image Banner Idul Fitri
Login / Sign Up

Dosen Bercadar yang Dipecat Kemenag Ajukan Banding ke BKN RI

Muslimin

Image

Dosen bercadar dari IAIN Bukittinggi, Hayati Syafri, yang dipecat Kemenag RI ajukan banding ke BKN RI, Senin (4/3/2019). | AKURAT.CO/Muslimin

AKURAT.CO, Dosen mata kuliah Bahasa Inggris di Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi, Hayati Syafri mengajukan banding ke Badan Kepegawaian Negeri (BKN) RI atas surat pemecatan terhadap dirinya oleh pihak Kementerian Agama RI.

Hayati dan kuasa hukumnya tiba di gedung BKN RI siang ini, secara singkat pihaknya menyatakan bahwa pemecatan tersebut tidak berdasar.

"Kedatangan kami disini untuk menyampaikan banding atas putusan yang disampaikan oleh Kementerian Agama melalui IAIN Bukittinggi yang memecat ibu Hayati. Insya Allah hari ini kami mengajukan banding administratif," kata kuasa hukum Hayati, Ismail Nganggon di Kantor BKN RI di Jakarta Timur, Senin (4/3/2019).

baca juga:

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa surat pemecatan terhadap kliennya tersebut tidak beralasan, dimana salah satu alasan surat pemecatan itu adalah Hayati tidak masuk mengajar.

Padahal, kata dia, kenyataannya, ia tetap masuk dan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai dosen.

"Alasan itu tidak jelas karena kalau beralasan hanya karena masa kerjanya, hanya karena dia tidak masuk, faktanya dia masuk, karena pada saat itu malakukan penelitian melakukam S3 dan ada buktinya kita siapkan," lanjutnya.

Sebelum surat pemecatan keluar, Hayati dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat (Sumbar), Gusrizal Gazahar, pernah dipanggil lewat surat untuk datang oleh petugas Inspektorat Jenderal Kemenag pada 2018 lalu. Saat itu, Irjen memanggil tidak karena masalah cadar, tapi lebih fokus menggali persoalan kedisiplinan.

"Saya berdua dengan Buya Gusrizal yang saat itu juga sebagai dosen tetap IAIN Bukittinggi dipanggil bukan karena cadar, tapi karena disiplin kerja. Hal ini yang membuat ketua MUI tidak terima. Buya Gusrizal menjawab panggilan Irjen dengan mengundurkan diri sebagai dosen IAIN Bukittinggi karena nggak nyaman dengan pengalihan isu ini dan ketidakpahaman pimpinan dikampus mengenai posisi beliau sebagai ketua MUI," jelasnya.

Sehingga, alasan pemecatan karena disiplin itu terasa aneh. Sebab, selain Hayati, masih banyak karyawan IAIN lain yang melakukan hal yang sama mengenai kehadiran. Hayati mengaku dirinya tidak sepenuhnya meninggalkan kewajiban dan tanggungjawabnya sebagai dosen saat mengambil studi S3.

"Dan sebenarnya ketidakhadiran itu kan beralasan karena sedang kuliah S3, penelitian, pengabdian masyarakat dan semua kerja dituntaskan, laporan pertanggung jawaban sebagai dosen berupa Beban Kerja Dosen (BKD) juga sudah dilaporkan setiap semester. Dari 2014 sejak awal kuliah sampai 2017 tidak dilaporkan terus kenapa 2018 saat ada kasus cadar dipermasalahkan," pungkasnya.

Sementara itu, sebelumnya, Ombudsman RI meminta kepada Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi, Ridha Ahida, untuk membatalkan dan mencabut surat pemecatan terhadap Hayati Syafri.

Instruksi pembatalan dan pencabutan itu menindaklanjuti Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) atas laporan masyarakat mengenai dugaan penyimpangan prosedur dalam penjatuhan sanksi pembebasan mengajar terhadap Saudari Hayati Syafitri pada semester genap tahun ajaran 2017/2018 yang disampaikan oleh Ombudsman perwakilan Provinsi Sumatera Barat.

Sayangnya, rekomendasi yang dikeluarkan oleh Ombudsman tersebut belum ditindaklanjuti oleh Rektor IAIN Bukittinggi.

"Berdasarkan hasil telaah dengan memperhatikan tanggapan saudara, kami menilai tindakan korektif terhadap LAHP dimaksud belum dilaksanakan Rektor IAIN Bukittinggi," demikian bunyi rekomendasi Ombudsman RI yang diterima AKURAT.CO, Minggu (24/2/2019).

Oleh karena demikian, Ombudsman RI meminta Rektor IAIN Bukittinggi melakukan sejumlah langkah-langkah berikut:

Pertama, mencabut dan membatalkan surat Nomor: B.218/In26/KP.04.1/02/2018 tanggal 8 Februari 2018 perihal penyampaian keputusan pelanggaran disiplin atas nama Saudari Nurhayati Syafri.

Kedua, memulihkan hak fungsional dosen Saudari Hayati Syafri dalam semua aktivitas akademik semester genap tahun ajaran 2017/2018 dan seterusnya.

Ketiga, menetapkan Ketua Senat IAIN Bukittinggiberdasarkan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2017 tentang Statuta IAIN Bukittinggi.

Keempat, menyesuaikan semua peraturan tentang penyelenggaraan dan pengelolaan institut dengan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2017 tentang Statuta IAIN Bukittinggi.

Kelima, menetapkan standar pakaian formal bagi civitas akademika di lingkungan IAIN Bukittinggi.

"Sehubungan dengan hal tersebut, Ombudsman RI meminta Rektor agar menindaklanjuti tindakan korektif dalam LAHP dimaksud, serta menyampaikan laporan tertulis kepada Ombudsman RI dalam waktu paling lama 14 hari sejak diterimanya surat ini," tulis Ombudsman dalam rekomendasinya.[]



Editor: Melly Kartika Adelia

berita terkait

Image

News

Wabah Corona

Jumat Sore, Kemenag RI Akan Sampaikan Penertiban Protokol Covid-19 Bagi Rumah Ibadah

Image

News

DPR RI

Datangi Kemenag, Satgas COVID-19 DPR RI Bahas Wacana Pembukaan Kembali Rumah Ibadah

Image

News

Menag: Mari Ajak Keluarga Inti Berlebaran di Rumah Saja dan Silaturahmi via Medsos

Image

News

Wabah Corona

Malam Ini, Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin Akan Hadiri Takbir Virtual Nasional

Image

News

Wabah Corona

Menag Izinkan Takbir Digaungkan di Masjid pada Malam Jelang Idul Fitri

Image

News

DPR RI

Komisi VIII: Kemenag Tetap Harus Tunggu Keterangan Arab Saudi Terkait Keberangkatan Haji

Image

News

Haji 2020

Kemenag Minta Arab Saudi Segera Beri Kepastian Penyelenggaraan Haji 2020

Image

News

Hidayat Nur Wahid Minta Kemenag Komitmen Soal Relaksasi Masjid dan Rumah Ibadah

Image

News

Wabah Corona

14 Mei Mendatang, Kemenag-BNPB Akan Gelar Doa Kebangsaan dan Kemanusiaan

komentar

Image

1 komentar

Image
Resta Apriatami

betulkah karena alasan cadar? tragis bgt sih kalo itu alasannya. di negara mayoritas islam masa mau islamophobia

terkini

Image
News
Wabah Corona

Gubernur Sumsel Alihkan Pos APBD untuk Insentif Tenaga Kesehatan

"Gubernur melakukan strategi dan kebijakan dalam upaya penanganan COVID-19 di Sumsel“

Image
News

Tolak Dukung PM Baru, Mahathir Mohamad dan 4 Pendukung Dipecat dari Partai Bersatu

Mahathir sebelumnya telah mengusulkan mosi tidak percaya terhadap Muhyiddin di parlemen

Image
News

Pernah Terlibat Kasus Pembunuhan hingga Tuntut Jokowi Mundur, 5 Fakta Tak Terduga Ruslan Buton

Tuntutannya agar Jokowi mundur sempat viral

Image
News
Wabah Corona

Ansory Siregar: Lebih Baik Sabar Menunggu Saat Tepat untuk Masuk ke New Normal Demi Hindari Bahaya Kemanusiaan yang Abnormal

"Bagaimana mau masuk normal baru sementara korban kematian akibat Covid-19 ini belum terkendali," kata dia.

Image
News
Wabah Corona

Politikus PKS Minta Pemerintah Penuhi Syarat WHO Sebelum Terapkan New Normal

"Lebih baik bersabar menunggu saat yang tepat untuk masuk ke normal baru, demi menghindari bahaya kemanusiaan yang abnormal."

Image
News

Jangan Percaya Info Viral Jalur Pendakian Gunung Penanggungan dan Bekel Via Jolotundo Sudah Dibuka Lagi

Info itu bukan berasal dari Pos Pendakian Gunung Penanggungan.

Image
News

Akun WA Kepala Dinkes Kota Bengkulu Dikloning dan Dipakai Buat Minta Uang

Kasus itu ketahuan setelah Susilawaty dihubungi beberapa staf untuk memastikan bahwa nomor WA.

Image
News

APTI: Waspadai Intervensi Asing yang Ingin Matikan Industri Tembakau Nasional

Sahmihudin juga menyoroti rencana pemerintah yang ingin membatasi ruang iklan rokok.

Image
News

Sempat Diremehkan Trump, Kematian Akibat Virus Corona di AS Tembus Angka 100 Ribu!

Secara global, terdapat 5,9 juta kasus virus corona dengan 362.023 kematian

Image
News

Garam Dapur Bisa Atasi Batuk Berdahak dan Bunuh COVID-19, Hoaks!

Fahrial mengatakan garam dapur tidak bisa menyembuhkan batuk berdahak, apalagi membunuh Covid-19.

terpopuler

  1. Sindir Mahfud, Ustaz Hilmi: Maaf Deh Pak, Istri Saya Tidak Seperti Corona

  2. Kritik Soal Penggunaan Istilah New Normal, Atiqah Hasiholan Sebut Hanya Transisi

  3. Pemudik Berduit yang Dikarantina di Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari Bisa Pulang Lebih Cepat

  4. OJK Keluarkan Paket Kebijakan Lanjutan Stimulus Covid-19

  5. Romantis Abis! Intip 6 Gaya Pacaran Anak Tommy Soeharto, Darma Mangkuluhur Hutomo

  6. Warga yang Terlanjur di Luar Jabodetabek, Silakan di Sana Dulu, Bangun Kampung, Kalau Balik Bawa SIKM

  7. Anak Pindah Agama, Ulama Uganda Nekat Bakar Putrinya Hidup-hidup

  8. Sekolah Libur Karena Corona, Angka Kehamilan Pelajar di Jepang Makin Meningkat

  9. 5 Kisah Cinta Segitiga Rumah Tangga Artis Bollywood yang Bikin Publik Heboh!

  10. Anwar Abbas Usulkan Pelaksanaan Salat Jumat Secara Bergelombang di Tengah Wabah Covid-19

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Ujang Komarudin

New Normal

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Kedua)

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Pertama)

Image
Sunardi Panjaitan

Idulfitri 2020: Antara Covid-19 dan Tradisi

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Pernah Terlibat Kasus Pembunuhan hingga Tuntut Jokowi Mundur, 5 Fakta Tak Terduga Ruslan Buton

Image
News

Jarang Tersorot, 6 Potret Hangat Anies Baswedan Bersama Putrinya

Image
News

7 Pesona Menawan Soraya Muhammad Ali, Istri Zulkifli Hasan yang Awet Muda