image
Login / Sign Up
Image

Pangi Syarwi Chaniago

Analis Politik, Sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research And Consulting.

Debat Putaran Kedua: Panggung Milik Siapa?

Debat Pilpres 2019

Image

Capres dan Cawapres nomor urut 01 dan 02 Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno saling bersalama setelah mengikuti Debat Perdana Capres di Hotel Bidakara, Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Dalam debat ini kedua calon presiden dan wakil presiden harus memaparkan tema materinya meliputi isu penegakan hukum, korupsi, HAM dan terorisme. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Debat kedua Pilpres 2019 yang akan berlangsung Ahad (17/2/2019) apakah panggung akan diambil dan milik Jokowi atau panggung Prabowo? nanti diprediksi (forecast) apakah akan bebeda seperti debat putaran pertama. Ada beberapa cacatan yang ingin kita cermati terkait “prediksi”!debat putaran kedua.

Pertama; debat kedua ini bisa jadi panggung Jokowi sebagai petahana, apabila sukses menjelaskan program dan capaian keberhasilannya secara sederhana dan mudah dicerna masyatakat awam sekalipun. Petahana akan lebih banyak memaparkan “prasasti” capaian monumental suksesnya selama 4,5 tahun terahir.

Debat kali ini bisa menjadi kesempatan yang sangat berharga bagi petahana untuk menyampaikan/mensosialisasikan pada publik program pemerintah yang dianggap sukses terutama dalam bidang infrastruktur yang menjadi kebanggaan/konsentrasi pemerintahan saat ini.

baca juga:

Tema debat mengenai energi dan pangan, sumber daya alam, lingkungan hidup, serta infrastruktur merupakan tema strategis bagi petahana di mana ada banyak prestasi yang mungkin bisa dijadikan bahan untuk mendominasi jalannya debat.

Kalau boleh kita petakan bahwa energi dan sumber daya alam “tulang punggung” pembangun infrastruktur, sementara proses pendistribusian pangan via infrastruktur dan rusaknya lingkungan seperti kotornya air sungai karena pengelolaan limbah industri yang kacau.

Kedua; melihat situasi ini bagaimana strategi masing-masingmereka? Siapa yang bertahan dan siapa yang menyerang? Dalam debat perdana sebelumnya, panggung diambil Jokowi dengan menyerang  kubu penantang/oposisi, petahana lebih banyak menyerang, sang penantang memainkan peran bertahan dan sekali-kali melakukan serangan balik, namun belum membahayakan kubu petahana.

Dalam debat kedua, sang penantang juga punya kesempatan untuk menawarkan opsi lain untuk “menambal kekurangan”  oto-kritik atau malah menawarkan kebijakan yang sama sekali baru, sembari memberikan kritik atas kebijakan yang diaggap gagal.

Ini kesempatan emas bagi sang penantang. Menyerang dengan jurus “kritik representasi” apakah dengan kepemimpinan Jokowi selama ini, rakyat merasa terwakili, petani dan masyarakat wong cilik merasa dibela? apakah berpihak pada kepentingan mereka? Apabila kepentingan mereka tidak terwakili oleh kerja presiden Jokowi selama ini maka rakyat mulai marah dan mengambil jalan berfikir meninggalkan pak Jokowi serta “protes” kegagalan kebijakan pemerintah.

Bagi masyarakat yang puas (approval rating) dengan capaian, kinerja dan prestasi incambent mereka bakal mantap kembali memilih Jokowi dua periode “strong voter”.

Ketiga; Apakah nanti debat kedua Jokowi bertahan namun sedikit ofensif? Lazimnya, habitus petahana biasanya lebih banyak “bertahan” sementara sang penantang lebih banyak “menyerang”.

Kalau kita prediksi, Jokowi akan lebih banyak bertahan dengan memaparkan apa saja yang sudah dicapai selama 4,5 tahun terakhir. Dalam forum debat kedua ini Jokowi akan membanggakan capaian dan prestasinya selama menjabat.

Akan ada banyak contoh kasus yang akan disampaikan Jokowi dalam setiap tema debat terutama dalam bidang infrastruktur, data dan fakta mengenai prestasi ini akan menjadi pembuka debat. Misalnya Jokowi sudah bangun ribuan kilometer jalan tol, ratusan jembatan, pelabuhan, irigasi, waduk dan banyak lagi.

Namun petahana juga akan mempersiapkan diri menghadapi kritik dari semua tema ini, karena tidak bisa dipungkiri terdapat banyak titik lemah yang bisa dimanfaatkan kubu penantang untuk men-deligitimasi prestasi pemerintah.

Sehingga petahana juga diprediksi akan sedikit ofensif untuk menghindari tekanan berlebihan yang membuatnya kehilangan momentum dalam debat kali ini. Dalam artian petahana akan memanfaatkan serangan balik untuk mematahkan kritik dari sang penantang dengan tetap fokus pada kinerja dan capainnya selama ini.

Keempat; Kritik kebijakan, akan terus disemburkan sang penantang pada Jokowi sebagai petahana dengan membagi logika berfikir apakah 5 tahun di bawah nahkoda pak Jokowi kehidupan masyarakat makin membaik atau justru kehidupan rakyat makin susah sehingga tidak pantas dilanjutkan?

Jokowi harus mampu membuktikan janjinya secara terukur dengan indikator yang pas. Sang penantang berselancar dengan narasi  dan imaginasi “kami akan” membawa harapan baru, membuat janji baru apakah realistis, memberikan janji-janji yang akan terpenuhi, apakah janji yang “tidak” terpenuhi? Menjawab kegelisahan dan kekhwatiran masyarakat selama ini.

Sementara petahana dengan narasi “kami sudah” pada saat yang sama sang penantang menagih janji dan petahana menjawab dengan bukti kerja.

Oleh karena itu, tak lazim dalam panggung debat, Prabowo sebagai penantang tampil bertahan, harusnya lebih ofensif/menyerang? Debat kedua kali ini adalah kesempatan bagi kubu penantang untuk menguliti/menelanjangi kelemahan petahana. Jika tim Prabowo-Sandi melakukan analisis mendalam terkait kebijakan pemerintah maka akan banyak ditemukan titik lemah terutama dalam tema debat kedua yang diangkat kali ini.

Tim ahli dari BPN Prabowo-Sandi harus memastikan Prabowo mendapat input/data yang benar sehingga tak blunder dan masukan yang lebih komprehensif sehingga dalam debat kedua ini Prabowo akan bermain ofensif didukung dengan basis data primer yang kuat sehingga seranganya akan lebih tajam dan mengena.

Prabowo bisa mempresentasikan apa yang akan dia tambal dari kebijakan yang bolong-bolong, kebijakan maju mundur karena dapat “dipastikan“ ada banyak kekurangan dan kelemahan dari pemerintahan saat ini. Dengan kata lain, semestinya Prabowo tak hanya akan memaparkan masalah dan kritik, tapi juga solusi yang yang lebih terukur, terstruktur, detail dan commen sense bagi akal sehat publik.

Inilah waktu yang tepat bagi Jokowi sebagai incambent, punya keunggulan karena sudah bekerja, Jokowi menjadi terukur, kita tidak lagi penasaran, bisa dinilai dari kerja beliau selama 5 tahun. Petahana menjelaskan keberhasilannya lalu dipatahkan dan dikoreksi oleh sang penantang.

Pada saat yang sama sang penantang membawa narasi baru, imaginasi “kami akan” harapan baru, membuat janji baru apakah realistis, atau tidak? menjawab kegelisahan dan kekhwatiran selama ini.

Kritik yang elegan dengan data yang akurat akan membuat Prabowo punya banyak kesempatan (probalitas) untuk mendapatkan poin dan keunggulan. Namun kembali lagi ini semua adalah pilihan, mau dimanfaatkan atau tidak. Yang ditunggu tunggu rakyat apakah debat kedua akan ada kejutan? Apakah Prabowo akan merubah gaya debatnya? Kita tunggu saja.[]

Editor: Dedi Ermansyah

berita terkait

Image

Iptek

Usai Resmikan Infrastruktur Palapa Ring, Ini Pesan Jokowi

Image

News

Kolom

Partai Politik Tuna Ideologi

Image

Ekonomi

Menhub Bakal Jadikan Bandara Nop Geliat Penghubung Daerah Tengah Papua

Image

Ekonomi

Diklaim Berkualitas Tinggi, Malaysia 'Pede' Tingkatkan Ekspor Panel Surya

Image

Ekonomi

Poyuono: Kinerja BIN Mampu Membantu Pembangunan Infrastruktur Jokowi

Image

Ekonomi

Toshiba Gandeng PLN Bangun Sistem Energi Berbasis Hidrogen

Image

News

Penataan Kampung Akuarium, Kebijakan Populis Anies Memupuk Suara untuk Pilpres 2024

Image

News

Waketum Gerindra Puji Kinerja BIN di Bawah Komando Budi Gunawan

Image

News

Dukung Anak Amien Rais Dipolisikan, Politikus PSI: Hanum Terbiasa dan Menikmati Sebar Hoax

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Kembali Pimpin DPRD DKI, Prasetyo: Terima Kasih Ibu Mega

"Saya ucapkan terima kasih kepada Ketua Umum ibu Megawati Soekarnoputri."

Image
News

SMRC Sebut Belum Ada Urgensi untuk Mengamandemen UUD 1945

"Setidaknya saya pribadi tidak melihat ada urgensi untuk amandemen itu, baik sebagian maupun keseluruhan"

Image
News

Polemik Pembajakan Siaran FTA, KPI Pusat Minta KPID Riau Tetap Menegakkan Undang-undang

Menurutnya, seringkali TV berlangganan di daerah mencari celah untuk menyiarkan tanpa izin dengan dalih kewajiban 10 persen konten FTA.

Image
News

Budiman Sudjatmiko: Kebaikan Awkarin Sensasional, Kebaikan Tri Mumpuni Esensial

Budiman berpendapat, kebaikan yang dilakukan Awkarin basisnya adalah sensasi. Sedangkan kebaikan yang dilakukan Tri basisnya adalah esensi.

Image
News

Putri Zulhas Cetak Sejarah Baru di Parlemen Kebon Sirih

"Yang pasti amanah yang luar biasa,"

Image
News

BPPTKG: Penyebab Awan Panas Letusan di Gunung Merapi Lagi-lagi Karena Akumulasi Gas

Letusan yang dipicu akumulasi gas macam ini pernah terjadi 22 September 2019 silam.

Image
News

Selandia Baru Bentuk Unit Pemberantas Ekstremisme Online

Image
News

Terungkap Cara Komunikasi Teroris dengan Kelompoknya

"Mereka menggunakan media sosial Telegram untuk berkomunikasi lebih intens."

Image
News

Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Letusan Setinggi 3000 Meter, Aktivitas Penerbangan Dipastikan Aman

BPPTKG merekomendasikan jarak bahaya 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Image
News

Jika Gerindra Masuk Koalisi Jokowi, Partai Pendukung Dinilai Akan Kecewa

Kehadiran kader Gerindra dan Demokrat di kursi kabinet dapat menimbulkan kecemburuan politik.

trending topics

terpopuler

  1. Agar Tak Dihukum Jenderal Andika Perkasa, Perwira Staf, Danramil, Komandan Satuan Bawah Hati-hatilah Pakai Medsos

  2. Paulus: Ada Kelompok Bersenjata di Pedalaman Sana yang Sudah Mengarah ke Sini, Jadi Jangan Pernah Lengah

  3. Sebar Hoaks Soal Wiranto, PPP Sebut Hanum Ingin Jadi Sengkuniwati

  4. Dosen Unair yang 'Kejam' Corat-coret Skripsi Ternyata Dekat dengan Mahasiswa, Ini Buktinya

  5. Tak Ada Sampah Mengambang, Bersihnya Banjir di Jepang ini Panen Pujian Warganet

  6. 2.600 Pelajar Papua Pulang, Kapolda: Untuk Apa Mereka Pulang? Ini Jadi Beban Sosial

  7. Musni Umar: Saya Maafkan Yunarto Wijaya dan Mereka yang Ejek Saya

  8. Makin Feminin, Sam Smith Kenakan Lingerie Berenda di Attitude Awards

  9. Duet Gibran - Andreas Diharapkan Ulang Sukses Jokowi - Rudi di Solo

  10. Rocky Gerung: Tugas Dasar Presiden Pelihara Fakir Miskin, Caranya Naikkan Iuran BPJS

fokus

Masa Lansia
Kisah dari Cilincing
Hari Tani Nasional

kolom

Image
Abdul Aziz SR

Partai Politik Tuna Ideologi

Image
Dr. Moh. Saleh

Perpu KPK Berpotensi Inkonstitusional

Image
Ujang Komarudin

Demokrasi Yang Tak Direstui

Image
Rozi Kurnia

Penampilan Luar Biasa Joker Dari Seorang Joaquin Phoenix

Wawancara

Image
News

DPR RI

Apa Sih Kaukus Pemuda Parlemen Indonesia? Farah Puteri Nahlia Akan Menjelaskannya untuk Kamu...

Image
News

DPR RI

Farah Puteri Nahlia, Politisi Termuda DPR RI yang Ingin Perjuangkan RUU KKS

Image
Hiburan

Anggy Umbara Bicara Perkembangan CGI di Perfilman Indonesia

Sosok

Image
News

DPR RI

5 Fakta Menarik Pimpinan DPR RI Rachmad Gobel, Pernah Pimpin Beberapa Perusahaan Ternama

Image
Ekonomi

Sempat Sulit Cari Kerja hingga Sukses dengan Kosmetik Halal, 7 Fakta Pendiri Wardah Nurhayati Subakat

Image
News

Berebut Kursi DPR dengan Sang Ayah, ini 5 Fakta Legislator Milenial Dyah Roro Esti