breaking news: Stormy Daniels Dapat Panggilan Baru Usai Kalah Gugatan di Pengadilan

image
Login / Sign Up

Agus Heryanto, Sosok Pemberi Komando untuk Para Pencari Korban Gempa

Herry Supriyatna

Image

Agus Heryanto Kasubdit Operasi Basarnas Pusat | AKURAT.CO/Herry Supriyatna

AKURAT.CO, Dalam suatu kejadian bencana, korban dan keluarga korban harus menjadi prioritas utama yang harus segera ditangani. Baik itu korban meninggal dunia ataupun korban selamat.

Namun, proses penanganan korban tak akan berhasil tanpa tim penyelamat atau evakuasi yang tentu saja bertugas dengan jiwa ksatria-nya.

Salah satu badan penyelamat yang ada di Indonesia adalah Badan SAR Nasional (Basarnas). Setiap ada bencana, khususnya di Indonesia, Basarnas hampir tak pernah absen untuk turut berpartisipasi.

baca juga:

Seperti bencana gempa bumi dan tsunami di Donggala dan Palu yang terjadi pada Jumat (28/9) lalu, Basarnas pun dengan gagah menampakan batang hidungnya.

Ada satu sosok yang menarik pada proses evakuasi kali ini, tepatnya di Hotel Roa Roa, Jalan Patimura, Palu, Sulawesi Tengah. Sosok tersebut bernama Agus Heryanto yang diketahui sebagai Kasubdit Operasi Basarnas Pusat.

Dirinya terlihat paling heboh saat proses evakuasi, alat komunikasi hampir tak pernah lepas dari genggaman tangannya untuk berkomunikasi dengan rekannya yang berada di dalam gedung.

Meski jarang langsung ke titik penemuan mayat, namun instruksi Agus terhadap anak buahnya sangat diperlukan. Terlihat dirinya mampu menjadi petunjuk dikala personelnya menemui jalan buntu.

"Sudah menjadi kewajiban Basarnas untuk membantu atau mengevakuasi korban yang terjebak, baik itu di reruntuhan, ataupun korban lainnya," kata dia saat ditemui di lokasi, Rabu (3/10).

Adapun, jika mayat sudah ditemukan, dirinya tak segan-segan menekan pasukannya untuk teliti dalam merangkum informasi terkait evakuasi korban.

"Begitu mayat datang, pasti saya tanyakan adalah waktu. Jam berapa dia terlihat, jam berapa korban dievakuasi, dan berapa lama proses evakuasi itu sendiri," beber dia.

Selain itu, bau anyir khas mayat sudah menjadi makanan sehari-hari, apalagi dalam bencana tersebut banyak memakan korban jiwa. Namun, ia mengatakan itu bukan halangan untuk dirinya dalam menjalankan tugas.

Misi yang terpenting menurut dia adalah, sebisa mungkin menyelamatkan korban yang masih hidup di titik bencana.

"Jika dapat menyelamatkan korban dalam kondisi selamat tentu menjadi kepuasan tersendiri, tentunya tim yang lain juga," ungkap Agus.

Selain itu, tak pulang ke rumah beberapa minggu bahkan berbulan-bulan sudah biasa ia lakukan, sang istri pun sudah memahami tugas suaminya tersebut.

"Rumah saya di Bekasi, jarang pulang sudah biasa, istri saya juga sudah memahaminya," ujarnya gelisah, seakan-akan ingin menyudahi wawancara demi fokus terhadap proses evakuasi yang sedang berlangsung.

Kendati demikian, selain Basarnas, ada badan atau institusi penyelamatan lainnya. Seperti TNI, Polisi, serta relawan-relawan yang sudah tentu dinantikan kehadirannya. Khususnya saat bencana menerpa.

Kita ketahui bersama, biasanya tim gabungan penyelamat atau evakuasi terdiri dari Polisi, TNI, BNPB, Basarnas, bahkan para relawan. Mereka semua menjalankan tugasnya dengan jiwa penuh ksatria.[]

Editor: Ridwansyah Rakhman

berita terkait

Image

News

Gempa Donggala

Peduli Gempa NTB dan Sulteng, TKN Jokowi Gelar Doa dan Pentas Seni

Image

News

Gempa Donggala

Pengungsi Korban Gempa dan Tsunami di Petobo Mulai Terserang Diare

Image

News

Menko Polhukam: Pemerintah Tidak akan Bangun Perumahan di Zona Rawan Bencana

Image

News

USN Kolaka Siap Tampung Mahasiswa Korban Gempa dan Tsunami di Sulteng

Image

News

Tiga Lokasi ini Bakal Dibangun Perumahan untuk Korban Bencana Alam Sulteng

Image

News

Menko Polhukam Akui Belum Semua Korban Bencana Sulteng Dapat Bantuan

Image

News

Menko Polhukam: Korban Bencana Sulteng Harus Bangkit, Hunian Sementara Salah Satu Solusinya

Image

News

Gempa Donggala

Korban Gempa dan Tsunami Palu Asal Cirebon Akan Mendapat Pengobatan Gratis

Image

News

Gempa Donggala

Hasil Donasi untuk Korban Bencana di Sulteng dari Event F8 Capai Rp1,4 Miliar

komentar

Image

1 komentar

Image
Resta Apriatami

semoga jasa beliau dan orang-orang yang turut menyelamatkan dibalas dengan kebaikan yang banyak

terkini

Image
News

Magnet Politik Pesantren

Politik pesantren adalah politik yang mengedepankan etika, politik kebangsaan dan politik untuk memuliakan sesama.

Image
News

Jika Penanganan Tidak Ditingkatkan, Wabah Ebola di Kongo Akan Semakin Parah

"Kami memiliki beberapa keyakinan bahwa wabah itu akan terkendali dalam waktu wajar,"

Image
News

Winter Semester Dimulai, Bahasa Indonesia Masuk Kurikulum di Universitas Austria

Program yang diinisiasi KBRI Wina didukung Kementerian Kebudayaan RI itu terbuka bagi mahasiswa dan staf University of Vienna.

Image
News

Sempat Mangkir, KPK Akan Panggil Steffy Burase untuk Saksi Suap Gubernur Aceh

Pemanggilan kali ini merupakan penjadwalan ulang dari panggilan sebelumnya.

Image
News

Menteri Muda Urusan Luar Negeri India Mundur karena Tuduhan Pelecehan Seksual

Kasus itu merupakan kejadian paling menggemparkan di tengah gerakan antipelecehan seksual, #MeToo, di India.

Image
News

Banjir di Aceh Utara Meluas, Warga Mengungsi ke Tempat yang Lebih Aman

Warga desa tersebut mulai mengungsi baik ke mesjid, meunasah dan juga gedung serbaguna desa.

Image
News

Pakar Ingatkan Pengguna Media Sosial untuk Bijak, Agar Kasus Seperti Augie Tak Terulang

Kasus yang menimpa pembawa acara Augie Fantinus baru-baru ini menjadi pelajaran bagi semua pengguna media sosial, terutama anak muda.

Image
News

KPU Kabupaten Kediri Gelar Deklarasi Kampanye Damai untuk Satukan Persepsi

Deklarasi kampanye damai, sebagai upaya menyatukan persepsi dan komitmen bagi peserta pemilu, sehingga bisa tercipta Pemilu secara damai.

Image
News

Diduga karena Kemarau dan Virus, Ribuan Ikan Milik Warga Mati di Sleman

Peristiwa matinya ribuan ikan ini pasti terjadi setiap musim kemarau.

Image
News

Narkoba Sudah Masuk di Jajanan Anak-Anak, Orangtua Harus Waspada!

"Penyebaran narkoba tidak memandang usia, dibeberapa tempat ditemukan narkoba berbentuk jajanan anak-anak TK dan Paud,"

trending topics

terpopuler

  1. Anthony Ginting Tersingkir, Gregoria Susul Jojo

  2. Bawaslu DKI Jakarta akan Pulihkan Nama Baik Guru Nelty

  3. Akan Dimiskinkan, KPK Telisik Kekayaan Adik Kandung Ketua MPR

  4. Cadangan Dolar AS di Dunia Anjlok Karena Sanksi Anti-Rusia

  5. Polisi Temukan Puluhan Senjata Api di Kamar Ommy

  6. Barcelona Umumkan Tur Musim Panas ke Asia, Ini Dua Negara yang Dituju

  7. Jadi Pengacara Meikarta, Pakar Hukum Ini Sindir Denny Indrayana

  8. Anies Siap Bayar Denda Rp 186 Juta atas Keteledoran Anak Buahnya

  9. Kabar Tabloid Bola Tutup Bikin Eks Pebulutangkis Indonesia Sedih

  10. Fan Irlandia Masuk ke Ring karena Berpikir McGregor Bisa Mati

fokus

Satu Tahun Anies Pimpin Ibu Kota
Pray for Donggala
Dari Indonesia untuk Dunia

kolom

Image
Ujang Komarudin

Magnet Politik Pesantren

Image
Ilham M. Wijaya

Prospek Proyek Meikarta Pasca OTT

Image
Achmad Fachrudin

Penguatan Demokrasi di Era Digital

Image
Ujang Komarudin

Membidik Amien Rais

Wawancara

Image
Olahraga

Philippe Coutinho

"Kami Bermain Sepakbola dengan Tutup Botol"

Image
Ekonomi

Blak-blakan Strategi UUS Sinarmas dalam Tabungan Haji Hingga Rencana Spin Off

Image
Olahraga

Antoine Griezmann

"Saya Bertahan di Atletico Tidak karena Uang"

Sosok

Image
Ekonomi

Pria terkaya di Australia Bagikan Solusi Radikal untuk Pecahkan Masalah Petani

Image
Gaya Hidup

Insiden Bikin Laura Aurelia Dinda Sekar Devanti Pede Jadi Atlet Renang Difabel

Image
Ekonomi

IMF-WB Annual Meeting

Mengulik Liku Hidup Jatuh Bangun Jack Ma Memeluk Mimpi