image
Login / Sign Up

Sama-sama dari Militer, Duet Prabowo-Gatot Akan Mudah Dikalahkan

Iwan Setiawan

Menuju Pilpres 2019

Image

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto saat memberikan pidatonya pada acara Conference Indonesian Foreign Policy 2017 di Jakarta, Sabtu (21/10). Dalam pidatonya Prabowo menekankan tentang Nasionalisme. Menurutnya, kita bangsa Indonesia harus berani berjuang demi negara kita dalam semua hal. | AKURAT.CO/Handaru M Putra

AKURAT.CO, Berdasarkan hasil jajak pendapat Lingkaran Survei Indonesia (LSI) kemarin, duet Prabowo Subianto-Gatot Nurmantyo dianggap penantang terberat Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019.

LSI Denny JA kemarin merilis hasil survei tentang pasangan calon presiden dan wakil presiden penantang Jokowi dengan simulasi tiga nama calon presiden yaitu Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Dalam simulasi capres Prabowo, elektabilitas tertinggi mantan Danjen Kopassus itu tercapai jika didampingi Gatot Nurmantyo. Pasangan ini mampu mendapatkan elektabilitas 35,6 persen. Jika dipasangkan dengan Anies Baswedan, elektabilitasnya di angka 19,6 persen.

baca juga:

Terkait hal itu, pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing mengatakan, bila melihat latar belakang keduanya yang sama-sama berasal dari militer, duet Jenderal ini akan menemui jalan terjal.

“Itu akan mudah dilawan oleh siapa pun nanti pesaingnya. Akan muncul isu militer, bahkan bisa diisukan militerisasi. Jadi saya pikir pemasangan ini sangat tidak produktif untuk bertarung di 2019,” kata Emrus melalui keterangan tertulis yang diterima Akurat.co, Rabu (11/7).

“Karena itu saya sarankan tim perancang dari koalisi Prabowo untuk lebih hati-hati dalam memilih calon wakil presiden, walaupun itu hasil survei,” imbuhnya.

Emrus menjelaskan, hasil survei LSI tidak bisa dijadikan tolok ukur mutlak, sebab hal itu adalah potret sesaat. Selain itu, tingkat elektabilitas Prabowo-Gatot di angka 35 persen masih rawan untuk bisa dijadikan dasar pasangan itu maju di Pilpres mendatang.

“Rawan dalam pengertian belum aman. Secara statistik, baru itu aman bila sudah di kisaran 70 persen. Artinya andainya elektabilitas Prabowo-GN mencapai 70 persen dibandingkan dengan simulasi calon lain, baru kita katakan sebagai penantang yang kuat bagi Jokowi. Sedangkan Pak Jokowi yang kurang dari 50 persen, bagaimana yang 35 persen,” jelasnya.

Dari sisi partai pendukung, Emrus menambahkan, duet Prabowo-Gatot juga sulit tercapai. Meski Prabowo sudah pasti bakal didukung penuh Partai Gerindra, Gatot bukan berasal dari kalangan partai politik. Situasi ini otomatis akan memperlebar potensi konflik di kalangan partai koalisi Gerindra.

“Kan Gerindra belum memadai jumlah suara. Nah partai mana yang mau mendukung Prabowo-Gatot. PKS misalnya mewacanakan akan mengusung Anies atau sembilan kadernya yang diajukan. Artinya kan belum full. PAN juga kita ragukan juga karena Amien Rais mengajukan diri untuk menjadi calon,” kata Emrus.

Belum lagi jika PAN malah merapat ke Jokowi, karena hingga saat ini masih ada kader PAN yang duduk di kabinet Jokowi. “Kalau Zulkifli Hasan kelihatannya masih lebih dekat ke Jokowi karena masih ada interaksi politik. Karena di situ ada menterinya,” sambungnya.

Sementara Partai Demokrat, menurut Emrus, juga kecil kemungkinan mendukung Prabowo-Gatot karena ada AHY, di samping AHY juga sulit dipasangkan dengan Prabowo karena sama-sama militer.

“Sehingga komunikasi politik yang dibangun akan membutuhkan energi yang luar biasa, untuk medapatkan dukungan dari partai politik. Karena partai politik, pasti bicara politik, politik pasti bicara kepentingan, berarti saya melakukan apa saya dapat apa,” ujarnya.

Lantas siapa yang pas mendampingi Prabowo?

Emrus berpendapat, siapa pun layak menjadi pendamping Prabowo. Tidak harus berasal dari kalangan atau profesi tertentu, seperti ekonom, ilmuwan, teknokrat, atau santri.

“Karena Prabowo belum pernah jadi Presiden. Kita belum tahu titik lemah beliau dalam hal apa dalam memimpin. Berbeda misalnya beliau sudah pernah memimpin, titik lemahnya di bidang ekonomi misalnya kemudian di periode berikutnya butuh pasangan ekonom,” ujarnya.

Yang terpenting, dia menegaskna, Prabowo harus berpasangan dengan figur yang bisa mendongkrak elektabilitasnya di Pilpres. Sebab dia akan bertarung dengan Jokowi yang memiliki elektabilitas jauih di atasnya.

“Jadi sekali lagi tim Prabowo harus lebih seriuslah mengkaji segala plus minus sehingga bisa memilih calon wakil yang terbaik dari yang ada. Butuh pengkajian yang mendalam dan komprehensif,” tutupnya.[]

Editor: Iwan Setiawan

berita terkait

Image

News

Menuju Pilpres 2019

Sindir Sandiaga, Hasto: Jokowi Lahir dari Rahim Kepemimpinan Rakyat

Image

News

Menuju Pilpres 2019

PDIP Jatim Diminta Menangkan Pileg dan Pilpres dalam 1 Tarikan Nafas

Image

News

Menuju Pilpres 2019

Sekjen PDIP Minta Kadernya Tak Terlena dengan Hasil Survei

Image

News

Menuju Pilpres 2019

Deklarasi Dukungan, Relawan GPS Diminta Ikhlas Menangkan Prabowo di Pilpres 2019

Image

News

Menuju Pilpres 2019

Menangkan Jokowi-Ma'ruf, PDIP Start Safari Kebangsaan ke Jabar dan Jatim

Image

News

Menuju Pilpres 2019

LPOI Minta Bendera Tauhid Tidak Dijadikan Sebagai Alat Kampanye

Image

News

Menuju Pilpres 2019

Cerita Kagetnya Ruhut Saat SBY Dukung Prabowo

Image

News

Menuju Pilpres 2019

Soal Pilpres, Pengamat: Asumsi Saya Prabowo Tidak Serius

Image

News

Menuju Pilpres 2019

Soal Poster Jokowi Bermahkota, PDIP: Jurus Baru Black Campaign

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Berita Populer Fadli Zon Soal Indonesia Menjadi Kerajaan hingga Bendera Tauhid Dijadikan Alat Kampanye

Berita populer lainnya yang mungkin terlewat tentang Veronica Tan datang menonton film A Man Called Ahok.

Image
News

BPBD: Warga Pesisir Jakarta Waspadai Potensi Banjir Rob

Ketinggian permukaan air di Pintu Pasar Ikan Jakarta Utara sedikit di atas batas ambang 200 mendung tipis (MT) yakni 203 MT.

Image
News

Sejumlah Wilayah di Jawa Timur Diterjang Angin Puting Beliung

Sebagian besar kerusakan yang terjadi akibat puting beliung ini adalah di bagian atap rumah warga.

Image
News

KPK Jebloskan Bupati Pakpak Bharat dan Anak Buahnya di Rutan yang Berbeda

Ketiga tersangka kasus dugaan menerima suap terkait proyek PUPR itu di tahan di tempat yang berbeda selama 20 hari kedepan.

Image
News

Perdana Menteri Inggris: Memecat Saya Berisiko Menunda Brexit

Dia menekankan, tidak akan membiarkan pembahasan tantangan kepemimpinan mengganggunya dari sepekan negosiasi penting.

Image
News

Indiana Jones Dunia Seni Temukan Mosaik Kuno yang Dicuri dari Siprus

Dia menyerahkan benda yang tak ternilai harganya itu ke Kedutaan Besar (Kedubes) Siprus di Den Haag pada Jumat (16/11).

Image
News

Fakta-fakta Kasus Guru Baiq Nuril yang Mengguncang Dunia Hukum

Melalui surat, Baiq Nuril meminta keadilan kepada Presiden Joko Widodo.

Image
News

Wali Kota Palembang Minta Maaf ke Warga

Kondisi diperparah dengan pembuangan limbah usaha tersebut di saluran pembuangan air tersebut.

Image
News

Bocah 13 Tahun Bawa Mobil dan Langsung Tabrak Pemotor di Palmerah

Pengemudi kendaraan minibus Avanza bernopo B-2158-PFH berinisial FH pelajar kelahiran tahun 2005.

Image
News

Bocah Bawa Mobil Tabrak Pemotor Sampai Luka-luka

Tidak ada korban jiwa dalam perisitwa tabrakan tersebut. Korban berinisial F diketahui masih pelajar berusia 16 tahun.

trending topics

terpopuler

  1. Posting Foto Iriana dan Ani Gendong Anak Papua, Ferdinand: Natural dengan Terpaksa Memang Beda

  2. Denny: Surabaya Luncurkan Damkar Canggih, Jakarta Luncurkan Becak Beol Cepirit, Bu Risma Pasti Malu

  3. Tanggapi Tsamara Soal Grace Dipolisikan, Ferdinand: Dek!! Coba Introspeksi ke Dalam

  4. Tak Akan Ada Dukungan untuk Timnas Indonesia dari Tanah Papua

  5. Monas Ditutup Atas Perintah Kapolres Jakarta Pusat

  6. Ferdinand: Orang yang Hidup dengan Fitnah, Niscaya Matinya Mengenaskan!

  7. Rustam Jelaskan Perbedaan Ekonom Beneran dan Ekonom Genderuwo

  8. MU Siap Sodorkan Kontrak untuk Evra

  9. Monas Ditutup, Acara Syiar dan Silaturahmi Kekhalifahan Dunia Batal

  10. Rachland ke PSI: yang Salah Bila Belum Desak Presiden Agar Perda Syariah Dievaluasi Mendagri

fokus

Semangat Pahlawan di Dadaku
Info MPR RI
Tragedi Lion Air

kolom

Image
Achmad Fachrudin

Sengkarut Penundaan Penetapan DPT

Image
Ujang Komarudin

Buta dan Budek dalam Politik

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Bising di Ruang Publik: Perang Diksi Namun Jauh dari Substansi

Image
Karyono Wibowo

Harus Dibedakan antara Penegakan Hukum dan Kriminalisasi

Wawancara

Image
News

DKPP, Penjaga Marwah dan Etika Penyelenggara Pemilu yang 'Haus' Infrastruktur

Image
Olahraga

Piala Libertadores 2018

"Mari Jadikan Final Boca-River Tanpa Kekerasan"

Image
News

Alissa Wahid: Membawa Sumpah Pemuda 1928 ke Anak Milenial

Sosok

Image
Hiburan

Fauzan Musaad, Pelukis Mural Raden Saleh Raksasa di Planetarium Cikini

Image
Hiburan

Ini Alasan Ajip Rosidi Kembalikan Piagam dan Uang Rp200 Juta dari Habibie

Image
Ekonomi

Cukai Rokok Batal Naik, Kekayaan Bersih Para Pengusaha Ini Tambah Moncer