breaking news: KPK Curiga Ada Bupati Pakai Duit COVID-19 Demi Pencitraan Jelang Pilkada

image
Login / Sign Up
Image

Ujang Komaruddin

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) & Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta

Pilpres yang Membuat Stres

Image

Alat peraga kampanye pasangan calon presiden yang ditunjukan dalam rapat pembahasan penyampaian dan penetapan desain alat peraga kampanye (APG) di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Senin (29/10/2018). Rapat pembahasan penyampaian dan penetapan desain alat peraga kampanye (APG) yang juga dihadiri perwakilan partai politik peserta pemilu 2019. Alat peraga kampanye setiap partai dan juga pasangan calon presiden ini nantinya akan digunakan sesuai dengan peraturan KPU. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Pemilihan presiden (Pilpres), sejatinya menjadi ajang kompetisi demokrasi yang menyenangkan, membahagiakan, dan mencerahkan. Pesta demokrasi lima tahunan tersebut, hari demi hari, malah membuat kita stres, tertekan, unhappy, was-was, saling curiga, dan memakan korban. Esensi demokrasi menjadi hilang. Yang muncul ke permukaan adalah kekejaman.

Warga Sampang adalah korbannya. Subaidi tewas ditembak oleh Idris, hanya gara-gara beda dukungan dalam Pilpres. Ya, hanya karena beda dukungan. Nyawa jadi melayang. Demi dukung mendukung salah satu kubu, Subaidi diterjang timah panas oleh sesama warga Madura lainnya. Dimulai dari saling sindir di dunia maya, dilanjutkan di dunia nyata, sekali dor nyawa Subaidi tak tertolong.

Pilpres bukanlah ajang adu jotos, sindiran, nyinyiran, hinaan, dan pembunuhan antar sesama pendukung. Namun Pilpres harus mencerahkan, memberdayakan, mempersatukan, mengasihi, menyayangi, dan saling mencintai. Pilpres merupakan momentum untuk memperbaiki bangsa kedepan.

baca juga:

Kejadian pembunuhan karena beda dukungan, harus menjadi kasus yang pertama dan terakhir. Jangan dipolitisir. Jangan korbankan rakyat, hanya karena persaingan dalam Pilpres. Kita ini bersaudara. Bersaudara sesama anak bangsa. Menjaga ukhuwah Islamiyah (persaudaraan umat Islam), ukhuwah wathoniyah (persaudaraan bangsa), dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan umat manusia), jauh lebih penting dari sekedar adu otot yang berujung hilangnya nyawa.

Lantas, serendah itukah nilai kita sebagai manusia yang bersaudara. Sekejam itukah kita sebagai warga negara. Sebiadab itukah kita sebagai rakyat biasa. Dan sesadis itukah kita sebagai makhluk Tuhan yang paling mulia. Walaupun bukan kita yang melakukan kekejian tersebut. Namun semua itu adalah pembelajaran bagi kita dalam berdemokrasi. Agar jangan mudah tersinggung. Berbeda pendapat itu hal biasa. Dan yang terpenting adalah, menjaga persaudaraan lebih penting dari apapun.

Demokrasi bukan untuk saling kecam, dan berargumen yang tanpa dasar. Bukan berdebat yang tak sesuai fakta. Bukan adu nyinyiran yang bisa menghilangkan nyawa. Bukan saling fitnah, yang bisa memecah belah sesama anak bangsa. Bukan saling menyakiti antar sesama warga negara. Dan bukan untuk menunjukkan siapa kita dengan segala keangkuhan. Lalu menafikan dan menghinakan yang lain.

Demokrasi merupakan jalan. Jalan untuk mencapai cita-cita berbangsa dan bernegara. Jalan untuk mencapai kesejahteraan, keadilan, dan kemakmuran. Jalan untuk sama-sama berjuang, untuk saling menghormati dalam perbedaan. Baik dalam perbedan warna kulit, suku, ras, golongan, bahasa, agama, maupun soal perbedaan dukungan dan pilihan dalam Pilpres.

Perbedaan itu rahmat. Dan perbedan juga merupakan sunnatullah. Kita diciptakan oleh Allah SWT dengan konstruksi masyarakat yang berbeda-beda dan heterogen. Dan sejatinya, perbedaan dalam alam demokrasi harus menjadi perekat dalam persatuan, persaudaraan, dan keyakinan.

Jangan hanya gara-gara beda kubu, beda dukungan dan pilihan dalam Pilpres, kita saling menyakiti, tak bertegur sapa, saling fitnah, saling dendam, saling provokasi, saling melukai, hingga saling bunuh. Kemanakah karakter asli kita sebagai bagian dari bangsa Timur dan bangsa yang agamis.

Apakah karakter sisi baik bangsa ini telah luntur. Kita bangsa Timur, yang selalu mengedepankan budaya kesopanan, kesantunan, saling tegur, salam, sapa, saling merhargai, menghormati, saling mengingatkan, membantu, menolong, menguatkan, gotong royong, dan bersama saat suka maupun duka. Bukan pengikut budaya vandalisme.

Jangan hanya gara-gara Pilpres, korban nyawa berjatuhan. Pilpres jangan membuat kita stres. Tapi Pilpres harus membuat kita fresh (segar). Fresh dalam ide, gagasan, pemikiran, visi, dan misi, sehingga Pilpres diisi, diwarnai, dan dihiasai dengan hal-hal yang positif, demi perbaikan masyarakat, bangsa, dan negara.

Persatuan dan kesatuan lebih penting dari sekedar Pilpres. Pilpres penting karena untuk mencari pemimpin yang terbaik. Namun Persatuan dan kesatuan, serta persaudaraan lebih penting dari apapun. Ya lebih penting dari apapun. Untuk apa ada Pilpres, jika kita saling mendendam dan terpecah belah. Pilpres merupakan ajang pesta demokrasi lima tahunan untuk mempersatukan. Untuk merubah keadaan. Untuk saling membangun. Dan untuk saling memberdayakan.

Partai-partai pengusung dan pendukung dalam Pilpres juga jangan berdiam diri. Jangan sibuk soal hiruk pikuk perebutan kekuasaan semata. Namun lupa berbuat untuk rakyat. Partai-partai harus berbuat, agar kejadian pembunuhan di Sampang yang disebabkan beda dukungan jangan terulang. Kejadian di Sampang Madura tersebut harus menjadi pelajaran bagi kita semua. Bahwa sekeras apapun pertentangan. Harus diselesaikan dengan kepala dingin. Bukan diselesaikan dengan pistol.

Visi kesejahteraan Partai Golkar 2045 tak akan terlaksana, jika persatuan tak dijaga. Karena kesejahteraan akan terrealisasi, jika kita bersatu. Restorasi Partai Nasdem, juga tak akan berarti dan bermakna, jika tanpa kesatuan. Revolusi putih Partai Gerindra juga tak akan terimplementasi, jika tidak dilakukan secara bersama-sama. Dan gagasan Indonesia hebat yang diusung PDIP bisa terlaksana, jika kita bergotong royong dan bahu membahu untuk meraihnya.

Kirab kebangsaan yang dilaunching oleh PDIP, sepertinya merupakan bagian dari salah satu ikhtiar untuk merealisasikan Indonesia hebat itu. Partai Politik memang harus menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Dan gagasan itu, sudah dimulai oleh PDIP sebagai partai berkuasa saat ini (the ruling party).

Semangat kebangsaan memang harus tetap dijaga. Agar setajam apapun perbedaan, sehebat apapun pertentangan, dan sekuat apapun loyalitas dukungan terhadap capres dan cawares, tidak membuat kita untuk saling menyakiti. Apalagi sampai membunuh sesama anak bangsa.

Sebagai partai yang berjiwa kebangsaan. Berrohkan nasionalisme. Bernafaskan gotong royong. Dan pendukung wong cilik. Bukan wong licik. PDIP sejatinya harus menjadi partai terdepan dalam menyuarakan keadilan, kebersamaan, persatuan, persaudaraan, dan keakraban. Agar kasus pembunuhan yang disebabkan beda dukungan di Pilpres, tidak terjadi kembali dikemudian hari.

Partai-partai lain pun sama, jangan mau ketinggalan. Jangan hanya sibuk mengurus Pileg dan Pilpres. Kasus berdarah yang mengakibatkan kematian di Sampang tersebut, luput dari perhatian. Jika ingin mendapat simpati rakyat, maka partai-partai juga harus simpati terhadap penderitaan rakyat. Partai yang tidak memiliki kepedulian terhadap rakyat, akan dijauhi dan tidak akan dipilih.

Kematian warga Sampang, harus menjadi momentum membangun kesadaran bersama. Bahwa apa yang dilakukan ditingkat elit, akan pula ditiru dan diikuti oleh masyarakat kelas bawah. Jika elitnya saling serang, menyalahkan, memfitnah, memprovokasi, mengadu domba, maka tingkah polah rakyat kelas bawah pun akan sama.

Oleh karena itu, stop kampanye hitam. Stop saling memfitnah. Stop saling menyalahkan. Dan stop saling menjatuhkan. Mari bangun kesadaran bersama, untuk membangun bangsa kedepan. Sehingga apapun pilihan kita dalam Pilpres, tidak membuat kita saling menyalahkan satu sama lain. Sehingga perpecahan dan pembunuhan akan terhindarkan.

Pilpres jangan membuat kita sampai stres. Nikmati kontestasi Pilpres dengan santai. Tak perlu buang waktu, tenaga, dan biaya untuk menjatuhkan pihak lawan. Bukan kah Pilpres, merupakan ritual rutin pesta demokrasi lima tahunan, yang hasus dilaksanakan dengan penuh kegembiraan. Layaknya sebuah pesta, pesta demokrasi Pilpres juga harus dirayakan dengan penuh keceriaan, kesenangan dan kebahagiaan. []

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

Sekjen PDIP Sebut Ada Kelompok yang Gunakan Sejarah Sebagai Alat Politik

Image

News

Yusril: Putusan MA Bukan Perkara Menang Kalah Jokowi-Ma'ruf di Pilpres

Image

News

Tak Pengaruhi Penetapan Presiden, 4 Fakta Penting Putusan MA Terkait Gugatan Pilpres 2019

Image

News

Ini Penjelasan MA Terkait Kemenangan Gugatan Rachmawati Soal Pilpres

Image

News

KPU RI Tegaskan Penetapan Suara Jokowi-Ma'ruf Sudah Sesuai Pasal 6A UUD 45

Image

News

KPU: Putusan MA Soal Uji Materi PKPU Tak Pengaruhi Keabsahan Penetapan Pilpres

Image

News

Soal RUU HIP, Budayawan NU Heran Sifat Politicking Parpol Lebih Dominan

Image

News

Ini Tanggapan Demokrat Terkait Pernyataan PDIP Soal Main Kartu Politik di Tengah Polemik RUU HIP

Image

News

Pernah Tiga Kali Hampir Meninggal, Fadli Zon: Bagi Saya Hidup Itu Sebuah Hadiah

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Tengku: Masih Mau Teruskan Pembahasan RUU HIP di DPR? Tak Tahu Malu? Nekat?

"Kami akan tetap berjuang sampai RUU itu dicabut."

Image
News

Ahli Waris Lahan Central Park Minta Ganti Rugi ke Agung Podomoro Rp900 Miliar

Begitulah nasib rakyat kecil.

Image
News

Sekjen PDIP Sebut Ada Kelompok yang Gunakan Sejarah Sebagai Alat Politik

“Lalu dibelokkan dan menjadi gerakan yang menghambat kemajuan alam pikir bangsa”

Image
News
Wabah Corona

Tiga Pedagang Positif COVID-19, Dua Pasar di Bantul Langsung Ditutup

Dua pasar termaksud adalah Pasar Sungapan di Argodadi, Srandakan dan Pasar Sorobayan di Gadingsari, Sanden.

Image
News

Dewas KPK Diminta Transparan Tangani Laporan Masyarakat

“Ketika tidak adanya informasi yang transparan kepada publik maka kecenderungan publik akan menganggap Dewas bersikap tidak independen“

Image
News

Polda Metro Dalami Alasan WNA Prancis Buat Video Porno dengan 305 Anak

Apakah 305 video ini dijualbelikan? Nah ini masih kita kembangkan

Image
News

Beroperasi saat PSBB Transisi, Tempat Karaoke di Cilandak Kena Denda Rp25 Juta

Sesuai aturan PSBB, tempat hiburan seperti karaoke ini belum boleh beroperasi.

Image
News
Wabah Corona

Kasus COVID-19 DIY Bertambah 8, 3 di Antaranya Pedagang Pasar Bantul

Total kasus positif COVID-19 di DIY menjadi sebanyak 357 kasus. Sedangkan total kasus sembuh menjadi 287 kasus.

Image
News
Wabah Corona

Kasus COVID-19 Melonjak, Hong Kong Waspada Gelombang Ketiga Corona

Otoritas lantas mengendalikan aliran warganya yang pulang dari negara-negara berisiko tinggi, seperti Pakistan, India, Nepal, Bangladesh.

Image
News

Penampilan Terbarunya Bikin Pangling, Ini 5 Potret Transformasi Menlu Retno Marsudi

Tak cuma prestasi kerjanya yang kerap mendapat apresiasi, perubahan penampilannya pun menuai pujian.

terpopuler

  1. Rieke Digeser dari Pimpinan Baleg, Kemungkinan PDIP Goyah Dukung RUU HIP

  2. Dicecar Saat Rapat Bareng DPRD, Anak Buah Anies Akui Penimbunan Laut di Ancol Bagian dari Reklamasi

  3. Cerita Warganet Pernah Satu Sekolah dengan Nagita Slavina, Sering Salat Zuhur Bareng

  4. Kisruh Lahan Buatan di Ancol, Dirut: Bukan Reklamasi Ini Perluasan Daratan, Kan Nempel ke Darat

  5. Ngotot Ingin Sahkan RUU HIP, PDIP Dinilai Tak Peka terhadap Aspirasi Masyarakat

  6. Mantan Anggota TGPF Ingatkan Tim Hukum Novel Baswedan Tak Sembarang Menuduh

  7. Pendiri Indosurya Pastikan Dana Nasabah Dikembalikan, PT SUN Jadi Jaminannya

  8. Perhatian Maksimal! 5 Shio Ini Paling Sering Bikin Kangen Banyak Orang

  9. Bahaya Corona, Pemerintah Korea Larang Shin Tae-Yong Kunjungi Indonesia

  10. Baliho Pejabat di Depok ini Bikin Geger Warganet, Apa yang Aneh?

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Melestarikan Pancasila

Image
Achsanul Qosasi

Renasionalisasi BUMN

Image
Muhtar S. Syihabuddin

Kami Cinta Polisi Sekaligus NKRI

Image
UJANG KOMARUDIN

Marah-marah dan Ancaman Reshuffle

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Restrukturisasi, Babak Baru Pertamina Melangkah ke Kancah Dunia

Image
News

DPR RI

Interview Ketua Komisi X Soal Kisruh PPDB: Kemendikbud dan Dinas Pendidikan Provinsi Kurang Sosialisasi

Image
Olahraga

Shin Tae-Yong

Ini Petikan Lengkap Wawancara Shin Tae-Yong yang Dipersoalkan PSSI

Sosok

Image
News

Penampilan Terbarunya Bikin Pangling, Ini 5 Potret Transformasi Menlu Retno Marsudi

Image
Ekonomi

Perjalanan Karier Rieke Diah Pitaloka, dari Si Oneng hingga Wakil Rakyat 16 Tahun

Image
News

Unggah Momen Bersama Jokowi, Warganet Soroti Catatan yang Dibawa Prabowo