image
Login / Sign Up

Dari Taliban, Ancaman ISIS, Hingga Kapten Timnas Robotik Afghanistan, Inilah Kisah Fatemah Qaderyan

Sahistya Dhanes

Image

Fatemah Qaderyan | CNN

AKURAT.CO, Tidak semua orang berkesempatan mengenyam pendidikan yang layak dengan bebas. Hal tersebut terjadi karena beberapa faktor, dapat berupa faktor ekonomi, budaya, bahkan keamanan. Hal itulah yang sebelumnya dirasakan oleh Fatemah Qaderyan, gadis muda asal Afghanistan.

Mengapa keadaan di negaranya berbeda dengan negara lain yang ia lihat di TV? Mengapa bersekolah bagi anak perempuan seakan-akan menjadi hal terlarang dan berbahaya? Apakah perempuan dapat menjadi pemimpin? Pertanyaan-pertanyaan itulah yang kerap ditanyakan Fatemah kepada sang ibu. Mendengar pertanyaan sang putri, ibunya hanya dapat mengatakan bahwa keadaan saat ini masih jauh lebih baik dibanding dengan keadaan dahulu di mana Afghanistan dikuasai Taliban.

Kepada Fatemah, sang ibu bercerita bagaimana Taliban melarang anak-anak perempuan untuk keluar rumah apalagi bersekolah. Masa-masa itu adalah masa di mana orang-orang dipaksa menjadi bodoh. Tidak ada celah bagi mereka yang ingin sekadar mengecap manisnya pengetahuan.

baca juga:

Hari ini keadaan sudah berubah, sebanyak 40 persen anak perempuan tercatat sudah dapat bersekolah. Namun, selain angka tersebut masih tergolong kecil, pendidikan di Afghanistan tidak dapat berjalan maksimal akibat kemiskinan, kurangnya guru, serta pandangan sosial terhadap anak-anak perempuan yang bersekolah.

Fatemah adalah salah satu dari segelintir anak perempuan yang beruntung. Terlahir di keluarga yang cukup mampu serta suportif terhadap pendidikannya, ia kini menjadi kapten tim nasional robotik yang mewakili Afghanistan di ajang internasional. Ketertarikannya terhadap robot dimulai sejak usia 6 tahun kala ia menyaksikan film kartun berjudul "Robots". Saat itu ia berkata pada ibunya bahwa suatu hari ia akan bisa membuat robot.

Harapan untuk mewujudkan impianya hadir saat ia duduk di bangku SMA. Kala itu terdapat sebuah event robotik internasional dan Fatemah berkesempatan untuk ikut. Tak mau membuang kesempatan, ia langsung mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi.

Dilansir dari CNN, dari 150 siswa yang mendaftar, hanya 6 orang yang dipilih dan Fatemah adalah salah satunya. Tak hanya terpilih, gadis ini pun ditunjuk sebagai kapten tim. Namun perjalanan Fatemah dan timnya tak selalu mulus, visa mereka untuk berangkat ke Washington DC sempat ditolak dua kali tanpa alasan yang jelas.

Fatemah tak kehabisan akal, ia menceritakan apa yang ia dan timnya alami ke media. Tak butuh waktu lama, kisah Fatemah menarik perhatian masyarakat dunia dan menjadi topik utama pemberitaan. Apa yang dilakukan Fatemah berbuah manis. Pada 2017, Presiden Donald Trump memberikan izin bagi tim robotik Afghanistan untuk mengikuti kompetisi di Amerika Serikat.

Fatemah dan timnya tak hanya mengikuti kompetisi sebagai 'tim hore'. Berkat kecerdasan dan kekompakan mereka, timnas robotik Afghanistan berhasil menyabet medali perak dalam kompetisi tersebut. Fatemah dan timnya tak dapat mengungkapkan betapa bangganya mereka setelah berhasil mengharumkan nama Afghanistan di kancah internasional.

Tak hanya sebagai pemenang, Fatemah dan timnya ingin mereka menjadi simbol harapan bagi warga Afghanistan, khususnya para pelajar. Fatemah menuturkan jika memiliki kesempatan yang sama dengan yang lain, anak-anak Afghanistan dapat melakukan hal besar.

Rasa bangga juga diungkapkan oleh ayah Fatemah. Ia yakin bahwa anak-anak adalah simbol harapan bagi negara.

Namun, kesedihan kembali menimpa Fatemah. Seminggu setelah kepulangannya ke Afghanistan, sang ayah dibunuh oleh ISIS saat sedang melaksanakan salat di masjid. Masyarakat langsung menyalahkan Fatemah sebagai penyebab kematian ayahnya. Mereka berkata bahwa kematian ayahnya adalah akibat dari eksistensi dan prestasi Fatemah di bidang pendidikan.

Tak terima dengan perlakuan terhadap putrinya, sang ibu bangkit membela Fatemah. Ibunya juga mengatakan bahwa Fatemah harus terus belajar dan konsisten. Sang ibu mengingatkan bahwa ayahnya sangat mendukung apa yang Fatemah lakukan dan dukungan ayahnya pula yang menjadi alasan Fatemah bergabung timnas robotik.

Fatemah memandang masa depan dengan penuh optimisme. Meskipun tidak mudah, ia yakin masa depan Afghanistan akan lebih baik.

"Gelapnya malam akan selalu menyelimuti Afghanistan, tetapi masa depan akan segera datang," ujarnya meniru ucapan sang ayah. []

Editor: Dian Dwi Anisa

berita terkait

Image

News

Kemenlu Beri Bantuan Hukum kepada Rizieq Shihab Terkait Kasus di Arab Saudi

Image

News

Kemlu RI Benarkan Rizieq Shihab Ditahan Pihak Keamanan Arab Saudi Karena Bendera Mirip ISIS

Image

News

Dari Jerman Menuju ISIS, Inilah Kisah Haru Ibu Seorang Teroris

Image

News

Militer AS Bebaskan Terduga ISIS yang Telah Setahun Ditahan

Image

News

Bela Banser NU, Abu Janda: Bendera ISIS Ada Tauhidnya, Tetap Saja Bendera Teroris

Image

News

Pemilihan Legislatif Afghanistan Dibayangi Rusuh, Korupsi dan Ancaman Taliban

Image

News

Putin: ISIS Culik 700 Orang dan Eksekusi 10 Orang Tiap Hari

Image

News

PSI: Jangan Mainkan Kasus Ratna ke Politik

Image

News

Suporter Persija Dikeroyok sampai Mati, Denny: Apa Pelakunya Keseringan Lihat ISIS Menggorok Manusia?

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

PB HMI Desak Ruhut Sitompul Minta Maaf Pasca PK Soal 'Anak PKI' Ditolak MA

Pernyataan dari Ruhut Sitompul tersebut telah jelas-jelas merendahkan martabat kelompok-kelompok yang berbeda pendapat dengan Ruhut Sitompul

Image
News

Bukan Kampanye Lagi, Gaya Milenial Tidak Dipertimbangkan Jadi Cawagub DKI

"Nanti kalau buat kampanye perlu, sekarang kan bukan kampanye lagi."

Image
News

Politisi Senior PPP Harapkan Humphrey Djemat Mampu Kembalikan Marwah Partai

Selain itu, ia juga mengucapkan selamat atas terpilihnya Humphrey Djemat sebagai Ketua Umum PPP Muktamar Jakarta.

Image
News

Tak Hanya Tunggu Aduan, Satgas Saber Pungli Juga Patroli ke Lapangan

"Jadi misalnya kemarin ada laporan gini, waktu orangnya lewat, 'loh itu kok ada preman mungut-mungut uang ke pedagang', kita comot langsung"

Image
News

Pertemuan Anggota Tim Fit And Proper Test Batal, Gerindra Sebut PKS Penyebabnya

Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Syarif membeberkan kendala batalnya pertemuan Gerindra dan PKS.

Image
News

Ikatan Jurnalis UIN Desak Polisi Usut Tuntas Pembunuhan Dufi

Kami juga mendesak Kepolisian untuk mengungkap dan menangkap pelaku.

Image
News

Kasad: Latma Safkar Indopura 2018 Telah Berkembang dan Meningkat Pesat

"Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas SDM tersebut adalah dengan melaksanakan latihan bersama ini"

Image
News
Pileg 2019

Bamsoet Ingin Rumah Aspirasi Jadi Embrio Lahirnya Gagasan

Melalui Rumah Aspirasi, hubungan resiprokal akan membawa banyak manfaat baik bagi dirinya sebagai anggota DPR RI dan rakyat.

Image
News

Muktamar Segera Digelar, Enam Kader Terbaik Muhammadiyah Berebut Kursi Ketua Umum

Muktamar XVII PP Pemuda Muhammadiyah Digelar 25-28 November

Image
News

Tanah Amblas di Pademangan, Anies: Ini Dijadikan Koreksi

Anies janji akan segera mengecek lokasi amblasnya tanah.

trending topics

terpopuler

  1. Ini Cara Hilangkan Kulit Belang karena Sering Naik Motor

  2. Masyarakat Diimbau Investasi Panel Surya di Rumah

  3. Teknologi Code QR Jauh Lebih Mudah dari Barcode

  4. Demi Pulisic, Liverpool Siap Buang Pemain Mahalnya

  5. Ini Penyebab Tewasnya Mahasiswa Garut di Gua Batu Tasikmalaya

  6. YouTube Diam-diam Menambahkan 100 Film Hollywood Secara Gratis

  7. Proyek Jalur Sutra China Sudah Lima Tahun dan Masih Terus Berjalan

  8. Untuk Gaet Bintang Inter, MU Harus Pecahkan Rekor Transfer

  9. Alissa Wahid: BTW, Sepanjang Saya Tahu, yang Ditolak PSI Semua Perda Diskriminatif

  10. Fahira Idris Buat Petisi #SaveIbuNuril

fokus

Semangat Pahlawan di Dadaku
Info MPR RI
Tragedi Lion Air

kolom

Image
Achmad Fachrudin

Sengkarut Penundaan Penetapan DPT

Image
Ujang Komarudin

Buta dan Budek dalam Politik

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Bising di Ruang Publik: Perang Diksi Namun Jauh dari Substansi

Image
Karyono Wibowo

Harus Dibedakan antara Penegakan Hukum dan Kriminalisasi

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Jelajah Indonesia

Ini Lho yang Bikin Kamu Bakal Kangen Ngopi di Kedai Kong Djie

Image
Gaya Hidup

Jelajah Indonesia

Lebih Dekat dengan Kong Djie, Kedai Kopi Tersohor di Belitung

Image
News

DKPP, Penjaga Marwah dan Etika Penyelenggara Pemilu yang 'Haus' Infrastruktur

Sosok

Image
Hiburan

Fauzan Musaad, Pelukis Mural Raden Saleh Raksasa di Planetarium Cikini

Image
Hiburan

Ini Alasan Ajip Rosidi Kembalikan Piagam dan Uang Rp200 Juta dari Habibie

Image
Ekonomi

Cukai Rokok Batal Naik, Kekayaan Bersih Para Pengusaha Ini Tambah Moncer