pohon bunuh diri di Jepang. Ketika melihat itu, kenapa di Indonesia tidak ada tempat kaya di Jepang untuk bunuh diri.

Di Youtube sempat dibahas hutan pohon di Jepang, namanya Aukigohar. Gue hilang aja di hutan itu karena nggak ada yang peduli. Jadi terpengaruh berita di Jepang.

Berapa jumlah kasus yang sudah ditangani?

Banyak, ada puluhan sampai ratusan karena kita dari sejak 2013 sudah berdiri. Visi kita Heart People, kesehatan hati dan jiwa. Yayasan bagi hati dan jiwa kita, yang berangkat dari kesehatan mental masing-masing.

Kita nggak hitung secara spesifik, sekitar puluhan yang ditangani langsung. Mereka kebanyakan depresi. Dan kita juga banyak menangani orang-orang yang ada di Instagrame, yang bertanya tentang gangguan kesehatan jiwa.

Saat ini rata-rata jumlah orang yang datang ke sini untuk konseling berapa?

Ada sekitar 30 orang dari mulai Agustus 2018, jadi baru 6 bulan. Kita setiap bulan, hari Rabu, ada acara event mental of awareness (kesadaran tentang kesehatan mental).

Kita menangani yang ada di Instagram itu banyak. Identitas Instagram tersebar. Kalau mau dihitung banyak, sudah puluhan. Kita masih ekspublish. Kita menangani di daerah seperti Yogyakarta, Wonogiri juga banyak yang mengalami gangguan kesehatan jiwa.

Faktor yang biasanya membuat orang mengurungkan niat bunuh diri apa saja?

Treatmentnya dalam arti yang biasa kita lakukan adalah, pertama yang paling penting itu awareness. Kita nggak ada yang tahu tiba-tiba akan ketemu orang yang punya sense untuk bunuh diri. Tapi sebelum terjadi, punya awareness dulu. Setiap orang harus punya awareness atau situasi diri dulu.

Visi kita adalah heart people, kita mengedukasi banyak orang terkait hal tersebut. Masyarakat harus awareness akan kesehatan mental dulu. Orang mau bunuh diri jangan dijadikan bercandaan. Jangan sekali-kali berpikir itu bercandaan. Please jangan dijadikan itu moment dimana "ah paling dia ngomong doang," kita nggak ada yang tahu.

Kita nggak bisa me-manage kehidupan orang. Terakhir di Lampung bunuh diri di salahs atu tempat perbelanjaan, bahkan di videonya malah disuruh lompat oleh netizen. Akhirnya dia lompat beneran, baru kaget.

Kalau ketemu orang yang mau bunuh diri, kita harus punya empati, dalam artian rasakan perasaannya. Rasakan kenapa orang bisa ngomong seperti itu. Aware dan berempati. Kemudian ada buat dia untuk menjadi pendengar yang baik.

Ketika ada seseorang yang mengatakan "gue mau mati aja deh, kenapa? Janganlah hidup kamu berharga," dalam arti dia ngerasa ada orang yang mendengarkan dia.

Sebab sangat sulit untuk menemukan pendengar yang baik. Dia membuat seseorang merasa aman. Kalau sudah connect pada kita, terus sarankan mereka untuk cari pertolongan ke psikiater atau ke psikolog, dokter, dan lain-lain.

Bagaimana dengan bunuh diri yang dipicu oleh pemberitaan di media massa tentang bunuh diri yang berlebihan?

Pemberitaan bunuh diri sangat mempengaruhi seseorang yang sudah berniat, atau memiliki keinginan untuk melakukan aksi bunuh diri.
Peran media massa memberitakan kasus bunuh diri, pertama, kode etik, seperti inisial dan nama seharusnya jangan dimasukan atau dicantumin. Sebaiknya lebih ke arah ilustrasi, dan tidak langsung ke nama (korban).

Beritanya itu tergantung tujuan, apakah memberikan informasi atau sebuah awareness (kesadaran). Ada yang mau dipublish dan ada juga yang tidak.

Ada salah satu pasiennya di Rumah Sakit Jiwa Grogol itu ada yang mau dipublish untuk memberikan kesadaran kepada orang-orang dan mengedukasi orang juga. Kita harus hati-hati, ada link berita yang anak kecil nggak boleh baca.

Apakah anda mengamati berita isu bunuh diri di media massa?

Saya sering mengamati berita bunuh diri, banyak, dan melihat komentar di berita di salah satu media online. Saya tahu bunuh diri di Lampung dari media massa. Bunuh diri jadi inspirasi juga bisa.

Ada kesalahan dalam berita bunuh diri menurut anda?

Kalau menurut saya yang bahaya adalah penggunaan di judul berita. Meskipun mungkin untuk menarik pembaca. Seharusnya judulnya lebih cerdas. Kadang kan menggunakan bahasa di judul dengan kata 'bunuh dirinya' itu.

Kata bunuh diri yang di cari, dan bisa mempengaruhi orang. Cuman harus melihat demografi usia yang melihat berita itu di usia berapa.  Penggunaan judul berita itu penting dan menggunakan ilustrasi. Tapi yang mengedukasi juga. 

Kemana orang harus melapor kalau punya masalah jiwa, depresi yang menyebabkan bisa melakukan bunuh diri?

Banyak kok di RS, konseling center, psikiater, psikolog, dokter. Dan banyak juga hotline yang ada di Indonesia. Seperti nomor hotline di RSCM juga ada. Kemudian bisa ke puskesmas, dan RS dengan menggunakan BPJS. di Kemenkes juga ada hotline yang menangani kejiwaan seseorang.

Kita juga kerjasama dengan RSJ (Rumah Sakit Jiwa) Grogol, Jakarta. Kemudian tempat konseling di Wonogoro, dan di Satrio Tower Building, Jalan Dr Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan. Saya juga menjalankan terapi di RSCM, dan RSJ, dengan dibantu volunteer. Sebab yang tersentuh bukan hanya di ruangan ini saja, tapi banyak diluar sana. []

"Tanda-tanda orang mau bunuh diri kadang-kadang itu suka memberikan pesan-pesan yang tersirat dan tersurat, seperti ‘kayaknya mati lucu yah, bercanda sih, tapi anjir serius lu."

Baca juga:

Laporan 1: Kisah Mereka yang Berhasil Atasi Keinginan Bunuh Diri

Laporan 2: Bahaya Berita Serampangan Menginspirasi Bunuh Diri Susulan

Laporan 3: Menunggu Fatwa Dewan Pers Agar Pemberitaan Bunuh Diri Tak Lagi Serampangan

Laporan 4: Mengapa Mereka Ingin Bunuh Diri dan Bagaimana Mencegahnya?

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

News

Angkat Isu Bunuh Diri, Media Jangan Malah Dorong Orang Lain Meniru

Image

News

Pedoman Pemberitaan Kasus Bunuh Diri, Media Jangan Umbar Sensasi

Image

News

Copycat Suicide

Mengapa Mereka Ingin Bunuh Diri dan Bagaimana Mencegahnya?

Image

News

Copycat Suicide

Menunggu Fatwa Dewan Pers Agar Tak Lagi Serampangan

Image

News

Copycat Suicide

Bahaya Berita Serampangan Menginspirasi Bunuh Diri Susulan

Image

News

Copycat Suicide

Kisah Mereka yang Berhasil Atasi Keinginan Bunuh Diri

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

DPR Terima Rancangan UU Tentang Penetapan Perppu No 1 Tahun 2020

Puan menegaskan, DPR bersama Pemerintah bersatu untuk menghadapi Wabah Corona

Image
News
Wabah Corona

440 Narapidana di Sultra Terima Asimilasi Karena Covid-19

Ini adalah salah satu langkah mencegah penyebaran virus Corona

Image
News
Wabah Corona

Bamsoet Fasilitasi Rapid Test Wartawan Press Room MPR RI

Rapid test ini merupakan lanjutan dari perhatian MPR RI kepada para wartawan.

Image
News

COVID-19 dan Kita

Perang total melawan Covid-19 harus kita menangkan. Agar kita bisa hidup normal kembali.

Image
News
Wabah Corona

Pandemi Covid-19, Polres Jakbar Gandeng Pengusaha Bagi-bagi Beras

"Mudah - mudahan sembako ini bermanfaat ke warga yang sangat membutuhkan," kata Yusri.

Image
News
Wabah Corona

#KabarBaik: 6 Berita Positif dari Pandemi Corona, Penciptaan Aplikasi Deteksi COVID-19 hingga Tarif Listrik Gratis

Penggratisan tarif listrik ini berlaku untuk pelanggan 450 VA. Sedangkan biaya tarif listrik bagi pelanggan 900 VA dipangkas saparuhnya.

Image
News
Wabah Corona

MPR Apresiasi Pemerintah Keluarkan Perppu Covid-19 dan Tak Tetapkan Darurat Sipil

Perppu itu perlu diapresiasi

Image
News
Wabah Corona

Virus Corona Diduga Telah Bermutasi, Mampu Bertahan 49 Hari pada Manusia

Penemuan ini mengindikasikan adanya subtipe virus corona yang baru

Image
News
Wabah Corona

Kekurangan Toilet hingga Timbul Eksodus Massal, 4 Alasan 'Lockdwon' Sulit Diterapkan di India

Lockdown menyebabkan kekacauan bagi 74 juta warga miskin di India

Image
News
Wabah Corona

Wabah Corona, Pemerintah Malaysia Pulangkan 160 Orang Warganya di Sumatera

Pemerintah Malaysia berharap COVID -19 berakhir segera berakhir sehingga hubungan dunia usaha dan lainnya kembali pulih.

terpopuler

  1. Sudah Bintangi 400 Judul Film, 5 Fakta Tak Terduga Aktor Senior Bollywood Anupam Kher

  2. Sepi Penumpang, Sopir Bus AKAP: Ini Kejadian Paling Parah Melebihi Krisis Moneter

  3. Bagikan Masker Gratis ke Warga Lewat Kelurahan dan RT/RW, Guntur Romli: Anies Belum Merinci Jumlah Masker yang Akan Dibagikan?

  4. Kapolsek Kembangan Gelar Pedang Pora, IPW: Bukti Maklumat Kapolri Tidak Ada Wibawanya

  5. Kemenkumham Beri Sanksi Berat Terhadap Jajaran yang Bebaskan Napi Korupsi

  6. Besok, Para Aktivis Datangi PN Jakarta Utara Kawal Sidang Novel Baswedan

  7. Cegah Penyebaran Corona, 5 Fakta Penting Pembebasan 30 Ribu Narapidana oleh Kemenkumham

  8. 5 Spanduk Unik Portal Lockdown Kampung di Yogyakarta, Menggelitik Tapi Asyik

  9. 6 Hewan Ini Tercatat dalam Sejarah Agama Islam, Ada yang Pernah Selamatkan Nabi Muhammad

  10. Makna dan Arti Ijazah K.H. Hasyim Asy’ari yang Dikumandangkan Gubernur Jatim di Tengah Pandemi Corona

fokus

Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona
Hutan Kecil Terarium

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

COVID-19 dan Kita

Image
Dr. Idham Holik

Sebuah Harapan Pribadi: PERPPU Pemilihan Segera Terbit dan Opsi A Jadi Pilihan

Image
Achsanul Qosasi

Corona, Subsistensi dan Kredit

Image
Bisman Bhaktiar

Aspek Hukum Perpanjangan Pengusahaan Pertambangan Batubara PKP2B

Wawancara

Image
Video

Terapi Musik

VIDEO Pulih dengan Terapi Musik

Image
Asian Games

Pria Paruh Baya Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Majalaya

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Sosok

Image
News

Sister Goals! 8 Potret Najwa Shihab Bersama Kakak dan Adik Perempuannya

Image
News

10 Potret Menteri Luhut Binsar Pandjaitan Bersama Keluarga, Hangat di Berbagai Kesempatan

Image
Hiburan

Mundur dari OVJ, 6 Fakta Menarik Azis Gagap yang Ingin Fokus Mengurus Pondok Pesantren