image
Login / Sign Up

Usir Seorang Ibu, Edy Rahmayadi: Ibu Berdiri! Saya Tak Senang

Damai Mendrofa

Image

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. | AKURAT.CO/Damai Mendrofa

AKURAT.CO, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengusir seorang ibu yang ikut unjuk rasa bersama ribuan perserta lainnya di depan kantor Gubernur Sumut, Kamis (13/9).

Insiden pengusiran terjadi saat Edy dan wakilnya Musa Rajekshah menemui para nelayan. Edy menaiki mobil komando di hadapan para pendemo yang menolak pemberlakuan Peraturan Menteri (Permen) nomor 71 tahun 2016, tentang alat tangkap ikan yang dilarang.

Saat Edy berbicara, seorang ibu ikut menyela. Tak terdengar jelas apa yang ingin disampaikan sang ibu. Namun sikap si ibu memicu pengusiran terhadap dirinya.

baca juga:

"Ibu, Berdiri! Keluar! jalan! Ibu berdiri jalan, keluar! Ibu berdiri! Saya tak senang, kalau saya sedang ngomong, orang ngomong," ucap Edy.

Ibu tersebut sempat menjawab. Namun ia tetap diminta agar beranjak. Petugas Satpol PP dan beberapa orang diduga ajudan Gubernur mengenakan safari yang menyaksikan itu langsung bereaksi mendekati sang ibu yang mengenakan hijab biru.

Dengan terpaksa sang ibu akhirnya berdiri dan meninggalkan kerumunan massa lainnya.

Para demonstran ini mengatasnamakan Himpunan Nelayan Kecil Modern Sumatera Utara. Mereka memprotes penangkapan yang dilakukan aparat terhadap kapal bermuatan 5 Gross Ton. Karena nelayan menganggap itu adalah kapal kecil.

Para nelayan itu juga menegaskan menolak Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan nomor 71 tahun 2016 yang menjadi aturan pelarangan penggunaan alat tangkap ikan Pukat Hela dan Pukat Tarik.

"Saat ini banyak nelayan yang menganggur, dan kami tidak lagi bisa memenuhi kebutuhan hidup," ungkap koordinator aksi, Abdi.

Sebelumnya massa menyebut berasal dari beberapa daerah, yakni Deli Serdang, Serdang Bedagai, Batubara Tanjung Balai dan Sibolga.

Para nelayan mengaku, penangkapan yang dilakukan, menjadi momok tersendiri bagi para nelayan. Tak sedikit nelayan yang menganggur karena tidak bisa melaut.

"Anak istri menjerit tidak bisa bayar uang sekolah dan makan karena tidak ada uang. Beberapa kawan kami ditembak dan ditangkap," ujarnya.

Nelayan juga menuntut penangkapan yang dilakukan polisi terhadap rekan mereka di Perairan Rokan Hilir. Ada tiga yang ditembak dalam peristiwa itu. Satu diantaranya meninggal. Rata-rata nelayan adalah warga Kota Tanjung Balai.

"kawan kami diberondong dan tiga korban berserakan ditengah laut. Kami diberondong seperti teroris. Padahal kami bukan penjahat, tapi kami saat ini terpenjara dengan Permen 71 yang seperti tidak berprikemanusiaan," tegasnya.

Sementara tentang tuntutan para Nelayan, Gubernur Edy mengaku masih akan mempelajari aturan hukum yang berlaku.

"Ada satu pihak yang tidak menghendaki adanya Cantrang. Karena mencari ikan di laut memang sudah ada aturannya dua mil (atau) empat mil, nanti kita lihat kita pelajari," kata Edy.

Pun begitu dia mengingatkan, jangan sampai para nelayan memaksakan kehendak.

"Nanti yang ini diizinkan yang lain ribut. Nanti kita pelajari dan segera kita putuskan, siapa yang melanggar keputusan itu berarti melanggar hukum," tandasnya.

Edy yang mengenakan peci hitam mengatakan, memang terjadi pro kontra soal Permen 71 itu di kalangan nelayan. Ada yang menolak dan ada yang mendukung. Masing-masing kelompok punya alasan yang bertolakbelakang.

"Sebenarnya kalau tidak ada yang mengadu domba, maka tidak akan bentrok para nelayan. Tapi sepertinya sudah begitu namanya mencari makan. Makanya saya perlu ketemu sama bos-bosnya ini," katanya.[]

Editor: Arief Munandar

berita terkait

Image

News

Rampok Beraksi di Tangga Seratus, Kapolres Sibolga Geram

Image

Olahraga

Asian Para Games Jakarta 2018

Obor Asian Para Games Tiba di Medan

Image

Olahraga

Asian Para Games Jakarta 2018

Ketum PSSI Sambut Kedatangan Obor Para Games di Medan

Image

News

Gubernur Sumut: Rakyat Masih Tak Sanggup Beli Buku

Image

News

Pileg 2019

KPU: Penetapan Tersangka 4 Anggota DRPD Tapanuli Tengah Tak Pengaruhi Pencalegan

Image

News

Lima Anggota DPRD Ditetapkan Tersangka, HN: Kami Belum Terima Surat Polda

Image

News

Sempat Ricuh di Tanjungpura Langkat, GP Ansor Tetap Lanjutkan Kirab Satu Negeri

Image

News

Unjuk Rasa di depan Kantor DPRD Sumut Berhasil Dibubarkan

Image

Ekonomi

Project Homestay dan Tourist Guide Jadi Mesin Baru Penghasil Devisa

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Jakmania Dikeroyok sampai Mati, Menpora Tak Tinggal Diam Ada Remaja Jadi Korban Cuma karena Sepakbola

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengutuk kasus pengeroyokan tersebut.

Image
News

Tak Ingin Kasus Haringga Terulang, Anies akan Berkonsultasi dengan Ahli

Anies juga menuntut kasus tersebut diusut secara tuntas hingga semua pelaku ditangkap dan dihukum seadil-adilnya.

Image
News

Keluarga Haringga akan Mendapatkan Uang Duka dari Pemerintah

Sesama suporter harus bisa menjadi pendukung yang baik dengan menjaga nama baik tim kesayangannya.

Image
News

Jakmania Tewas, Sandiaga: Rival dalam Sepak Bola Tak Seharusnya Makan Korban

Ini harus menjadi pelajaran untuk mengedepankan semangat sportivitas dan persatuan.

Image
News

Puluhan Jakmania Antar Jenazah Haringga Sirila ke Jatibarang

Jenazah tiba di rumah duka Jatibarang, Cirebon, Jawa Barat pada pukul 06.00WIB.

Image
News

Suporter Persija Dikeroyok sampai Mati, Emil: Kecewa Tindakan Biadab Oknum Bobotoh Nodai Kemenangan Persib

Dia berharap para pelaku bisa dihukum setimpal dan kejadian memalukan seperti itu tak terulang kembali.

Image
News

Sebelum Tewas, Ini Pesan Terakhir Haringga kepada The Jakmania

Haringga Sirla sempat mengunggah foto saat dirinya selesai makan di sebuah restoran di Stasiun Gambir.

Image
News

Pasca Tewasnya Jakmania, Anies Langsung Telpon Kang Emil

Anies menekankan ini adalah tindakan pidana yang jadi kewenangan pihak kepolisian.

Image
News

Suporter Persija Dikeroyok sampai Mati, Ini Ulah di Luar Akal Sehat, Serendah-rendahnya Manusia

"Menpora, PSSI, para pengelola klub duduklah satu meja. Mau berapa nyawa lagi yang melayang? #RIPHaringga," kata Rian Ernest.

Image
News

Dalami Kasus Suap Bupati Purbalingga, KPK Panggil Kadishub dan Kepala Desa

Tasdi merupakan satu-satunya tersangka dalam kasus ini yang berkasnya masih dalam tahap penyidikan.

trending topics

terpopuler

  1. SBY Protes Tinggalkan Monas, Andi: Projo Jangan Seenak Udel, Aturan Dibuat Bukan untuk Sak Karepe Dewe

  2. Lagi, Ketua Partai Pendukung Prabowo-Sandi Dukung Jokowi-Ma'ruf

  3. Modal Kampanye Cuma Rp2 M, Sandi: Jangan Bandingkan dengan Toko Sebelah

  4. SBY 'Walk Out' Karena Atribut Jokowi-Ma'ruf, PSI: KPU dan Bawaslu Sudah Profesional

  5. Farhat Abbas: Mulut Berbusa Badan Manusia, Mulut Berbisa Badan Binasa

  6. Dinilai Provokatif, Kini Habiburokhman Ubah Lirik Lagu 'Potong Bebek Angsa' Versi Soft

  7. Unggah Foto Saat Berusia 22 dan 66 Tahun, Ani Yudhoyono: Pilih yang Mana?

  8. Farhat Abbas Balas Anak Buah Prabowo: Mari Kita Nyanyi Lagi Potong Bebek Angsa Buat Fadli Zon!

  9. Faizal: Kalian Cuma Asyik Politik Fiksi, Malu Dong Sama Menteri Susi

  10. Mukhamad Misbakhun: Jenderal Hebat di Militer Belum Tentu di Pemilu

fokus

Dari Indonesia untuk Dunia
Kearifan Ekonomi Lokal Baduy
Pray for Lombok

kolom

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Berebut Kursi Panas Wagub DKI

Image
Yustinus Prastowo

Memahami Pembiayaan BPJS Kesehatan dari Pajak Rokok

Image
Ujang Komarudin

Berebut Dukungan Ulama

Image
Agnia Addini

KOHATI dan Generasi Perempuan Indonesia Berkualitas

Wawancara

Image
Ekonomi

Blak-blakan Strategi UUS Sinarmas dalam Tabungan Haji Hingga Rencana Spin Off

Image
Olahraga

Antoine Griezmann

"Saya Bertahan di Atletico Tidak karena Uang"

Image
Ekonomi

Layanan PLB BSA Logistik Makin Ekspansif

Sosok

Image
Ekonomi

Inilah Sosok Kaisar Romawi yang Menginspirasi Kesuksesan CEO Facebook

Image
Ekonomi

3 Pelajaran untuk Sukses dari Kepribadian Jack Ma

Image
Ekonomi

Kembangkan Ekonomi Lewat Budaya, Suhardini Bustanil Arifin Diganjar Penghargaan