image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

Memahami Psikologis Agni, Penyintas Pelecehan Seksual KKN UGM

Ahada Ramadhana

Image

Konferensi Pers Tim Kuasa Hukum Agni dan Rifka Annisa digelar di Aula Rifka Annisa Yogyakarta, Rabu (6/2) | AKURAT.CO/Ahada Ramadhan

AKURAT.CO, "Kami sangat keberatan, menolak, dan terganggu dengan penggunaan diksi 'damai' di berbagai media massa, sebab hal tersebut menjadi pemicu anggapan bahwa Agni menyerah dengan perjuangannya."

Itulah kalimat pembuka yang disampaikan Suharti sebagai Direktur Rifka Annisa dalam Konferensi Pers Tim Kuasa Hukum Agni dan Rifka Annisa yang digelar di Aula Rifka Annisa Yogyakarta pada Rabu (6/2). Konferensi pers ini diselenggarakan menyikapi kasus Agni yang berakhir 'damai'. Selain itu, istilah ini semakin memperburuk psikis Agni.

Suharti menyebut kata 'damai' sering kali dikonotasikan negatif di kalangan masyarakat. Selain itu, diksi 'damai' ini dianggap kontradiksi dengan upaya Agni selama hampir 1,5 tahun mencari keadilan. Tahapan demi tahapan perjuangan Agni terkesan tidak membuahkan hasil.

baca juga:

Kesepakatan penyelesaian perkara secara non litigasi ini diakui merupakan langkah paling minim risiko dan lebih mampu memulihkan hak-hak penyintas. Dasar utamanya adalah kondisi psikis penyintas.

Situasi saat ini dinilai semakin tidak menguntungkan bagi Agni dan memperkecil kemungkinan Agni untuk memperoleh keadilan. Langkah ini juga dimaksudkan mencegah kemungkinan kriminalisasi terhadap Agni maupun jurnalis Balairung Press. Tim kuasa hukum juga mengkritik proses hukum selama ini yang hanya berfokus pada penegakan aturan namun tidak meliputi pemulihan penyintas.

Alasan itu tampaknya cukup berdasar. Pasalnya penyelidikan dari Polda Maluku pada November pasca pemberitaan Balairung Press yang berlangsung selama 12 jam sempat membuat Agni kembali depresi.

Ditambah lagi hasil temuan 'ketidaksesuaian fakta di lapangan' dari Polda DIY yang menyebut bahwa lokasi kejadian hanya berjarak 50 meter dari pondokan putri dan tidak banyak binatang liar, padahal yang dimaksud Agni 'berjarak jauh' dalam laporan Balairung Press adalah lokasi pondokan Agni ke pondokan temannya yang dituju.

Belum lagi, hasil kerja Komite Etik UGM di mana empat dari tujuh anggotanya menyebut tidak ada pelecehan seksual melainkan tindakan asusila sehingga tindakan pelaku tidak bisa dikategorikan pelanggaran berat. Hal inilah yang menjadi sandungan mengapa sanksi DO tidak bisa diberikan kepada pelaku, selain juga HS dianggap sudah cukup menerima sanksi atas perbuatannya dari fakultas maupun rektorat.

Tekanan pada psikis penyintas diperparah dengan pengalaman beberapa negosiasi belakangan yang begitu alot. Suharti memberikan contoh, pengakuan dan permintaan maaf oleh HS pada Agni tidak mudah terlaksana alias setiap kali akan dilakukan mendadak batal. Banyak pula tuntutan yang mengalami tarik ulur.

Kuasa hukum yang terdiri dari Catur Udi Handayani, Sukiratnasari, dan Afif Amrullah maupun pihak Rifka Annisa yang mendampingi penyintas berfokus pada upaya menggolkan tuntutan Agni pada pihak kampus sebagai bentuk sanksi atas perlakuan HS dan bukan pada proses hukum.

Suharti menyatakan bahwa meskipun tuntutan maksimal berupa Drop Out pada pelaku tidak terpenuhi, namun sebagian besar tuntutan tercapai. Agni telah menerima permintaan maaf dari pelaku yang disaksikan oleh pihak rektorat, dukungan dana studi setara beasiswa bidik misi (UKT dan biaya hidup), penanggungan biaya pemulihan psikologis oleh rektorat, kewajiban mandatory counselling untuk pelaku, menunda kelulusan pelaku hingga konseling tuntas.

Di sisi lain, tim investigasi Universitas Gadjah Mada (UGM) selaku pihak yang dipercaya untuk mengumpulkan fakta-fakta kasus ini, belum merilis hasil yang mereka peroleh kepada publik. Bahkan Agni mengaku hanya mendapat pembacaan hasil investigasi tanpa mendapat salinannya. Terkait apa saja isi hasil investigasi tersebut, baik kuasa hukum Agni maupun Rifka Annisa hanya menjelaskan intinya yaitu terjadinya pelecehan seksual tanpa memberikan rincian.

Perbedaan temuan Tim Investigasi yang berbeda dengan Komite Etik ini menghadirkan keraguan dari pihak pendamping penyintas mengenai keseriusan UGM menangani kasus ini. Kuasa hukum Agni secara terang menyebut bahwa dia telah memprediksi bahwa akhir kasus ini tidak memihak pada penyintas.

Keraguan itu meracuni optimisme bahwa UGM mampu membuat regulasi penanganan Kekerasan Seksual yang lebih jelas definisi, tahapan penanganan, dan sanksi terhadap pelaku yang disertai penanganan dan pemulihan hak-hak penyintas.

"Benarkah UGM bisa menghadirkan mekanisme pencegahan kekerasan seksual? Jangan-jangan nanti yang hadir adalah aturan yang tidak ramah pada perempuan," tutur kuasa hukum Agni, Catur Udi Handayani.

Pihak kuasa hukum penyintas berkeyakinan bahwa kejadian yang dialami Agni adalah kekerasan seksual, yaitu tindakan seksual yang dilakukan tanpa persetujuan dari korban kekerasan. Dalam konferensi pers ini disebutkan pula bahwa HS telah mengakui perbuatannya di hadapan teman-teman satu tim KKN serta kepada Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) melalui telepon.

Akan tetapi beberapa waktu sebelumnya keterangan berbeda disampaikan oleh pengacara HS, Tommy Susanto. Tommy menyatakan bahwa kliennya membantah tindakan pelecehan seksual kepada Agni.

Menurutnya, kejadian itu dilakukan dalam kondisi sadar dan tanpa ancaman. Tommy hanya mengakui adanya perbuatan mencium, memegang tangan, dan menggerayangi yang dilakukan HS. Tommy juga menyebut bahwa di pondokan tersebut ada banyak kamar, namun Agni justru memilih tidur di kamar HS.[]

Editor: Ghendhiz A.

berita terkait

Image

News

Tertangkap Basah Lakukan Aksi Vandalisme di UGM, Tiga Remaja Disanksi Menyapu

Image

News

Di UGM Ada UKM yang Blur Foto Anggota Perempuan, ini 5 Fakta Pentingnya

Image

News

Gempa 6,2 SR Guncang Papua Nugini

Image

Ekonomi

Bermodal Rp250 Ribu hingga Jual 5.000 Jilbab Per Bulan! Ini 5 Fakta Menarik Owner Agniya Collection, Intan Hapsari

Image

News

FOTO Presiden Singapura Lakukan Kunjungan Kenegaraan ke Yogyakarta

Image

News

Sahkan Peraturan Kekerasan Seksual di Kampus, 5 Fakta Menarik Rektor UGM Panut Mulyono

Image

News

Banyak Orang Gabung ke Kerajaan Fiktif, Ini Penjelasan Pakar Psikologi UGM

Image

News

UGM Buat Lidah Elektronik ELTO, Mampu Deteksi Keaslian Kopi Luwak dan Kehalalan Produk

Image

News

TNI AD Jalin Kerja Sama Program Pascasarjana dengan UGM

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Warga Minta MCK Umum, Gibran: Aspirasi Masyarakat Sudah Saya Catat, Nanti Dibantu

"Saya mencatat banyak masukan dari warga dalam acara sarasehan di Kampung Bibis," kata Gibran.

Image
News

Bicara Pemilu 2024, Megawati: Kalau Punya Anak Enggak Bisa, Jangan Dipaksa Maju

Yang mesti maju itu, yang didorong itu, harus anak-anak muda.

Image
News

DPR Pertanyakan Keseriusan Polisi Tangkap Honggo Wendratno

Jawaban (Kabareskrim Polri) secara formal yes

Image
News

Sering Diabaikan, Ini Manfaat Menghirup dan Mengeluarkan Air dari Hidung saat Berwudu

Rasulullah Saw. dalam setiap wudhu, beliau tidak pernah meninggalkan kumur-kumur, istinsyaq dan istintsar

Image
News

Kisah Ketika Rasulullah Meringankan Siksa Kubur dengan Pelepah Kurma

Sebagai orang yang beriman, kita harus yakin bahwa setelah kita mati perjalanan masih panjang sampai ke akhirat yang abadi

Image
News

Hari Ini, Kejagung Periksa 8 Saksi Terkait Kasus Korupsi Jiwasraya

Sampai saat ini sebagian pemeriksaan saksi-saksi masih ada yang sedang berlangsung.

Image
News

Supaya Khusyuk, Begini Seharusnya Pandangan Mata ketika Salat

Khusyuk dalam salat pada kenyataannya memang tidak semudah yang dibayangkan.

Image
News

Terperosok, Lima Penumpang dan Seorang Sopir Jip Lava Tour Merapi Luka-luka

"Jip terperosok dan miring ke kanan, tapi tidak sampai terbalik," kata Haryanta saat dihubungi, Rabu

Image
News

Jadi Juara LKTI Tingkat Nasional, Mahasiswa FTUI Kembangkan Perangkat Lunak untuk Rancang Jalur Irigasi Hemat Biaya dan Efisien

Selain itu, dampak dari penggunaan aplikasi ini juga signifikan untuk mengurangi biaya pembangunan irigasi.

Image
News

Polri Kehilangan Jejak Harun Masiku

Sampai saat ini kita belum mendapatkan informasi terkait yang bersangkutan ada di mana karena memang lost nomor handphone dan sebagainya

terpopuler

  1. Kelompok Hindu India Yakin Virus Corona adalah Hukuman untuk Kaum Non-Vegan

  2. Kewarganegaraannya Dicabut, Mantan Anggota ISIS Shamima Begum: Rasanya Dunia Runtuh

  3. BCL Pesan Liang Lahat Semi Private Rp260 Juta Tuk Makam Ashraf Sinclair

  4. Konsumennya Didominasi Pelaut, Ini 5 Fakta Menarik Merek Kopi Kapal Api

  5. Soal Bayar SPP Pakai Gopay, Said Didu: Pak Nadiem yang Terhormat, Sekedar Mengingatkan Uang yang Bapak Kelola Saat Ini Uang Rakyat

  6. Noah Menangis Histeris Saat Pelayat Panjatkan Doa Untuk Mendiang Ashraf Sinclair

  7. Anggota DPRD: Ini Tidak Dapat Dibiarkan, Ini Bentuk Pelecehan Institusi Legislatif

  8. Klaim Berwenang Keluarkan Rekomendasi Formula E di Monas, Kadisbud DKI Diminta Belajar Aturan

  9. Rumah Ketua PA 212 Dilempari Batu, Tengku: Ada Preman yang Keberatan Aksi Anti Korupsi atau Cukongnya yang Keberatan?

  10. Penuh Kontroversi hingga Bernilai Rp54 T! Ini 7 Fakta Menarik Merek Fitness CrossFit

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Ujian Tak Mudah Bagi Pancasila

Image
Girindra Sandino

Tujuh Analisa dan Persoalan Urgen Pilkada 2020

Image
Abdul Aziz SR

Menanti Kebangkitan PPP

Image
Achmad Fachrudin

Paska Penolakan Pemulangan Mantan ISIS

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Bintangi Get Married Series, Prilly Latuconsina Ragu Tak Bisa Seperti Nirina Zubir

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakerpus Perpusnas: Penguatan Indeks Literasi untuk SDM Indonesia Unggul

Image
Video

VIDEO Jejak Sepotong Roti Jakarta

Sosok

Image
Gaya Hidup

Cerita Sulis Sugianto, dari Cleaning Service Jadi Instruktur Zumba Profesional

Image
News

6 Politisi Tanah Air yang Luncurkan Buku, Fadli Zon Sampai 18 Judul

Image
News

Pakai Hoodie hingga Sneakers, 8 Gaya Santai Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar saat Dinas