image
Login / Sign Up

Kisah Sunarman, Napi LP Palu yang Menyerahkan Diri Setelah Kabur Paska Gempa

Wijayanti

Gempa Donggala

Image

Sunarman (baju kuning) napi LP Palu yang melarikan diri pasca gempa menyerahkan diri ke Rutan Klas 1A Solo, Selasa (16/10). | AKURAT.CO/Wijayanti

AKURAT.CO, Menghirup udara bebas pastinya menjadi impian setiap manusia, tak terkecuali bagi Sunarman (31), warga Dukuh Mojodipo, Desa Jatirejo, Jumapolo, Karanganyar.

Saat tembok Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas 2A Palu roboh akibat bencana gempa mengguncang pada 28 September lalu, Sunarman melarikan diri dan mencari istri serta anaknya untuk pulang kampung ke Karanganyar. Namun, seminggu menjalani "hidup bebas", ayah dua anak itu justru mengaku tidak tenang. Hingga akhirnya, pada Selasa (16/10) ia memutuskan untuk menyerahkan diri ke Rumah Tahanan (Rutan) Klas 1A Solo.

"Selama seminggu di Karanganyar tidak ada yang tahu kalau status saya Napi yang melarikan diri. Saya juga merasa tidak tenang, takut kalau ditangkap sewaktu-waktu. Makanya saat ada imbauan menyerahkan diri saya pilih menyerahkan diri. Daripada nanti jadi buronan. Keluarga juga mendukung saya untuk kembali menjalani hukuman biar hidupnya tenang," tuturnya kepada wartawan saat ditemui Rutan Klas 1A Solo.

baca juga:

Ditanya bagaimana caranya kembali ke Karanganyar setelah melarikan diri dari LP Palu, Sunarman mengaku ia mengingat jelas detik-detik gempa merobohkan tembok LP dan menewaskan banyak orang itu. Pasalnya saat itu ia sedang beristirahat bersama ratusan warga binaan lainnya.

"Tembok roboh, listrik padam. Saya bersama ratusan napi lainnya langsung melarikan diri. Hanya beberapa yang masih bertahan di sana. Saat itu yang ada dipikiran saya mencari istri dan anak saya. Makanya saya tidak peduli meski harus berjalan puluhan kilometer ditengah suasana gelap gulita. Saya juga lihat rumah-rumah roboh dan banyak orang bergelimpangan, tapi pikiran saya harus cari anak dan istri," ungkap Napi Narkoba itu.

Begitu berhasil menemukan keluarganya, Sunarman langsung menyusun rencana untuk bisa pulang ke Karanganyar. Sebab rumah dan harta bendanya yang ada di Kota Palu juga sudah lantak dengan tanah.

Beruntung ada rombongan warga asal Karanganyar yang juga akan pulang kampung. Maka dengan menggunakan sembilan mobil, Sunarman bersama keluarga kecilnya ikut menumpang hingga Makasar sebelum terbang ke Surabaya dan melanjutkan perjalanan ke Karanganyar.

"Dari Palu ke Makassar naik mobil. Kemudian ke Surabaya tanggal 2 Oktober naik kapal. Sampai di Surabaya tanggal 5 Oktober. Kemudian beristirahat beberapa hari di Surabaya untuk dilakukan pendataan. Setelah itu melanjutkan perjalanan menuju ke Karanganyar dan tiba di kampung halaman tanggal 9 Oktober malam," jelasnya.

Suami Wahyuni itu mengaku selama perjalanan dari Palu hingga Karanganyar sama sekali tidak membawa uang. Ia bersama keluarganya hanya mengandalkan sumbangan makanan dari sukarelawan. 

“Saya berharap bisa melanjutkan sisa tahanan di Rutan Solo karena bisa lebih dekat dengan keluarga di Karanganyar. Apalagi di Palu sudah tidak tersisa apa-apa lagi," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Keamanan Rutan Solo, Andi Rahmanto mengatakan Sunarman merupakan napi kasus narkoba dan divonis empat tahun penjara. Namun, baru menjalani satu tahun lima bulan dipenjara terjadi gempa bumi dan tsunami sehingga melarikan diri.

"Memang hari ini merupakan batas terakhir napi yang melarikan diri agar menyerahkan diri ke rutan setempat. Sunarman tahu itu dan memilih menyerahkan diri ke sini. Kami sudah koordinasi dengan LP Palu. Selanjutnya bagaimana tinggal tunggu jawaban dari sana. Yang jelas selama itu status napi saat ini masih titipan. Kami menunggu hasil koordinasi antara Kemenhumham Wilayah Jateng dengan Makasar,” kata dia.[]

Editor: Arief Munandar

berita terkait

Image

News

Semen Langka di Palu, Warga: Kami Sudah Mencarinya Tapi Tidak Ada

Image

News

KPU: Pemutakhiran DPT di Palu, Sigi dan Donggala Belum Bisa Dilakukan

Image

News

Gempa Donggala

Korban Bencana di Sigi Mulai Kembali ke Rumah Masing-masing

Image

News

Gempa Donggala

Bahas Rehabilitasi Palu, JK Panggil Menteri PUPR dan Menkeu

Image

News

Korban Gempa-Likuifaksi Petobo Tempati Huntara Desember

Image

News

Wapres JK Kunjungi Camp Garuda PMI di Sulteng

Image

News

Gempa Donggala

JK: Relokasi Warga Korban Bencana Sulteng Ditentukan pada Januari 2019

Image

News

Gempa Donggala

Huntara untuk 14.400 KK Korban Bencana Sulteng Bisa Ditempati Akhir Desember

Image

News

Gempa Donggala

Petugas ATC Airnav yang Meninggal Saat Gempa Palu Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

PA 212 Minta Aparat Kepolisian Tak menghalangi Reuni Akbar

Novel meminta aparat keamanan untuk membiarkan reuni akbar itu berjalan apa adannya

Image
News

Rekonstruksi Digelar, Tiga Pembunuh Sopir Taksi Online Peragakan 18 Adegan

Rekonstruksi dilakukan untuk melihat langsung tindak pidana yang dilakukan tersangka. Rekonstruksi ini dilakukan sebanyak 18 adegan.

Image
News

AS Ungkap Puluhan Situs Uji Coba dan Peluncuran Rudal Korea Utara

Donald Trump menyatakan bahwa dirinya tidak terkejut dan telah mengetahui keberadaan situs-situs tersebut

Image
News

Tanggapan Warganet Soal Opang yang Intimidasi Ojol: Lawan Aja Orang Kaya Gitu

"Lawan, enak bener capek-capek narik seharian di tengah jalan di pintain gocap. Emang bapak moyangnya yang punya jalanan," kata warganet

Image
News

Mampukah Reuni Akbar Alumni 212 Menggaet Generasi Milenial

Generasi milenial tak terlalu hobi dengan acara yang barbau agama

Image
News

Tiga Mobil di Bandung Kehilangan Pentil, Ini Alasannya

Menurutnya, titik yang rawan parkir liar, yaitu jalur niaga, sekolah atau pendidikan, tempat kuliner dan perkantoran.

Image
News

Pemimpin Khmer Merah Dinyatakan Bersalah Atas Kejahatan Genosida

Mereka akan menjalani hukuman penjara seumur hidup.

Image
News

Cendekiawan Muslim: Reuni Akbar 212 "Bigger than Ahok"

Aksi 212 tidak hanya persoalan penistaan agama Ahok, tapi lebih dari itu, yakni ketidaksukaan terhadap pemerintah

Image
News

Idrus Marham: Nasib Sofyan Basir Tergantung Penyidik KPK

Menurut Idrus, bukti-bukti tersebutlah yang nantinya akan menguatkan dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.

Image
News

PKS Diskusikan Usulan Gerindra Soal Empat Nama Kandidat Cawagub DKI

"Iya yang dua kan sudah kita ajukan, kemudian ada aspirasi dari Gerindra, jadi kita smpaikan dulu pada pimpinan,"

trending topics

terpopuler

  1. 5 Manfaat dari Menyisir Rambut, Bikin Berkilau Lho

  2. Hasil Survei di 9 Provinsi Jika Perda Syariah Diberlakukan, Mencengangkan!

  3. Ternyata HS Ditangkap Setelah Pemilik Kontrakan Melapor ke Polisi

  4. Lampu dan AC Mati, Penumpang Lion Air Tujuan Yogyakarta Berhamburan Keluar

  5. Ronaldo Paksa Dybala Korbankan Koleksi Gol di Ajang Serie A

  6. Ini Alasan Si 'Kancil' Tak Menggonggong Saat Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

  7. Liga Inggris Kenakan Atribut Khusus Dukung LGBT

  8. Perusahaan-perusahaan Indonesia Gelontorkan Rp445 Triliun dalam Pemakaian Teknologi

  9. Di Ngawi 562 Warga Positif HIV / AIDS, 161 Meninggal Dunia

  10. Kapolda Jateng: Kasus Poster Jokowi Pakai Mahkota Masih Ranah Internal Bawaslu

fokus

Semangat Pahlawan di Dadaku
Info MPR RI
Tragedi Lion Air

kolom

Image
Ujang Komarudin

Buta dan Budek dalam Politik

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Bising di Ruang Publik: Perang Diksi Namun Jauh dari Substansi

Image
Karyono Wibowo

Harus Dibedakan antara Penegakan Hukum dan Kriminalisasi

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Ancaman Pemilu Serentak, Kekhawatiran Yusril yang Belum Menemukan Jawaban

Wawancara

Image
News

DKPP, Penjaga Marwah dan Etika Penyelenggara Pemilu yang 'Haus' Infrastruktur

Image
Olahraga

Piala Libertadores 2018

"Mari Jadikan Final Boca-River Tanpa Kekerasan"

Image
News

Alissa Wahid: Membawa Sumpah Pemuda 1928 ke Anak Milenial

Sosok

Image
Ekonomi

Cukai Rokok Batal Naik, Kekayaan Bersih Para Pengusaha Ini Tambah Moncer

Image
Gaya Hidup

Sibuk Banget, Bagaimana Soal Olahraga dan Liburan Arzeti Bilbina?

Image
Ekonomi

Tragedi Lion Air

Cerita Rusdi Kirana, Sosok di Balik Terbangnya 'Singa Merah' ke Angkasa